The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 88 - Kerja Sama



Bing Lian mendarat bersama Yin Kiew dekat tempat yang lainnya berdiri sesudah menghindari kedatangan monster besar ganas bersayap barusan. Kemunculan Yin Kiew diantara mereka menjadi pusat perhatian para generasi muda terutama Hua Riyun, Qiu Na, dan Xue Yi.


“Yin Kiew dari White Crow Sect?”


“Eh? Maksudnya White Crow Princess?” celetuk Tian Xiaoye bingung karena tak mampu mengenali wajah gadis tersebut.


“Saudari Yin....”


Semua menyapa Yin Kiew sopan, namanya cukup terkenal akhir – akhir ini dipenjuru Benua Huawai setelah kabar pengangkatan dirinya sebagai Legacy Disciple sebab tamu – tamu yang hadir begitu terpukau atas seleksi White Crow Sect beberapa tahun lalu terus menyebarkan cerita kemana – mana.


Yin Kiew cuma memberi anggukan kecil, ia mengenali kebanyakan orang disana. Tapi Yin Kiew mendengus kesal kearah She Baoshi, dalam perjalanan kemari Lian menceritakan garis besar kejadian saat keduanya terpisah dan menurut Yin Kiew tindakan She Baoshi sangat – sangat menyebalkan.


Tentu pemuda itu bingung mengapa Yin Kiew bersikap demikian, meskipun bukan merupakan tiga besar Twelve Cosmos Princess. Kecantikan Yin Kiew mampu menarik perhatian hampir semua laki – laki disana kecuali Bing Lian, Wu Kang, serta Di En.


Lian mempunyai penilaian sendiri terhadap wajah perempuan sehingga biasa saja dan memang sudah lama tinggal dengan Yin Kiew, sedangkan Wu Kang yang notabene dibesarkan di Pure Heart Temple telah lama meninggalkan sifat keduniawian seperti wanita. Terakhir, hati Di En hanya bagi satu orang semata.


“Saudari Yin? Makhluk apa gerangan dirimu bawa kemari?” Taiyang Zi membuka pembicaraan.


“Winged Crystal Lizard....sebaiknya kita menunda perseteruan masing – masing Senior She....” balas Bing Lian sembari meliriknya.


“Kenapa kau berpikir aku mau mendengarkanmu?”


“Kau—“ Yin Kiew hendak protes namun segera diam waktu Lian mengangkat tangan.


“Sebab jika Senior keras kepala dan masih mau melanjutkan, satu per satu dari kita bakal mati dimakan oleh Demonic King Beast disana....”


Tarikan napas kencang mengikuti tuturan Lian barusan, sekarang mata semua terpaku kepada sang kadal raksasa yang masih mengedarkan pandangan kemudian mengendus – endus udara layaknya predator mencari mangsa.


“Sudah kuduga....” ujar Taiyang Zi menggeleng – gelengkan kepala.


“Mustahil.....Saudaraku? Kamu ingin kita melawannya?!” Tie Mu menunjuk ngeri.


“Iyaa....”


“Kedengarannya menarik, bagaimana menurut Junior Tian? Beberapa bagian tubuh makhluk itu pasti berharga dan bisa dijadikan Spirit Tool tingkat tinggi....” kata Di En tersenyum lebar.


“Eh....? Huum....” lamunan Xiaoye terpecah, dia masih belum mampu mengalihkan mata dari si pemuda bertopeng karena yakin pernah melihatnya tapi lupa dimana.


“Kalian gila!?”


“Tenanglah Saudara Tie, aku pikir kita bisa mengalahkannya kalau bekerja sama. Untuk pembagian hasil dapat didiskusikan nanti.....”


“Hey? Nampaknya kau percaya diri sekali.....punya rencana?” Hua Riyun menarik – narik pelan jubah Lian.


“Hmm....sudikah kalian mendengarkan?”


Bing Lian mulai menjabarkan seluruh isi kepalanya kepada mereka, dia menjelaskan secara detail bagaimana kelebihan maupun kekurangan Winged Crystal Lizard seolah – olah pernah menghadapinya. Para pendengar terpukau sebab langkah – langkah Lian tidak mempunyai celah kesalahan sedikitpun.


“Ada pertanyaan?”


“Aku....”


“Iya silahkan....”


“Bagaimana caranya supaya kita mengacaukan perhatian Demonic King Beast tersebut?” tanya Qiu Na pelan mengangkat tangan.


“Pertanyaan bagus, itulah mengapa kita membutuhkan bantuan dua orang disana. Apa kalian tak berniat menunjukan diri?” Bing Lian melirik santai.


“Cihh!?”


ZYUUU!!!


Dari balik batu berukuran besar sosok pemuda pemudi muncul berbarengan, beberapa langsung mengenali keduanya namun tetap terkejut karena gagal menyadari hawa keberadaan masing – masing.


“Chang Gequ!? Dan....”


“Qiao Yinyue?!”


“Kupikir cuma aku yang menyadarinya” komentar Tayang Zi makin tertarik terhadap kemampuan Bing Lian sesungguhnya.


Qiao Yinyue berdecak kesal, tak menyangka bakal ketahuan padahal cukup mempercayai keahlian bersembunyi miliknya. Ia mendelik Juniornya penuh amarah, Yinyue yakin penyebabnya karena Chang Gequ lengah. Chang Gequ hanya dapat tersenyum pahit siap – siap terkena cacian sang Senior.


“Oh iya....Hua Riyun?”


