
Instruktuk Gong membimbing jalan Lian ke lokasi tes, pria tua ini adalah anggota White Crow Sect cukup terkemuka. Walaupun tak memiliki pengaruh sebesar para tetua, hampir semua Outer Disciple maupun Inner Disciple sekte menghormatinya.
Apalagi di wilayah terluar tempat ujian penerimaan anggota baru sekarang, jantungnya hampir saja copot barusan sewaktu salah satu murid melapor kalau seseorang datang mencarinya. Sembari menggerutu ia segera berangkat, bertanya – tanya siapa yang cukup berani mengganggunya dikala acara penting.
Dia merasa umurnya berkurang ratusan tahun saat melihat Patriachlah orang tersebut, beliau meminta Instruktur Gong ikut serta menemaninya melihat gerbang terluar kemudian bertemu Lian. Sang Insturktur hanya merupakan Cultivator Core Formation-Mid Stage.
Meski praktiknya belum mencapai Nascent Soul, bisa dibilang pengalamannya cukup banyak. Sehingga agak heran mengapa Patriach sampai menyempatkan diri ke sana hanya demi mengizinkan anak petani dekil berpartisipasi dalam tes.
Ketika Instruktur Gong menyentuh pundak Lian, pria paruh baya itu menganalisis tubuhnya. Namun tidak ada hal yang istimewa, seperti kata kebanyakan orang. Cultivator berumur ratusan tahun macam Patriach memang memiliki perangai sulit ditebak.
Sementara Lian sendiri tengah asyik mengagumi kemegahan White Crow Sect, tempat ini sangat luas juga penuh bangunan dengan ukuran bermacam – macam. Bahkan tak berlebihan jika mengatakan kalau luasnya menyamai kota – kota besar kerajaan serta negara di Benua Huawai.
Padahal lokasi keduanya berada sekarang cuma pada bagian kaki gunung saja, sekte tersebut memang berupa pegunungan tinggi berkepadatan Qi luar biasa. Mereka memasuki salah satu gerbang berhiaskan ukiran gagak dari emas murni berwarna putih.
Lian membelalakan mata melihat ratusan anak seumuran dirinya tengah duduk bersila dan berjejer rapi hingga ujung barisan tidak nampak. Para calon murid itu sedang bermeditasi, raut serius menghiasi wajah masing – masing. Penasaran, Lian pun bertanya kepada Instruktur Gong.
“Hmm? Ah....mereka tengah berusaha menyerap Qi ke Dantian. Kau pun akan melakukan hal sama jadi bersiaplah. Inilah ujian masuk White Crow Sect”
Waktu masih mendengarkan penjelasan, secara mengejutkan terdengar ledakan kecil. Salah satu murid langsung berdiri gembira sambil mengacungkan tangan ke udara. Ada kotoran – kotoran hitam melapisi sekujur kulitnya.
Instruktur berkata dengan senyum puas jika bocah disana adalah contoh orang yang berhasil lolos tes. Semua peserta diberikan kesempatan selama satu bulan tuk memasuki Forging Qi tingkat 1, ketika mereka sukses. Maka langsung diterima sebagai anggota sekte.
Dan beberapa anak kurang beruntung dipulangkan sebab tak mampu memenuhi permintaan tersebut. Kurun masa individu mencapai praktik Cultivator beragam, tergantung dari bakat bawaan mereka sejak lahir.
“Kalau boleh tau, peserta barusan sudah berapa lama menyerap Qi?” celetuk Lian.
“Dia punya potensi besar, seingatku kira – kira baru lima hari”
“Wahhh....hebat sekali”
“Hehehe begitulah, sepertinya ada banyak permata belum terasah bersembunyi pada generasi muda ini. Baiklah kita sampai”
Instruktur Gong menunjuk satu titik kosong dalam barisan, Lian tanpa bertanya langsung mengambil posisi duduk. Sebelum pergi, ia diberikan sebuah pil kuning bernama Qi Gathering Pill. Fungsinya untuk memudahkan pemakannya menyerap Qi dari tempat sekitar.
Sepeninggal Intruktur Gong, Lian diam beberapa saat mengamati peserta lain. Sejujurnya dia tidak tau apa yang harus dilakukan selain memakan pemberian tadi, secara tidak disangka – sangka dia menangkap wajah – wajah familiar.
Anak – anak asal Windless Heights Valley berada didekat situ, termasuk Chun Ah dan Lu Xiulan. Lian menarik napas dalam – dalam mengurungkan niat menyapa karena bisa mengganggu konsentrasi mereka.
“Hah.....mari lakukan. Ayah? Ibu? Doakan aku” Lian berbisik kemudian melemparkan Qi Gathering Pill ke udara.
KRAKK!
Lian cukup terkejut menyadari rasa benda tersebut sedikit manis, ia mulai menutup mata. Walau pengelihatannya dipenuhi kegelapan, tubuhnya mampu mendeteksi aura biru misterius mengelilinginya. Perlahan sedikit demi sedikit mulai terserap menuju titik pada sekitar pusar yang dirinya yakini sebagai Dantian.
Berpikir telah melakukan tindakan benar, Lian terus melanjutkan kegiatan itu sampai ke titik ia mengumpulkan kapasitas Qi tertentu. Lalu terjadilah hal mengejutkan, energi deras mulai tertarik seakan tubuhnya adalah lubang hitam raksasa.
KLIK! BOOMM!!! WUSH!!!
Detik berikutnya, beberapa anak yang mempunyai pegangan kurang kuat pingsan seketika akibat Qi mereka juga ditarik keluar secara paksa dari Dantian masing – masing. Sinar cahaya putih menyiliaukan memancar menyelubungi Lian sampai menembus awan – awan.
