
Hua Riyun masih terpana menyaksikan cara Bing Lian mengeluarkan racun dari tubuh Xue Yi hingga tetap mengaktifkan Five Level Recovery Technique pada gadis dihadapannya. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa Lian kembali memberi kejutan setelah menggunakan teknik setingkat dengan miliknya hanya berbekal Tallisman.
Kondisi Xue Yi perlahan mulai membaik, rasa nyeri yang menyelimuti anggota badannya semakin menguap hilang tanpa bekas. Warna mukanya juga sudah pulih seperti sedia kala, Tie Mu mendekati Hua Riyun sembari berbisik dan membuat pecah lamunan anak perempuan itu.
“Riyun?! Kau lebih dulu bertemu dengannya, siapa sebenarnya dia? Aku belum pernah melihat seseorang mengeluarkan racun begitu saja layaknya yang dilakukannya tadi!”
“Eh? A...ak...aku hanya bertemu secara kebetulan, ia membantuku saat dikepung Demonic Beast sama sepertimu”
“Lalu?”
“Aku cuma tau kalau dia adalah kenalan kakakku....” jelas Hua Riyun.
“Hmm menarik, jika diingat bukankah sebelumnya Lian mampu menangkap hujan Deadly Needles Rain milik Xie Jingyi? Aku ingin kau jujur, Apa kau bisa melakukan hal sama....?”
Riyun terdiam sejenak mendengar pertanyaan Tie Mu, selesai memperkirakan kecepatan serta kesigapannya dia mengambil kesimpulan sederhana. Lemparan puluhan jarum beracun dari tiap sisi tiga ratus enam puluh derajat mengelilinginya sedikit membuatnya bimbang, akhirnya Hua Riyun menggelengkan kepala sebelum menjawab.
“Bisa....tetapi...mungkin ada sekitar lima sampai sepuluh jarum lolos mengenai Xue Yi....”
“Sesuai dugaanku...” Tie Mu mengelus dagu.
Kalau Hua Riyun saja yang dipanggil jenius bilang begitu, berarti seharusnya bakat Lian melebihinya. Tie Mu tak habis pikir bagaimana caranya menjuluki Lian sekarang, jenius diantara jenius? Super jenius? Atau apa?.
Selagi keduanya berdiskusi Xie Jingyi sekarang menyadari betapa berbahayanya sosok pemuda bertopeng misterius dihadapannya. Pertama, ia tanpa kesulitan mengatasi salah satu jurus paling mematikan pada tingkat Forging Qi dan tidak mengalami cedera sedikitpun.
Kemudian tadi dia berhasil menyelamatkan nyawa Xue Yi padahal sudah berada diujung tanduk menggunakan teknik penyembuhan aneh. Bahkan penawar racun ditangan Xie Jingyi seolah bukan barang berharga baginya, terus berikutnya Bing Lian mengenali Desert Scorpion Venom hanya sekali lihat.
Anggota Green Poison Lake sendiri akan kesulitan melakukannya kecuali sudah benar – benar terlatih dan memiliki pemahaman mendalam terhadap ilmu Poison Cultivator, sepengetahuan Xie Jingyi cuma satu orang yang pernah mencapai tingkat setinggi itu diusia muda. Yaitu She Mye, Sang Poison Emprees sekaligus Matriach sektenya.
“Siapa kau....?” Xie Jingyi menyipitkan mata.
“Hanya seorang laki – laki baik hati yang kebetulan lewat....” Bing Lian menyahut sembari tersenyum.
“Huh!? Tidak mau bicara ya? Baiklah, sektemu tak perlu repot – repot mencari jasadmu kalau demikian!”
Xie Jingyi membentuk mantra tangan dengan cepat, Lian menyadari apa yang hendak gadis tersebut lakukan sehingga memberikan arahan agar ketiga individu dibelakangnya jangan sampai terpisah. Hua Riyun, Tie Mu, dan Xue Yi bingung atas permintaan barusan.
Namun semua terjawab sewaktu Xie Jingyi menghantamkan telapaknya ke tanah, Bing Lian kali ini mengeluarkan Tallisman berwarna cokelat dari balik lengan jubahnya. Mereka sama – sama mengaktifkan jurus masing – masing.
“Acid Golden Lake!”
“Brown Tallisman Art; Earth Pillar.....”
SYURRR!!! GERUDUK!!!
Tanah tempat Lian bersama yang lain berdiri naik tinggi bertepatan dengan berubahnya daratan sekitar keempatnya berada menjadi cairan kuning berasap, Tie Mu segera menghindari tepian pilar buatan Bing Lian sejauh mungkin.
“Apa – apaan!??”
“Jangan terlalu banyak bergerak sialan! Dibawah itu cairan asam semua! Kau mau berakhir jadi tulang belulang hah?” seru Riyun kesal.
“Selain mempunyai racun makhluk berbahaya, kau dapat menggunakan teknik hebat juga. Mengesankan, pantas sih sebagai murid Green Poison Lake....” Lian memuji.
