
Yin Kiew sukses menyusul yang lain tepat waktu sebelum masuk ke Ruang Harta, tetapi ternyata pintu hitam besar sebelumnya telah terbuka bahkan ketika Qiao Yinyue bersama Chang Gequ sampai. Mereka berdua bukanlah pelakunya, melihat keraguan masing – masing Taiyang Zi mengambil inisiatif menengok ke dalam.
SRANG....!!!
Baru saja bejarak kurang lebih lima meter dari lokasi, sepuluh orang berpakaian berbeda muncul menodongkan senjata. Beragam seragam sekte menandakan kalau individu – individu barusan tidak berasal dari satu tempat.
“Jangan bergerak!”
“Siapapun dilarang memasuki Ruang Harta sebelum Putra Mahkota tiba....”
“Kalian pikir bisa menghalangiku?”
BURNN....!!!
Hawa panas merambat kesekitar anggota badan Taiyang Zi mengakibatkan es dipijakan kakinya langsung mengering, berbagai benda tajam ditangan para Cultivaor penghalang pun ikut meleleh. Mereka tanpa menunggu lama segera menjauh tau kalau telah menyinggung orang yang salah.
“Hey Baoshi? Bukankah pengganggu – penggangu ini....” Yinyue melirik pemuda disampingnya.
“Ahh....sepertinya memang bawahan dia.....” sahut She Baoshi berdecak kesal.
“Wah wah wah ada tamu penting rupanya? Lama tak berjumpa.....Saudara Taiyang.....”
Suara menyebalkan itu membuat Qiao Yinyue serta She Baoshi mengumpat dalam hati, muncul dua pendatang baru mengenakan pakaian berwarna giok mewah. Seorang pemuda berparas tampan namun dengan pandangan merendahkan ditemani gadis lebih muda pendiam.
“Yu Min...harusnya aku tau....” Taiyang Zi menoleh, raut wajahnya berubah drastis penuh rasa benci mendalam.
Dari Wu Kang didekatnya Yin Kiew mengetahui jika mereka merupakan Yu Min dan Yu Lan, kakak beradik keturunan langsung Raja sekaligus Patriach Sky Jewel Kingdom. Sang Jade Emperor Yu Gang. Yin Kiew ingat pernah mendengar nama keduanya tapi lupa dimana, suasana memanas akibat pertemuan wakil dua sekte bersitegang yaitu antara Sky Jewel Kingdom melawan Golden Flame Pillar.
Taiyang Zi memasang sikap siap bertempur kapan saja, sementara Yu Min nampak tenang nan santai melangkahkan kaki mendekat. Kata – kata pemuda tersebut berikutnya menyebabkan alis setiap orang naik sebelah.
“Mari kita lupakan sebentar masalah sekte lalu pergi mengumpulkan sumber daya....”
“Untuk apa aku bersedia melakukannya kalau sekarang punya kesempatan menghanguskan tiap biji tulangmu.....aku tau dirimu sadar mustahil menang menghadapi satu pun dari kami.....”
“Aku tidak akan termakan hinaanmu Taiyang Zi, lagi pula aku melihat disana ada Saudara She juga Saudari Qiao. Mengingat hubunganku bersama mereka, bukankah penawaranku hal yang wajar? Tetapi jika kau masih bersikeras adikku akan senang hati menemanimu, Lan’er?”
Yu Lan maju kedepan sembari memperlihatkan tenaga dalamnya, mata semuanya melebar kaget. Kekuatan gadis itu mendekati Taiyang Zi padahal praktiknya masih berada di Forging Qi, Di En menggigit bibir bawahnya bimbang.
“Kemampuanya menyamai Xiaoye.....”
“Sejak kapan Sky Jewel Kingdom punya anggota sekuat ini?” celetuk Chang Gequ.
“Mereka menyembunyikannya dengan baik....” Qiao Yinyue menggenggam erat kecapinya sampai kepalan tangannya memutih.
“Hah....aku tidak pernah menyukainya....” diantara Seven Young Lord mungkin Di En malas menghadapi She Baoshi bertarung, namun sikap terburuk tetap dipegang Yu Min. Padahal faktanya ia merupakan Cultivator terlemah diantara ketujuhnya.
“Sepertinya urusan kita memang harus menunggu....” ujar Taiyang Zi akhirnya meski tatapanya tetap menusuk.
“Bagus, pilihan pijak. Andai kau memutuskan lebih cepatkan semuanya jadi mudah? Lagi pula tak ada diantara kita menjadi orang pertama yang datang lebih dahulu kesini...., mari saudara – saudari sekalian....” Yu Min mengajak kemudian memposisikan diri sebagai pemimpin rombongan, mereka saling bertukar pandang sebelum mengikutinya.
------><------
“Mustahil....bagaimana bisa.....”
Baixian terperangah, sudah lima ratus tahun ia menjaga Ruang Harta dimensi ini dan selama itu juga dirinya berhasil membasmi para penyelundup serakah yang tidak tau ada bahaya besar menanti mereka. Si naga memperhatikan penampilan bocah anak laki – laki tersebut dari atas ke bawah penuh kehati – hatian.
Sulit dipercaya datang pemuda acak kemudian menyebutkan namanya, padahal Baixian yakin sekali penghuni Benua Huawai sudah perlahan melupakan sosoknya sebagai salah satu Dao Beast kelompok Hewan Suci Ice Emperor. Alasan terbesar mengapa Baixian mengurungkan niat menyerang karena Bing Lian mengakui jati dirinya.
