
“Senior, kupikir disini ada sedikit kesalahpahaman—“
“Tidak sama sekali, berikan kepalamu sebagai gantinya”
“Tapi—“
WUSH!!!
Belum selesai Lian bicara, Yin Kiew tanpa basa – basi melakukan tebasan dan memaksa Lian melakukan jungkir balik. Ayunan pedang gadis tersebut terus bertambah cepat dari waktu ke waktu, Lian berdecak bingung bagaimana cara meluruskan masalah ini.
“Mundur! Jangan bertindak gegabah!” teriaknya menyadari anak – anak lain masih berada dibelakangnya dan beberapa orang seperti Lu Xiulan maupun Tan Minjie mengambil sikap siap tempur.
Walau jumlah mereka memang lebih banyak, tetapi mustahil menang berhadapan melawan para pengikut Yin Kiew yang rata – rata berada pada praktik Forging Qi tingkat 8. Peringatan Bing Lian membuat masing – masing berat hati menurut.
Dilain sisi Yin Kiew kagum akan kemampuan ilmu meringankan tubuh bocah itu, meski masih tidak menggunakan kecepatan penuh. Dia yakin seharusnya mampu memberikan luka sayatan cukup dalam sebab melapisi bilang pedangnya dengan Qi berelemen angin.
Salah satu serangan Yin Kiew membelah sebuah bangunan Snow Feather Dormitory menjadi dua bagian, Lian sigap melesat menyelamatkan saudara – saudara satu asramanya supaya tak tertimpa reruntuhan.
“Kalian baik – baik sa—“
“Kau pikir mau lari kemana?”
“Celaka—!?“
Yin Kiew melompat tinggi lalu melepaskan Daoist Magic Wind Blade, teknik tersebut lebih baik dari milik Chun Lang. Tetapi kecepatan lajunya masih mampu diikuti oleh mata Lian, perlahan ia melapisi Qi pada kedua telapak tangannnya sebelum menepis pisau angin barusan.
Dua berhasil dihalau namun satu mendarat telak sehingga menyebabkan tubuhnya terpental menghantam tembok. Asap mulai mengepul, banyak anggota – anggota White Crow Sect sekitar situ mulai berdatangan. Termasuk Chun Ah bersama kompolotannya yang tersenyum senang.
‘Spirit Tool Profound Mid-Tier?!’ batin Lian mengamati bekas luka tebasan cukup dalam memenuhi lengannya.
Berbeda dengan Chun Lang yang dulu cuma menggunakan pedang biasa, Yin Kiew dibekali sebuah pusaka hebat sehingga tidak mudah bagi Lian menahan jurusnya hanya memakai pelindung Qi. Suara derap kaki Yin Kiew membuatnya kembali waspada.
“Senior kau kenapa?!”
“Saudara Bing?!”
“Menyingkir!? Disini berbahaya, segera evakuasi semua penghuni asrama!”
Baru hendak bertanya lebih jauh, sesosok gadis cantik menancapkan pedang tepat di lokasi Lian berada beberapa saat lalu. Seketika mereka langsung paham situasi Snow Feather Dormitory dalam kondisi memprihatinkan.
Sementara itu Bing Lian masih berkutat menghadapi Yin Kiew pada halaman tengah asrama, sekarang dia sadar menghadapi seseorang yang sudah sampai tahap punya kesempatan membuat Foundation Realm meskipun hanya Mortal Foundation sangatlah merepotkan jika masih memiliki praktik Forging Qi.
Tanpa ada pilihan lain, Lian menggapai ranting kayu berukuran panjang kemudian mengalirkan energi Qi murni ke sana sebelum menahan tebasan pedang Yin Kiew. Suara memekakan telinga memenuhi udara.
Angin kencang bertiup menuju segala arah, tanah tempat Lian berpijak memperlihatkan retakan – retakan besar. Karena kemampuan fisik keduanya terlampau jauh, Bing Lian makin terdesak. Tetapi anehnya menyempatkan diri tersenyum, sedangkan ekspresi Yin Kiew menunjukan keterkejutan luar biasa.
“Kau....menguasai Sword Intent?”
“Ahaha....Senior....aku yakin kau mempunyai banyak pertanyaan....tapi bisakah kita bicara sembari minum teh saja dari pada seperti ini?” Lian menggertakan gigi kuat - kuat.
“Sekarang aku paham mengapa Chun Lang dapat terbunuh”
“Kumohon Senior.....aku juga tidak ingin melukaimu setelah bantuanmu waktu itu”
“Maksudmu....kalau mau kau bisa melukaiku?” tanya Yin Kiew sedikit kurang senang.
