
Begitu berhasil memasuki Forging Qi tingkat 1, seluruh ingatan kehidupan pertamanya sebagai Cultivator berjuluk Ice Emperor kembali. Sejujurnya dia sendiri sedikit terkejut akibat dampak dari kesuksesannya menapaki jalan keabadian teramat dahsyat.
Sebelum kedatangan tiga pria Feather Crow Elder, Lian membersihkan kotoran – kotoran yang keluar melalui pori – pori kulitnya menggunakan Qi. Matanya menerawang sekujur tubuhnya tanpa terlewat satu incipun.
“Mereka benar – benar mengembalikan kondisiku seperti dulu?” gumam Lian agak bingung.
Saat masih menjalani kehidupan pertama, ia dikaruniai fisik luar biasa bernama Eternal Reverse Yin Body. Pada dasarnya dalam badan manusia terdapat dua kekuatan bertolak belakang, Yin dan Yang. Masing – masing melambangkan hal berlawanan.
Yin lebih condong terhadap wanita, sehingga jika seorang laki – laki terlahir dengan tubuh semacam ini sangatlah berbahaya. Tetapi kasus Lian sedikit berbeda, Eternal Reverse Yin Body merupakan jenis baru. Akibatnya walaupun badan Lian didominasi oleh tenaga Yin, bukannya melemah malah semakin menguatkan energi kehidupannya.
Hal tersebut tak terlepas dari hubungannya dengan Bai Wen, karena mereka adalah saudara kembar laki – laki perempuan. Angka kemiripan antar keduanya hampir menyentuh seratus persen, itulah alasan mengapa Lian juga memiliki wajah yang terbilang cantik meski dirinya pria.
Selain itu, Yin juga bersifat dingin sedangkan Yang sebaliknya. Bak bulan dan matahari, ajaibnya setelah mendapat tubuh khusus nan langka. Lian memperoleh keistemewaan kedua, Spirit Root miliknya hanya satu elemen yaitu es.
Seolah langit ingin memberitahu dunia kalau tidak ada hal yang mustahil. Berkat kondisi aneh tapi nyata inilah Lian benar – benar tumbuh menjadi Cultivator hebat lalu disebut jenius praktik tanpa dua di benua Huawai.
Apalagi seluruh titik meridian miliknya terbuka, menyebabkan Qi dalam jumlah banyak dan kemurnian tinggi mengisi Dantian Lian. Menyadari peluang akan dideteksi, dia membuat segel tangan untuk mengaburkan penilaian orang – orang jika berusaha membaca keadaan menakjubkan tersebut.
Pelajaran pertama ketika menjadi Cultivator, bakat adalah berkah. Namun juga kutukan, kau mungkin dinilai berpotensi mencapai praktik tinggi kemudian diberikan berbagai sumber daya oleh sebagian individu. Sementara sisanya berusaha membungkammu serta menyingkirkanmu supaya posisi mereka tidak goyah.
Tetua Geng, Tetua Hou, maupun Tetua Chun langsung menerawang Lian ketika melihat sosoknya yang sangat menonjol di antara murid – murid sekitar sana. Tidak merasakan sesuatu hal aneh, ketiganya hendak melupakan bocah itu.
Tetapi semua berubah waktu Instruktur Gong menunjuk Lian sembari berteriak histeris, para sepuh tadi mau tak mau melakukan pengecekan ulang. Memasuki Forging Qi tingkat 1 hanya dalam kurun masa satu jam adalah kejadian janggal bahkan bagi mereka.
“Ahahaha....anda terlalu berlebihan Instruktur”
“Tapi....tapi.....tapi....”
“Sudahlah, bagaimana kalau kau pergi ke tempat anak – anak lain yang sudah lolos” usul Tetua Hou masih memperoleh hasil nihil membaca kondisi bakat kabur Lian.
“Baik Tetua, terima kasih”
Sebelum pergi, Lian pura – pura mengambil barang terjatuh. Ia berjongkok tepat disamping Lu Xiulan. Wajah serius gadis tersebut penuh keringat, tanpa mampu menahan diri Bing Lian menepuk pundaknya sekali.
“Syukurlah kau tidak pingsan”
Hanya sekali lihat Lian tau ada masalah pada tubuh Xiulan, sehingga dia mengalirkan Qi dan memaksa beberapa titik meridian penting tubuh si anak perempuan membuka. Mengingat pesan Lu Cai sebelumnya agak menggganggu Lian.
Sang Kepala Keluarga Lu bilang kalau Xiulan enggan menjadi Cultivator, namun dari sudut pandang Lian sekarang. Gadis dihadapannya sedang berusaha bersungguh – sungguh tuk berhasil melewati tes masuk.
