
“Hmm....”
Jin Chen sedang membaca laporan – laporan mengenai ekspedisi Dimension Realm di Hoerju, dia penasaran alasan mengapa pintu masuknya bisa meledak. Menurut kebanyakan informan semua disebabkan oleh Yu Min, putra mahkota Sky Jewel Kingdom sukses mengambil pondasi dimensinya.
Tetapi masalahnya adalah Jin Chen tidak percaya ada benda seperti penuturan anak buahnya, sehingga memunculkan dua kemungkinan. Pertama, Yu Min salah menilai barang. Kedua, Jin Chen kekurangan wawasan namun presentasi pilihan kedua ini terlalu kecil.
“Artefak legendaris....?”
Akhirnya sang Fortune Pillar membuka beberapa catatan sejarah demi mengetahui permasalahan lebih jauh, tapi hasilnya nihil. Frustrasi ia meminta bawahannya memanggilkan Jin Chyou cucunya, gadis tersebut mempunyai daya ingat serta pengetahuan yang bahkan mungkin diatasnya.
Selagi menunggu, mata Jin Chen tertarik ke salah satu gulungan usang. Dia mengambil kemudian membacanya secara cepat, detak jantunganya bertambah kencang seiring gerak pandangannya. Disana tertulis lokasi pertempuran terakhir sebelum menghilangnya bangsa Demon terletak di dekat Hoerju sekarang.
“Tunggu sebentar....apa mungkin dimensi ini terbentuk karena dampak—Mustahil.....tapi jika benar, kekayaan orang itu bisa jadi tersimpan disa—“
BRUAKH!
“Partiach!? Hah! Hah!”
“Ada apa? Aku sudah mengetahui soal invasi Sky Jewel Kingdom, tenanglah mereka tak mungkin segila itu menyerang Aicowonid Empire mengingat markas utama kita berada disini....” Jin Chen mengalihkan perhatian dari bacaannya sebentar.
“Bukan Patriach!? Nona Chyou!?”
“Mmm? Cucuku kenapa?”
“Jin Chyou menghilang!!?”
“HAH!? LAGI!?”
------><------
Kunjungan Bing Lian ke Snow Feather Dormitory hari itu sedikit mengejutkan Chun Ah sebab biasanya si pemuda berambut putih akan mengabari dahulu baru datang dan juga tidak sendirian, pasti Lu Xiulan, Tan Minjie, maupun Yin Kiew ikut serta.
Usai saling bertegur sapa sebentar, Lian menaruh bungkusan dihadapan Chun Ah. Ia ragu – ragu membukanya lalu menunggu izin dari Bing Lian, Chun Ah kaget melihat sumber daya berupa pil ditambah benda – benda peningkat praktik lainnya.
“Saudara Chun, manfaatkanlah secara baik – baik kemudian segerakan memasuki Foundation Realm....”
“Tapi kenapa?”
“Kita membutuhkanmu untuk bertambah kuat untuk melindungi asrama ini dan White Crow Sect....”
Terakhir, hal paling mengejutkan bagi Chun Ah adalah ketika Bing Lian meletakan pedangnya diatas meja terus menyodorkannya kepada dirinya. Dengan tangan gemetar Chun Ah menarik gagang Spirit Tools tersebut, bilah perak mengkilap Last Iron balik menatapnya.
“Kau yakin? Kondisinya masih luar biasa....”
“Sangat, begitulah.....hanya saja aku mungkin akan jarang menggunakannya jadi mending kuberikan padamu.....”
“Saudara Bing? Ini....”
“Jangan menolaknya, kita membutuhkan setiap anggota bertambah kuat juga mampu melindungi sekte selama aku tidak ada. Aku mengandalkanmu Saudara Chun....” Lian menepuk pundak Chun Ah sebelum melenggang pergi.
Chun Ah berdiri lalu membungkukan badan penuh hormat sambil berjanji dalam hati tak akan mengecewakan laki – laki tersebut, dia berencana latihan sungguh – sungguh bahkan jika perlu sampai tulang pada sekujur tubuhnya patah sekalipun.
‘Alasanmu bagus, tetapi jujur saja. Kau memberinya senjata tadi karena telah mempunyai pedang terkuat di seluruh Benua bukan?’ celetuk Baixian.
‘Enak saja, memiliki namun tidak bisa digunakan sama saja....aku cuma ingin membuat badanku mendalami ilmu pedang sekali lagi. Membuat beberapa ranting sebagai senjata nampaknya bagus untuk mengembalikan pengendalian Qi milikku....’
‘Heh.....terserah.....’
Perkataan Baixian barusan ada benarnya, tapi seperti ucapan Bing Lian. Selama Shiva masih menolak, memaksa pemakaian Continental Eater dapat menyebabkan hal buruk. Lian mampu menggunakanya tapi paling bertahan sekitar satu sampai dua jam.
