The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 72 - Old Matriach



“Senior kau seharusnya jangan memasukan garam sebanyak—“


“Senior!? Potongannya terlalu besar—“


“Senior Yin!? Tunggu airnya mendidih terlebih dahulu sebelum—“


Teriakan peringatan Bing Lian terdengar memenuhi dapur milik mereka di King Crow Pavillion, Lian selalu mengajukan diri untuk membuat makanan bagi keduanya tiap hari sejak tinggal bersama. Namun Yin Kiew merasa kurang enak hati dan memaksa dengan keras kepala membantu.


Bukannya mempermudah tugas Lian, gadis itu malah menambah daftar pekerjaan yang harus dikerjaanya ulang sebab hasilnya sangat parah. Bing Lian membatin jika ingin bertahan hidup disana kedepannya sepertinya ia wajib memastikan tanggung jawab dapur untuk dirinya.


Sudah hampir menjelang satu minggu Bing Lian juga Yin Kiew menempati King Crow Pavillion, tempatnya begitu luas nan megah. Yin Kiew bilang kalau pada waktu tertentu keluarganya akan meminta anggota sekte membersihkan bangunan ataupun memasak untuk mereka.


Lian menatap berkeliling antusias, hidup sederhana lima belas tahun terakhir membuatnya sedikit canggung berada di tempat seperti ini. Padahal dulu saat masih sebagai Ice Emperor dia mempunyai rumah layaknya istana, karena penasaran Bing Lian bertanya mengapa Yin Kiew sebelumnya tidak tinggal bersama Patriach.


“Tentu aku ikut tinggal disini, tetapi cuma sampai umur enam tahun kemudian setelah resmi menjadi anggota White Crow Sect. Aku berusaha hidup mandiri....”


Yin Kiew mengantar Bing Lian menuju bangunan tempat ruangan pribadinya berada, ternyata kamar mereka berjarak tidak terlalu jauh. Mengingat jumlah yang banyak serta kosong, pemilihan tersebut sudah tepat menurut Lian. Agak seram juga harus berjalan menyusuri lorong panjang sepi seorang diri.


Lokasi dapur dekat dari sana sehingga semuanya aman, masalahnya mulai muncul saat Yin Kiew meminta Lian mengajarkan cara memasak. Mau tidak mau ditambah tak ada alasan untuk mengelak, dia terpaksa setuju meski dengan enggan.


Keesokan paginya, Yin Wuya dan Yin Jiang memanggil masing – masing. Sebagai Murid Suci atau Holy Daugther, maka Yin Kiew dipastikan mendapat pelajaran langsung oleh Patriach. Sementara Bing Lian bakal mengikuti arahan Grand Elder, latihan keduanya terpisah tapi saling berhubungan. Agar mampu mendukung satu sama lain kelak.


“Sebelum memulai latihan tertutup, aku ingin kalian menemui seseorang” Wuya menjelaskan sembari menyingkir.


“Tunjukan rasa hormat kalian....” kata Yin Jiang tersenyum ramah.


TOK....TOK...TOK....TOK....!


Tepat dari atas tangga tempat Patriach bersama Grand Elder berdiri, terlihat wanita tua berjalan memanfaatkan bantuan tongkat. Ada dua buah sayap menghiasi tiap sisi pangkal benda ditangannya itu, rambutnya sudah memutih semua. Tapi dapat dlihat secara sekilas kecantikan miliknya sewaktu masih muda tidak kalah dibanding Yin Kiew.


“Hohoho.....Kiew’er? Lian’er? Selamat datang.....”


“Nenek!?” Yin Kiew berseru terkejut


“Old Matriach.....” balas Bing Lian memberi hormat mendalam.


Beliau memberi beberapa kata sambutan lalu segera pergi, malam harinya. Lian dikejutkan oleh suara ketukan pintu. Yin Wuya telah menunggu dibalik pintunya kemudian berkata kalau Old Matriach ingin Bing Lian menghadap.


Sesampainya pada ruangan yang telah ditentukan, Lian segera bertekuk lutut. Sang perempuan tua menatapnya sendu, ia bangkit dari tempatnya berdiri mendekati lokasi Bing Lian sebelum balik memberi salam lebih hormat lagi.


“Pahlawan Bing....? Senang melihatmu kembali....hiks....”


