The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 49 - Kerusuhan di Snow Feather Dormitory



“Mohon maaf Senior, anda tidak boleh masuk sembarangan” seorang murid penjaga gerbang menahan rombongan yang terdiri dari empat orang.


“Snow Feather Dormitory? Ini sebuah asrama Inner Disciple? White Crow Sect pasti sudah gila”


“Senior kumohon jangan paksa aku—“


“Lepaskan....”


Pandangan Yang Wei berubah dingin ketika anak tadi menyentuh pundaknya, Liao Mei melihat hal itu dan terkikik geli. Penasaran bagaimana nasip orang tersebut beberapa menit lagi, meski menyadari praktik Yang Wei berada jauh diatasnya ia tidak berniat menyingkir karena mengingat pesan Lian tadi pagi.


“Jika ada tamu berusaha menempati asrama ini, aku mengandalkan kalian untuk memberitahu mereka” ekspresi wajah Bing Lian tersenyum hangat memenuhi kepalanya.


“Akan kulakukan kalau anda segera pergi”


“Ohh....berani juga—“


WUSH! CTAK!


Fan Li menghela napas lega penuh syukur sempat menyusul kedua bocah biang onar itu, dia tak habis pikir apa isi benak Yang Wei sampai ingin menumpahkan darah anggota sebuah kelompok di sektenya sendiri. Untung saja Fan Li sigap menahan tangan Yang Wei sebelum menarik pedangnya.


Sementara Gong Huan atau lebih dikenal sebagai Instruktur Gong memiliki perasaan sama sebab mengingat peristiwa ancaman Cloud Ghost Crow beberapa tahun lalu. Jika salah satu Crow Feather Elder seperti Chun Tao saja dihajar sampai sekarat, apalagi dirinya?.


‘Yang Wei!? Kau mau memulai perang atau apa hah!?’ Fan Li mengirim telepati sambil menatap gusar masing – masing murid sektenya.


“Tenanglah Tetua Fen, Tuan Yang masih muda. Darahnya hanya sedikit bergelora”


“Saudara Gong aku mohon maaf, Patriach kami terlalu memanjakan mereka...”


“Tidak apa, tidak apa. Karena sudah sampai sini mari kita masuk melihat sebentar” ujar Instruktur Gong lembut, namun matanya memberi tanda supaya para penjaga pintu memanggil kepala asrama mereka.


Pemuda tersebut memberi anggukan sebelum buru – buru menuju tempat tinggal petinggi Snow Feather Dormitory. Dalam perjalanan dia meminta salah seorang penghuni supaya mencari Seniornya yang sedang pergi keluar menerima tamu.


------><------


Seisi Snow Feather Dormitory memberikan tatapan sinis sewaktu ketiga anggota asal Legendary Sword Valley mulai melakukan pemeriksaan, suasana kian memanas ketika Yang Wei menduduki salah satu sofa mewah pemberian Noble Treasure Shed kepada Bing Lian.



Liao Mei juga sekejap beradaptasi sehingga tangan jahilnya menyentuh semua tempat tanpa terkecuali, dilain sisi Fan Li kagum atas tata bangunan lokasi ini serta agak heran mengapa White Crow Sect malah membiarkan para Inner Disciple menikmati fasilitasnya.


“Luar biasa....aku suka....nyaman, sejuk, dan indah. Telah kuputuskan tuk bermalam disini, bagaimana menurutmu Junior Liao?”


“Hehehe aku setuju, nampaknya menyenangkan menghabiskan waktu sekitar asrama”


“Tuan Muda Yang, Nona Liao. Sebenarnya....”


“Instruktur Gong....bisa kau jelaskan ada masalah apa?”


Lu Xiulan muncul dengan pandangan haus darah, dia langsung keluar begitu mendengar sesuatu tengah terjadi. Saat menemukan sosok lain duduk diatas kursi milik Bing Lian, ia tidak dapat menyembunyikan hasrat membunuhnya.


“Xiu’er tolong dengarkan aku....” Instruktur Gong cepat – cepat mengangkat sebelah tangannya demi menahan gadis tersebut.


Fan Li maupun Liao Mei berubah waspada menyadari Xiulan tidak berniat baik, tetapi Yang Wei yang biasanya marah menerima sikap kurang ajar seperti barusan terdiam seribu bahasa. Pandanganganya tak mampu lepas dari wajah Lu Xiulan seolah terbius akan parasnya.


“Cantik sekali....apa kau Yin Kiew sang White Crow Princess?”


“Bukan, aku salah satu pimpinan Snow Feather Dormitory....” urat saraf Xiulan menegang mendengar nama tadi disebut.


“Wahhh....bagus sekali, kalau begitu aku tidak perlu ragu. Pak tua? Berapa harganya?”


