
“Oi Baoshi? Kau yakin tidak mau membantu juniormu? Dia bisa mati menghadapi dua anggota Frozen Swan River seorang diri kau tau?” Di En tersenyum sambil menyandangkan masing – masing punggung pedang pada pundaknya.
She Baoshi cuma tertawa geli melihat usaha Di En mengelabuinya, ia tau sekali meskipun nampak tenang. Selain ingin merebut kotak harta, pemuda tersebut sedang berpikir keras juga waswas akibat terpisah dengan Tian Xiaoye, semua tau kalau keselematan Xiaoye adalah tanggung jawab Di En. She Baoshi perlahan menyatukan telapak tangan lalu berkata, “Bukankah harusnya aku yang bilang begitu?”.
“Aku serius, kau pasti merasakan kedatangan tiga sosok tadi bukan?”
“Mereka hanya tikus kecil....”
“Sungguh? Mari lihat apa kau berani mengucapkannya langsung didepan Heaven Flower Princess”
“Hah....kau pikir aku takut terhadap Hua Riyun? Walau berbakat tetap saja ia masih berada di Forging Qi....” ujar She Baoshi menghela napas, jelas sekali terdengar nada merendahkan pada suaranya.
Di En berdecak kesal kemudian mengumpat dalam hati, dia berharap sesuatu terjadi sehingga dapat terbebas dari keparat ini. Tetapi sepertinya She Baoshi maupun Hua Riyun yang mendengar percakapan mampu berpikir jernih terus mengambil keputusan tepat.
Diantara Seven Young Lord Di En paling malas meladeni She Baoshi, bukan karena dia menduduki posisi terkuat. Hanya saja menghadapinya sangat – sangat merepotkan, pemahanan laki – laki itu terhadap racun tergolong tinggi. Sampai – sampai jika lawannya lengah dan terkena jurusnya, kecerobohan memilih penangkal akan mengakibatkan kematian.
‘Aku jauh lebih memilih bertarung dengan Taiyang Zi ketimbang ular tengik ini....’
“Kau tak berbakat menyembunyikan perasaanmu ya? Taiyang Zi cukup menggunakan satu lengan untuk membuatmu terkapar di tanah.....”
“Heh!? Kita tidak tau sebelum mencoba....” Di En menjawab santai.
“Ohh....kusarankan sih lupakan, mustahil kau mengalahkannya. Tapi kalau masih bersikeras, mari lihat sejauh mana kemampuanmu....” cahaya kehijauan perlahan muncul diantara telapak tangan She Baoshi.
Di En berubah waspada, dia tau kalau itu bukan pertanda baik. She Baoshi tersenyum lebar sebelum mengalirkan Qi berjumlah banyak kesana, teknik tersebut kian membesar hingga batas tampungan miliknya kemudian menjadi asap hijau yang menerjang ke arah Di En.
“Finisher Toxic Vapors!”
Di En menyilangkan kedua pedangnya penuh konsentrasi, aura gelap mulai melapisi bilah besi masing – masing. Saat telah yakin melindungi wajah agar tak menghirup udara sekitar, dia mengayunkan senjatanya demi menebas jurus She Baoshi.
“Night Breeze Gusts!”
Tebasan pedang berwarna hitam memaksa uap beracun milik She Baoshi terdorong ke udara, Di En segera melesat sembari menusukan senjata. Bunyi menyakitkan terdengar ketika ujung pedang Di En menembus jantung She Baoshi.
Bukannya menjerit kesakitan, si pemuda malah nyengir penuh kemenangan. Di En baru menyadari kesalahannya sewaktu She Baoshi lain muncul dibalik tubuh yang ia berhasil serang, Di En buru – buru mencoba menarik lengannya tetapi sayang tidak bergeming sedikitpun.
“Kena kau....Explosive Knockoff Body!”
“Ugh....Blue Cocoon Slash!—“
“KA-BOOM!”
JDUARRR!
Badan tiruan She Baoshi menggelembung layaknya balon terus meledak dahsyat meniupkan gas hijau beracun menuju berbagai arah. Suara ledakannya terdengar sampai ratusan meter jauhnya, menarik perhatian makhluk hidup apapun sekitar sana.
------><------
JDUAARR!
Bunyi menggelegar barusan membuat Lian tanpa basa – basi mengangkut gadis terluka dihadapannya sebelum bergerak menjauh. Tapi perempuan bernama Xue Yi itu memberontak ingin melepaskan diri sehingga Bing Lian agak kewalahan.
“Tidak....!!! Senior Ma....!?” teriaknya berusaha menggapai raga tidak bernyawa rekannya.
“Kumohon tenanglah Nona!? Saudari Hua!? Saudara Tie!? Lari! Pergi minimal dua kilometer!!! Lebih jauh lebih baik!”
Riyun sudah bergegas meninggalkan lokasi persembunyian sebelum Lian memberitahu sebab mengawasi pertarungan Di En dan She Baoshi. Sementara Tie Mu terlambat menyadarinya lalu mengumpat kesal begitu melihat Hua Riyun tak berada disampingnya.
