
Last Iron melesat keluar dari bangunan tempat tinggal Lian menembus dinding layaknya tahu sebelum menahan pedang Yang Wei diudara. Memang sejak Bing Lian memberikan beberapa tetes darahnya, senjata tersebut sudah resmi menjadikannya tuan.
Kedua Flying Sword masih beradu sementara Lian memegang Liao Mei menggunakan satu lengan sementara yang sebelahnya lagi sedang mengontrol Last Iron penuh konsentrasi. Jari telunjuk serta tengahnya saling menempel dan menegang.
“Senior....kau tau jika aku tidak menahanmu barusan pedangmu dapat melubangi Nona ini?”
“Tentu, namun aku tidak menyangka Junior Liao akan melompat” jawab Yang Wei jujur.
Liao Mei sendiri memegang erat – erat jubah Lian sambil menekankan wajah merona merahnya disana. Iapun bingung mengapa melakukan hal itu tadi, padahal baru dua puluh menit lalu ingin sekali memotong – motong laki – laki dihadapannya.
“Nona Liao? Bisakah kau melepaskanku?”
“Ahh....iya....maksudku....jangan salah sangka....aku hanya tidak mau kedua sekte saling bermusuhan” Liao Mei buru – buru menjauh.
“Ugh....dia sungguh berharap kita percaya setelah mau menebas leher Saudara Bing sebelumnya?—Hiiy!?”
JYIT!
Tan Minjie segera menutup mulut kemudian membuang muka saat Liao Mei meliriknya sinis, nama – nama Twelve Cosmos Princess selalu dihapalkan olehnya. Bukan hanya karena mereka terkenal mempunyai kecantikan luar biasa, kekuatan masing – masing juga tergolong tinggi pada generasi muda.
Sebutan ini diberikan teruntuk dua belas gadis dengan potensi mencapai Heaven Foundation berdasar hasil informasi Noble Treasure Shed. Minjie menyimpan selebaran pemberian Manajer Teng itu karena suka melihat gambar – gambar keduabelasnya.
Selain alasan tersebut, penyebabnya adalah terdapat penjelasan – penjelasan mendetail terhadap mereka. Minjie yang berharap suatu hari dapat bertemu mempelajari semuanya dan dari sana tau kalau sebaiknya menjauhi Liao Mei atau Legendary Sword Princess akibat terkenal akan temperamen buruk juga sikap nakalnya.
Meningat telah cukup lama bergaul bersama Yin Kiew, Tan Minjie mulai merasa percaya diri mampu berurusan menghadapi para Twelve Cosmos Princess. Namun sepertinya dia harus berpikir dua kali untuk meyakinkan mentalnya pribadi.
“Senior? Sebelum masalahnya kian membesar biar kuberitahu sedikit tambahan agar kau dapat berpikir jernih....” kata Lian pelan tanpa menurunkan kewaspadaannya.
Dia mulai menjelaskan tentang hak kepemilikan atas seluruh bangunan Snow Feather Dormitory terletak di tangan para penghuninya karena dibangun menggunakan modal sendiri. White Crow Sect hanya sebagai tuan tanah saja, lagi pula bagian ini juga telah diserahkan untuk asrama bagi Inner Disciple. Sehingga sekte tidak punya otoritas apapun dalam pemakaian fasilitas Snow Feather Dormitory.
Ketiga tamu asal Legendary Sword Valley tentu terkejut termasuk Yang Wei, tetapi pemuda itu berusaha menyembunyikannya sebaik mungkin. Jika perkataan Lian tadi benar adanya, maka bukankan penghuni asrama tersebut memiliki kekayaan cukup besar pikir mereka. Fan Li melirik Instruktur Gong, diamnya si pria tua nampaknya menandakan ketepatan ucapan Bing Lian. Dan beliaupun menegaskan jika petinggi – petinggi sekte sudah pernah membicarakan hal tersebut.
Lalu secara perlahan tapi pasti, Lian mengubah alur pembicaran dari bertahan ke menyerang atau menyudutkan pihak musuh. Dia menyindir ketidaktaumaluan perwakilan sekte Legendary Sword Valley tentang penempatan lokasi hunian.
Meski White Crow Sect megirim undangan serta mempunyai kewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada tamu. Namun mereka juga memiliki peraturan, rombongan Legendary Sword Valley tiba disini pada hari ketujuh atau terakhir pendataan.
Dengan kata lain berarti semua kamar terbaik telah diambil oleh sekte – sekte yang datang lebih cepat, tentu White Crow Sect tak dapat disalahkan karena memang jumlah pendatang diluar dugaan sangat banyak disebabkan alasan ingin melihat Yin Kiew sedangkan hunian terbatas.
