The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 79 - Found You



Setelah diperhatikan beberapa saat, Bing Lian menilai kemampuan praktik Wu Kang tidaklah buruk. Meski belum melihatnya menggerakan tubuh secara langsung untuk menghabisi Demonic Beast sejak memasuki Air Crawler Phantom Forest.


Diusianya yang sebenarnya menyamai Yin Kiew, Wu Kang mempunyai praktik Foging Qi tingkat 12. dibawah milik Lian padahal anak tersebut sedikit lebih muda darinya. Menandakan kalau si biksu Pure Heart Temple bukan seorang jenius tapi termasuk berbakat.


Namun seingat Bing Lian rata – rata para Cultivator asal kuil Buddhisme memang selalu begitu, bahkan dari zaman dahulu. Mereka tak terlalu tergiur menggapai kekuatan setinggi – tingginya, cukup untuk membela diri saja. Buktinya Wu Zheng, Mahaguru Pure Heart Temple pun demikian.


Dia senang berkelana mengenalkan ajaran agama ketimbang berlatih, kalau serius menurut Lian pribadi Wu Zheng mampu tergabung dalam Ten Guardian Lantern asuhan Hao Ren. Tetapi nasip sulit ditebak, siapa sangka sekarang ia malah terkenal sebagai Faith Pillar karena perangai uniknya itu.


Wu Zheng mempunyai Spirit Root dua elemen yaitu besi dan petir, terhitung agak langka. Apa lagi jarang ada jagoan Nascent Soul memilikinya, wajar sang Mahaguru termasuk dalam jajaran Twenty Supreme Entities. Tubuhnya juga teramat kuat akibat mendalami teknik Body Refining peninggalan kuilnya.


Wu Kang sendiri tak jauh berbeda, makanya Lian sedikit penasaran tentang hubungan antara mereka berdua. Ketika sekilas menerawang, Lian menemukan jika raga biksu muda tersebut megandung Qi elemen api serta air. Aneh sekali bisa melihat dua unsur berlawanan berpadu menjadi satu, Bing Lian memprediksi Wu Kang bakal bertransformasi sebagai sosok penting bagi Pure Heart Temple kedepannya.


“Saudara Wu? Kau mau kemana? Kita belok ke kanan bukan kiri....”


“Ehh? Amithaba.....maaf! Aku sedikit melamun.....” sahutnya cepat mengubah arah.


“Hadeh....” Lian menggeleng – menggeleng heran, seandainya Wu Kang tidak sembrono mungkin ia sudah menduduki gelar Murid Suci sekarang.


Para prajurit kota Hoerju mengambil sikap siaga sewaktu Yin Jiang, Yin Kiew, Bing Lian, juga Wu Kang mendekati gerbang. Lian tak menyalahkan mereka, bagaimanapun juga rombongan ini memang terlihat janggal nan mencurigakan. Apa yang akan muncul dipikiranmu melihat seorang pria paruh baya, pasangan muda mudi menawan, dan biksu sederhana berjalan bersama?.


Ketika identitas masing – masing diminta, Yin Jiang menunjukan lencana sektenya. Wu Kang mengikuti. Mata penjaga – penjaga tengah bertugas melebar ngeri sebelum buru – buru mengizinkan keempatnya masuk dengan ramah.


Tentu menimbulkan tanda tanya besar dikepala Bing Lian dan kawan – kawan, mereka tidak tau kalau terdapat semacam trauma kepada setiap prajurit Hoerju saat berinteraksi menghadapi Cultivator asal sekte – sekte bintang 9 atau 10.


Beberapa hari terakhir ratusan pendatang mengunjungi kota akibat kejadian terbukanya pintu masuk Dimension Realm, semua tamu tersebut tak bisa dibilang ramah. Prajurit – prajurit yang kurang beruntung menanyakan identitas banyak mati terkena racun maupun gendang telinga pecah.


Oleh sebab itu pemerintah wilayah mulai memberi penyuluhan agar warganya menghindari anggota sekte aliran hitam tingkat tinggi, karena memang terkenal sedikit kurang senang diusik hal – hal sepele semacam tadi.


Cahaya matahari semakin berkurang ketika keempatnya melewati gerbang Hoerju, nampak penduduk – penduduk mulai menyalakan penerangan pada kediaman masing – masing. Yin Jiang memimpin jalan menuju penginapan sebab memang pernah sesekali kemari sebelumnya.


Hoerju merupakan kota Cultivator, sehingga Qi mengalir deras disetiap sudutnya. Banyak berdiri bangunan mewah dan megah kemanapun mata memandang, tetapi tentu paling menonjol adalah semacam istana keemasan berlambang peti harta karun.


