The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 56 - Opening Match



Bing Lian dan Yin Kiew bernasip kurang beruntung karena jumlah pertandingan mereka lebih banyak satu kali dari pada peserta lain. Sehingga seharusnya tenaga masing – masing sudah terkuras banyak pada duel berikutnya, namun kenyataan yang terjadi malah berbeda. Lawan keduanya segera mengundurkan diri begitu Lian maupun Yin Kiew memasuki arena.


Sembari memasang ekspresi bingung Bing Lian berjalan keluar bersama Yin Kiew dengan ekspresi tak karuan. Gadis disampingnya juga menunjukan raut wajah sama, sementara para peserta mengerti sekali perasaan dua murid sial dipihak oposisi.


Dalam generasi muda White Crow Sect terdapat informasi penting tentang nama – nama pihak yang sebaiknya tidak disinggung. Sayangnya Lian serta Yin Kiew termasuk mengisi daftar tersebut walaupun keduanya tidak tau menahu soal ini.


Terlebih Cultivator Forging Qi disana cuma mereka saja, Lu Xiulan dan Tan Minjie meski cukup terkenal belum disejajarkan karena peluang menghadapi masing – masing tergolong terbuka lebar. Sedangkan jika bertarung melawan Bing Lian atau Yin Kiew persentase kemenangan bisa dibilang minus bagi anggota – anggota sekte berpraktik rendah, bahkan beberapa Foundation Realm enggan memancing masalah dengan kedua jenius itu.


“Senior Yin?” panggil Lian sambil berbisik.


“Hmm?”


“Apa kita semenakutkan itu sampai mereka mengundurkan diri?”


“Mmm....entahlah, jika kau bertanya kepadaku. Aku harus bertanya ke siapa?” Yin Kiew balik berkomentar polos.


Yin Kiew langsung masuk menuju delapan besar sementara Bing Lian menyusul sesaat kemudian akibat lagi – lagi musuhnya menyerah tanpa perlawanan. Menyisakan enam tempat untuk diperebutkan mati – matian oleh peserta yang masih bertahan.


Karena pakaian masih bersih juga dalam kondisi bugar, Lian bersama Yin Kiew duduk bersama di bangku khusus bagi kontestan Murid Suci demi menyaksikan pertarungan anak – anak lain. Stadion telah disihir menjadi beberapa arena kecil agar pertandingan dapat dilakukan secara serentak.


Dikarenakan telah melewati tahapan – tahapan berat, rata – rata duel sangat sengit dan seru. Chun Ah selesai sukses menguatkan hatinya tengah bertukar jurus menghadapi pemuda bersenjatakan tongkat besi, dia sedikit kesulitan menyerang disebabkan ayunan pedangnya selalu terpental oleh musuh.


Seperti Chun Lang, Chun Ah nampaknya mendalami ilmu pendang tetapi bakatnya masih kalah jauh dengan sang kakak. Percikan – percikan api menghiasi arena ketika serangan keduanya bertemu, Lian memperhatikan semua itu dalam diam.


“Bagaimana menurutmu Junior Bing?” celetuk Yin Kiew menyadari arah tatapan Lian.


“Tuan Muda ketiga akan menang....”


Benar saja, satu menit berselang sewaktu posisinya disudutkan serta hendak terdorong keluar arena. Chun Ah menghindari sapuan tongkat lawanya berbekal gerakan akrobatik. Ia meluncur mulus dengan jarak antara besi dan hidungnya hanya beberapa senti sebelum melepaskan tebasan ke arah punggung.


Musuhnya terdepak keluar lalu Grand Elder menyatakan dirinya sebagai pemenang, tepuk tangan meriah terdengar dari podium tempat pengikut – pengikutnya berada. Bing Lian tersenyum puas melihat wajah gembira bocah yang dulu sering mengganggunya itu.


Tidak jauh dengan posisi Chun Ah, kehebohan meningkat sebab Lu Xiulan menunjukan permainan pisau indah menghadapi pemuda bersenjatakan golok panjang. Xiulan bergerak cepat memanfaatkan Blown Flower Petals sehingga lawannya kewalahan.


Ditambah keahlian sihir kayu dan api. Lu Xiulan benar – benar menjadi mimpi buruk bagi pemuda tersebut. Bing Lian melirik genggaman Yin Kiew yang gemetar ketika Xiulan berhasil melumpuhkan pesaingnya dan memastikan lolos ke babak selanjutnya.


“Lian....!?? Aku menang....!!!” serunya penuh semangat sembari melambaikan tangan.


“Kerja bagus....! Senior? Kau sepertinya bersemangat sekali” ujar Lian usai membalas sapaan Xiulan.


“Huum....selain bertarung melawanmu....aku menantikan pertandingan menghadapi Junior Lu”


“Waahhh....jadi nanti aku sebaiknya mendukung siapa?”


