
Tubuh Tan Minjie lemas seketika, perasaan bangganya atas keberhasilan memasuki Forging Qi tingkat 1 dengan waktu lima hari seakan dilempar ke dasar jurang tanpa dasar. Tentu awalnya ia tidak percaya begitu saja, namun setelah melakukan perbincangan sebentar. Tan Minjie tau kalau anak dihadapanya bukan tipe pembual.
Aura aneh sulit dijelaskan juga menenangkan memancar dari dalam tubuhnya, terlebih Lian murah senyum sehingga orang – orang mudah merasa nyaman berada disekitarnya. Tan Minjie menghela napas sebelum mengaduk – aduk makanan miliknya.
“Kalau begitu nampaknya aku harus menerima cuma menempati posisi kedua”
“Saudara Tan, kau terlalu cepat bicara. Gadis itu menjadi Cultivator hanya selang waktu satu setengah hari”
“Pfft!? Uhuk! Uhuk!!!”
Langsung saja Tan Minjie melemparkan pandangan ke arah pintu masuk dan melihat seorang anak perempuan baru. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Lu Xiulan, tanpa mampu menahan diri Tan Minjie bergegas mendekat sampai membuat Xiulan terlonjak kaget.
“Nona!? Benarkah dirimu lulus tes sesudah mengikutinya selama satu setengah hari?!”
“Eek!? Ah....iya benar”
“Dasar sial!?” Minjie mengumpat pelan.
“Hmm....? Tapi bagaimana caramu mengetahuinya?” tanya Xiulan penasaran.
“Dia memberitahuku”
Lu Xiulan menatap pada titik yang ditunjuk oleh Tan Minjie, mendapati bocah laki – laki berambut putih tak biasa memberi salam kepadanya. Xiulan mengangguk tuk menyapa balik.
‘Tunggu sebentar, wajahnya tidak asing tapi....dimana aku pernah melihatnya ya?’
Masih kebingungan sendiri Xiulan segera mencari tempat duduk, Lian tak heran kenapa Xiulan tidak mengenalinya. Penampilannya sebagai anak petani terlampau jauh berbeda dengan wujudnya sekarang, dia hampir bisa dibilang memperoleh kembali keadaannya pada kehidupan pertama.
Selesai acara makan siang, para murid baru dibawa menuju kediaman mereka selama menunggu ujian berakhir dalam satu bulan. Tempat hunian tersebut berupa gua kecil, isinya cuma cukup diisi tempat tidur serta tungku untuk memasak.
White Crow Sect sepertinya menciptakan lokasi ini dengan cara melubangi sebuah bukit besar sehingga membentuk semacam asrama alami. Masing – masing ruangan milik anggota berjejer rapi, tentu itu merupakan fasilitas bagi Outer Disciple.
Jika kelak diantara generasi ini naik lebih tinggi pangkatnya, pasti sekte memberikan tempat yang lebih layak nan mewah. Lian menikmati masa – masa penantian menyerap Qi kedalam Dantian dan hanya keluar untuk makan saja, berusaha menguatkan pondasi terdasar praktiknya.
“White Crow Sect ya....? Sudah lama sekali, aku penasaran bagaimana kabarnya? Pantas saja banyak kejadian aneh kemarin” gumam Lian memejamkan kedua matanya.
Sesekali ia akan keluar kemudian berbincang bersama Tan Minjie karena letak gua mereka memang bersebalahan. Tepat satu bulan semua berakhir, menyisakan lima puluh anak terpilih sebagai murid baru White Crow Sect.
Seluruh anggota masa depan sekte dikumpulkan pada lapangan tempat ujian dilaksanakan sebelumnya sembari mendengar ceramah Instruktur Gong tentang kehormatan telah menjadi bagian kelompok hebat tersebut.
Lian cuma tersenyum, White Crow Sect bukanlah sebuah sekte besar. Namun juga tidak kecil, saat masih menjadi Ice Emperor ia ingat sekali kalau mereka baru saja dibangun. Perkembangan mereka dalam lima ratus tahun terbilang baik.
Disana juga dijelaskan tentang bagaimana hak serta kewajiban para murid baru. Setiap bulan masing – masing akan diberikan tiga buah Qi Gathering Pill demi membantu peningkatan praktik, tetapi untuk mendapatkanya mereka harus mengumpulkan poin kontribusi.
Caranya adalah dengan menyelesaikan berbagai tugas di kantor pusat misi, bangunan bernama Crow Child Division. Beragam permintaan dari penghuni sekte memenuhi tempat itu dan orang – orang diharapkan bisa membantu, tentu pemberi tugas juga menawarkan imbalan – imbalan sesuai tingkat kesulitan permintaan mereka.