“Hmmm? Apa?” Riyun mengangkat alis kurang senang.


“Kami punya hadiah untukmu....” kata Qiao Yinyue lalu meminta Chang Gequ menyerahkan seseorang dengan badan terikat.


“Xu Bai!?”


“Huwaaa....Tuan Putri tolong aku....” rengeknya.


“Kenapa kau bisa tertangkap dasar bodoh!? Mempermalukan nama sekte saja! Cepat kemari!?”


“Hihihi....aku urungkan niatku membunuhnya sebab dia lucu sekali.....”


“Yinyue....!?”


Qiao Yinyue memperhatikan penampilan Lian dari atas ke bawah, dia sebenarnya mendengarkan keseluruhan rencana si pemuda sejak awal dan menurutnya bukanlah ide buruk. Tetapi harga dirinya membuat Yinyue sedikit berulah.


“Boleh saja, tapi aku tidak mau bekerja tanpa mengetahui identitasmu.....”


“Kalau begitu pergilah.....”


“Apa!?”


“Lagi pula jika mau aku mampu mengisi kekosongan peran kalian, aku tak punya kewajiban memberitahu siapa diriku. Aku bukan berasal dari sekte para kaisar sepertimu, kalau masih merasa kurang puas silahkan lupakan.....”


“Ugh....hihihi...hehehe....aku suka laki – laki sulit ditaklukan kau tau? Mari saling mengenal lebih baik.....” ujar Qiao Yinyue menyentuh dagu Bing Lian.


“Sungguh? Aku anggap itu sebagai iya, mari kita lakukan....” Lian mengikat rambutnya terus menatap tubuh besar Demonic King Beast dikejauhan.


------><------


TING! TETENG! TENG!


Suara duet petikan kecapi milik Chang Gequ dan Qiao Yinyue memenuhi udara, Winged Crystal Lizard perlahan menggerak – gerakan kepalanya kurang nyaman. Seiring bertambah cepatnya tempo permainan mereka semakin sakit pula kepala sang Demonic King Beast.


Tiupan suling susulan menambah sensasi seperti otaknya membesar hampir pecah, muak menerima perasaan menyebalkan itu. Ia membuka mulut lebar – lebar kemudian meraung kencang, tiupan angin menghempaskan sekitarnya.


ROAARRR!?


“Jangan remehkan aku manusia....!?? Keluar kalian pengecut!?”


CTRANG!!!


“Senior Qiao?”


“Ckk...!? Senar kami putus....” umpat Qiao Yinyue geram.


“Tidak apa, tadi sudah lebih dari cukup....” Bing Lian memuji kerja mereka sembari menjauhkan seruling dari bibirnya.


“Kau....yang malam itu....”


“Tahap berikutnya, Saudara Wu, Senior Yin, Saudari Qiu. Aku serahkan kepada kalian....”



Wu Kang menggerakan jarinya memutar diatas kepala sebanyak tiga kali, kumpulan cicin api terbentuk siap dilepaskan. Ketika Wu Kang mengaktifkan jurusnya, ketiganya langsung mengitari Winged Crystal Lizard. Yin Kiew dan Qiu Na melesat melalui arah berlawanan.


“Three Layers Fire Rings!”


“APA!?”


“Phantom Grim Reaper!”


“Mist Feather Sword First Style; Through The Storm!”


SLASH!!! SRAT! SRET! SROT!


Dua gadis barusan melakukan rangkaian tebasan pedang berkecepatan tinggi, hanya dalam beberapa kedipan mata darah Demonic King Beast mulai membasahi salju sekitar sana. Winged Crystal Lizard meronta kesal, sekali hentakan kaki berikutnya dia menghancurkan teknik Wu Kang lalu menyingkirkan Yin Kiew maupun Qiu Na.


“KYAAA....!!!”


“MATI KALIAN....!!!”


“Heavenly Floral Scent.....”


Winged Crystal Lizard terkejut melihat luka milik mereka sembuh seketika, tak jauh dari sana Hua Riyun bersama Xu Bai tengah membentuk mantra tangan. Masing – masing bertanggung jawab atas penyembuhan semuanya. Sewaktu sang Demonic King Beast hendak menerjang kesana, tembakan jarum serta cairan asam menghujaninya.


“Kau pikir mau kemana hah!?” She Baoshi tertawa mengejek.


“Tangkap kami kalau bisa....” tambah Xie Jingyi santai.


“MANUSIA SIALAN.....!!!”


Ditengah – tengah kekacauan Winged Crystal Lizard mengamuk kemudian menerjang secara membabi buta, sialnya makhluk itu mengarah pada titik lokasi Tie Mu berdiri. Si bocah laki – laki memucat, ingin kabur tetapi kakinya tak kuasa digerakkan.


“HIYY!? AKU HARUS BAGAIMANA!???”


“Dasar Tie Mu pengecut bodoh jangan rusak formasinya!” Riyun meneriaki.


“A...ak...aku....aku tidak tau sekarang berbuat ap—ha....hahaha.....ahahahaha.....”



Gelak tawa aneh tiba – tiba Tie Mu membuat bulu kuduk sebagian orang berdiri, tatapan matanya berubah. Ia perlahan memutar – mutar tongkat besinya sebelum menodongkannya menuju Winged Crystal Lizard, tanpa terduga senjatanya memanjang lalu menyebar menjadi banyak cabang yang menyerang musuh dihadapannya.


“Hell Metal Stick First Style; Old Iron Forest!!! Gyahahahaha....!!!”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.