
Semua masih belum bergerak satu inci pun seolah saling menunggu satu sama lain mengambil tindakan terlebih dahulu, melihar situasi canggung tersebut Bing Lian hendak membuka mulut kembali demi menenangkan suasa namun tiba – tiba hawa membunuh pekat terasa tepat dibelakang tengkuknya.
SYUUU!!!
Lian segera menunduk sebelum tebasan dari Qiu Na melintas, tentu masing – masing orang terkejut atas serangan tak terduga barusan. Yin Kiew, Hua Riyun, Wu Kang, dan Xue Yi nampak ingin maju menolong tetapi Lian menjulurkan tangan untuk menahan supaya yang lain jangan bergerak.
SRAT! SRET SROT! TRANG!
Bing Lian menarik keluar Last Iron tepat waktu, adu pedang mulai terjadi. Semua menyaksikan penuh perhatian karena pertama kalinya Lian mengeluarkan senjata, meski ilmu Lian lebih tinggi ia terdesak sebab Qiu Na memakai benda tajam pada kedua tangannya kemudian melakukan rangkaian permainan gesit nan tidak beraturan.
“Devil Cry!”
“Celaka—“
SLASSSH!
Ayunan teknik Qiu Na sukses mengenai sasaran, Lian berjungkir balik sambil memegangi kepala. Saat dia akhirnya melepaskannya, topeng giok miliknya telah terbelah dua. Wajah aslinya mulai terlihat membuat tertegun hampir seluruh wanita di kelompok itu.
“Kamu....yang waktu pasar akhir pekan....”
“Benar....sudah kuduga aku pernah melihat—Eh? Xiaoye? Bagaimana caranya kamu mengingat wajahnya?” Di En bertanya bingung.
“Hah....? Eeee....ak...aku juga tak mengerti Senior, mungkin karena kami sedikit mirip.....” balas Tian Xiaoye memiringkan kepala.
“Saudari Qiu? Bisa kutau alasanmu menyerang?”
“Kau....Bing Lian dari White Crow Sect bukan?” Qiu Na bertanya sembari menodongkan ujung pedang.
Para anggota sekte bintang 9 seperti Di En, Tian Xiaoye, serta Xue Yi langsung tersentak, sementara sisanya melongo kurang paham. Berbanding terbalik dengan Yin Kiew, nama Lian santar terdengar diantara perkumpulan Cultivator – Cultivator tingkat menengah akibat pertarungan hebatnya menghadapi Yin Kiew di final seleksi Murid Suci.
Sedangkan bagi Emperors Alliance Sect, Golden Flame Pillar, maupun Pure Heart Temple hanya Yin Kiew saja yang sampai ke telinga mereka. Lagi pula tak satupun mengirim perwakilan menghadiri pemilihan Legacy Disciple White Crow Sect.
“Bing Lian...? Maksudmu pemuda jahat, bejat, dan penipu itu?” kata Xioye keheranan.
“HAH!?” Lian menoleh kaget, ia paling tidak mengharapkan Tian Xiaoye berkata demikian kepada dirinya.
“Iya, sebaiknya kau menjauhinya Junior Tian....” Di En maju kehadapan gadis tersebut.
“Hei hei hei sebentar, apa maksud kal—“
“Ahh....aku lupa mengatakannya, beberapa tahun terakhir ada rumor buruk tentangmu beredar. Tapi tenang saja kakakku segera menekannya sehingga dampaknya berkurang drastis dan juga setelah bertemu denganmu secara langsung aku tau semuanya jelas bohong belaka....” ujar Hua Riyun nimbrung.
“Apa!? Siapa pelakunya!?”
“Seseorang bernama Chun Tao kalau tidak salah.....”
‘Setan tua itu.....!!! Akan kubunuh dia.....! Untung identitasku tidak sampai ke sekte bintang 10....’ umpat Lian dalam hati penuh dendam lalu berjanji mencari sang mantan Tetua.
Melihat fakta perseteruan Bing Lian kurang menarik, Qiao Yinyue memberi tanda kepada Chang Gequ untuk menuju utara. Menyadari keduanya menghilang She Baoshi ingin mengejar, tapi sewaktu mengajak Xie Jingyi. Juniornya malah menolak karena mau melihat kelanjutanya pertarungan, nampaknya ia masih punya niat membalas Lian.
Menyadari jika terlambat bisa – bisa ruang harta dikuras Death Melody Opera, She Baoshi memutuskan meninggalkan Xie Jingyi. Taiyang Zi hendak menyusul, namun dia menatap Lian penasaran sekali lagi sebelum tersenyum. Timbul firasat kalau keduanya kelak bakal berhadapan satu sama lain.
“Junior Tian? Kau sebaiknya diam disini, biar aku yang pergi ke Ruang Harta karena sangat berbahaya. Kau mengerti?”
“Eh? A...ahh...baiklah Senior Di....”
“Bagus, dan jika bisa jauhi pemuda itu.....jaga dirimu.....” peringat Di En kemudian menghilang.
“Saudara Wu? Aku tau kondisi kuil sedang kurang baik, pergilah....” Lian tersenyum tulus.
“Amithaba....aih....Saudara Bing? Kau terus membantuku, Pure Heart Temple berhutang kepadamu....” jawab Wu Kang meninggalkan lokasi berat hati.
“Senior Yin juga pergilah....”
