
“Patriach!? Patriach Jin!?”
BRUAK!
Puluhan pasang mata segera menoleh ke arah pintu, dimana seorang pria berjubah hitam baru saja masuk tergesa – gesa. Jin Chen berdecak kesal, ia akhirnya memutuskan keluar ruangan untuk memenuhi berbagai kewajiban selama mengurung diri dan tengah melaksanakan rapat penting.
“Tidakkah kau bisa menunggu Fu? Lihat situasinya!?”
“Hah....t...ta..tapi....”
“Bicara yang jelas!”
“Kesembilan Kaisar datang berkunjung—“
SRAK!
Jin Chen segera bangkit dari posisi duduknya, sembari memohon maaf dia mengatakan kalau rapat bakal diganti minggu depan karena keperluan mendadak. Ada beberapa tamu penting yang harus lebih diutamakan, lagi pula wajah para peserta juga ikut menegang mendengar ucapan Fu barusan.
Fortune Pillar melesat meninggalkan lokasi seketika, disusul oleh Fu dibelakang masih dengan muka bak susu basi. Jin Chen telah memprediksi respon demikian, jika sampai anggota Emperors Alliance Sect datang secara langsung ini berarti satu hal. Mereka tidak tau menahu soal keberadaan si pembuat Tallisman sama seperti dirinya.
“Fu? Apa kesembilannya mengatakan sesuatu?” tanya Jin Chen cepat.
“S..sa..saat aku minta menunggu, mereka bilang bakal meratakan Aicowonid Empire serta seluruh cabang Noble Treasure Shed di penjuru Benua Huawai kalau anda tak cepat keluar....”
“Dasar setan – setan tua gila.....lalu kau meninggalkan tamu berbahaya seperti itu tanpa pengawasan?!”
“Nona Chyou mengambil alih dan memintaku mencari anda Patri—“
“Apa!? Kau meninggalkan cucu kesayanganku bersama monster – monster tua tersebut!?”
Fu mengangguk penuh rasa bersalah, Jin Chen ingin berbalik kemudian menempeleng bawahan bodohnya tetapi memilih bersabar. Ia takut terjadi sesuatu terhadap Jin Chyou, permata kebanggaan sektenya.
Jin Chyou merupakan anak semata wayang putra Jin Chen, dia mempunyai kecantikan dan bakat praktik cukup tinggi sampai mendapat julukan Noble Treasure Princess. Namun sebenarnya yang paling mencolok dari gadis ini terletak pada kecerdasannya, kemampuan memorinya menghapal informasi sangatlah luar biasa.
Hingga terkadang Jin Chen meminta agar Jin Chyou mengingat beberapa rahasia – rahasia penting demi memeras para klien Noble Treasure Shed, jika ingin hal itu tidak bocor. Maka mereka harus rela melanjutkan kerja sama merugikan sesuai keinginan Fortune Pillar.
Chyou sendiri menyukai mempelajari sejarah – sejarah Benua Huawai, makanya ia lebih familiar dengan generasi – generasi tua. Bahkan menurut Jin Chen, cucunya merupakan satu – satunya talenta muda yang mengetahui sepak terjang dunia Cultivator lima ratus tahun terakhir.
“Nona Jin? Aku tau kau sedikit aneh, namun kami ingin segera bertemu kakekmu....” Yu Gang menghela napas panjang setelah dibombardir ratusan pertanyaan melelahkan oleh anak perempuan dihadapannya.
“Hehehe....aku berterima kasih Yang Mulia sudi menjawabnya, tetapi izinkan aku menanyakan satu hal sebagai penutup....”
Yu Gang memijit – mijit keningnya sebelum mengizinkan, ia heran kenapa cuma dirinya yang ditanya padahal delapan saudara seperguruanya juga berada disana. Padahal jelas – jelas cara mengatasi rasa penasaran Jin Chyou adalah mengabaikannya seperti sikap para kaisar lain kecuali Yu Gamg.
“Apakah paduka tau....kalau bunga Ice Lotus mampu bertahan hidup meski sudah dipetik?” ujar Jin Chyou tersenyum penuh makna.
“Maaf? Aku kurang paham inti dari—“
“Benar, tanaman tersebut dapat menciptakan tangkai maupun akar baru bagi dirinya....”
“Gadis kecil....kau—“
“Chyou!?”
BRUAK!
Belum sempat Yu Gang melanjutkan kalimatnya, pintu ruang tunggu terbanting terbuka. Menampakan Jin Chen sang Fortune Pillar bersama anak buahnya telah tiba, Jin Chyou tanpa berlama – lama langsung berpamitan. Namun sekarang semua tatapan kaisar Emperors Alliance Sect lebih tertuju kepada si gadis ketimbang kakeknya.