Misi – misi awal bagi Forqing Qi tingkat 1 macam Lian dan kawan – kawan paling hanya seperti bersih – bersih atau mengumpulkan berbagai Magic Herb. Namun semakin tinggi praktiknya maka meningkat pula jenis permintaan yang dapat diambil.
Anak – anak baru juga mendapat kesempatan memilih Manual Praktik serta satu teknik pilihan masing - masing dari perpustakaan sekte. Lian berjalan bersebalahan bersama Tan Minjie sembari memperhatikan tiga pil berwarna kuning pada telapak tangannya sebelum menyimpan mereka ke kantung jubah.
“Saudara Bing apa kau sudah ada gambaran mengenai—“
Keributan di jalan menuju hunian membuat Tan Minjie gagal menyelesaikan pertanyaanya, terlihat beberapa anak tengah berusaha merebut pil milik bocah – bocah yang jauh lebih muda. Lian menggelengkan kepala tak menyangka kalau perebutan sumber daya telah muncul bahkan ketika masih berkutat pada praktik Forging Qi tingkat 1.
Terlebih lagi dia ternyata mengenali salah satu pemalak, Sang Tuan Muda Ketiga Keluarga Chun. Chun Ah nampak riang sekali menindas orang. Lian baru saja hendak mengajak Tan Minjie mengambil jalan memutar ketika bocah tersebut melesat ke sana sambil berteriak.
“Hei!? Kalian pikir apa yang kalian lakukan?! Lepaskan mereka!”
“Hmm? Ada orang mau berlaku bagai pahlawan rupanya, teman – teman?”
‘Dia harus belajar tuk tidak terlibat masalah tak perlu’
“Ugh....”
“Huahahah lihat wajah bengkak bodohnya, biar kuberi sentuhan akhir—“
“Hentikan semua omong kosong ini Chun Ah”
Anak – anak lain segera memberi jalan kepada Lu Xiulan, senyum memuakan menghiasi wajah Chun Ah. Perlahan dirinya mulai melupakan Tan Minjie dan korban – korban di dekatnya, sambil memasang sikap sok keren ia mendekati Xiulan.
“Xiuxiu kau datang tepat waktu, aku mulai lelah menunggu”
“Kau tuli ya? Aku bilang hentikan semua ulah konyolmu ini”
“Tentu – tentu, ucapanmu adalah perintah bagiku. Namun sebagai ganti bocah – bocah sampah itu, kau haru berjanji tuk menjadi milik—“
CUIH!
Semua kecuali Lian menarik napas keras melihat Lu Xiulan meludahi Chun Ah, mukannya mulai merah padam akibat campuran murka dan malu.
“Dalam mimpimu....” bisik Xiulan ketir.
“Mati kau gadis tengik—”
SYUU!!! CTAK!!!
“Akh! Siapa itu!?”
Sebuah kerikil menghantam keras tangan Chun Ah yang berusaha mencekik Xiulan, Lian mulai nampak diantara barisan orang dengan beberapa butir batu kecil terbang mengitari jari – jarinya.
“Bisakah kita selesaikan secara baik – baik?”
“Brengsek.....! Serang keparat itu!”
“Sepertinya tidak bisa ya?”
WUSH! SYUU! SYUU! CTAK! CTAK! CTAK!
Lian mengayunkan tangan pelan kemudian satu per satu sepuluh anak – anak kompolotan Chun Ah termasuk dirinya terkapar di tanah. Lian memang tak melemparkan batu terlalu keras, namun hal tersebut cukup membuat kulit dahi mereka perih bak terbakar.
“Ugh....sialan!!! Lihat saja aku pasti membalasmu! Kakakku akan memberimu pelajaran! Riwayatmu sudah habis!” Chun Ah akhirnya berlari masih memeganggi jidat merahnya bersama para pengikut setianya.
“Iya – iya tolong hati – hati dijalan, Saudara Tan kondisimu buruk sekali”
“Maaf Saudara Bing, aku berusaha menyelesaikannya seorang diri tapi malah merepotkanmu”
“Ahaha....”
“Terima kasih sudah menolongku”
“Hmm?”
“Kita belum berkenalan secara resmi, bolehkah aku mengetahui namamu?” tanya Xiulan memberi hormat.
“Nona Lu kau jahat sekali, apa telah selama itu sampai kau tidak mengenaliku?” Lian tertawa kecil menunjukan gelang buatan yang tersembunyi dibalik jubahnya.
“Eh....kamu....LIAN!??”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.