“Masih tidak percaya?”
WUNGGG....!!!
Lian melepaskan seluruh Qi miliknya hingga menyebabkan gua bawah tanah tersebut bergetar hebat bahkan sensasinya terasa sampai tempat Hua Riyun, Xue Yi, Xie Jingyi, Tie Mu, Xu Bai, dan Qiu Na berada. Mereka berenam terpaku ditempat mengira sedang terjadi gempa aneh.
“Hiks....Lian....!??”
Tanpa mampu menahan diri lagi Baixian keluar dari balik kabut sambil berurai air mata, dia mendekati Bing Lian terus memeluknya erat – erat untuk melampiaskan perasaan rindunya selama lima ratus tahun terakhir, Baixian bersikap seolah saat ia melepaskan pegangannya sang Tuan bakal menghilang layaknya mimpi indah sementara.
“Baixian?” panggil Lian mengangkat sebelah alis.
“Bagaimana mungkin....? Kami melihatmu mati dengan mata kepala sendiri dan sekarang kau berada dihadapan—“
Bing Lian tertawa terbahak – bahak sampai berguling – guling di tanah melihat sosok baru Baixian baginya, seekor makhluk mungil berbadan panjang seperti cacing melayang menyelesaikan pelukan terhadapnya lalu menatapnya aneh juga kesal.
“Brengsek....!!! Kembalikan air mataku sialan! Kau pun sama sekarang terlihat sebagai bocah ingusan!”
“Kalau kasusku sih memang demikian hihihihi....tapi kau!? Huahahahaha.....”
“Hei!? Kau pikir karena membantu siapa aku berakhir begini hah!?” Baixian protes sambil menunjuk hidung si pemuda jengkel
“Hehehe maaf – maaf, jadi....mengapa kau dapat berakhir disini serta dalam kondisi itu kawan lama?”
Baixian mendengus kesal namun langsung menjelaskan detail mengenai nasipnya. Usai Lian mati, jasadnya menghilang seketika seperti menguap. Sayang meskipun Dantian miliknya sudah hancur, jumlah Qi pada tubuhnya tetap sangat besar dan murni sehingga menyebabkan ledakan besar kemudian membentuk dimensi bernama Ice Field ini.
Saat kejadian Baixian memilih tinggal karena memang dasarnya tidak tau mau pergi kemana sepeninggal Lian, Ice Field akan membuka setiap seratus lima puluh tahun sekali. Selama masa tersebut Baixian terus melindungi Ruang Harta untuk menghabiskan waktunya.
“Efek samping pertarungan melawan Demon King mengakibatkan kekuatanku sekarang cuma mengimbangi Heaven Foundation Peak – Stage.....” tutup Baixian.
“Kau tak berusaha memulihkan diri?”
“Bagaimana caranya sedangkan aku terkurung disini menjaga banyak hal?”
“Benar juga....aku minta maaf membuat kalian kesusahan....” Bing Lian menundukan kepala menyesal.
“Jangan pikirkan....kami mengikutimu karena kemauan pribadi....”
“Apa tau keberadaan Zhuque, Qinglong, Xuanwu, dan Hubai sekarang?”
“Entahlah....aku hanya dapat memperkirakan si unggas api ceroboh pergi menuju Thousand Southern Island menemui gadis itu, kau tau betapa sukanya Zhuque terhadapnya bukan?” jawab Baixian mengangkat kedua bahunya.
“Pftt!?—“
“Tertawa lagi maka aku akan!—“
“Hihihihi salahku, aku belum terbiasa melihatmu begini mengingat dulu kau sangat membanggakan badan perkasa nan gagah. Hah....karma cepat datangnya ya....?”
“Cepat dari mana!? Maksudmu aku pantas menderita selama lima ratus tahun hah?!”
“Kau menuai hasil yang kau tanam....”
“Ugh....ternyata kau memang Bing Lian....sifat menyebalkanmu masih sama seperti dulu....”
Selanjutnya giliran Baixian menanyakan hal mengenai kondisi istimewa Bing Lian, dia yakin seratus persen bersama empat Hewan Suci lain Lian tewas di hari mereka mengalahkan Mao Peng. Tapi jelas sekali dihadapannya sekarang Ice Emperor sungguhan, cuma penampilan serta praktiknya mengalami reset.
Lian menggeleng pelan sebelum bilang ia tak bisa mengatakannya, untunglah Baixian layaknya Yin Nuan mengangguk sebab mengerti sekali pasti ada alasan khusus menghalangi Bing Lian memberitahunya.
“Kalau kata – katamu sebelumnya benar, berarti lokasi pertarungan melawan Ayahku....”
“Benar, tepat disini.....”
“Aku tidak ingat dekat dengan Hoerju.....”
“Nampaknya kota itu hancur lalu dibangun kembali.....”
“Terus? Tujuanmu berjaga adalah demi benda tersebut?”
Baixian menatap dalam – dalam mata Lian sebelum mengangguk dan menjentikan jarinya, pilar batu tempat Baixian berdiri sebelumnya terbelah menjadi dua meunjukkan sumber utama hawa jahat yang dirasakan Bing Lian sejak berada di permukaan.
“Benar, mustahil aku membiarkan setan ini jatuh ke tangan orang salah.....”
“Continental....Eater....” desis Lian memasang wajah serius.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui **********. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.