
Kemunculan sesosok orang dengan mengenakan kain penutup wajah mengejutkan semuanya, bahkan Bing Lian dan Hua Zhong segera berkumpul kemudian meningkatkan kewaspadaan mereka. Jelas sekali si pendatang memiliki tingkat ancaman berkali – kali lipat daripada anggota Hundred Nights Tower lainnya.
“Saudari Bing dia....”
“Iya, hati – hati. Pria itu merupakan Cultivator Earth Foundation Late – Stage” balas Lian sambil berbisik.
Hua Zhong menarik napas kencang, selain terkejut mendengar praktik sang lawan baru. Ia juga merasa kagum atas penilaian tepat sasaran Lian, Hua Zhong sendiri cuma bisa menebak kalau musuhnya tadi adalah seorang Foundation Realm. Tidak lebih.
Laki – laki tersebut melihat rekan – rekannya penuh kemarahan, yang tersisa hanya berani bertekuk lutut menghadapnya. Dia bernama Gu Yinying, Core Disciple Hundred Nights Tower. Murid salah satu Tetua penting, bakatnya cukup diperhitungkan karena dulu sempat bersaing ketat memperebutkan gelar Murid Suci sektenya namun harus rela menerima kekalahan.
“Ampuni kami Senior Gu....kemampuan kedua anak ini ternyata diatas perkiraan—“
“Jangan banyak alasan! Aku masih memaklumi jika kalian kerepotan menghadapi Tuan Muda Heaven Flower Garden, tapi Forging Qi tingkat 5? Kau kira aku buta!?”
Seluruh penyerang langsung menutup mulut rapat – rapat, jumlah mereka telah berkurang setengahnya. Masing – masing Lian maupun Hua Zhong menghabisi tiga orang, menyisakan enam murid berseragam hitam kelam.
Gu Yinying terus membentak sembari mengutuk para bawahannya, hatinya sakit melihat banyaknya berjatuhan korban dari pihaknya mengingat betapa mudah seharusnya tugas ini. Ketika gurunya meminta dia memimpin misi pembunuhan Hua Zhong, Gu Yinying setuju tanpa protes sedikitpun.
Sebab meski pasti memiliki pengawal kuat, perangai anak salah satu murid langsung Flower Empress itu terkenal pemberontak. Sehingga sering kali melarikan diri tuk melakukan kegiatan sesuai kehendaknya, seperti tadi pagi.
Hua Zhong meninggalkan seorang Cultivator yang bertugas mengawalnya di penginapan kemudian pergi berkeliaran. Sayangnya Gu Yinying tak berani membuat masalah sekitar Noble Treasure Shed, karena pengaruh kuat sekte pedagang tersebut.
Begitulah mengapa misi dimulai saat Hua Zhong tiba pada sebuah rumah makan sederhana kota Hangshan, tapi ternyata semua tidak berjalan lancar. Dua ahli serangan tiba – tiba mereka terbunuh dalam satu gerakan.
Hal memalukan bagi Gu Yinying, karena seluruh dunia Cultivator Benua Huawai mengetahui kemampuan utama Hundred Nights Tower adalah teknik menghabisi target bahkan sebelum dia menyadarinya. Alasan itulah sekte ini terkenal menjalankan tugas – tugas layaknya organisasi pembunuh bayaran.
Selesai puas melepaskan kekesalannya, Gu Yinying menoleh ke arah Bing Lian dan Hua Zhong berada. Berniat turun tangan langsung menyerang, membuat keduanya saling merapatkan punggung.
“Saudara Bing? Jika mampu bertahan selama kurang lebih lima menit kita selamat, aku sudah mengirim sinyal bantuan kepada anggota Heaven Flower Garden....” Hua Zhong berpesan pelan.
“Menurutku kalau aku bersama Saudara Hua bekerja sama, sepuluh menit sekalipun bukan masalah. Hanya pastikan saja dirimu menggunakan seluruh kemampuan”
Hua Zhong menganggukan kepala tanda mengerti, Gu Yinying mulai meregangkan otot sebelum menghilang dari hadapan mereka. Menandakan ilmu meringankan tubuh miliknya bukan main – main, beberapa Cultivator yang menonton berdecak kagum.
Walalu memilih tidak terlibat, kebanyakan tetap menyaksikan secara langsung maupun berbekal Divine Sense. Tak ada satupun mau mempunyai masalah dengan Hundred Nights Tower atau Heaven Flower Garden, sadar betapa besar nama kedua sekte tersebut.
