The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 48 - Jujurlah Senior



“Mengapa aku harus menggunakannya?”


“Karena begitulah perilaku orang pada umumnya ketika bertamu” kata Bing Lian heran, berusaha menangkap maksud pertanyaan dengan jawaban yang sudah jelas tadi.


“Tetapi kalau aku melakukannya, Junior Lu akan mempersulitku datang kemari”


“Hah? Kenapa Xiulan harus begitu?”


“Sebab—“


“Senior Lu anda mau kemana?”


Tiba – tiba suara Lu Xiulan sampai ke telinga mereka, Lian dan Yin Kiew saling berpandangan sesaat sebelum bergegas mencari tempat bersembunyi karena menyadari langkah kaki semakin dekat. Bing Lian mendorong gadis tersebut ke dalam lemari miliknya.


Dia punya firasat buruk jika Xiulan melihat keduanya sekarang berada di kamar, pasti sulit menjelaskan situasi dan juga ia seratus persen tidak mau tau. Selesai menutup jendela, Lian melesat menuju pintu.


“Tunggu sebentar, ada hal yang ingin kupastikan....Lian?”


TOK! TOK! TOK!


“Iya? Ahh....Xiuxiu? Kupikir kau sedang menolak bica—“


“Menyingkir” ujarnya singkat, padat, nan jelas.


“Eh?”


Tanpa menunggu lebih lama, Lu Xiulan menyelinap masuk sangat cepat sampai Lian terlambat menahannya. Si pemilik rumah mengumpat dalam hati akibat pergerakan Xiulan jelas sekali mengincar kamarnya, alias lokasi Yin Kiew sekarang. Padahal Bing Lian yakin sekali kalau anak perempuan dihadapannya belum memiliki Divine Sense.


“Dimana dia?”


“Dia? Dia siapa? Hei Xiulan?! Kau tentu mengetahui tentang privasi bukan?” Lian menelan ludah berat.


BRAK!


Mata Lu Xiulan menyusuri tiap sudut maupun inci kamar Bing Lian, pemuda dibelakangnya cuma bisa berdiri diguyur keringat dingin. Saat Xiulan menoleh, dia langsung tersenyum canggung. Lu Xiulan berjalan pelan sembari menyentuh satu per satu barang – barang disana. Hidungnya mengendus pelan seolah berjuang mencari sesuatu.


“Aku mencium aroma tubuh Senior Yin beberapa saat lalu?”


“Hmm? Sungguh? Penciumanmu tajam sekali, apa kau sekarang punya kemampuan layaknya anjing pelacak?”


“Kau menyamakan aku dengan anjing?!”


“Bukan begitu maksudku” ralat Lian cepat.


“Huh!? Jangan pikir kalian bisa menipu—eh?” Xiulan gagal menyelesaikan kalimatnya ketika membuka lemari yang isinya kosong, hanya menemui baju – baju bersih sudah tersusun rapi.


Bing Lian juga melongo kemudian sekejap mengubah sikapnya seperti biasa sewaktu Xiulan melirik kearahnya penuh selidik. Dia baru menyadari trik tadi semenit berselang, sang wanita muda menghela napas panjang sebelum meminta maaf.


“Lian....maaf, aku sedikit lelah akhir – akhir ini dan....”


“Tenang saja, aku maklumi itu”


“Terima kasih, sekali lagi aku minta maaf telah mencurigaimu. Silahkan istirahat kembali, aku bisa keluar sendiri. Dah....”


Lian baru bernapas lega sesudah mendengar pintu tertutup serta memastikan Lu Xiulan pulang menuju kediamannya sendiri. “Senior....kau boleh menampakan diri sekarang”.


Perlahan wujud Yin Kiew mulai nampak dengan punggung menempel pada langit – langit rumah, dia mendarat mulus sembari masih membuat mantra tangan. Ternyata si Putri Patriach mengaktifkan tenik khusus tuk mengelebaui Xiulan, gelar White Crow Sect sebagai asal para ahli ilusi sepertinya bukan isapan jempol belaka.


“Apa kubilang? Bagaimana caranya Junior Lu mengetahui aroma tubuhku?”


“Berhentilah memakai pengharum dari tanaman Pure Cinnamon, pasti itu penyebab utamanya”



“Hmm, baiklah akan kuganti. Lagi pula aku sudah bosan baunya” gumam Yin Kiew menganggukan kepala


“Aku hanya mau melihat wajahmu”


“Buat apa?” Bing Lian menaikan sebelas alis.


“Memastikan lawanku di final nanti baik – baik saja” jawabnya santai.


“Senior terlalu berharap banyak....”


“Bukan, ini fakta. Mana kotak makan siangku?”


