The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 45 - Five Years Later



Bing Lian meletakan barang bawaanya sebelum tersenyum kepada gadis manis tersebut, dia menjelaskan masih menunggu giliran pergantian petugas perpustakaan. Memang sejak dirinya bekerja sebagai pengurus, kuantitas kunjungan terhadap tempat itu meningkat pesat.


Membuat banyak petinggi White Crow Sect senang karena mengira generasi – generasi muda rajin berlatih padahal memiliki tujuan lain. Murid – murid memperhatikan penuh antusias akibat perubahan sikap Xiulan, ia dikenal tangguh serta berpendirian teguh dengan apa yang dipercayainya.


Sehingga kadang bersitegang melawan para senior sekalipun, melihatnya bicara lembut dan tersipu malu sungguh pemandangan aneh bagi mereka. Hanya saat bersama Lianlah Xiulan bertingkah seperti ini, fakta tersebut sudah seperti rahasia umum untuk anak – anak sekte.


Ketika hendak meminta Lu Xiulan duduk menunggu, seorang pemuda datang demi menggantikan tugas Bing Lian. Selesai melepas seragam pengurus perpustakaan, dia bersama Xiulan segera pamit undur diri.


“Baiklah, silahkan semua berbaris ra—eh? Kemana seluruh murid tadi?” ujarnya si petugas baru melongo heran saat menyadari aula dihadapannya kosong melompong. Bahkan suara angin pun jadi terdengar sangat jelas.


Sosok Bing Lian dan Lu Xiulan berjalan bersebalahan melintasi wilayah White Crow Sect langsung disorot banyak orang. Keduanya menjadi pusat perhatian, nama masing – masing memang santar digaungkan selama beberapa tahun terakhir.


“Wahhh....bukankah itu mereka? Senior Bing!? Senior Lu!? Kami mencintai kalian!!!”


“Kyaaa!!! LianXiu Couple!?”


“Hehehe bagaimana kalau kita berlima pergi ke—“


“Disana! Snow Feather Dormitory Gems!? Ayo!”


BUAK!!!


“Awww! Hei!? Aku juga permata asrama!” seru Tan Minjie kesal waktu para pengagumnya segera berubah jalur.


“Eee....ahaha, apa menurutku saja tapi jalan setapak ini semakin dipadati?” Lian menyeletuk sambil membalas sapa – sapaan yang dilemparkan untuknya.


Dalam empat tahun, perkembangan tiga penghuni Snow Feather Dormitory ini memang sangat mengesankan. Terutama Bing Lian, dia telah mencapai puncak Forging Qi tingkat 9 sementara praktik Lu Xiulan maupun Tan Minjie berada pada Forging Qi tingkat 8.


Banyak para Tetua berkeinginan mengangkat mereka menjadi Core Disciple namun selalu mengalami penolakan secara halus, alasan pertama karena ketiganya mau mengikuti ajang pemilihan Murid Suci White Crow Sect terlebih dahulu.


Serta semua juga tau kalau Lian masih berada di Snow Feather Dormitory, mustahil Lu Xiulan atau Tan Minjie pergi dari sana. Ketiganya seakan tidak bisa dipisahkan, Yin Kiew sendiri sudah tak tinggal dengan kelompok ini sejak dua tahun lalu.


Hukumannya telah diangkat dan dirinya mendapatkan kembali hunian aslinya, bahkan sang nenek. Old Matriach mengizinkannya mengikuti ujian tuk menjadi Holy Daughther sekte saat permintaan – permintaan dilayangkan keras oleh Patriach, Grand Elder, serta para Crow Feather Elder makin bertambah sengit.



Sekarang gadis itu merupakan Cultivator Forging Qi tingkat 12, siap membentuk Earth Foundation namun masih mencoba peruntungan mencapai praktik lebih tinggi. Meskipun tidak tinggal bersama lagi, Yin Kiew sering berkunjung ke Snow Feather Dormitory dan berbincang – bincang dengan junior – juniornya disana.


Sebab menurutnya pengalamanya di tempat tersebut sungguh menyenangkan. Dia awalnya terkejut melihat perkembangan bangunan asrama sampai sulit dikenalinya ketika pertama kali bertamu, semua ternyata berkat kerjama sama Lian dan Noble Treasure Shed cabang Qiying.



Pada satu kesempatan tugas diluar sekte, Lian mendatangi kota tersebut bersama Minjie kemudian mengajukan bisnis penjualan Tallisman buatanya. Manajer Noble Treasure Shed disana bernama Teng Lim, pria sepuh ini awalnya penuh keraguan dan tentu saja sedikit meremehkan kedua anak muda yang masuk tanpa asal usul jelas barusan.