Terlebih lagi rata – rata hanya sekte bintang 9 sehingga mustahil adanya perlakuan khusus bagi siapapun, mengingat waktu semakin sempit. Para tamu baru terpaksa tinggal pada tempat sederhana, sebenarnya kalau Yang Wei, Fan Li, maupun Liao Mei sedikit sabar. Ketiganya dapat melihat berbagai pemukiman megah dibagian gunung lebih tinggi yang seharusnya dapat menjadi lokasi menginap mereka ketika mengunjungi White Crow Sect.
“Apa ceramahmu sudah selesai?” Yang Wei menguap.
“Yap.....tepat lima belas menit kurasa....”
“Kau tau semua itu sia – sia bukan?”
“Mmm....sepertinya sih begitu. Tapi jika Senior masih mau bertarung aku meminta kemurahan hatimu sedikit” ujar Bing Lian memberi hormat.
“Hmm? Apa? Kau takut jasadmu tidak dikenali?”
“Ahaha.....bukan....hanya saja praktik kita telampau jauh. Bagaimana kalau berduel hanya mengandalkan ilmu pedang?”
“Hehehe.....menarik....sebaiknya kau tak menyesali kata – katamu”
“Terima kasih.....”
Bing Lian dan Yang Wei saling berpandangan dalam diam, kesunyian menyebabkan suara napas penonton terdengar teramat jelas. Beberapa saat kemudian kedua pedang memisahkan diri sebelum kembali menerjang.
WUSH!!! CTRANG!!!
Masing – masing terpental tapi dua pemuda pemilik senjata juga sosoknya sudah menghilang, hampir pada waktu bersamaan Lian juga Yang Wei meraih pedang mereka. Bing Lian menangkap Last Iron secepat yang dia bisa supaya dapat kesempatan menyerang lebih dulu namun kalah cepat oleh Yang Wei sehingga terpaksa mengambil posisi bertahan.
TRANG! TRING! TRANG!!!
Sementara dilain sisi mulut Instruktur Gong, Fan Li, juga Liao Mei menganga lebar seakan tidak percaya kalau ini adalah pertarungan antara Foundation Realm melawan Forging Qi. Serangan Lian begitu tidak beraturan sampai sulit dibaca, ia berpindah kesana kemari berusaha menekan sebaik mungkin sebab tau kalau main – main Yang Wei dapat merengut nyawanya.
Ketika sebuah tusukan cepat mengarah ke jantungnya, Bing Lian sukses menghindar dengan cara melompati atas kepala Yang Wei sebelum melepaskan ayunan kuat. Sang Holy Son Legendary Sword Valley menyadarinya lalu membalas.
BANGGG!!!
Suara memekakan telinga disusul angin kencang menghantam para penonton. Lian maupun Yang Wei menjaga jarak, keduanya berhasil mendaratkan luka sayatan pedang pada pipi masing – masing lawan. Yang Wei tersenyum antusias, dia menjilati darahnya sendiri sembari nyengir lebar.
“Kau menakjubkan....sudah lama sekali aku tidak mengalami duel pedang semenyenangkan ini...”
“Eee....terima kasih?” sahut Lian tidak tau harus menjawab apa.
“Hehehe....namun aku punya firasat kalau terus dilanjutkan maka tak ada akhirnya” selesai mengucapkan kalimat barusan, bilah pedang Yang Wei berubah warna menjadi kemerahan.
“Senior....kau mau melanggar janjimu?” Lian bertanya hati – hati tapi perlahan mulai mengalirkan Qi ke dalam Last Iron.
“Heh!? Tidak apa – apa....sebaiknya kau mati sekarang karena kau dapat menjadi ancaman besar bagi Legendary Sword Valley jika dibiarkan hidup”
“Ugh....”
“Blade From Hell!”
“Heavenly Starl—eh?”
BUAKHH!!!
“Akh.....Tetau Fan....kau....”
Nada bicara Yang Wei tercekat setelah pukulan keras Fan Li yang merupakan seorang Nascent Soul menghantam perutnya, tanpa mampu berbuat lebih jauh tubuh Yang Wei tertekuk sampai kepalanya menghantam tanah. Fan Li mengehela napas sebelum memberi tanda agar Liao Mei mendekat.
“Kami mengaku salah, kumohon kemurahan hati Junior untuk tidak memperpanjang masalah ini” dia memimpin kedua murid sektenya meminta maaf sambil menekankan kepala mereka ke tanah.
Author Note : (PENTING BGT)
Ada beberapa komentar menarik yang layak dibahas, sebelumnya mari kita perjelas perbedaan genre cerita Wuxia dan Xianxia.
