
“Nona Lu, kau benar – benar membuka mata pria tua ini” ujar Instruktur Gong bersungguh – sungguh.
Pujian demi pujian terus dilemparkan olehnya karena bisa melihat bagaimana kehebatan Blown Flower Petals secara langsung. Selain memperoleh Qi Gathering Pill, Lu Xiulan juga diberikan sebuah Spirit Tool Mortal Low-Tier berbentuk pisau terbang berukiran batu mulia berwarna putih.
Yang saat dialiri sedikit Qi maka akan melayang, sangat berguna untuk bertarung dan merupakan harta berharga bagi Cultivator Forging Qi macam mereka. Beberapa menit berselang Lian melirik sekilas belakang punggungnya, melihat Chun Ah dengan tubuh berlapis lumpur dibopong para anak buahnya.
“Hmm?! Pftt!? Saudara Bing lihatlah!? Ada masalah apa dia? Hahaha rasakan....” Tan Minjie menyikut pelan sambil menunjuk.
“Hehehe....mungkin Tuan Muda ketiga keluarga Chun kepanasan” balas Lian menyembunyikan senyumnya.
“Terima kasih Instruktur Gong”
“Bagus sekali bagus, aku sudah punya gambaran mengajukanmu naik peringkat menjadi Inner Disciple”
“Eh?! Tapi—“
“Ahahaha waktunya istirahat, kuharap kau memanfaatkannya sebaik mungkin”
Instruktur Gong bersama teman – temannya segera pergi meninggalkan lokasi, Lu Xiulan tanpa basa – basi menjulurkan hadiah pil serta pisau tadi kepada Lian. Ia tau pasti jika anak tersebut tak memberinya arahan hasil akhirnya mungkin tidak seperti sekarang.
Bing Lian cuma menggelengkan kepala lalu menolak pemberian Xiulan sesopan yang dia bisa supaya tak menyinggung perasaan gadis itu. Lian membantu karena merasa kalau Lu Xiulan maupun Tan Minjie mempunyai potensi berkembang cukup baik dan agak sayang kalau dibiarkan saja.
Membangun relasi adalah salah satu hal penting dalam dunia Cultivator, menurut Lian keduanya dapat memberikan bantuan berarti di masa depan. Sehingga mengambil sumber daya mereka bukanlan keputusan bijak, lagi pula Spirit Tool Low-Tier bukan mainannya.
“Ehem!? Jika Saudara Bing menolak, kau tau aku—“
Tan Minjie gagal menyelesaikan kalimatnya sebab Xiulan telah menarik kembali masing – masing barang ditangannya sembari memasang wajah cemberut. Ia melihat ke arah Lian dalam – dalam sebelum tersenyum tulus.
“Terima kasih banyak, suatu hari nanti pasti kubalas berkali – kali lipat! Aku janji!”
------><------
Bing Lian menghabiskan hari – hari berikutnya mengerjakan misi sederhana seperti mengumpulkan tanaman herbal dan bersih – bersih. Dia mendapat banyak pujian sebab memiliki kinerja yang baik, tentu saja ini disebabkan pengetahuannya tentang kualitas Magic Herb sangat tinggi.
Kemudian pada saat petang, Lian akan menyerap Qi menggunakan Manual Praktik miliknya ditambah mengkonsumsi Qi Gathering Pill hasil Poison Filter Hose. Crystalline Enneagon Manual benar – benar bersinergi luar biasa saat dikombinasikan bersama Eternal Reverse Yin Body juga Spirit Root elemen es.
Lian dulu menciptakannya setelah memodifikasi salah satu Manual Praktik hebat pemberian Mao Peng. Pada masa itu, ia bahkan hanya perlu melangkah melewati musuh tuk membuat mereka membeku dalam sekejap akibat energi dingin yang terpancar dari sekujur tubuhnya.
Tepat setengah tahun setelah menjadi anggota White Crow Sect, Lian mencapai puncak Forging Qi tingkat 1. Hanya butuh satu dorongan kecil agar naik tingkat, namun dia langsung berhenti menyerap Qi menuju Dantian.
Ini termasuk pencapaian hebat bagi Outer Disciple karena tanpa memiliki pengajar pribadi pun berhasil memaksimalkan praktik bahkan dengan waktu tergolong cepat, jujur saja sekarang belum ada orang lain diangkatannya menembus Forging Qi tingkat 2.
Lian punya firasat buruk jika ia sampai melakukannya maka akan terlalu menarik perhatian, sehingga akhirnya memilih berbaring pada tikar bambu sederhana huniannya. Segel ingatanya sudah cukup lama terbuka, tapi setelah dipikir – pikir alasannya sendiri untuk setuju hidup kembali masih abu – abu.