Tetapi semuanya sirna saat Lian memperlihatkan kualitas barang miliknya, Manajer Teng kagum ditambah sedikit waspada karena kabar kurang mengenakan tentang penjual Tallisman kota seberang, yaitu Hangshan.


Walaupun dagangan laku keras, pengurusnya mengirim pesan jika si penjual adalah seorang brengsek. Dalam waktu relatif singkat, terjadi kerusuhan akibat permintaan yang tinggi atas kertas sihir buatan sosok misterius itu.


Bing Lian tertawa sebelum menjelaskan kronologinya kepada Teng Lim, Lian berencana menjual Tallismannya lebih murah sedikit dari pada milik asli Noble Treasure Shed tapi dengan kualitas sangat jomplang.


Lian juga rela bulan pertama dirinya dibayar belakangan, demi melihat apakah pengunjung tertarik atau tidak. Namun harus ada beberapa syarat dipenuhi, pertama identitasnya harus ditutupi entah dari White Crow Sect maupun seluruh dunia Cultivator.


Teng Lim cuma boleh memberitahu Golden Trader, itupun kalau si serakah itu perduli. Meski Xin Dai tau, Bing Lian yakin ia tidak akan membuat masalah mengingat kondisinya kurang baik setelah kerusuhan Hangshan akibat gagal memenuhi permintaan para klien.


Prediksinya tepat sasaran, seperti Lian telah memperhitungkan tiap langkah penuh hati – hati. Keraguan Manajer Teng hilang seketika melihat angka penjualan cabangnya naik selangit. Nyatanya Tallisman berkualitas tersebut berdampak baik untuk barang – barang mereka lainnya.


Bing Lian mentandatangani kontrak kemudian memperoleh pendapatan 45.000 Spirit Stone bersih atas penjulan kertas sihir buatannya. Empat tahun berselang, kekayaan Lian mencapai angka 2.160.000 Spirit Stone yang digunakan membantu perkembangan Snow Feather Dormitory serta para penghuninya.


Dia tidak rugi sedikitpun, sebab dirinya tidak perlu mengeluarkan Spirit Stone ketika membuatnya. Selain menggunakan kertas biasa, tintanya bukan cairan istimewa layaknya Tallisman biasa melainkan darahnya sendiri.


Kandungan Qi tubuh Lian sangat murni, apalagi didukung tubuh isitimewa serta Spirit Root satu elemen. Hanya dia satu – satunya yang dapat menciptakan kertas sihir dengan cara ini, bahkan Tallisman Expert mengakui hal tersebut.


Nama Noble Treasure Shed cabang Qiying kian melejit, sementara hanya segilintir orang mengetahui siapa dibalik semua in. Saat anggota sekte menanyakan dari mana mereka mendapat dana tuk membangun asrama, Tan Minjie tinggal berkata keluarganya mengirim cukup banyak tabungan.


“Aku pikir kau sedang pergi dengan Minjie berburu Thorny Hyena?” tanya Lian tiba – tiba.


“Hmm....? Benar, kami baru kembali beberapa jam lalu”


“Bagaimana?”


“Seperti biasa, ia akan mengacau lalu aku memperbaiki semuanya. Tapi cerita laki – laki itu pasti beda seratus delapan puluh derajat, tubuhku bergidik tiap Minjie memberitahu para junior tentang betapa heroik dirinya” Xiulan memutar – mutar kedua bola matanya.


Mereka tertawa lepas bersama, membuat siapapun yang melihat pemandangan tadi tersenyum – senyum sendiri. Memang begitulah Tan Minjie, sepertinya dia tengah mencoba supaya tak tenggelam oleh bakat kedua sahabatnya ini.


“Xiulan? Sudah lima tahun kita meninggalkan Windless Heights Valley, apa kau tidak punya rencana berkunjung?”


“Eh? Benar juga, aku ingin menengok kondisi Ayah meski kami sering bertkukar kabar melalui surat” sahut Lu Xiulan sembari berpikir.


“Mau pergi seusai pemilihan?”


“Berdua saja?”


“Huum tentu, bukankah itu kampung halaman kita? Tapi kalau kau keberatan kita dapat mengajak—“


“Tidak! Tidak! Tidak! Menurutku tadi ide yang sangat bagus, sungguh!” gadis tersebut merangkul lengan Lian penuh sukacita.


- Legacy Disciple Selection Arc Status : Begin -


Author Note :


*Lima tahun dijudul itu maksudnya lima tahun setelah jadi Cultivator ya, kenapa diingatin? Karena percayalah akan ada muncul orang - orang yang merasa mahabenar di kolom komentar berkata "Kok lima tahun thor? Kan disitu empat tahun? Kurang Aqa ni authornya, belum minum air putih" padahal dia gk tau kalau semua itu udh dipikirin sama yang nulis.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.