Bahkan Noble Treasure Shed ikut dalam kegiatan mengasyikan ini, Xin Dai bersama kolega – koleganya segera mengaktifkan Divine Sense begitu mendegar keributan di Hangshan. Meskipun mengenal dua anak Forging disana, ia tak punya niatan membantu sedikitpun sebab kejadian sebelumnya.
“Saudara Bing!?” panggil Hua Zhong panik sambil mengeluarkan sebuah Spirit Tool berbentuk kipas.
“Dia datang! Dari arah bawah!”
JDUR!
Mendengar peringatan Lian, Hua Zhong sukses menghindari tangan Gu Yinying yang siap mencengkram leher keduanya. Sepasang lengan pemuda itu tiba – tiba muncul melalui tanah disusul semua anggota tubuhnya.
Pertukaran serangan mulai terjadi, ketika sekitar lima puluh jurus. Hua Zhong dan Bing Liang sukes mengunci gerakan Gu Yinying, nampak jelas ekspresi keterkejutan menghiasi wajahnya dibalik kain hitam.
Gu Yinying tersadar kalau bakatnya bukanlah apa – apa dibanding kedua anak dihadapannya, dia tidak mungkin mampu menangani seorang Foundation Realm Late – Stage saat berada di Forging Qi meski ditemani dua puluh teman sekalipun.
Apalagi sangat yakin kalau senjata ditangan Lian hanya sebuah pedang kayu, sementara Hua Zhong memakai Spirit Tool Profound High – Tier. Senyuman lebar si anak berambuti putih menyebabkan matanya membesar.
Urat saraf Gu Yinying menonjol sebagai pertanda dirinya kesal, lebih murka daripada heran bagaimana bocah itu bisa mengenali ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi milik Hundred Nights Tower.
“Jangan banyak tingkah! Terimalah!”
Gu Yinying mengeluarkan dua senjata pisau, aura kematian memancar jelas melalui bilah – bilahnya. Lian langsung memerintahkan Hua Zhong tuk menjaga jarak sebab tau kalau benda barusan adalah Spirit Tool Earth Low – Tier.
Mengambil posisi bertahan, keduanya terus terpukul mundur. Sampai pada satu kesempatan Gu Yinying hampir bershasil menebas leher Hua Zhong, tapi Lian bergerak cepat menyelamatkannya. Alhasil pedang kayu ditangannya hancur berkeping – keping.
Bing Lian membawa Hua Zhong mundur sejauh mungkin dari tempat musuh berdiri, napas murid Heaven Flower Garden tersebut sudah terengah – engah. Bertanya – tanya dalam hati mengapa gerangan bantuan belum juga datang.
“Berhenti melawan lalu kupastikan kematian kalian tidak menyakitkan” Gu Yinying menyusul sembari memutar – mutar senjatanya.
“Memangnya kau tau rasanya mati?”
“Heh!? Belum, tetapi—“
DEG! DEG!
Gu Yinying menggenggam erat pisaunya akibat perubahan suhu tiba – tiba, rasa haus darah merembes keluar melalui tubuh Lian. Membuat siapapun yang tidak kuat akan mengeluarkan isi perut mereka, tatapan mata birunya berubah menjadi sangat dingin.
Bahkan tubuh Cultivator – Cultivator penonton bergidik pelan, seluruh bulu kuduk masing – masing berdiri. Hua Zhong sendiri merasakannya karena berada paling dekat dengan Bing Lian, meskipun anak itu tak mengarahkannya kepada dirinya.
“Setan kecil ini!!! Berapa nyawa kau telah ambil hah!?” umpat Gu Yinying bertambah gentar.
“Padahal aku mulai menyukainya.....”
“Apa?”
“Pedang kayuku....berani sekali kau merusaknya....akan kubuat kau menyesal sudah dilahirkan....keparat tengik....” Bing Lian bicara pelan namun hampir semua orang sekitar situ mendengarnya.
SYUU!!! WUSH!!!
Gu Yinying mengambil sikap siaga, kepalanya menoleh kesana kemari mencari keberadaan Lian. Kecepatannya benar – benar mengejutkan, pertanda kalau jika ia mau sejak awal memakai kekuatan penuh. Gu Yinying pasti tak punya kesempatan.
“Hilang?!”
“Kau melihat kemana?”
Bing Lian ternyata telah berada tepat diatas kepala Gu Yinying dengan telapak tangan memancarkan kepadatan Qi elemen es sangat mengerikan. Tubuh Gu Yinying secara refleks melindungi diri berbekal kedua senjatanya begitu Lian melakukan dorongan lengan.
“Asgard Palm!”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.