Jadi segera tanpa pikir panjang memberikan sedikit bantuan, meski ingatan masa lalunya telah kembali. Lian tau betul jika Xiulan sangat sering menolongnya waktu masih berada di Windless Heights Valley, sekarang adalah gilirannya membalas semua itu.
Benar saja, sekitar sepuluh langkah Lian berjalan. Terdengar ledakan yang menandakan Lu Xiulan berhasil menembus Forging Qi tingkat 1. Dia berteriak gembira tidak memperdulikan kotoran pada kulitnya, tapi berubah bingung ketika menyadari kebanyakan murid tengah pingsan.
Xiulan sekilas menangkap helaian rambut putih meninggalkan lokasi ujian, dua penjaga gerbang terluar tercenggang bukan main saat melihat Lian keluar bersama ketiga Tetua. Mereka mengenali benar anak tersebut.
Tetapi penampilannya sekarang sudah benar – benar berubah seratus delapan puluh derajat. Lian memberi salam kepada keduanya sambil tersenyum hangat. Salah satu Tetua memanggilnya sebelum pergi diantar beberapa murid senior.
“Nak? Siapa namanu? Dari keluarga mana kau berasal?”
“Perkenalkan, namaku Lian Tetua. Aku tak mempunyai marga karena kedua orang tuaku adalah masyarakat bawah yang bekerja sebagai petani. Namun, dulu aku sempat dipanggil dengan sebutan Bing Lian”
Tan Minjie lahir di sebuah desa kecil tapi makmur, keluarganya adalah saudagar hebat yang mempunyai hak atas hampir semua tanah wilayah tersebut. Dia tumbuh sebagai anak cerdas juga mudah bergaul, sehingga meski kaya raya semua anak senang bermain bersamanya.
Tapi hal itu malah membuatnya semakin bosan dari hari ke hari, menurutnya tak ada satupun teman sebaya sekitar rumahnya mampu diajak komunikasi. Sehingga pada suatu hari saat anggota White Crow Sect berkunjung demi merekrut murid baru Tan Minjie langsung bersemangat.
Ayah Tan Minjie sangat menyayanginya dan berat hati memenuhi keinginan putranya ikut serta, namun berkat beberapa rengekan juga permohonan menggunakan mata memelas. Akhirnya beliau setuju.
Ternyata bakat praktikya tidak terlalu buruk, sehingga sukses lolos tes hanya dalam waktu lima hari. Cukup memuaskan bagi Tan Minjie, karena termasuk sepuluh orang pertama yang diterima. Bahkan para anak – anak desanya belum ada satupun berhasil selain dirinya.
Dia juga tau banyak sekali peserta yang memulai ujian lebih dulu darinya masih berkutat mengumpulkan Qi. Murid – murid baru White Crow Sect dibawa ke sebuah bangunan khusus dimana mereka akan tinggal menanti berakhirnya ujian.
Saat sedang menikmati makan siang, tibalah pendatang baru. Tan Minjie terpukau melihat penampilan anak itu. Awalnya ia sempat mengira si bocah berjenis kelamin perempuan, tetapi setelah diperhatikan baik – baik jelas sekali wajahnya lebih condong ke tampan bukan cantik.
Dengan kedatangannya, resmi sudah ada sepuluh anggota baru White Crow Sect generasi mereka. Menyadari pendatang barusan duduk sendirian menyantap makanan, Tan Minjie segera mendekat berusaha berkenalan.
Ayahnya berpesan membangun relasi sangatlah penting di dunia Cultivator, penampilan anak disampingnya sangat menonjol. Pasti latar belakang dia juga luar biasa bukan?.
“Halo Saudaraku, perkenalkan aku Tan Minjie. Bolehkah aku menemanimu dan duduk disini?”
“Hmm? Ah...silahkan Saudara Tan, kau bisa memanggilku Bing Lian”
“Wah....Saudara Bing memiliki nama yang unik sekali, sama seperti—“
“Penampilanku? Hihihi biar kutebak, apa tidak ada anak lain di sini bicara padamu?”
“Eh?”
Tan Minjie terkesiap, walau sebenarnya ia baru datang sejam lalu. Memang benar belum ada satupun orang lain bicara kepadanya. Namun Tan Minjie heran bagaimana cara anak itu menebaknya dengan sangat akurat.
“Ngomong – ngomong Saudara Bing? Berapa lama kau mengikuti ujian? Aku beruntung lima hari sudah selesai”
“Wahh....Saudara Tan hebat sekali, kalau aku sih jauh.....”
“Ayolah, aku sudah memberitahu waktuku. Giliranmu”
“Ahahaha....aku cuma anak biasa, jadi satu—“
“Satu minggu? Yah....rata – rata memang seperti itu sih”
“Jam”
“Heh? Kau bilang apa?”
“Satu jam, aku berhasil lulus tes dalam jangka waktu satu jam”
“HAH!!!???”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.