“Eee....Saudaraku? Kupikir ini bukan waktunya memuji karena.....nyawa KITA SEDANG TERANCAM!” Tie Mu menelan ludah berat.
“Belum selesai! Orchid Paralyzing Breath!”
WUSH!!!
Xie Jingyi menarik napas dalam – dalam sebelum menghembuskannya kuat, gas keunguan terbang menuju lokasi dimana Lian dan kawan – kawan berlindung. Baru saja Bing Lian siap meladeni serangan Xie Jingyi, tiba – tiba sulur tanaman tumbuh mengitari mereka lalu menampakkan bunga putih raksasa. Dia menghisap seluruh asap kiriman Xie Jingyi tanpa sisa.
“Hua Riyun? Twelve Cosmos Princess lainnya ternyata, akan kubuat kau mengalami hal serupa dengan Xue Yi disana!”
Ia mengumpulkan Qi berjumlah besar pada sekitar telapak tangannya, perlahan keduanya mulai berubah warna menjadi hijau. Riyun berdecak kesal kemudian memberi saran supaya Lian menghindari jurus Xie Jingyi berikutnya bagaimanapun caranya. Usai sang Heaven Flower Princess bicara, Xie Jingyi telah melompat tinggi siap menerjang.
“Jangan pikir bisa terus bersembunyi! Skull Melting Palm!”
“Siapa yang menghindar? Kami hanya menunggu waktu tepat untuk menyerang balik....”
Semua kaget saat energi luar biasa menyelimuti tangan kanan Bing Lian, bahkan cairan asam dibawah mereka ikut membeku. Xie Jingyi tau hal tersebut bukanlah pertanda baik, tetapi sayang dia tak mampu menghentikan lajunya.
“Asgard Palm....”
BANG!!! BRUAKKH!!!!
------><------
“A.....hahaha....aku tidak menyangka bakal berada ditengah – tengah sosok hebat generasi muda Cultivator benua Huawai....” ujar Wu Kang mengelus kepala pelontosnya bingung.
Sekarang dia tengah saling berdiri berjauhan bersama tiga remaja lain, seorang laki – laki berambut kemerahan dengan tanda unik seperti matahari di dahinya. Serta dua perempuan pengguna pedang, satu memiliki rambut putih sedangkan yang lain hitam gelap.
“Blind Monk Wu Kang? Kupikir Pure Heart Temple tak mengirim wakil ke Hoerju?” sapa si pemuda beraura kuat.
“Amithaba....aku tersanjung Saudara Taiyang mengenaliku padahal bukan siapa – siapa....”
“Jangan merendah, namamu tidak kalah dari kami bertiga.....kalian setuju?”
Kedua gadis hanya diam saja, bahkan memegang kuat senjata masing – masing. Wu Kang tertawa hampa, cuma Taiyang Zi yang berani bicara santai didepan dua anggota Twelve Cosmos Princess. Apa lagi Tian Xiaoye maupun Qiu Na nampak tak mengendurkan sedikitpun kewaspadaan mereka.
Mulut Wu Kang terus berkomat – komit, disekitar keempatnya berada terdapat lautan tubuh Demonic Beast. Taiyang Zi, Wu Kang, Tian Xiaoye, juga Qiu Na sebelumnya bekerja sama menghabisi semuanya. Saat ini ketika aliansi sementara telah berakhir, pertanyaan tunggal muncul pada benak masing – masing.
‘Tindakan apa yang akan diambil oleh tiga orang lainnya.....?’
Jujur saja Wu Kang ingin sekali pergi dari sana, tetapi mengingat ketegangan situasi sekarang sepertinya agak sedikit sulit. Ia juga tidak punya niat memperebutkan Demonic Core, beberapa menit berselang Taiyang Zi buka mulut.
“Bagaimana kalau kita saling menghormati dan jangan mengganggu satu sama lain? Bukankah ide tersebut bagus Saudara Wu?”
“Tentu....bertarung tak menyelesaikan apapun....”
“Hehehe....kau dengar Hundread Night Princess? Jadi tarik hawa membunuhmu, kita sebaiknya mencari ruang harta dimensi ini. Aku merasakan Qi kuat yang menandakan lokasinya sudah dekat....” Taiyang Zi melirik Qiu Na.
“Silahkan lakukan sesuka kalian....aku harus pergi mencari Seniorku....” kata Tian Xiaoye tanpa ekspresi sebelum membalikan badan.
JDUAARR!!!
Belum satu langkah gadis itu bergerak, ledakan besar mengagetkan keempatnya. Asap hijau dikejauhan menarik perhatian mereka, namun tanah pijakan masing – masing secara mengejutkan bergetar.
“Siapa yang rusuh sekali ketika bertarung sih? Lihat....masalah dalam perjalanan kemari.....” Taiyang Zi menunjuk longsoran salju besar yang datang menerjang lokasi mereka.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.