“Ohh bukan begi—“
Bing Lian bersama Yin Kiew kembali beradu jurus, terdapat beberapa tahapan ilmu pedang. Pertama adalah Heaviness in Lightness, dimana kemampuan fisik seorang pendekar diperlihatkan sebab mampu memakai pedang seberat apapun menjadi ringan.
Keempat yang sedang ditunjukan oleh Lian saat ini, Sword Intent. Sebuah teknik saat pendekar dapat mengubah benda apa saja menjadi pedang, entah itu selembar daun, ranting, ataupun helai rambut.
Yin Kiew tertegun menyadari anak Forging Qi tingkat 4 mempunyai pemahaman ilmu pedang teramat tinggi, dirinya bahkan baru mencapai Lightness in Heaviness. Pada kehidupan sebelumnya, Bing Lian memang lebih terkenal bertarung dengan tangan kosong dan Daoist Magic elemen es.
Tetapi semua orang yang pernah berhadapan melawannya tau kalau dia menguasai hampir semua senjata. Bahkan pada tahap mengerikan, untuk sekarang Lian belum berani menunjukan tingkatan lebih diatas Sword Intent akibat bisa – bisa malah memberatkan tubuhnya.
KRAKK!!!
Waktu saling beradu tuk keseratus kali, ranting dipegangan Lian patah. Namun bukan cuma dia, nampak jelas sebuah retakan halus menghiasi bilah pedang Yin Kiew. Sehingga si gadis merengut kesal, Lian siap membentuk mantra tangan saat tebasan Yin Kiew hampir memotong lehernya.
Tetapi untung saja serangan tadi tak pernah sampai, muncul seseorang pria yang menahannya berbekal satu jari. Dia menggeleng – geleng pertanda heran, terlihat raut kekecewaan pada wajahnya. Sementara ekspresi Yin Kiew seakan telah disambar petir.
“Ayah....?”
------><------
“Patriach!?” para Instruktur baru saja tiba diikuti beberapa Crow Feather Elder.
“Kiew’er....kamu....”
“A...Ay...Ayah....aku—“
“YIN KIEW!!!”
Teriakan menggelegar bak halilintar menggetarkan seluruh White Crow Sect, semuanya langsung merasa seperti sebuah gunung menimpa punggung mereka. Lian menyadari akan kedatangannya sehingga bersiap namun tetap dipaksa bertekuk lutut. Satu – satunya yang masih berdiri tegak hanya Patriach seorang.
“Nenek....?” bisik Yin Kiew pucat.
‘Old Matriach!?’
“BERANI SEKALI DIRIMU MENGHAKIMI MURID TANPA TAU AKAR PERMASALAHAN....”
Suara tersebut lalu melanjutkan penuh amarah dan menjelaskan kalau duel antara Bing Lian melawan Chun Lang disepakatai kedua belah pihak. Juga tentang bagaimana Lian mempertaruhkan kepalanya pada pertarungan itu. Yin Kiew cuma diam tidak berani mengangkat kepalanya sedikitpun.
“WUYA!? INILAH AKIBATNYA JIKA KAU TERLALU MEMANJAKAN ANAK!!!”
“Aku mengerti Ibu, aku salah” Patriach menyahut pelan.
“KEMUDIAN TERUNTUK KALIAN PARA BEDEBAH! KENAPA MENYELESAIKAN MASALAH FORGING QI SAJA PATRIACH HARUS SAMPAI TURUN TANGAN!? KEMANA SAJA KALIAN!??”
Old Matriach terus mengomel tanpa henti, namun tekanan kuat diawal perlahan sudah mulai menghilang. Lian segera berdiri demi melindungi Yin Kiew, yang menyaksikan menarik napas berat melihat betapa semborono tindakannya.
“Salam kepada Old Matriach”
“Hey bocah keparat!? Lancang se—“
“DIAM!!!”
Nyali salah satu Crow Feather Elder langsung ciut seketika, Old Matriach lalu mengizinkan Lian melanjutkan kata – katanya. “Murid mohon agar Old Matriach mengampuni Nona Yin, dia hanya menunjukan rasa kesetiakawanannya. Tidak lebih”.
“HMPH!? SEBAIKNYA KALIAN BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH, KALAU BUKAN KARENA PERMINTAANYA AKU AKAN TURUN SENDIRI MEMBERI KALIAN PELAJARAN!”
Seketika masing – masing melongo, nampak jelas rasa takjub pada wajah mereka. Bahkan Patriach ikut mengangkat sebelah alis melihatnya, Bing Lian cuma tersenyum sambil memberi hormat ke arah suara tadi berasal.
‘SIAPA SEBENARNYA ANAK INI!?’
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.