Noble Treasure Shed cabang Hoerju merupakan salah satu yang laing besar di seluruh Dataran Tengah, Yin Jiang memasuki bangunan sembilan lantai lain tidak jauh dari sana. Dia sempat memberitahukan mau beristirahat ke Penginapan Nine Pleasure.


Sebuah usaha yang dinaungi sekte bintang 9 bernama Nine Pleasure Cult, hampir mirip dengan Frozen Swan River. Mereka cuma menerima anggota perempuan, gadis – gadis cantik Nine Pleasure Cult diberikan banyak keahlian seperti memasak, memijat, akupuntur, aroma terapi, dan lain – lain.



Ditegaskan jika mereka bukanlah wanita penghibur, pengunjung dilarang memaksakan kehendak. Hal itu sangat – sangat tak dianjurkan. Sebab Nine Pleasure Cult merupakan sekte aliran netral, bukan hanya mampu memberikan pelayanan baik. Keahlian menghabisi lawan mereka tidak boleh diremehkan, moto penginapan tersebut adalah ‘Jangan Pernah Meminta Sesuatu Diluar Menu yang Sudah Disediakan’.


Wu Kang menghentikan langkahnya tepat sebelum mencapai pintu masuk, membuat Bing Lian dan Yin Kiew ikut berhenti. Dia berkata kalau sebaiknya dirinya mencari Kuil Pure Heart Temple di kota saja untuk tempat berteduh, Lian menolak ide barusan karena sebaiknya Wu Kang tetap bersama dengan rombongan White Crow Sect mengingat ia hanya sendirian disini.


“Baiklah....terima kasih atas kemurahan hatimu Saudara Bing, apa mulai sekarang aku harus memanggilmu penderma?”


“Hihihi....terserah” Lian menanggapi sembari terkikik geli.


Yin Jiang menunggu ketiganya dekat meja resepsionis sambil memasang wajah masam lelah menanti, gadis penerima tamu menyambut semuanya ramah sebelum memberikan kunci kamar bagi masing – masing. Entah mengapa Lian merasa banyak pekerja penginapan tersebut menatapnya tajam, dugaanya makin kuat saat perempuan penerima tamu mengedipkan mata ke arahnya. Tapi ia memilih mengabaikannya saja.


Sesampainya di kamar Lian bersiul pelan kagum atas kemewahan kamar yang ditawarkan, harga 1000 Sprit Stone per malam memang bukan main – main. Wewangian ruangan juga menambah perasaan nyaman, pantas Yin Jiang memaksa datang kemari. Lian memilih berbaring sampai terlelap kemudian baru bangun waktu Yin Kiew mengetuk pintu tuk mengajaknya pergi makan malam.


------><------


Lian berjalan sambil menghela napas panjang, ia baru saja kabur meninggalkan penginapan karena banyak sekali gadis pekerja asal Nine Pleasure mengetuk pintu kamarnya membawakan berbagai macam barang berupa makanan ataupun hadiah padahal tidak pernah diminta.


Bing Lian sempat berusaha mengajak Wu Kang berkeliling tapi si biksu berkata hari ini ingin pergi mengunjungi kuil Pure Heart Temple di Hoerju jadi tak bisa ikut, Yin Kiew sendiri menolak dengan alasan mau berlatih.


Gadis itu memang beberapa waktu terakhir bertambah giat sebab berencana menembus Foging Qi tingkat 15, sedangkan Yin Jiang menghilang entah kemana. Kamarnya telah kosong dari subuh. Alhasil Lian menikmati pengalaman menyenangkan melihat indahnya kota sendirian.


Ketika asyik mengedarkan pandangan, matanya menangkap helai rambut berwarna putih melintas. Langkah Bing Lian terhenti, pupilnya melebar akibat syok. Semua suara maupun gerakan menghilang begitu saja, seolah waktu berhenti sesaat.


“Lihat! Pasar akhir pekan! Pasti banyak benda menarik disana! Ayo Junior Tian cepat....!!!”



“Ahahaha tunggu Senior Di!? Pelan – pelan gaunku bukan untuk berlari – larian.....”


CTAK!


“Hmm?”


Tanpa mampu menahan diri, Lian menangkap pergelangan gadis tadi. Sebuah tindakan kurang sopan yang sebenarnya mustahil dia lakukan dalam keadaan normal, si perempuan balik menatapnya kebingungan. Bing Lian menoleh perlahan – lahan sebelum berbisik.


“Wen’er....?”


Author Note :


Author hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki moto seperti Hotel Krustry Crab yaitu : 'Saya tidak pernah promosi dilapak orang meski sedang mengikuti lomba dan pembaca cerita saya sedikit'. Terima kasih....^_^


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.