Membentuk pilar tinggi dan seperti melubangi langit di atasnya, bukan hanya White Crow Sect. Seluruh Cultivator benua Huawai terkena dampak barusan. Kejadian tersebut cukup mencuri perhatian jagoan – jagoan berbagai wilayah.
Bekerja sebagai petani menyebabkan Lian memotong pendek rambutnya, tetapi dalam sepersekian detik. Helai – helainya mulai memanjang sampai pinggul, kemudian secara perlahan berganti warna dari hitam menjadi putih.
“Langit sungguh suka mempermainkanku, tak kusangka benar – benar akan kembali ke jalan sama dalam kehidupan ini.....” ujarnya memandangi tangan sendiri.
------><------
Tiga Cultivator Nascent Soul terbang sangat cepat dari kediaman masing – masing, Intrukstur Gong bersama beberapa intruktur lain yang baru saja keluar ruangan langsung berlutut menghadap mereka.
“Salam junior kepada Tetua Geng, Tetua Hou, dan Tetua Chun”
“Ada apa ini sebenarnya? White Crow Sect diserang menggunakan senjata rahasia?” tanya salah satu sepuh.
Geng Jun, Hou Dai, juga Chen Tao merupakan Crow Feather Elder. Bisa dibilang ketiganya cukup berpengaruh, hanya berbeda tipis dengan Patriach White Crow Sect sendiri. Sekitar lima menit lalu, suatu hal menggemparkan menimba keseluruhan wilayah sekte.
Qi markas White Crow Sect menghilang selama satu menit penuh setelah ledakan dasyat serta pilar cahaya putih nampak menghiasi angkasa. Meski hanya sebentar, kejadian tersebut tentu membuat semua penghuni panik bukan main.
Itulah mengapa tiga Tetua tanpa menunggu lebih lama cepat – cepat mendatangi arah sumber kekacauan. Murid – murid sekte lainnya mulai dipanggil untuk menolong para peserta yang kehilangan kesadaran.
Setibanya di lapangan, energi kuat membuat ketiga Crow Feather Elder waspada. Berbekal ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi, dalam sekejap mata mereka menemukan asal kekuatan tadi datang.
“Hmm?” seorang anak berusia sekitar sebelas tahun menoleh. Rambut putih dan mata birunya menghipnotis Geng Jun, Hou Dai, maupun Chen Tao.
“Nak? Apa kau melihat cahaya yang menembus langit sebelumnya? Bisa jelaskan kejadian sekitar sini beberapa menit lalu?”
‘Eee....tiga Nascent Soul Early-Stage? Lumayan juga’ batin Lian.
“Mohon maaf Tetua sekalian, murid baru saja memasuki Forging Qi tingkat 1. Jadi tidak memiliki pemahaman apapun soal masalah tersebut”
Mendengar jawaban Lian, tiga tetua saling bertukar pandang. Ternyata anak dihadapan mereka adalah peserta ujian masuk, Intrukstur Gong baru saja menyusul ingin melaporkan situasi sekitar tetapi langsung mematung seketika.
“Junior Gong? Kau kenapa?” Hou Dai menyadari tingkah anehnya.
“K....ka....kau.....kau....” dia menunjuk Lian sembari terbata – bata.
“Heh? Ahh....halo Instuktur Gong”
“BUKANKAH AKU BARU SAJA MENINGGALKANMU SATU JAM YANG LALU?!”
Author Note :
Gimana cara beritahunya ya? Ck eee....jujur aja dikepala gw itu cerita dari Chapter 1 - 6 cuma prolog sayang pas ditulis malah bablas jadi ribuan kata. Tetapi gw bingung isi komen - komennya jadi alurnya kecepatan lah, kejar tayanglah. Gini lho, terkadang pembaca sebaiknya gak menelan mentah - mentah sebuah karya tulis. Mereka harus berpikir sejenak menggunakan otaknya supaya tau penulis itu ingin menyampaikan apa.
Dari judulnya aja Rebirth (Kelahiran Kembali) lho guys. Emang kepanjangan gw akui, tapi misalkan lebih dipersingkat dari yang udh gw tulis itu kalian gk bakal punya gambaran kehidupan pertama dan punya rasa empati sama karakter utamanya. Kalau semisal judulnya adalah "Become a Ice Emperor" gw mungkin gk ada masalah dengan komentar kyk gtu tapi c'mon lah. Masa gw harus menuliskan semua hal secara detail biar bisa dipahami? Padahalkan kelebihan Novel disitu, kalian bebas menggunakan daya khayal kalian tuk membayangkan kejadian didalamnya sehingga gambaran dalam benak masing - masing sangat beragam.
Dan untuk yang bilang karya ini lebih menarik dari Elementalist pada bagian awal sederhananya gini deh, kalian punya anak pertama. Pastikan gk tau bagaimana cara ngurusnya sama sekali dan harus belajar, tapi waktu lahir anak kedua. Kalian udh ada pengalaman dari membesarkan anak pertama dong. Gw nulis Elementalist itu awal - awal banget dimana bahkan dulu pernah kasi spasi antara tanda petik sama percakapannya. Gtu aja sih uneg - uneg gw yah....agak heran aja kok pada bisa mikir ke sana terutama untuk alur kecepatan itu sih, pola pikirnya sedikit aneh menurut gw pribadi :3 Ups!? But no offense ya, tapi kalau ada yang merasa tersinggung sih maaf. Kalian juga berhak gk lanjut baca sama halnya dengan gw berhak menyampaikan pesan diatas 」( ̄▽ ̄」)
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.
What/If Seoris Kingdom Family