“Keparat—“


WUSH!!! CTAK!!!


“Ugh....”


Murka, Lu Xiulan maju kemudian mengeluarkan Spirit Tool berbentuk pisau miliknya hendak menyerang Yang Wei, sayang musuhnya terlampau kuat. Sebagai Earth Foundation Mid – Stage jelas sekali serangan Xiulan tak berarti apa – apa untuk Yang Wei.


Dia berhasil mengunci pergerakan Lu Xiulan dengan memegang kedua pergelangan tangan dan lehernya dari belakang. Kesabaran beberapa anggota asrama mencapai batas, satu per satu berusaha menyelamatkan Xiulan tapi tubuh mereka seketika kaku waktu Liao Mei menarik keluar pedangnya sembari tersenyum.


Ayahnya, Patriach Legendary Sword Valley sudah lama berencana menjodohkannya bersama Yang Wei. Liao Mei tidak mungkin melewatkan kesempatan membatalkan omong kosong tersebut, meski menghormati Yang Wei layaknya Junior kepada Senior. Sejak dahulu Liao Mei tau kalau Yang Wei bukanlah kategori pria yang cocok dijadikan pendamping hidup.


“Tetua Fan....kirim pesan ke Legendary Sword Valley, katakan pada kakek kalau aku menemukan calon istri di sini. Minta mereka mengurusnya agar White Crow Sect tenang”


“Tuan Muda Yang, saya mohon hentikan....” pinta Instruktur Gong panik, walaupun ingin bertindak. Ia tau kalau Fan Li ikut bergerak, dirinya bukanlah tandingan pria itu.


“Jangan konyol Yang Wei!? Lepaskan sekarang” Fan Li merasa kepalanya benar – benar pusing kali ini menghadapi keegoisan Holy Son sektenya.


“Aku menolak, karena.....”


“Tidak tidak tidak.....Senior.....sebaiknya kau turuti perintah tadi atau kubuat dirimu menyesal”


DEG!


Jantung seluruh orang seakan berhenti berdetak akibat suara bisikan lirih tersebut, entah dari mana dan sejak kapan. Muncul sesosok pemuda berambut putih berdiri ditengah – tengah mereka, jari telunjuknya menempel tepat pada leher Yang Wei.


------><------


“Kepala asrama!”


“Lian’er?!” Instruktur Gong kaget sebab tidak menyadari kedatangan si bocah bermata biru, Fan Li memasang ekspresi serupa menandakan diapun begitu.


“Senior Bing!?”


“Lian....” kata Lu Xiulan sendu, pipinya sudah mulai basah.


“Minggir!!! Oi Lian!? Hah....hah....hah....kenapa dia cepat sekali sih.....!?”


Tan Minjie berusaha mengatur napasnya sembari memegangi lutut kelelahan, beberapa menit lalu dirinya bersama Bing Lian sedang menemani tamu – tamu asal sekte lain tuk berkeliling serta melihat – lihat keindahan gunung tempat tinggal White Crow Sect.


Namun semua kacau ketika seorang penghuni asrama datang bicara kepada Lian, dalam hitungan tarikan napas ia menghilang menggunakan ilmu meringankan tubuh setelah menepuk keras kepala Minjie menyuruhnya supaya ikut.


Sesampainya di Snow Feather Dormitory situasi sudah semakin genting, Yang Wei melirik Lian penuh rasa meremehkan. Meski terkejut atas kedatangannya, tapi sekali lihat Yang Wei tau kalau anak laki – laki ini hanya punya praktik Forging Qi.


“Dik....kaburlah sebelum aku marah, bualanmu lucu sekali. Dasar—!?”


WUSH!!! SRRR!!!


Secara mengejutkan Yang Wei tiba – tiba melesat mundur menjauhi posisi Bing Lian berdiri, meninggalkan Lu Xiulan secepat mungkin. Gadis itu segera memeluk Lian sembari menangis, dia menghela napas pelan tuk menenangkannya.


“Senior Yang?” Liao Mei memanggil bingung.


Yang Wei tak menjawab, melainkan memegangi lehernya. Saat dilihat, telapak tangannya telah dilapisi carian merah kental. Darahnya sendiri, semua tentu terkejut terutama Fan Li dan Liao Mei.



“Forging Qi tingkat 9? Bagaimana bisa....kau mencapai....Sword Without Form?”


“Apa kau pikir cuma dirimu yang mengerti soal pedang?” tanya Lian dengan tatapan sedingin es.


Author Note :


Makasi udh dipromosiin Kak Ron & Kak Shu, semoga cepat sembuh akibat kebanyakan makan durennya LOL. Oh iya selamat datang buat pembaca dari LPN, semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan pernah lupa tetap dukung LPN sebagai salah satu Novel Fantasi terbaik di Mangatoon. Ciao!


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.