“Kakek? Baiklah aku permisi kalau begitu, senang bisa menemani waktu menunggu Kaisar sekalian....”
“Jangan bertele – tele pak tua....katakan padaku dimana....” Fang Yijun akhirnya membuka mulutnya tuk pertama kali.
“Hehehe....aku pasti membagikan informasinya tetapi dengan harga yang pantas....”
“Kau mau mati hah!?”
BRRR....!!!
Gedung utama Noble Treasure Shed bergetar hebat saat kelima Empress mengalirkan keluar Qi mereka. Tie Jin meminta saudari – saudarinya supaya tenang sementara Fortune Pillar tertawa terbahak – bahak.
“Ahahaha....kalian para Kaisar Wanita tak pernah berubah, masih tidak sabaran seperti dulu....tetapi ingat jika aku terbunuh. Cahaya harapan kecil kalian menemukan orang tersebut akan puff! Mengilang! Hihihi....lagi pula aku tidak semudah itu dikalahkan....” tambah Jin Chen melirik tatapan haus darah Yu Gang.
Mendengar ucapan barusan para Empress menjadi lebih menahan diri, bayangkan saja. Kesembilan Cultivator tingkat tinggi berangkat meninggalkan sekte masing – masing hampir diwaktu bersamaan usai menerima kiriman Tallisman Noble Treasure Shed.
Semuanya menyadari lambang penghias disana bukanlah tiruan, terlebih jelas sekali kalau kertas sihirnya baru dibuat. Bukan disimpan selama ratusan tahun, dan tidak ada satupun diantara kesembilannya lupa metode unik pembuatan Tallisman itu.
Diantara anggota Emperors Alliance Sect, Yu Gang adalah orang yang paling cemas. Tanda demi tanda terus bermunculan, ia takut terlambat satu langkah maka riwayatnya bakal berakhir dan nampaknya Jin Chen mempunyai sesuatu. Jade Emperor berusaha mencari siasat membungkam setan serakah ini.
Diskusi berlanjut namun tanpa titikt temu, akhirnya karena lelah. Hua Zhenya ingin meninggalkan Noble Treasure Shed, tentu perhatian terfokus kepadanya. Menjadi sosok pertama berpamitan agak menimbulkan kecurigaan, mengingat minimnya informasi seluruh kaisar sekarang. Ketika hendak memegang gagang pintu, gerakan Flower Empress terhenti.
“Zhenya?”
“Hmm?”
“Kau menyembunyikan sesuatu.....”
“Liyi aku tidak mengerti maksud—“
“Tatap mataku!”
Teriakan Yue Liyi kembali menciptakan gempa kecil di seluruh gedung, hubungan dekat antara Flower Empress dan Moon Empress sudah terjalin lama sehingga pasti masing – masing menyadari jika terdapat hal janggal. Hua Zhenya menoleh santai.
“Iya? Jika sudah? Aku mau pergi, Hua Riyun akan pergi menuju Dimension Realm. Aku harus mengucapkan selamat tinggal, bukankah kalianpun demikian?”
KLAK! KIEETT! BRAK!
Hua Zhenya langsung terbang cepat meninggalkan Aicowonid Empire, cerita Hua Zhong dulu, laporan anak buahnya, ditambah kemunculan tanda pada Tallisman ini semakin meyakinkannya tentang keberadaan seseorang.
“Senior....”
WUSH!
------><------
Yin Jiang memimpin Bing Lian dan Yin Kiew mendekati Baiya, Sang Cloud Ghost Crow. Ia memberi salam hormat tapi tak diperdulikan oleh Spirit Beast gagak putih tersebut, Lian maju dengan santai lalu menjulurkan tangan.
Baiya menurunkan kepala seolah memohon kepada Bing Lian supaya mengelus kepalanya, membuat Yin Jiang bertanya – tanya sebenarnya siapa yang memiliki jabatan Grand Elder? Dirinya atau Lian? Yin Kiew ikut berjalan disisi Bing Lian melakukan hal sama.
Jik gadis itu sih wajar saja, sebab termasuk keturunan lansung Yin Nuan alias pemilik Baiya. Satu per satu mulai naik keatas punggungnya, Patriach juga Old Matriach hadir mengantar kepergian mereka. Tidak lupa keduanya berpesan supaya Lian maupun Yin Kiew berhati – hati.
Cukup sekejap hentakan sayap, tubuh gagak putih itu melesat ke angkasa dari lapangan latihan. Beberapa kepakan berikutnya, wujud makhluk tersebut telah tidak terlihat lagi melalui puncak bangunan King Crow Pavillion. Yin Jiang menciptakan lapisan Qi demi melindungi Lian dan Yin Kiew karena kecepatan gerak Baiya yang luar biasa.
“Hoerju....kami datang....” gumam si pemuda berambut putih memejamkan mata sebelum tersenyum lebar.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.