The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 27 - Pelindung Rahasia Sekte



Sekitar 750 tahun lalu Bing Lian pernah melakukan perjalanan seorang diri untuk membasmi beberapa kelompok Demonic Beast yang menyerang desa manusia biasa dan sekte – sekte naungan Emperors Alliance Sect. Pada satu kesempatan ia melihat pertempuran sengit merebutkan wilayah kekuasaan antara tiga makhluk perkasa.


Karena tidak mau terlibat akhirnya Lian memutuskan hanya menonton, meski menyadari keberadaannya ketiga King Beast enggan menyerang setelah dirinya memancarkan aura Deva Realm. Sehingga masing – masing sadar bagaimanapun hasil pertarungan mereka pasti tetap merugikan.


Saat salah satu diantaranya terluka parah, dua Demonic King Beast tersisa setuju bekerja sama tuk menyerang Bing Lian baru melanjutkan perseteruan. Sayang tepat sewaktu keduanya berbalik mencari lokasi sang Ice Emperor.


Lian sudah berdiri dihadapan mereka kemudian mengibaskan pelan tangannya, tubuh masing – masing membeku dalam sekejap terus hancur berkeping – keping. Selesai mengurus hal itu, dia berencana mengakhiri penderitaan Spirit King Beast terakhir yang sedang sekarat.


Tetapi saat Bing Lian hendak membunuhnya bukan meminta belas kasih, makhluk tersebut malah memohon agar Lian mengunjungi sarangnya dan menolong keturunannya. Setelah Lian menyanggupi Spirit King Beast berwujud gagak ini mati dengan tenang.


Mendapatkan dua Demonic Core tingkat tinggi membuat suasana hati Lian baik, sebab termasuk orang yang memegang kata – katanya dia terbang menuju sarang atas arahan induk Cloud Ghost Crow. Disana Lian menemukan satu buah telur berusia 49 tahun.



Cloud Ghost Crow memang dikenal membutuhkan masa inkubasi selama setengah abad, enam bulan setelah kejadian itu Bing Lian menghadiahkannya kepada seorang remaja perempuan ketika berkunjung ke salah satu sekte baru akibat pernah menolongnya.


------><------


Chun Tao melesat terburu – buru menyadari aura kuat dari Spirit Beast pelindung rahasia White Crow Sect yang akhirnya menampakan diri sesudah hampir 200 tahun terlelap. Tak butuh waktu lama bagi Chun Tao bersama tetua – tetua lain menemukannya.


Ternyata Cloud Ghost Crow tengah mendatangi para Inner Discple seolah ingin melihat generasi muda milik sekte, Chun Tao bersama kurang lebih selusin Crow Feather Elder mendarat. Semua orang segera memberi hormat kepada mereka.


“Tetua sekalian aku mohon bantuan kalian, Senior Cloud Ghost Crow mengincar salah satu murid” Instruktur Gong bernapas berat, bagaimana pun Lian tetaplah muridnya. Mengingat respon Old Matriach dulu, jika sampai terjadi sesuatu pada bocah tersebut pasti dia tidak akan lolos dengan mudah.


“Saudara – saudara ayo kita—“


“Berhenti”


“Tetua Chun?”


“Mari lihat baik – baik terlebih dahulu” Chun Tao berusaha menjaga ekspresinya agar nampak tenang, hatinya bersorak gembira karena mengenali siapa yang dimaksud Intrukstur Gong. Ia penasaran akan diapakan anak kurang ajar itu oleh Cloud Ghost Crow.


Detik berikutnya mata seluruh penonton melebar karena sang Spirit King Beast membiarkan Bing Lian mengelus kepala serta paruhnya. Suatu hal yang bahkan Patriach mereka sendiri belum tentu berani lakukan.


Keterkejutan semakin bertambah saat Cloud Ghost Crow memberikan tiga tetes Blood Essence untuk Lian. Fakta ini menyebabkan wajah tetua – tetua bak tersambar petir, seingat mereka makhluk tersebut sangat pemilih. Murid – murid suci generasi sebelumnya sekalipun tidak jarang diabaikannya.



‘Hei hei hei kau mau membikin tubuhku meledak ya?’ Lian mengangkat sebelah alis.


‘Biarkanlah sebagai penebusan dosa, aku minta maaf sebesar – besarnya Tuan! Tak datang menolongmu saat bertarung melawan Raja Iblis’ balas Cloud Ghost Crow pilu.