“Aku tidak akan meninggalkan—“
“Nanti kesempatan mendapat sumber daya untuk naik tingkat ke Forging Qi tingkat 15 melayang.....”
“Ugh....kau menyebalkan! Kau harus berjanji baik – baik saja sampai aku kembali! Awas ya!?” Yin Kiew mengembungkan pipinya terus menyusul yang lain.
“Saudari Hua?”
“Ahh....Heaven Flower Garden tak kekurangan sumber daya, jangan pikir kau juga bisa mengusirku....” kata Hua Riyun malas.
“Hehehe....maaf”
“Aku tidak perduli seberapa brengseknya dirimu karena aku juga berasal dari aliran hitam....” Qiu Na memulai.
“Eee....Saudari aku difitnah kau tau.....”
“Diam! Tapi....berani sekali kau membunuh Senior Gu?!”
“Senior Gu? Siapa dia?” Lian memiringkan kepala.
“Keparat! Kubuat kau mengingatnya! Invicible Shadow Step!”
Waktu Qiu Na menggunakan ilmu meringankan tubuh itulah baru Bing Lian teringat kejadian beberapa tahun lalu di kota Hangshan ketika ia bersama Hua Zhong menghadapi Cultivator Foundation Realm bernama Gu Yinying.
TRANG!
“Kau berasal dari Hundread Nights Tower?”
“Masih punya nyali bertanya!?”
Berbekal dua pedangnya Qiu Na menghujani Lian dengan berbagai tebasan cepat dengan niat membunuh, Bing Lian sebisa mungkin menghindar dan membelokan ayunan Qiu Na. Saat sedang terdesak, konsentrasi Lian terpecah melihat aura hitam pekat nan jahat merembes keluar melalui retakan tanah tempat badan Winged Crystal Lizard.
Alhasil dia terpaku kurang lebih sedetik, Qiu Na tanpa basa – basi langsung menikam ke arah tenggorokannya. Namun sebelum menembus kulitnya tiba – tiba bermunculan akar tanaman membungkus lengan Qiu Na sehingga terhenti.
“Ckk!? Hua Riyun jangan ikut campur!?”
“Heh? Kau siapa mau memerintahku? Sekte kalian boleh mengincar nyawa kakakku dan aku tidak diizinkan mengganggumu membantu penolongnya? Kau pikir dunia ini milik Hundread Nights Tower hah?” jawab Riyun sinis.
“Grr....!!!”
Sang Hundread Nights Princess mencabik – cabik tumbuhan milik Hua Riyun kemudian menyerang Lian sekali lagi, Xie Jingyi melihat kesempatan tersebut terus menyiapkan jarum beracun. Sewaktu punggung Bing Lian terbuka lebar bebas penjagaan gadis itu melemparkan benda – benda tadi secepat kilat.
TESSS! TESS!! TES!!!
“Apa?!”
“Kau kira akan kubiarkan dirimu bertindak sesuka hati? Jika bukan disebabkan Senior Ma terkena racun, aku tidak mungkin kalah semudah sebelumnya Jingyi....” Xue Yi berbicara pelan, rentetan kristal es terbentuk mengelilingi tubuhnya. Dia melindungi Lian dari serangan licik Xie Jingyi.
“Eh....padahal aku berniat melepaskanmu kau tau? Agar dapat membawa pulang jasad Seniormu....hihihi” balas Jingyi terkikik geli.
Pertarungan antara keduanya sudah tak dapat terelakan lagi, tinggal Tian Xiaoye yang masih diam tanpa melakukan apapun. Ini pertama kalinya ia menyaksikan tiga Twelve Cosmos Princess bertarung di satu tempat.
Walaupun merupakan salah satunya, Xiaoye sendiri tidak mengenali wajah masing – masing jadi kesulitan. Sekarang begitu Di En pergi, cuma Lian satu – satunya muka familiar baginya. Sembari berpikir keras Tian Xiaoye menarik pedangnya supaya menghentikan kekacauan tersebut, tetapi belum sempat bergerak. Suara teriakan minta tolong membuat mereka terpaku.
“WOAAA....!? Nona Riyun tolong aku?!!”
“Hmm....Xu Bai?”
“HYAHAHAHAHA....KEMARI KAU SIALAN....!!!”
Terlihat dikejauhan Tie Mu memutar – mutar tongkat besi andalannya sambil mengejar si malang Xu Bai, Riyun langsung menggunakan Daoist Magic untuk menghentikan Tie Mu sayangnya percuma. Dia menyerang tanpa pandang bulu dan secara acak.
Sesudah menciptakan kericuhan, Tie Mu melompat tinggi terus berakhir mengincar Bing Lian. Ia memukulkan senjatanya sekuat tenaga, Lian mempersiapkan diri bersama Last Iron. Suara berdenting keras menyusul pertemuan dua barang barusan.
BANGG....!!! BRRR...!!! KRETAKKK...KRUTUK...!!!
“Eh?”
“Celaka!?”
“WOAAA....!?”
BRUAKKHH...!!!
Ternyata tempat Lian berdiri tepat disamping mayat Demonic King Beast, akibat hantaman Tie Mu tanahnya remuk hancur berantakan. Lebih mengejutkannya lagi tepat dibawah lokasi mereka berdiri terdapat lubang besar nan gelap, kedelapan remaja ini jatuh berbarengan entah kemana.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.