Keduanya sukses menyusul Bing Lian dalam hitungan menit, Lian mengoper Xue Yi kepada Tie Mu kemudian kembali ke lokasi pertarungan untuk membawa jasad anggota Frozen Swan River satunya. Xie Jingyi melirik tempat dimana She Baoshi tengah bertarung.
“Senior....serius sekali....”
SYUU!!!
Kemunculan Lian membuatnya tersadar, Xie Jingyi mengangkat sebelah alis waktu sang pemuda bertopeng menggendong badan lemas terkulai perempuan itu. ‘Mengapa dia repot – repot kesini demi sebuah mayat?’ pikirnya.
“Sedikit saran, sebaiknya kau urungkan niatmu menyentuhnya. Dapat membahayakan....”
“Terima kasih....tapi ada orang – orang diluar sana menunggunya tuk pulang, setidaknya biarkan juniornya memberi pemakaman layak” balas Lian tenang.
“Heh....sudah kuperingatkan lho, awas nanti tubuhnya membu—”
ZINGG!
Bing Lian menghilang tanpa sempat membiarkan Xie Jingyi menyelesaikan kalimatnya, urat saraf Jingyi berkedut kesal. Ini pertama kalinya dia menemukan anak seumuran dengannya berani bersikap begitu.
“Dasar pemuda menyebalkan! Biar kubuat perhitungan padanya nanti!” umpat Xie Jingyi kemudian mulai mengejar.
------><------
“Xue Yi....? Kau nampak kacau.....”
“Saudari Hua? Ukh....!” Xue Yi menggenggam kuat lengan kanannya.
“Biar kuperiksa....”
SRAKK!!!
Hua Riyun merobek bagian tangah jubah Xue Yi, Tie Mu menarik napas kencang melihat kulit putih mulus gadis tersbut berubah hitam seperti tanah kering. Ada lima buah jarum menancap dsiana, Hua Riyun menggelengkan kepala penuh penyesalan. Dengan kemampuannya sekarang mustahil mengobati Xue Yi.
“Kita terlambat....”
“Belum”
SYUUU!!!
Bing Lian datang sembari membawa badan Senior Xue Yi, mulut menganga Hua Riyun juga Tie Mu cukup menunjukan betapa heran keduanya akan tindakan konyol Lian. Sedangkan mata Xue Yi melebar kemudian mulai basah.
“Senior Ma....? Terima kasih....kamu....”
“Ssstt.....jangan banyak bicara nanti racunnya semakin menyebar....Saudari Hua simpan komentarmu untuk nanti, tolong kemarilah....”
“A—apa? Tak mungkin menyelamatkannya kecuali mendapat penangkal racunnya atau Neneku muncul tiba – tiba disini.....”
“Apa kau bisa memakai Five Level Recovery Technique?”
“Tentu, kenapa?” Riyun memiringkan kepala bingung.
“Gunakanlah, itu cukup....”
“HAH!? Mana mung—“
“Kumohon.....lakukan saja....” potong Lian cepat – cepat.
Hua Riyun hendak protes tetapi tatapan Lian membuatnya terpaksa menelan kata – katanya kembali, Bing Lian meminta Xue Yi bertahan sebentar. Kemudian memaanfaatkan satu gerakan gesit mencabut seluruh jarum pada lengannya.
“KYAAA!!!”
“Tahan”
Lian menggunakan Qi miliknya untuk menyelimuti seluruh tangan kanan Xue Yi menggunakan es, dia mengeluarkan sebuah Tallisman berwarna hijau sambil merobek sehelai panjang bagian jubahnya. Bing Lian mengaktifkan kertas sihir tadi sebelum menempelkannya pada luka Xue Yi berada.
“Lime Tallisman Art; Enhance Recovery Technique!”
“Apa – apaa—“
“Saudari Hua!?”
“Ugh....kau harus memberiku penjelasan memuaskan nanti!” Hua Riyun menunjuk wajah Lian sembari cemberut.
Bing Lian menyanggupinya terus melilitkan robekan jubahnya diseluruh lengan Xue Yi yang terkena racun, Tie Mu bingung sendiri sebab memang tidak mampu membantu apapun. Bicara juga hanya merusak konsentrasi kedua temannya.
“Sia – sia....”
“Hiyy!? Xie Jingyi!?” seru Tie Mu kaget.
“Mustahil kalian menyelamatkan Frozen Swan Princess kecuali mendapat penangkal ditanganku in—“
“Purification System!”
Xie Jingyi terdiam karena cairan – cairan hijau gelap perlahan tertarik keluar melalui pori – pori Xue Yi. Hua Riyun dan Tie Mu terpana melihat fenomena barusan, Bing Lian mengendalikan benda tersebut menjauh lalu membekukannya.
PRANK!!!
“Harus aku akui kau cukup berani memainkan Desert Scorpion Venom di usiamu....Nona” Lian berkata selesai menghancurkan racun dari tubuh Xue Yi.
Author Note :
'Lime' diatas itu maksudnya warna ya, bukan jeruk nipis....( ̄▽ ̄)ノ
Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.