The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 73 - Latihan Dimulai



“Aku cuma membalas budi atas pertolongan Ayahmu sebelumnya.....Nyonya Yin terlalu sungkan.....” Bing Lian menggeleng – gelengkan kepala.


“Meski begitu....White Crow Sect belum sempat mengembalikan pemberian anda Pahlawan Bing....”


Lian tersenyum tipis, dia tidak pernah mengharapkan Yin Nuan melakukan hal tersebut. Lagi pula dulu dibenaknya hanya ada persiapan melawan Mao Peng, tapi sekarang menerima uluran tangan seseorang kenalan nampaknya bukanlah suatu keputusan buruk.


Bing Lian juga menghargai pilihan Old Matriach tak mempertanyakan soal bagaimana dirinya kelihatan muda seperti terlahir kembali. Dalam dunia Cultvator kejadian ini dapat timbul karena satu alasan, yaitu sebuah teknik penukar tubuh terlarang. Jika sampai benar Lian memakainya, bukankah Yin Nuan seharusnya menyimpulkan berita mengenai pengkhiatannya adalah kenyataan?.


Sebab jurus tersebut merupakan ciri khas salah satu Jenderal Demon ketika masa perang ratusan tahun lalu, tetapi yang Lian perkirakan sedikit melenceng. Yin Nuan yakin kalau dia mustahil memanfaatkan kemampuan semacam itu dikarenakan kondisi tubuhnya sangat mirip dengan saat menjadi Ice Emperor dahulu, meskipun praktiknya benar – benar menghilang.


Mencari badan khusus seperti milik Lian kemungkinannya hanya nol koma sekian persen, belum pernah sekalipun jenius yang lahir selama lima ratus tahun terakhir mendekati bakatnya. Mereka mulai berbincang hangat, Nuan menanyakan bagaimana rencana Lian kedepannya.


Lian memberitahu keinginannya menemui anggota Emperors Alliance Sect demi menjelaskan sesuatu, namun hanya berupa harapan jangka panjang. Sebab sekarang ia masih terlalu lemah, ada kemungkinan musuh – musuh tersembunyi bakal mencari kesempatan mencelakainya.


Yin Nuan mengerti kemudian berjanji akan membantu Bing Lian, tapi si wanita sepuh berkata sedikit kecewa kalau mungkin kecepatan tingkat praktik Lian harus terhambat tidak seperti yang dulu karena pembagian sumber daya White Crow Sect lebih merata ketimbang Prime Holy Lentern.


“Kecuali jika Senior menghubungi Alchemist Bachelor.....”


“Ahh....tenang saja, aku tak terburu – buru kok. Menciptakan pondasi kuat memang membutuhkan kesabaran.....” gumam Lian bangkit meregangkan tubuh sebelum berpamitan menuju kamar.


Bicara bersama kenalan lama membuat pundaknya terasa ringan, menjadi dirinya sendiri seperti kehidupan pertama cukup menyenangkan juga. Keesokan paginya Bing Lian dipanggil oleh Yin Jiang untuk memulai latihan, selesai melakukan upacara pengangkatan sebagai guru dan murid. Grand Elder menerangkan berbagai dasar ilmu ilusi.


Lian sebenarnya tidak pernah tertarik menguasai kemampuan tipe ini dari dulu, sebab walaupun merepotkan lawan. Dia hanya perlu melapisi sekujur tubuhnya dengan Qi elemen es sehingga pengguna ilusi mustahil menyentuhnya atau mereka bakal membeku. Yin Jiang mencontohkan salah satu jurus, Bing Lian mengangkat alisnya sembari berokomentar.


“Guru? Menurutku lebih sederhanan serta efektif jika anda memakainya begini, Decoy Snow Curtain!”


Tubuh Bing Lian perlahan menghilang dari pandangan Yin Jiang, dia berubah menjadi seperti butiran salju tertiup angin lalu muncul lagi dibelakangnya. Senyuman tipis menghiasi wajah pemuda itu sementara Grand Elder memijit keningnya.


“Aku tau kalau ini bukanlah tugas mudah.....hah....Lian’er? Aku baru memberimu contoh satu kali dan kau sudah menciptakan teknik ilusi sendiri?”


------><------


Jin Chen, atau yang lebih dikenal sebagai Fortune Pillar dan Golden Trader mengangguk puas melihat laporan penjualan keseluruhan Noble Treasure Shed meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya. Perhatiannya sedikit teralihkan oleh fakta mengejutkan kalau jarak antara cabang tersukses dan terburuk periode baru ternyata berdekatan.


Penasaran, dia memutuskan memanggil masing – masing pimpinan. Lagi pula sekarang semuanya berkumpul di Aicowonid Empire tuk menyelenggarakan rapat beberapa tahun sekali, berkat dukungan kerajaan. Jin Chen tidak mengeluarkan biaya sedikitpun.


TOK TOK TOK!