Wuxia : bercerita tentang dunia persilatan atau martial arts, jurus – jurus yang ada dalam novel masih dalam tahap wajar dalam artian melukai perorangan atau sekelompok musuh. Serta sebatas menghancurkan bangunan saja (Contohnya : Legenda Pendekar Naga).
Xianxia : bercerita tentan dunia para Immortal (manusia abadi / berumur panjang) yang mendapatkan masa tambahan umur dengan cara melakukan berbagai teknik kulvtivasi (budidaya). Skala jurusnya lebih dahsyat, dapat menghancur kota, gunung, mengeringkan lautan, bahkan menghancurkan planet. (Contohnya Journey to Immortality).
Satu hal sama dari kedua genre adalah dua – duanya masuk genre fantasi, nah....kita lanjutin ke pembahasan soal umur 5 tahun yang santar diajukan pada kolom komentar. Xiao Chen (LPN) reset hidupnya ke umur 5 tahun pas ketemu Fang An, tentu belum bisa apa – apa dong. Ini genre Wuxia ya walaupun ada potensi bakal masuk ke Xianxia karena kemunculan Dong Feng sama Heavenseal juga mulai ada pemakaian Qi.
Jadi dia hanya mengandalkan ingatannya dalam kehidupan pertama doang sama kekuatan mental yang sudah berumur puluhan tahun. Terus Xiao Chen sebenarnya bakatnya tergolong biasa aja (Zero to Hero), itulah makanya dia mengumpulkan Ginseng Air buat meningnkatkan kualitas tulangnya. Dia nyelam pada air dingin yang cukup dalam ketika berumur lima tahun, garis bawahin.
Li Hao, yang notabene ceritanya Xianxia pun begitu. Dia ditinggal sejak umur lima tahun di Gunung Bunga Persik untuk hidup sendiri, hanya berbekal kemampuan fisik luar biasa dan ingatan sekali lihatnya tanpa kekuatan Qi sama sekali karena kepadatannya di Gunung Bunga Persik sangat tipis. Bisa baca ulang JTI kalau gk percaya.
Karena cerita ini basicnya memang dari karya Kak Ron, Bing Lian pun begitu. Tapi karakter utamanya dibuat lebih istimewa, ia punya tubuh khusus dan mampu menyerap Qi karena semua titik meridiannya terbuka sejak dia dilahirkan jadi tinggal perlu diberikan manual praktik. Pertumbuhan fisiknya gk bisa disamain sama anak biasa, juga orang yang bimbing pondasi dasarnya itu Raja Iblis dalam cerita ini.
Sehingga umur 3 tahun dia sudah jadi Cultivator, 5 Tahun ia mencapai Forqing Qi tingkat 4 yang mana telah bisa memakai sihir. Alasan utama Mao Peng minta Lian berkelana sejak muda supaya pengalaman banyak dan bisa mencari guru lain karena praktik Demon sama Manusia itu beda, jika tetap dia yang bimbing bakal berbahaya.
Nah sekarang kalau secara logika, kisahnya Li Hao lebih sulit karena dia tinggal sendiri di gunung sejak umur lima tahun sebelum menjadi Cultivator. Sedangkan Bing Lian walaupun masih umur 5 Tahun dia berkelana pas sudah punya praktik bisa menggunakan sihir dan dibekali berbagai kemampuan pemberian Demon King.
Kalian mungkin bakal kaget kalau pernah baca cerita Li Qiye, atau Emperor Domination dimana dia mukulin orang yang memiliki praktik jauh lebih tinggi darinya cuma pakai tongkat biasa padahal masih berwujud anak manusia biasa. Untuk Demon TROIE sendiri dibuat agak beda dari JTI, gk semuanya lahir langsung memiliki praktik Earth Foundation. Sehingga ada jg yang praktiknya Forging Qi sehingga sah – sah aja bisa dilawan sama Bing Lian.
Penjelasan ini tidak bermaksud apa – apa, jangan salah saya salah satu 100 pembaca pertama Journey to Immortality. Gw Fans beratnya kak Ron, tulisan panjang ini dibuat untuk meluruskan pendapat reader (pembaca) sebelum berkomentar agar tidak memasukan logika dunia nyata secara keseluruhan dalam cerita Fantasi karena itu memang.....it’s not make sense at all....namanya juga Fantasi.
Terus buat yang pusing dengan istilah bahasa asing mohon maaf ya, konsep ceritanya emg dibuat lebih berat dan berpikir soalnya TROIE itu akarnya dari JTI. Makanya diminta untuk baca JTI terlebih dahulu, kalau dibandingin sama LPN juga salah karena genrenya memang beda, jadi diminta pengertiannya. Kalau diubah ke bhs indonesia feel JTI nya nanti bakal hilang, Terima kasih. Ciao!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.