The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 75 - Dimension Realm



TOK! TOK! TOK!


“Masuklah....”


SREG!


“Kami menghadap Old Matriach....”


Yin Wuya dan Yin Jiang bergerak cepat kehadapan Yin Nuan sembari bertekuk lutut, mata sang The Only One Shadow perlahan membuka. Menatap wajah penasaran putra serta keponakannya sebelum berdeham tenang.


“Kalian sudah mendengar tentang kabar terbukanya gerbang dimensi di dekat kota Hoerju?”


“Ya, baru semalam....” keduanya menyahut serempak.


“Aku ingin salah satu diantara kalian pergi mengawal Yin Kiew juga Bing Lian kesana untuk melaksanakan ekspedisi besar – besaran....”


Patriach maupun Grand Elder tersentak kaget mendengar perintah barusan lalu saling bertukar pandang, mereka sempat mengira kalau Old Matriach bakal melepas masalah ini mengingat dua anak tersebut tengah melaksanakan latihan tertutup.


Yin Nuan menambahkan jika hampir seluruh sekte Dataran Tengah akan mengirim generasi muda sebagai perwakilan masuk kesana. Sehingga pengawal tidak bisa melakukan apa – apa nantinya kecuali melindungi saat wakil masing – masing berada di kota.


Itu cukup riskan mengingat betapa berbahayanya gerbang dimensi, mungkin isinya menggiurkan sebab berpotensi mengandung beragam sumber daya luar biasa. Namun siapa yang berani menjamin para penghuninya ramah terhadap orang asing?, kalau sial. Maka dapat dipastikan beberapa sekte bakal kehilangan bibit – bibit unggul masa depan mereka.


“Old Matriach? Tidakkah menurut anda agak terlalu cepat? Latihanya masih—“


“Hentikan omong kosongmu Jiang, memangnya kau pikir aku tak tau jika kalian sudah hampir kebingungan mencari ilmu untuk diturunkan?” dengus Yin Nuan mengangkat sebelah alisnya.


Yin Jiang tersenyum tipis kemudian mengajukan diri menemani Yin Kiew maupun Lian, ia berkata White Crow Sect membutuhkan Yin Wuya sebagai Patriach. Nuan setuju terus membalas ketiganya dapat pergi kesana menunggangi Baiya si Cloud Ghost Crow supaya menyingkat waktu perjalanan.


“Segera berangkat begitu kalian siap, pergilah....”


“Baik!!!”


WUSH!!!


“Kau yakin tak ingin melanjutkan protesmu?” Wuya menyeletuk tiba – tiba.


“Ahhh....mau bagaimana? Keputusan Old Matriach, lagi pula bibi benar. Latihan tertutup ini sudah hampir usai....padahal baru setahun, mereka memang benar – benar berbakat. Kita malah yang nanti menanggung malu sebagai guru kalau tidak mampu menurunkan teknik lain kepada keduanya.....”


Grand Elder menatap lurus tepat ke arah lapangan King Crow Pavillion dikejauhan, tempat dimana dua muda – mudi tengah beradu pedang. Percikan - percikan bunga api muncul setiap bilah senjata keduanya bertemu di udara.


Perkembangan Bing Lian tergolong pesat selama satu tahun terakhir, dia telah naik tiga tingkat kurang lebih selama dua belas bulan. Sekarang prakti Lian adalah Forging Qi tingkat 12, sementara Yin Kiew pun berkembang tidak kalah pesat. Ia berada dipuncak Forging Qi tinkgat 14, hampir menembusnya dan hanya memerlukan sedikit dorongan lagi.


Meskipun demikian, duel mereka dapat dibilang berimbang. Mempunyai praktik lebih tinggi tak menjadikan Yin Kiew merasa unggul dari pada Bing Lian, walau dulu memenangkan pertarungan final seleksi Legacy Disciple melawan juniornya tersebut. Entah mengapa Yin Kiew kurang puas, mungkin karena dia punya firasat Lian sengaja melakukannya.


Yin Jiang termasuk orang yang paling merasa tertekan atas kemampuan Lian, dari setiap sepuluh jurus pemberiannya. Bing Lian hanya bakal melakukan satu sesuai arahan kemudian sisanya dia modifikasi semaunya sendiri, Yin Jiang tak bisa marah sebab bagaimanapun hasilnya jauh lebih baik dari seharusnya.


Sekarang juga nampak jelas ketika adu kekuatan secara frontal, Bing Lian mampu mengimbangi Yin Kiew tanpa kesulitan berarti. Saat gadis itu berusaha menusuknya, tubuh Lian menguap layaknya asap terus membelah menjadi beberapa bagian yang akhirnya mengelilingi Yin Kiew.



“Hopeless Mirror Labyrinth....”


“Ckk!?”


