
Pandangan tajam She Baoshi masih tertuju kepada Bing Lian, dia mengatur kuda – kuda siap menyerang. Belum ada seorang pun berani bersikap sekurang ajar itu terhadap dirinya, terlebih lagi secara sekilas She Baoshi menyadari kalau umurnya diatas pemuda dihadapannya sekarang.
Baoshi mengalirkan Qi kepada masing – masing telapak tangannya, aura pekat muncul menghiasi keduanya. Es tempatnya berpijak perlahan ikut mencair akibat tekanan luar biasa jurus miliknya, tenaga dalam She Baoshi berubah wujud seperti dua kepala ular hijau membuka mulut ingin melahap mangsa.
“Di En nampaknya pertarungan kita harus tertunda....”
“Heh.....terserah....” balas Di En santai, lagi pula ia juga punya niatan pergi mencari Tian Xiaoye. Satu – satunya alasan Di En masih berdiri disana adalah karena dia penasaran terhadap sosok lawan She Baoshi.
“Junior Xie....lihatlah baik – baik.....”
“Senior She jangan gegabah....anak itu berbahaya.....” Xie Jingyi memperingati berbekal suara lemah.
“Huh!? Kau pikir siapa aku!? Hyaa....!!! King Cobra Gaze!!!
She Baoshi melesat maju siap menyerang memakai tangan yang sudah terlapis oleh teknik beracun, Lian menggaruk – garuk kepalanya heran sendiri mengapa Cultivator – Cultivator muda zaman sekarang senang sekali mengajak duel tanpa alasan jelas, setidaknya bisakah mereka berdiskusi sebentar?.
Sebenarnya hal sama terjadi sejak dulu hanya saja pada masa Bing Lian menjadi Ice Emperor orang – orang agak megurangi sifat buruk ini sebab tengah berperang menghadapi bangsa Demon, membunuh individu lain cuma memperlemah diri sendiri dan mengurangi kekuatan tempur umat manusia.
Ajang perebutan sumber daya selalu menciptakan masalah tiap generasi ke generasi, Lian meminta agar Hua Riyun, Tie Mu, juga Xue Yi menjaga jarak sebelum meladeni She Baoshi. Bing Lian mebentuk mantra tangan secepat kilat, tepat sewaktu hantaman Baoshi hampir mengenainya badan Lian menghilang menjadi ratusan bulu burung berwarna putih.
“White Crow Dream....” suara lembut Bing Lian memenuhi udara.
“Jurus ilusi? Ckk!? Kau kira trik murahan begini sanggup menghalangiku!? Corrosion Heat!”
She Baoshi memutur tubuh di tempat, Qi api kehijauan merembes keluar mengelilinginya lalu meluas dengan cepat. Bola mata She Baoshi bergerak kesana kemari mencari keberadaan Lian, wajahnya memucat saat sentuhan kecil terasa menyentuh pundaknya.
“Kehilangan sesuatu?”
“Bangsat!?”
Bing Lian begitu mulus menghindari rangkaian pukulan maupun tendangan Baoshi memakai ilmu meringankan tubuh milikya yaitu First Snow Step, pemandangan tadi mengejutkan semua orang karena tau kemampuan She Baoshi diantara generasi muda sangat terpandang makanya mendapat gelar salah satu Seven Young Lord.
Namun menurut sudut pandang Lian pribadi, ia hanya anak kecil keras kepala yang menyerang secara membabi buta sehingga mudah dibaca walau pada dasarnya Bing Lian mengetahui seluk beluk jurus She Baoshi saat ini.
Belum ada satupun serangan didaratkan Baoshi kepada Lian. Fakta tersebut cukup janggal padahal praktik Lian jelas – jelas berada di Forging Qi, itulah yang dipercayai Di En bersama anak – anak lain. Kelihaian Bing Lian mengimbangi She Baoshi terlalu aneh bagi mereka.
Memanfaat gerakan melambat She Baoshi, Lian memasuki celah sempit dalam jeda ayunan tangannya kemudian melepaskan serangan tapak cukup kuat. She Baoshi terdorong mundur beberapa meter sambil memuntahkan darah segar.
“Uhuk!? Sial.....!!!”
“Senior tenanglah, kita bisa menyelesaikan masalah secara baik – baik....”
“Jangan mimpi!?” hardik She Baoshi.
“Tapi kau harus.....”
“Hah!? Mengapa aku—“
“Karena kalau tidak longsoran es disana akan menimbun Senior....” Lian menunjuk kebelakang pungung Baoshi.
“Eh? Apa – apaan!?”
BRRRR.....!!! GRUDUK! GRUDUK!!!
------><------
Xie Jingyi yang sudah mulai mampu bergerak langsung menghampiri She Baoshi sambil menggigit salah satu jarinya hingga mengeluarkan darah. Gadis tersebut membentuk mantra tangan sebelum menghentakkan telapaknya menuju tanah.
Seekor kalajengking berukuran besar muncul begitu saja, si binatang dengan ekor penyengat cepat – cepat menggali sedalam mungkin supaya majikannya tak terkena longsoran salju. Ketika Di En menyadari datangnya bahaya dia segera menaiki pedangnya kemudian melesat ke udara.