“Hihihi....nampaknya memang mustahil menyembunykan sesuatu dari mata tajam Senior” Yin Nuan berucap hangat.


------><------


Lima ratus tahun lalu terdapat sebuah sekte kecil para ahli ilusi bernama Ultimate Crow Sect, namun karena memiliki masa depan menjanjikan dan berpotensi membuat goyah kelompok – kelompok Cultivator kuat lainnya. Beberapa setuju kalau mereka harus dihapuskan.


Yin Nuan merupakan putri Patriach Ultimate Crow Sect kala itu, ia sangat terpukul oleh serangan tersebut. Terlebih lagi tak ada satupun bantuan datang dari sekte – sekte aliansi Ultimate Crow Sect, dirundung kesedihan gugurnya seluruh keluarganya. Yin Nuan membawa sisa anggota Ultimate Crow Sect menuju tempat persembunyian rahasia kemudian menggganti nama mereka menjadi White Crow Sect.



Kejadian sebelumnya mengakibatkan Yin Nuan mengubah aliran sektenya yang semula putih ke netral. Dia sangat membenci terus berjanji bakal membalaskan dendam terhadap setiap pihak bertanggung jawab atas kehancuran rumah miliknya.


Mengemban tugas sebagai Matriach muda bukanlah tugas mudah, apa lagi kau tidak memiliki apapun sumber daya demi mengembangkan sekte. Yin Nuan semakin terpuruk sampai sempat berencana membubarkan White Crow Sect, tetapi situasi berubah seratus delapan puluh derajat waktu seorang pria tampan berambut putih berkunjung.


Salah satu penjaga melaporkan kedatangannya kepada Yin Nuan, tentu gadis ini bingung tujuh keliling. Diapun segera memutuskan menuju gerbang terluar untuk menyambutnya secara langsung, Nuan terpesona seketika ia menoleh.


“Halo? Selamat pagi, apakah kau Nona Yin? Perkenalkan namaku Bing Lian, teman Patriach Yin. Aku turut menyesal mendengar kabar tentang Ultimate Crow Sect, seharusnya aku datang lebih cepat....”



Yin Nuan terdiam seribu bahasa, dia seperti pernah mendengar nama barusan. Saat tersadar kalau laki – laki dihadapanya adalah Ice Empereror yang terkenal, Nuan hampir menyembahnya. Namun Lian sigap menghentikan perempuan itu.


Bing Lian memberikan tiga hal kepada Yin Nuan, pertama sebuah Spatial Ring berisi sumber daya sebesar millik sekte bintang 7. Kedua sebuah telur Spirit Beast, dimana makhluk didalamnya kelak menjelma sebagai Pelindung Penjaga White Crow Sect.


Dan terakhir manual teknik tingkat tinggi yang menurut Lian lebih berguna di tangan Yin Nuan ketimbang dirinya. Yin Nuan tidak tau bagaimana caranya harus berterima kasih, ia bahkan sempat berpikir ingin mengajukan pernikahan untuk membayarnya tapi ditolak halus oleh Bing Lian.


Selesai menyerahkan hadiahnya Sang Ice Emperor berpamitan pergi, Yin Nuan meminta hari tersebut dicatat dalam sejarah sekte. Berkat bantuan tadi, pondasi White Crow Sect menjadi begitu kuat hingga tak ada sekte lain cukup bodoh mengusik mereka.


Mulai dari sana Yin Nuan selalu memanggil Lian sebagai Pahlawan Bing, bahkan setelah kabar kematian dan pengkhianatan Lian merebak. Yin Nuan bersama semua penggawa sektenya adalah yang paling keras membantah masalah ini menyusul Black Dragon Empire pimpinan Long Heiyan sampai ratusan tahun kedepan.


Tetapi takdir memang suatu hal aneh, lima ratus tahun berselang. Dia menemukan seorang anak kecil bernama sama, padahal sebutan Lian telah dilarang di Dataran Tengah atas permintaan Jade Emperor agar mengingatkan orang – orang tentang keburukan Bing Lian.


Sayangnya Lingxin maupun Yimu serta penghuni Windless Heights Valley tidak terlalu familiar mengenai dunia Cultivator sehingga tidak menyadarinya. Yin Nuan juga menemukan kemiripan fisik antara bocah tersebut dengan pria idolanya dulu, disanalah dia merasa menemukan sesuatu.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.