Bing Lian menatapnya malas lalu menunjuk ruang tengah, Yin Kiew langsung kesana tanpa permisi. Memang selama dua tahun terakhir, Lian menyiapkan hidangan hampir tiap hari untuknya. Entah Yin Kiew mengambilnya sendiri, menyuruh orang lain datang membawanya, atau Lian yang antarkan.


“Jujurlah Senior, Senior datang kesini karena laparkan?” Lian melipat kedua lengannya.


“Baiklah tugasku selesai, jangan lupa jaga kondisimu agar tetap bugar. Sampai jumpa di acara seleksi” seru Yin Kiew pura – pura tak dengar kemudian menghilang keluar jendela.


------><------


“Jadi ini White Crow Sect? Lebih kecil dari dugaanku, apa mereka benar – benar sekte bintang 9?”


“Ssstt!? Tahan lisanmu Yang Wei!? Kita kesini sebagai tamu” tegur pria tua dekatnya.


“Hihihi Tetua Fan anda terlalu tegang, sejujurnya ada raut persetujuan dari wajahmu atas ucapan Senior Yang tadi”


Fan Li berdecak kesal, dia padahal senang ketika diminta oleh Patriach memenuhi undangan menonton seleksi Murid Suci White Crow Sect dan berharap akan menjadi kesempatan tuk mencari udara segar. Namun semua berubah menjadi mimpi buruk ketika dirinya juga harus membawa sepasang anak merepotkan dihadapannya.


Sebagai Tetua Legendary Sword Valley, memang sudah jadi tugasnya mengawal anggota penting sekte saat berpergian. Tetapi kali ini sedikit keterlaluan, Yang Wei merupakan cucu Grand Elder Legendary Sword Valley sekaligus Holy Son generasi sebelumnya.


Namanya cukup terkenal mengingat bakat pedangnya tergolong tinggi sejak usia belia, meski Legendary Sword Valley sama halnya dengan White Crow Sect. Sekte bintang 9, bakat sepertinya sulit ditemukan bahkan pada sekte – sekte bintang 10..


Ia memiliki perawakan tampan, beberapa helai rambutnya berwarna kemerahan. Cocok sekali dipadukan oleh jubah seragam Legendary Sword Valley. Praktiknya sekarang Earth Foundation Mid – Stage padahal belum genap berumur 20 tahun. Sementara gadis muda satunya lagi adalah adik seperguruannya yang juga anak bungsu Patriach, Liao Mei.


Bakatnya tak kalah dari Yang Wei, banyak orang memanggilnya Legendary Sword Princess. Julukan setingkat dengan milik Yin Kiew, walau lebih muda 5 tahun. Liao telah mencapai Forging Qi tingkat 10, berbekal pengaruh ayahnya serta bakat alami. Diperkirakan bukan hal sulit baginya mencapai Heaven Foundation kelak.



Itulah penyebab ribuan tamu mulai mendatangi sekte mereka tuk mengajukan lamaran kepadanya, Legendary Sword Valley percaya diri mengatakan ilmu pedang miliknya merupakan nomor satu di Benua Huawai.


Mengingat rata – rata diantara Twenty Supreme Entities diisi deretan Cultivator – Cultivator yang kekuatan utamanya memanipulasi Qi bukannya penggunaan senjata. Di Emperor Alliance Sect bahkan cuma Sturdy Emperor dan Moon Empress pemilik kemampuan memakai sesuatu tingkat tinggi, itupun bentuknya berbeda - beda.


Pendekar pedang terkuat saat ini diduga Sang Lightning Starling, tapi karena wanita tersebut tidak tergabung dalam sekte manapun. Jadi sulit masuk hitungan, satu kelompok pesaing Legendary Sword Valley bernama Twin Sword Mountain.


Perbedaan antara keduanya adalah Legendary Sword Valley lebih sering terdengar sepak terjangnya pada dunia Cultivator Benua Huawai, sementara Twin Sword Mountain condong menutup diri serta misterius. Padahal beberapa orang tertentu percaya kalau mereka sudah menjadi sekte bintang 10 puluhan tahun terakhir.


“Silahkan Tetua Fan, Tuan Muda Yang, Nona Liao”


“Terima kasih Intrukstur Gong” ujar Fan Li memberi salam.


“Kita akan tinggal di tempat dekil ini? Uhh...tubuhku pasti gatal – gatal” Liao Mei mengeryitkan dahi menengok ke dalam hunian ketiganya.


“Hei!? Jaga mulut—“


“Tidak Tetua Fan, aku setuju dengan Junior Liao. Seharusnya kita mendapat pelayanan terbaik sebagai tamu, aku sempat melihat bangunan mewah dalan perjalanan tadi. Mari kesana....” kata Yang Wei ketus.


“Yohoo!!! Senior memang terbaik”


“Tuan muda tempat itu....ahh....” Instruktur Gong menepuk jidatnya kebingungan.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.