“Patriach? Kami menghadap.....”


“Masuklah.....”



Seketika pintu dibuka, dua pria paruh baya segera maju. Mereka menemukan pria berambut kecokelatan dengan pakaian berwarna emas tengah mengelus seekor Demonic Beast burung merak indah, Jin Chen sungguh menyukai peliharaanya itu.


Golden Trader mulai memberitahu rasa ingin taunya yang begitu besar tentang mengapa penjualan Noble Treasure Shed cabang Qiying dan Hangshan sangat jomplang, padahal ukuran maupun jumlah penduduk terbilang sama.


Sebenarnya pendapatan Qiying bukanlah seberapa dibandingkan cabang kota – kota besar, namun hal tersebut wajar. Jika dirata – rata milik Qiying tetap menduduki peringkat penjualan tertinggi.


“Tolong beri aku penjelasan Manajer Teng, Manajer Xin....” pinta Jin Chen halus.


Keduanya saling pandang sebentar, tentu Teng Lim dan Xin Dai mengetahu jelas alasannya. Namun bingung harus memulai dari mana, tetapi karena memang tidak dilarang memberitahu Sang Patriach Noble Treasure Shed. Teng Lim menceritakan seorang pemuda penjual Tallisman hebat sebagai pemasok utama cabang Qiying, membuat orang – orang selalu ramai juga memborong habis barang – barang mereka.


Xin Dai pun ikut menegaskan hal tersebut, bagaimana masalah timbul ketika kunjungan Bing Lian ke Hangshan. Terlebih lagi percobaan penipuan ditambah pembunuhan Hua Zhong, salah satu cucu Flower Empress menambah buruk pandangan masyarakat terhadap Noble Treasure Shed cabang Hangshan.


“Hmm....kalian bilang dia masih Forging Qi dan bisa membuat kertas sihir langsung?”


“Menarik.....” Fortune Pillar mengelus dagunya.


“Ah....iya Patriach, ia pernah berpesan padaku....”


Wajah Jin Chen berubah kaku mendengar ucapan Xin Dai, hanya sedikit sekali yang mengetahui nama aslinya. Selain para petinggi sekte, paling cuma para Cultivator generasi sama dengan dirinya.


“Boleh kulihat contoh Tallismannya?”


“Silahkan Patriach, kebetulan aku membawa satu.....” sahut Teng Lim cepat menjulurkan kertas berwarna merah.


GUBRAK!


Belum saja kulitnya menyentuh Tallisman barusan, Jin Chen terjungkal dari kursinya kemudian mundur menjauh. Tentu Teng Lim maupun Xin Dai terkejut melihat respon tersebut, sambil terbata – bata Fortune Pillar menunjuk benda ditangan Manajer Teng.


“M....mu....mustahil....! D...di...dia.....masih hidup!??”


------><------


Pada sebuah lapangan latihan di sebuah gunung, nampak selusin Cultivator Forging Qi tingkat 10 mengkeroyok seorang pendekar pedang berpraktik Foundation Relam. Pemuda itu meladeni mereka dengan senyuman senang menghiasi wajahnya.


Jubah hitamnya layaknya sekelebatan langit malam diantara tubuh manusia, permainanan dua pedang kayunya sungguh memanjakan mata. Semua berakhir ketika setiap musuh terkapar di tanah sembari memegang bagian tubuh masing – masing yang memar.


“Huahaha....kalian masih kurang latihan dasar lemah....hihihi....”


“Ugh...Senior Di bisa berkata begitu karena Senior merupakan Heaven Foundation....” protes salah satu murid.


“Oleh karena itu kalian harus lebih giat berlatih agar mampu mencapainya juga bodoh. Rapikan semuanya ya, aku mau pergi dulu dah.....”


“Memangnya dia mau kemana?”


“Biasa, menemui Tian Xiaoye. Sudah bukan rahasia umum kalau Senior Di En menyu—Aww!?”


CTAK!


“Aku dengar! Berhenti bergosip!” seru Di En usai menyentil sebuah kerikil mengenai kepala juniornya tadi.


Dia berjalan santai sambil membawa kedua pedang miliknya di tangan, Di En berhenti dihadapan satu pintu lalu menarik napas dalam – dalam. Setelah menguatkan hati ia membukan pintu terus menyapa penuh semangat.


“Xiaoye?!”


“Hmm....siapa?”


“Ini aku! Di En....”


“Ahh....!? Senior Di? Hehehe maaf aku tidak mengenalimu, ada perlu apa mencariku Senior?” gadis tersebut kemudian menoleh, mata indahnya mengakibatkan pemuda dihadapannya menelan ludah berat.



“A....ak....aku hanya mau mengingatkan tentang kabar dimensi baru yang terbuka itu, soalnya kita berdua akan dikirim sebagai perwakilan sekte untuk menjelajahinya....”


- Legacy Disciple Selection Arc Status : Finished -


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.