“Tidak boleh, kau tidak diperbolehkan mendukung salah satu dari kami” Yin Kiew membalas tiba – tiba, nada suaranya menjadi jengkel dan dia mengembungkan pipi pertanda kurang setuju atas ide barusan.


“Ahahaha....tapi Senior? Kau tak keberatan jika terkadang melihat Minjie mempertaruhkan persaingan kalian dalam banyak hal?”


“Aku tidak perduli pendapat Junior Tan!”


SRRRTTT!!!


Tan Minjie melesat di arena menyebabkan kelipan cahaya kuning diikuti suara arus listrik bertegangan tinggi. Minjie memutar – mutar tombak penuh rasa percaya diri, terus mempersulit gerak gadis yang menjadi lawannya sampai akhirnya menyerah.


Dia mengusap keringat pada keningnya kemudian berusaha bersikap keren menolong musuhnya berdiri dengan memasang senyum kebanggaannya, tetapi anak perempuan tadi malah menepik tangannya sebelum berlari meninggalkan stadion.


“Apa salahnya? Akukan hanya ingin membantunya bangun!?” gerutu Minjie setelah berkumpul bersama Bing Lian, Lu Xiulan, dan Yin Kiew.


“Kau sungguh berusaha melakukan pendekatan terhadap semua gadis bahkan lawanmu sendiri?”


“Makanya aku bertanya, kau pernah bertarung menghadapi Senior Yin tapi hubungan kalian berdua baik – baik sa—M..mak..maksudku.....kalian berteman baik“ Tan Minjie cepat – cepat meralat ucapannya menyadari pisau digenggaman Xiulan.


“Kau tau itu cuma salah paham bukan? Untuk pertandingan berikutnya berhati – hatilah, sepertinya Tuan Muda ketiga berlatih keras selama ini. Jangan sampai meremehkannya” pesan Lian serius.


“Tenanglah, akan kukalahkan dia kemudian bertemu denganmu di semi final” Minjie mengacungkan jempol percaya diri.


“Mustahil....” gumam Lu Xiulan dan Yin Kiew bersamaan.


“Hey kalian berdua!? Tolong hargailah sedikit! Aku masih disini tau!!!”


------><------


Di babak perdelapan final atau berikutnya arena – arena sebelumnya disatukan sehingga menjadi lebih lebar serta memudahkan para partisipan tuk bergerak leluasa. Semua pertandingan sekarang dilakukan satu per satu, membuat seluruh perhatian penonton terfokus kepada duel tersebut.


Selain Bing Lian, Yin Kiew, Lu Xiulan, dan Chun Ah. Terdapat empat murid lain yang siap menempuh tahap paling krusial dalam seleksi Legacy Disciple ini, ketika undian diputar ternyata pertarungan pembukanya adalah Tan Minjie versus Chun Ah.


Menurut pendapat Lian pribadi, kekuatan mereka berdua cukup berimbang dan bakal berkembang menarik seiring berjalannya waktu di arena. Tepuk tangan juga sambutan meriah berkumandang saat kedua pemuda memasuki lokasi.


Yin Jiang, Grand Elder sekaligus pengadil maju memberikan beberapa kata sambutan. Ia berdiri tak jauh dari sana agar dapat mengambil tindakan ketika situasi genting, sewaktu masing – masing diminta bersiap. Lenyap sudah ekspresi bercanda dari wajah Minjie.



Dia menggenggam erat – erat Spirit Tool berbentuk tombak ditangannya penuh konsentrasi, Chun Ah pun demikian. Seketika Yin Jiang mengankat lengan, Tan Minjie maupun Chun Ah mengayunkan senjata sembari mengalirkan Qi dengan segenap kemampuan mereka.


“Thunder Dragon Cross The Sky!”


“Eagle Wing Strike!”


Petir berwujud naga perkasa keluar melalui ujung tombak Tan Minjie, menerjang apapun dihadapannya tanpa rasa takut sementara Chun Ah melakukan tusukan berkecepatan tinggi ke arah depan. Dua hembusan angin pada sisi – sisi tubuhnya menambah laju anak itu melesat.



JDUAR!!!


Pergesekan kedua elemen menyebabkan udara bergetar, kurang satu detik berselang mulai terdengar suara besi beradu. Tan Minjie memakai teknik permainan tombak bernama Waves of Coral Destoyer, yang mana memanfaatkan rangkaian gerakan berdaya hancur tinggi.


Chun Ah sendiri menunjukan kebolehannya dengan Sharp Raven Feathers, salah satu ilmu permainan pedang dasar asli White Crow Sect. Meski sederhana namun jika tepat penggunaannya sungguh merepotkan lawan, masing – masing tersenyum antusias berusaha membuat musuh bertekuk lutut.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.