‘Ahahaha jangan dipikirkan, aku berangkat bersama kelima hewan suci milikku namun begitulah. Bersama atau tanpa dirimu kupikir hasilnya tidak akan terlalu berbeda jauh’


“BERHENTI!”


Chun Tao gagal menahan teriakannya sewaktu melihat dengan mata kepala sendiri Cloud Ghost Crow menangis, air mata Spirit Beast ini sangat berharga. Memiliki efek pemulihan juga meningkatkan kualitas darah sehingga kadar racun dalam tubuh berkurang drastis.


Lian menoleh penasaran padahal baru saja mau menampungnya berbekal botol kaca kecil, ia menggeleng – gelengkan kepala melihat anak kecil dihadapannya dimakan keserakahan. Chun Tao berusaha menerkam Lian demi merebut sumber daya tadi.


KIAAAKKK!!!!


Ledakan Qi luar biasa tiba – tiba muncul memaksa Chun Tao terpental sebelum memuntahkan cairan merah segar. Aura mengerikan mulai merembes keluar, para Instruktur bersama Crow Feather Elder lain segera membentuk energi pelindung.


Jika tidak pasti semua murid akan langsung kehilangan kesadaran, walau begitu mereka masih tetap kesulitan bernapas dibuatnya. Tatapan murka Cloud Ghost Crow menusuk Chun Tao, seakan siap mencabiknya menjadi serpihan – serpihan kecil.


“Tolong ampuni dia Senior, kita membutuhkannya sebagai pondasi sekte. Aku mohon untuk dipertimbangkan kembali”


“Grand Elder?!”


Seorang pria sepuh yang memancarkan aura Nascent Soul Great-Circle Stage datang secara tiba – tiba mencoba bernegosiasi dengan Spirit Beast tesebut. Perlahan niat membunuh Cloud Ghost Crow berkurang, namun masih mendelik ke arah Chun Tao penuh kebencian.


“Yin Jiang!? Sebaiknya kau mendidik anak buah baik – baik atau aku yang akan memberikan pelajaran kepada mereka!”


“Aku mengerti, terima kasih Senior bersedia memberiku muka”


“Jangan berani – berani siapapun diantara kalian menyentuh Lian’er, jika sampai sumber daya pemberianku dicuri bersiaplah untuk mati! Snow Feather Dormitory ada dalam pengawasanku, camkan itu!”


Ia menggosokan lembut kepalanya sekali lagi pada wajah Lian sebelum terbang menghilang, Yin Jiang menghela napas lega. Tau perangai Cloud Ghost Crow hanya bersedia mendengarkan Old Matriach sungguh mengakibatkan dirinya mandi keringat dingin.


Sang Grand Elder merupakan sepupu dari Patriach saat ini, meski begitu keduanya sekalipun belum tentu mendapat perlakuan istimewa dari Spirit Beast pelindung rahasia sekte itu. Yin Jiang memerintahkan supaya Crow Feather Elder melakukan rapat tuk menghukum Chun Tao.


Dia melirik Bing Lian sekilas, si anak berambut putih membungkuk tuk memberi salam. Yin Jiang tentu pernah mendengar kemarahan bibinya saat cucunya sendiri yaitu Yin Kiew menyerang Lian, tetapi masih penasaran alasan dibalik perlakuan khusus tersebut.


Meyaksikan Cloud Ghost Crow hampir membunuh Tetua demi bocah misterius dihadapannya semakin meyakinkan Yin Jiang kalau ada suatu hal istimewa mengenai Bing Lian. Namun sekarang sepertinya masalah ini harus ditepikan terlebih dahulu, cepat atau lambat ia pasti akan tau.


Suasana kelompok Inner Disciple jadi bertambah canggung, bahkan para Instruktur agak takut mendekati Lian dan memutuskan supaya murid – murid dipulangkan. Pelajaran mengenai Demonic Beast serta Spirit Beast dilanjutkan lain waktu.


Ketika berjalan melewati Chun Ah, Lian sengaja menirukan suara gagak hingga menyebabkan tuan muda ketiga keluarga Chun itu lari terbirit – birit dengan celana basah. Sesampainya di asrama Yin Kiew telah menunggu sambil memasang ekspresi wajah cemas.


Lian berusaha menenangkannya juga berjanji akan menjelaskan perihal kejadian barusan besok hari, pembicaraan mereka entah mengapa menyebabkan Lu Xiulan mendengus kesal. Malam harinya Lian langsung mengolah Blood Essence pemberian Cloud Ghost Crow, dia yakin dengan adanya sumber daya ini latihan Body Refining bisa segera dimulai.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.