The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 96 - Baixian Joke



Yin Jiang bersama Cultivator – Cultivaotor lain yang menunggu perwakilan sektenya keluar terkejut saat ada benda tak kasat mata sekilas terdeteksi tepat sebelum gerbang dimensi mengkerut dan meledak hebat, angin kencang berhembus ke segala arah. Sampai mengakibatkan atap beberapa bangunan di Hoerju sekalipun terhempas.


Mereka segera menciptakan pelindung sekitar sana agar mengurangi efek samping tersebut, Bing Lian melepaskan sihir permadani miliknya ketika keadaan telah normal. Dia memasukan kembali benda itu ke dalam Galaxy Ring.


‘Walaupun sudah terlewat lima ratus tahun.....nampaknya semua barang ini masih berfungsi baik’ batin Lian senang.


Sebenarnya Lian mempunyai banyak sekali benda – benda unik tingkat tinggi tersimpan pada cincin miliknya seperti Anti-Gravity Top serta Reversal Tapestries, kegunaan utama gasing sebelumya adalah menciptakan medan area tertentu tanpa gravitasi selama beberapa waktu.


Sedangkan Reversal Tapestries merupakan Spirit Tools yang mampu membalik ruang tanpa batasan berarti, intinya ia memindahkan lokasi si pemakai juga koleganya tapi cuma berhasil jika memenuhi persyaratan tertentu. Yaitu tengah berada di dimensi berbeda.


Sehingga permadani tersebut seolah menukar posisi bayangan seseorang pada cermin dengan tubuh aslinya. Para pengawal terkesiap akibat kemunculan lima ratus murid – murid sekte secara tiba – tiba, Bing Lian masih berkumpul bersama rekan – rekannya sebelumnya.


“Mau sampai kapan kau terus menggendongnya!?”


JDUK!


“Aww?! Saudari Hua!?”


“Huh!?” Hua Riyun merengut kesal lalu membuang muka usai menendang tulang kering Lian.


“Kenapa Tuan Putri marah?” tanya Xu Bai heran.


“Diam!”


PLAK!


“Aduh!?”


“Dasar....oi Lian? Katakan padaku caramu melakukannya?”


“Eh? Maksudmu?” Bing Lian pura – pura tidak mengerti.


“Bagaimana kami bisa keluar dari sa—“


“XIAOYE?!”


“LIAN!?”


“Ugh....!?”


Lian menghela napas lega berhasil menghindari pertanyaan Riyun karena Yin Kiew dan Di En menghampiri mereka, sementara sang Murid Suci Heaven Flower Garden berdecak kurang puas. Keduanya terlihat sangat khawatir, Bing Lian buru – buru menurunkan Tian Xiaoye.


“Kemari!?”


“Hah!? Lepaskan! Siapa kau!?”


“Junior Tian!?” ujar Di En tak percaya.


“Xiaoye? Dia Seniormu....” Lian berbisik supaya menyadarkan gadis itu.


“Eh? Senior Di? Senior selamat! Hahaha.....”


Di En langsung menarik Xiaoye mendekat dan menjaga jarak dari Bing Lian, dia memandang sinis ke arahnya. Lian memberi hormat sambil tersenyum, namun rangkulan erat Yin Kiew menganggetkannya tidak lama berselang.


“Hiks....aku khawatir sekali....”


“Eee....Senior Yin? A..ak..aku kekurangan udara uhuk! Uhuk!?”


“Hah? Maaf...!?”


Satu per satu pengawal datang mencari perwakilan sektenya, ada yang beruntung pulang dengan anggota lengkap. Tetapi kesedihan lebih mendominasi akibat perbedaan jomplang jumlah korban jiwa seperti seniornya Xue Yi.


Dari lima ribu peserta ekspedisi, hanya sepuluh persen sukses kembali. Menandakan betapa berdarahnya dunia Cultivator, suara isakan tangis membuat perasaan Bing Lian tak nyaman. Entah kau beraliran putih, hitam, ataupun netral. Kematian orang terkasih tetap menjadi hal menyedihkan sejak zaman dahulu.


Beberapa menit kemudian Yin Jiang mengumpat saking bahagianya mendapati kalau Yin Kiew dan Lian ternyata selamat. Pria paruh baya itu bergegas menghampiri berurai air mata bahagia, ia tak tau bagaimana nasipnya saat balik ke White Crow Sect jika sampai mereka tewas. Belum sempat ketiganya berbincang, suara gelak tawa menarik perhatian semuanya.


“HUAHAHAHA....AKU MENDAPATKANNYA!!! LAN’ER? LIHAT!?” teriak seorang pemuda mengacungkan benda bulat yang terlihat seperti batu kebiruan.



PROK! PROK! PROK!