Sementara disisi lain Lian dipanggil supaya mendekat oleh Hua Riyun, bersama Tie Mu dan Xue Yi keduanya berkumpul menjadi satu. Xue Yi meminta mereka jangan terlalu jauh darinya terus mengaktifkan jurus miliknya.
“Ice Magic – Snow Shell!”
Kumpulan es berkumpul mengelilingi keempatnya, dalam hitungan detik sosok masing – masing telah tidak terlihat. Lapisan pelindung berbentuk tempurung putih berdiri kokoh, sewaktu longsoran salju menghantamnya terjadi getaran hebat bagi para penghuninya.
“Sepertinya....” Hua Riyun membalas siaga.
“Pyuh.....syukurlah....”
“Snow Shell? Hmm....Saudari Xue?”
“Eh? I...iy....iya Senior?” muka Xue Yi memerah sebab terlalu dekat dengan wajah Bing Lian.
“Bolehkah aku mengunjungi Frozen Swan River suatu hari?” tanya Lian sopan.
“Huum, tentu. Jika bukan karena pertolonganmu mungkin aku sudah tidak disini, terima kasih juga telah membawakan jasad Seniorku. Ia merupakan salah satu keturunan dari Tetua sekte, Frozen Swan River bakal menjamu Senior sebaik – baiknya.....”
“Kalau begitu biarkan aku menemani—Aww!? Riyun!? Apa masalahmu!?“ desis Tie Mu memegangi rusuknya.
“Kita tau alasanmu dan Lian berbeda.....” Riyun balik menatapnya jijik.
“A....hahaha.....aku tak mengharapkan sambutan sebesar yang Saudari Xue bilang sih, namun terima kasih. Teknik elemen es milikmu luar biasa sekali.....”
Pujian Bing Lian membuat Xue Yi salah tingkah, tetapi Lian benar – benar tanpa ada maksud lain mengatakan hal barusan. Snow Shell merupakan salah satu jurus ciptaanya, tujuan mengapa dia mau berkunjung ke Frozen Swan River adalah demi membongkar misteri tentang cara mereka mempunyai Daoist Magic buatanya seperti Blizzard Beam serta Snow Snow Shell padahal dirinya belum pernah mengajarinya kepada siapapun sebelumnya.
BUMM...!!!
Kelompok Lian dan She Baoshi keluar berbarengan dari tumpukan salju, Di En telah menunggu mereka diatas Flying Sword miliknya. Kondisi Baoshi sudah lebih baik, nampaknya dia memulihkan luka akibat bertarung melawan Bing Lian selama berlindung tadi.
“Siapa kau sebenarnya? Taiyang Zi yang menyamar?”
“Kenapa tiba – tiba namaku dibawa – bawa.....?”
Suara tersebut mengagetkan semuanya kecuali Bing Lian, melalui salah satu sudut muncul rombongan Cultivator lain dipimpin seorang pemuda berambut agak kemerahan. Es sekitar badanya meleleh hanya bersentuhan dengan Qi miliknya. Ekspresi Di En maupun She Baoshi menegang.
“Ternyata disini ramai sekali, Bagaimana kabar kalian Saudara Di? Saudara She? Bahkan dua Twelve Cosmos Princess dan Devil Stick.....” Taiyang Zi melirik penuh rasa tertarik.
“Eh...Xiaoye?! Kemana saja kau!? Hahaha....” seru Di En langsung melupakan orang – orang disekitar.
“Senior Di?”
“Hmm....dirimu adalah.....?”
Lian tidak menghiraukan pertanyaan Taiyang Zi melainkan berfokus kepada reuni antara Di En bersama Tian Xiaoye, ia akhirnya mengetahui identitas gadis itu. Mata birunya kemudian menemukan Wu Kang, keduanya saling mengangguk kecil setuju bersikap tak saling mengenal.
“Kenapa kau datang kesini Taiyang Zi?” She Baoshi bertanya dingin.
“Harusnya aku yang protes, terjadi ledakan besar terus muncul asap beracun membumbung tinggi di udara. Kaukan pelakunya? Pertarunganmu menghadapi Di En menyebabkan longsor, tak bisakah kalian lebih santai sedikit?”
“Apa?! Jadi kau menyalahkanku atas—“
BUMM! BUMM! BUMM!
Mereka saling menatap bingung akibat getaran hebat di tanah seperti ada segerombolan gajah tengah berjalan menuju kemari. Saat masing – masing masih terdiam, Bing Lian melesat cepat. Taiyang Zi terkejut sebab Lian bergerak kearahnya.
Ia bersiap menyerang tapi ternyata pemuda tersebut cuma lewat saja, Tian Xiaoye juga terpaku melihat helaian rambut putih yang melintas. Ketika masih bertanya – tanya apa gerangan tujuan dari Lian, Wu Kang berteriak memperingati.
“Semuanya menghindar!”
WUSHH!!! SYUUU!!!
“Halo Senior Yin?” sapa Lian lembut sukses melaju gesit menggendong seorang gadis pada kedua tangannya.
“Lian?”
“Hehehe....sepertinya Senior membawa tamu penting.....”
ROAARRRRR!!!
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.