“Hmm....jujur saja kala itu aku berpikir yang dibicarakan adalah Wen’er, tetapi....jika diingat – ingat aku kan hidup lebih dari lima ratus tahun, dan jumlan kenalan wanitaku banyak sekali. Bagaimana kalau ternyata aku pernah jatuh cinta pada salah satu dari mereka?.
Seharusnya jika aku dan dia lahir bersamaan.....umur kami sepantaran, tunggu sebentar. Jangan – jangan Lu Xiu—“
“LIAN!?”
“WOAAA!?”
Bing Lian terlonjak kaget karena tiba – tiba wajah Lu Xiulan muncul dihadapannya, ia sampai melompat mundur terus menyebabkan kepalanya terbentur dinding gua. Sambil mengumpat dalam hati juga menggosok – menggsok bagian nyeri tersebut dia melempar pandangan bertanya.
“Kau harus segera pergi dari sini soalnya—“
“HEI PETANI UDIK!? HAHAHA KELUAR KAU DASAR PENGECUT!!!”
Dari suaranya Lian langsung tau siapa biang masalah semua ini, saat hendak keluar Lu Xiulan menahan tangannya sembari memohon – mohon agar dia tidak pergi. Tentu kejadian tersebut membuatnya sedikit bingung.
“Kau tidak mengerti! Chun Ah membawa—“
“KAU MAU KELUAR ATAU KUPATAHKAN LENGAN SI BODOH TAN MINJIE”
Wajah Lian berubah serius, ia melepaskan genggaman Lu Xiulan sebelum berjalan keluar hunian miliknya. Chun Ah sudah menunggu bersama gerombolannya, namun sekarang ada sosok tambahan. Seorang pemuda kisaran umur enam belas tahun.
“Aku tadinya mengira Ah’er mengigau, tapi penampilanmu sungguh berubah”
“Chun Lang....”gumam Lu Xiulan ketir.
“Lian larilah! Dia bukan tandingan—“
“DIAM OTAK UDANG!”
BUAKH!
Chun Ah menghantam keras perut Tan Minjie sampai anak itu kesulitan bernapas, jika bukan karena babak belur dan dipegangi lima Cultivator Forging Qi lain. Minjie punya keyakinan mampu mematahkan hidung si brengsek ini.
“Senior tolong jelaskan ada masalah apa?”
“Ohh kau masih berani bertanya? Kau lupa perbuatanmu padaku beberapa bulan lalu?!” bentak Chun Ah.
“Tenang, semua usahamu untuk mencariku tidak akan sia – sia. Jadi bocah miskin katakan, kenapa dirimu cukup gila menginjak kepala adiku layaknya kotoran?”
“Anda salah Senior, justru aku memberinya muka. Jika misalkan junior menganggap ia kotoran, mana sudi aku membuat kakiku menyentuhnya”
“KEPARAT!”
“Lian hati – hati!? Praktiknya baru saja naik ke Forging Qi tingkat 4!?” Lu Xiulan memperingati khawatir.
“HAJAR DIA KAK LANG!”
Serangan – serangan Chun Lang nampak bergerak lambat dalam pengelihatan Lian sehingga mudah tuk dihindari. Membuat hampir semua penonton terperangah bahkan Chung Lang itu sendiri.
“Apa latihanmu selama setengah tahun hanya untuk menghindar!?”
“Oah? Kalau begitu Senior tidak keberatan bertukar pemahaman denganku?”
“Mulutmu besar sekali bocah tengik!!!”
BAMM!!! SRRTT!!!
Akhirnya Lian berhenti menghindar kemudian melepaskan tinjunya, pukulan ia beradu melawan milik Chun Lang sehingga mengakibatkan gelombang kejut. Hasilnya sedikit membingungkan banyak orang, sebab yang mundur lima langkah adalah Chun Lang.
“Uhuk uhuk!” darah segar merembes dari sudut bibirnya.
“Puas?” tanya Lian lembut.
Jujur saja dengan kemampuannya sekarang, Lian cukup yakin bisa menandingi Forging Qi tingkat 7 walaupun akan kesulitan. Saat Chun Lang ingin melanjutkan, petugas keamanan sekte bersama para Intrukstur tiba menengahi masalah akibat keributan sekitar situ.
Demi menyelesaikan perseteruan kemudian keduanya dianjurkan tuk berduel satu lawan satu, mereka setuju. Masing – masing saling memberikan ketentuan jika keluar sebagai pemenang, Chung Lang mempertaruhkan harga dirinya sedangkan Lian terlihat percaya diri menempatkan nyawanya dalam bahaya.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.