“Kakak memang hebat....” balas anak perempuan didekatnya datar bertepuk tangan diiukuti para anak buahnya.


“Siapa dia?” Lian bertanya penasaran sebab merasa wajahnya sedikit familiar.


“Ahhh....begitu rupanya....pantas saja....”


Yu Min berkoar – koar jika dirinya menemukan artefak legendaris yang mampu meningkatkan praktik penggunanya secara signifikan. Bing Lian menganggapnya hanya omong kosong belaka, mana ada benda seperti itu pikirnya. Anehnya, beberapa generasi muda ternama termasuk Wu Kang, Yin Kiew, juga Taiyang Zi memberikan respon positif.


Selesai mendengarkan cerita Yin Kiew, Lian menyimpulkan ternyata ketika Yu Min mengangkat benda tadi bertepatan dengan waktu dirinya mencoba menarik Continental Eater sehingga bocah tersebut menganggap baru saja mendapatkan pondasi Dimension Realm.


“Jangan pernah lengah, suatu hari nanti....aku pasti mencabut nyawamu....jaga baik – bagi sampai hari itu tiba.....”


“Eh?”


Qiu Na telah menghilang diantara kerumunan orang usai membisikan kalimat barusan, Bing Lian tersenyum tipis. Ternyata pembunuh berdarah dingin sekalipun terkadang tau namanya balas budi, Xie Jingyi juga tak terlihat lagi batang hidungnya. Dia nampaknya pergi mencari tempat berkumpul anggota Green Poison Lake.


‘Pfft.....!?? Huehehehehe.....’


‘Hmm? Baixian?’


‘HUAHAHAHAHA.....!!! Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya kekekeke.....menghabiskan banyak waktu bersama jenius sepertimu membuatku merindukan idiot layaknya bocah disana...hahaha.....’


‘Kau kenapa naga tua? Pasti benda ditangannya bukan sesuatu hal berharga....’


‘Hihihi....’


‘Biar kutebak, pil kadaluwarsa?’


‘Bukan....huehehehe....’


‘Terus?’


‘Kotoranku yang berusia 400 tahun....’


“PFFT!?”


“Lian?” Yin Kiew menoleh heran.


Bing Lian harus berjongkok dan menutup mulutnya agar tidak tertawa lepas, matanya sampai berair saking kerasnya ia mencoba bertahan. Mereka berdua melanjutkan diskusi menggunakan telepati sembari terkikik geli hingga perut masing – masing terasa sakit.


------><------


Rombongan White Crow Sect memutuskan tinggal dua hari lagi di Hoerju tuk memulihkan diri, meski terlihat baik – baik saja Yin Jiang tak mau mengambil resiko sehingga memberikan waktu beristirahat bagi Bing Lian dan Yin Kiew.


Banyak hal terjadi selama masa tersebut, pertama salah satu Tetua Frozen Swan River mengunjungi Lian bersama Xue Yi demi mengucapkan beribu terima kasih atas bantuanya membawa pulang jasad murid sektenya serta menolong Xue Yi ketika kesulitan.


Wanita itu memberikannya semacam medali yang akan membuat Bing Lian dikenali saat berkunjung ke Frozen Swan River, keduanya berjanji Lian bakal disambut layaknya tamu kehormatan. Xue Yi menjabat tangan Lian lalu berkata suatu hari pasti membalas kebaikannya.


Selanjutnya Wu Kang pamit terlebih dahulu karena harus melanjutkan misi – misinya, ia memberikan beberapa sumber daya hasil penelusuran Ruang Harta kepada Lian untuk membayar hutang – hutangnya. Bing Lian tak kuasa menolak sehingga mau tidak mau memasukan seluruhnya ke Galaxy Ring.


“Semoga perjalananmu menyenangkan Saudara Wu, kuharap kita dapat bertemu kembali dikemudian hari....”


“Amithaba....jika kita berjodoh.....pasti....”


“Oh....iya!? Saudara Wu? Aku ingin memberikan sesuatu....” kata Lian mengeluarkan Spirit Tools berupa bulu yang mengeluarkan Qi kemerahan.



Bing Lian memberitahukan nama benda tersebut adalah Virtue Feather, mengingat kekuarangan Wu Kang membaca peta Lian sengaja hendak menolongnya. Virtue Feather bisa menunjukan arah benar kepada seseorang jika memikirkan baik – baik mau pergi kemana.


“Saat Saudara Wu tersesat, ia akan terbang ke tujuan Saudara. Jadi....kau tinggal mengikutinya saja....”


“Saudara Bing ini....”


“Tolong diterima, kupikir lebih berguna ditanganmu....”


“Amithaba....” Wu Kang memberikan hormat tulus sambil mengucapkan terima kasih.


Author Note :


Hitungan mundur (H-1)


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karya karsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.