Karena pedang terkutuk itu akan terus menyerap energinya hingga kering, kalau dibiarkan terus bahkan si pengguna berpotensi kehilangan nyawa. Salah satu cara mengatasinya dengan membunuh banyak tumbal agar jiwa – jiwa orang tidak bersalah tadi dimakan oleh Shiva, namun Lian mustahil melakukannya.
Hal tersebutlah mengapa perlahan tapi pasti para pemegang Continental Eater menjadi haus darah. Bing Lian masuk ke kamar mengemas barang – barang bawaanya. Dia telah berpamitan kepada semua teman – teman terdekat dan berencana pergi malam ini juga.
Bing Lian membersihkan diri dalam diam, ia menatap pantulan bayangan pada permukaan air cukup lama. Tangan kirinya perlahan menggulung rambut putih panjangnya sementara jari – jari tangan kanan yang sudah dialirkan Qi bergerak cepat.
SRAK....!!!
“Mengapa kau memangkas rambutmu?”
“Tidak ada, cuma mencari suasana baru....hehehe....”
Baixian menggerutu lalu kembali berubah sebagai gelang melingkari pergelangan tuannya, Lian mengeluarkan sebuah topeng giok berwarna hitam tuk menutupi keseluruhan wajahnya. Hanya menyisakan tempat bagi dua bola mata birunya mengintip dari balik sana, ketika para petugas kebersihan King Crow Paviliion mendatangi kamarnya pagi hari. Semua kosong dan bersih seperti tidak pernah ditempati sama sekali.
------><------
‘Apa rencana perjalananmu?’ celetuk Baixian ketika mereka berdua telah pergi cukup jauh sampai Illusionary Mist Fores tak terlihat lagi.
“Hmm...”
Lian mengelus dagunya seraya berpikir, sebenarnya Yin Nuan sempat menawarkan agar Bing Lian diantar oleh Baiya menuju Adamantine Peak. Namun dia menolaknya secara halus karena lebih suka menikmati perjalanan, lagi pula sejak hawa keberadaan Baixian terasa. Sang Ghost Cloud Crow tak kuasa menghentikan gemetaran tubuhnya bahkan saat Lian, Yin Kiew, dan Yin Jiang menungganginya pulang.
“Cepat putuskan....” Baixian muncul menggunakan wujud naga kecilnya.
“Dikarenakan kita menuju utara, berarti kita bakal memasuki wilayah Theotopia Empire jadi...”
Bing Lian menceritakan tentang sekte Frozen Swan River yang cukup misterius memiliki beberapa salinan teknik elemen es miliknya, Lian ingin berkunjung kesana demi menjawab masalah ini. Terlebih ia diberikan tanda pengenal khusus oleh Tetua pengawal Xue Yi.
Tapi sebaiknya keduanya mengutamakan misi menemukan Alchemist Bachelor dahulu, terus jika seluruhnya berjalan lancar. Lian punya kecendrungan besar berangkat ke Southern Thousand Island, yaitu Black Dragon Empire untuk mengetahui kabar rival sekaligus sahabatnya Long Heiyan.
“Aku setuju....siapa tau kita dapat berjumpa dengan Zhuque, kau tidak berniat mengumpulkan kelima hewan suci lagi?”
“Tentu mau tetapi masalahnya apakah mereka berempat masih hidup serta dimana keberadaan masing – masing saat ini?” komentar Bing Lian balik bertanya.
“Kemungkinan keempatnya mati sangat kecil menurutku....mengingat praktik semuanya ya...”
Baixian kembali menjadi gelang sebab jalan yang dilewati semakin ramai, memang Lian telah mendekati salah satu kota terdekat. Kebanyakan warga menghindar akibat kurang nyaman menatap topeng miliknya, namun perasaan tersebut hilang begitu suara lembut Lian menyapa ramah.
“KE....TE....MU~”
SREKK!
Langkah kaki Bing Lian berhenti tepat sebelum mencapai pintu masuk dikejauhan, dia menoleh dan menemukan seorang gadis seumuran dirinya duduk diatas batu besar menatapnya tanpa berkedip sedikitpun. Senyuman lebar pada mukanya membuat Lian merasa tidak nyaman.
“Apa kau perlu sesuatu? Nona?”
“Hehehe....mungkin....senang bisa berjumpa denganmu....wahai Ice Emperor....” ia lompat mendekat kemudian membisikkan kalimat tadi disamping telinga Bing Lian.
“Aku tak mengert—“
“Jangan coba – coba membohongiku....aku yakin seratus persen analisisku tidak salah....”
“Siapa kau? Apa maumu?” akhirnya Lian bertanya dingin.
“Jin Chyou, sebuah kehormatan punya kesempatan bicara bersamamu paduka....hehehe” si perempuan membungkuk hormat tanpa terintimidasi aura kuat pemuda dihadapannya.
- TROIE Part 1 "Rise of The Ice Lotus" End -
Author Note :
Thanks for always following this story until now, see yaa....!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.