Yin Kiew mengibaskan pedangnya mengakibatkan semua tiruan Lian lenyap begitu saja lalu melepaskan Wind Blade ke arah pohon letak badan asli Bing Lian berada. Si pemuda melompat santai sebelum mendarat kembali ringan di lapangan sembari terkikik geli.


“Hey hey hey! Tolong jangan merusak fasilitas sekte ya....”


“Mmm....? Guru!”


Keduanya segera menghentikan kegiatan mereka terus memberi hormat, Yin Wuya menjelaskan mengenai perintah Old Matriach. Diluar dugaan, Lian ataupun Yin Kiew terlihat biasa saja seolah sudah mengetahuinya.


Yin Jiang menambahkan kalau ketiganya akan berangkat besok pagi, masing – masing mengangguk dan berkata kalau pasti cepat bersiap - siap. Yin Kiew juga Lian berjalan menuju bangunan letak kamar mereka berada.


“Baiklah, aku ingin membersihkan diri sebentar sebelum menyusul. Keringat membuat jubahku lengket serta tidak nyaman....”


“Kalau begitu sampai ketemu disana! Dah!!!”


SYU!!!


Lian memakai ilmu meringankan tubuh untuk melesat pergi, kali ini ia tak mampu menyembunyikan senyuman diwajahnya. Permintaanya terhadap Old Matriach soal penjelajahan Dimension Realm sepertinya berjalan mulus.


Dimension Realm merupakan sebuah dimensi dimana terdapat harta karun atau sumber daya tidak bernilai didalamnya. Biasanya pintu masuknya akan terbuka lagi puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan diri usai dikeruk isinya.



Para sekte bintang 10 kebanyakan memiliki rata – rata minimal satu untuk menjaga tumbuh kembang kelompok mereka. Tapi beda kasusnya dengan yang muncul di Hoerju, Dimension Realm ini terbilang tanpa tuan sehingga boleh dimasuki siapapun.


Namun bukannya tanpa resiko, memasukinya jauh lebih berbahaya karena sedikit sekali informasi mengenainya. Dimension Realm tertentu menjadi habitat alami tempat tinggal Demonic Beast maupun Spirit Beast tingkat tinggi.


Lian awalnya tak terlalu perduli sewaktu kabar tentang tanda – tanda bakal adanya kemunculan Dimension Realm pemberian Noble Treasure Shed sampai kepadanya, tetapi tepat malam sewaktu gerbang dimensi terbuka. Tubuhnya bereaksi, fenomena ini mengakibatkan rasa penasarannya memuncak kemudian meminta tolong Yin Nuan agar merencanakan keberangkatannya kesana.


“Hmm....? Tetua Gong?!”


“Ah? Lian’er?”


Bing Lian menghentikan lajunya ketika melihat sesosok pria tua sedang berjalan menikmati pemandangan, benar. Sesuai perkiraan, Instruktur Gong sukses diangkat sebagai Tetua baru menggantikan Chun Tao.


“Aku ucapkan selamat atas keberhasilanmu memasuki Nascent Soul” sapa Lian ramah sambil membungkukkan badan.


“Ahahaha....terima kasih, kau terlalu berlebihan.....” Tetua Gong membalas lembut.


“Aku berharap semoga Tetua lebih baik dari pendahulu anda....jika Tetua mengerti maksudku....”


“Hehehe....akupun berharap demikian....”


“Baiklah, kalau begitu aku permisi. Berjuanglah! Mari kita buat White Crow Sect menjadi sekte bintang 10 bersama – sama!”


“Yaa! Kau juga Lian’er! Berlatihlah yang giat!


“Pasti!!!” seru Bing Lian melambaikan tangan.


Lima menit berselang, mata Lian telah menemukan tempat tujuannya. Snow Feather Dormitory nampak megah diantara bangunan lain disekitarnya, satu tahun terakhir Bing Lian maupun Yin Kiew selalu menyempatkan diri mampir kesana untuk berbincang bersama teman – temannya.


Para penjaga pintu segera mengizinkan Lian masuk, dibawah salah satu pohon. Sudah ada empat orang remaja duduk menunggu, Lu Xiulan, Tan Minjie, Chun Ah, dan Yin Kiew langsung menoleh mendengar langkah kaki Bing Lian.


“Lian!?”


“Kau lama sekali Saudara Bing.....”


“Bagaimana kabarmu?”


“Kemana saja kau? Kenapa malah aku yang sampai duluan?”


“Maaf maaf, hei coba tebak?! Old Matriach telah memberikan perintah kepada aku bersama Senior Yin untuk....”


Diskusi ramai mulai terjadi, para penghuni asrama lain menyadari kedatangan mereka lalu ikut berkumpul. Kegiatan barusan terus berlanjut selesai makan malam, kemudian baru bubar sewaktu keempatnya pamit pukul dua belas tepat.


- Dimension Realm Arc Status : Begin -


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.