
WUSH! WUSH! WUSH!
“Apa kau pikir petualangan kita di Hoerju bakal menyenangkan?” tanya Yin Kiew tiba – tiba.
“Entahlah Senior, aku pun berharap demikian....” Lian menyahut santai.
“Hei hei hei!? Kalian berdua bicara apa? Ini ekspedisi penjelajahan besar – besaran dimensi lain, bukannya sebuah kunjungan karya wisata....hadeh....” tegur Yin Jiang menepuk jidatnya sendiri heran dengan sikap terlalu santai kedua murid sektenya itu.
Baiya Sang Cloud Ghost Crow terbang bak badai, jarak antara markas White Crow Sect dan kota Hoerju sebenarnya terbilang jauh. Sekte mereka terletak pada Lawless Land dekat Theotopia Empire dibagian utara Dataran Tengah, sementara Hoerju merupakan salah satu titik peradaban Cultivator perbatasan Sky Jewel Kingdom serta Egenyth Empire.
Kota tersebut adalah tempat persinggahan orang – orang sewaktu ingin menyebrangi kedua kerajaan besar barusan. Lima ratus tahun lalu Hoerju sudah berdiri, sehingga Bing Lian memperkirakan kalau sepertinya mereka mengalami perkembangan pesat. Mengingat ada beberapa sekte yang mendirikan markas sekitar sana.
Hoerju juga nampaknya akan menjadi kota Cultivator pertama bagi Lian dikehidupan barunya, mengingat Qiying, Hangshan, dan lain – lain hanyalah tempat tinggal manusia biasa pada umumnya meskipun banyak Cultivator berkeliaran.
“Lian’er?”
“Hmm? Iya Guru?”
“Aku tau sejujurnya agak terlambat tapi terimalah....”
SYU!!! CTAK!!!
Grand Elder melemparkan sesuatu kepadanya, Bing Lian gesit menangkapnya supaya tidak terjatuh kemudian menghilang. Mengingat kalau ketiganya berada puluhan kilometer diatas permukaan tanah, Lian memperhatikan benda panjang berkilau pemberian Yin Jiang penasaran.
“Seruling Giok?” gumamnya pelan.
“Benar, aku terkadang suka menyimak permainan serulingmu saat malam hari. Entah mengapa suasana King Crow Pavillion terasa lebih hidup.....”
“Tapi....kenapa Guru memberikannya padaku?”
“Anggap saja sebagai hadiah kelulusan.....latihan tertutup kita sebentar lagi usai.....” jawab Yin Jiang sedikit enggan tapi memang begitulah keadaannya.
“Bukankah sedikit terlalu cepat?”
“Kalian pikir ini salah siapa hah!?”
“Kalau hadiah untukku paman?” Yin Kiew meminta sambil menjulurkan tangan.
“Ehem!? Kiew’er? Tagih Ayahmu dong!—“
‘Baiya!?’
WOAAA!!!
Laju kencang Baiya segera terhenti medengar peringatan telepati Bing Lian, Lian memandangi rindangnya pepohonan dari atas punggung si gagak putih. Dia mengehela napas sebelum menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal, sesuai dugaanya. Hutan tersebut nyatanya masih ada.
‘Tuan?’
‘Sebaiknya kau tak melintasi langit diatas hutan ini....’
“Kenapa tiba – tiba berhenti Senior?” tanya Yin Jiang kepada Baiya.
“Guru? Kupikir kita harus melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat....”
“Eh? Memangnya—Ah....aku mengerti, baiklah mari segera mendarat.....”
Hoerju dikelilingi hutan dengan formasi sihir misterius yang menyebabkan para pengunjung tidak bisa melaluinya dari udara. Itulah mengapa lokasi ini diberi nama Air Crawler Phantom Forest, padahal dibagian dalam hutan sendiri banyak sekali terdapat Demonic Beast tingkat tinggi.
Jika memaksa, maka ada semacam sulur – sulur tanaman muncul kemudian menarik mereka ke tanah. Menurut Bing Lian pribadi, inilah alasan mengapa Hoerju mampu bertahan selama ratusan tahun bahkan sejak era dirinya sebagai Ice Emperor.
Yin Kiew kurang tau soal masalah itu terus bertanya, Lian senang hati menjelaskannya. Ketika Baiya akhirnya kembali menginjak bumi, Yin Jiang, Bing Lian, juga Yin Kiew melompat turun. Namun sang Cloud Ghost Crow tak langsung pergi.
Ia memastikan sekali lagi apakah Lian yakin tidak mau diantar sampai Hoerju, sebenarnya dengan kekuatannya. Baiya punya kesempatan menerobos Air Crowler Phantom Forest, tetapi tindakan tersebut akan menghabiskan banyak tenaga ditambah membahayakan penumpang diatasnya.
Sang gagak putih tak lupa mengingatkan agar Yin Jiang menjaga baik – baik dua anak itu atau dia bakal tau akibatnya. Grand Elder menelan ludah berat sebelum menyanggupi permintaan Baiya, usai si Spirit Beast telah menghilang. Yin Jiang mengajak Yin Kiew dan Lian bergegas.
Membutuhkan waktu sekitar setengah hari untuk mencapai Hoerju dari posisi mereka sekarang, Yin Jiang juga tidak punya keinginan menghabiskan malam di tengah hutan yang nampak angker tersebut. Baru hendak memasuki pepohonan rindang, terdengar suara seseorang bergumam sehingga menarik perhatian ketiganya.
“Hmm....sepertinya aku sudah melewati batu ini puluhan kali....”
“Saudara kecil? Kau membutuhkan bantuan?”
Dia tersentak kaget atas kemunculan rombongan White Crow Sect, sekal lihat Lian langsung mengenali seragam yang dikenakannya. Ingatan tentang pemuda botak ramah mengisi kepalanya sehingga tanpa sadar tersenyum.
Pria dihadapan mereka adalah biksu muda berpakaian kemerahan, badannya terlihat kurus tapi berotot. Menandakan kalau dirinya melatih fisiknya dengan giat, dia membawa semacam tongkat sepertinya kebanyakan penganut ajaran Buddhisme.
Setelah lebih tenang, ia memperkenalkan dirinya sebagai Wu Kang. Salah satu biksu muda didikan Pure Heart Temple. Wu Kang memberitahu ketiganya kalau dia tengah tersesat kemudian bertanya apakah mereka bisa membantunya.
“Memangnya tujuan Saudara Wu kemana?” celetuk Lian penasaran.
“Zoaqiu....”
“Zoaqiu? Ibu Kota Weadalia Empire?”
“Benar, berkenankah kalian memberitahu cara tercepat kesana?” Wu Kang bertanya antusias.
Yin Jiang, Yin Kiew, dan Lian saling bertukar pandang bingung kemudian menjelaskan kalau Wu Kang sepertinya salah arah. Mustahil dia mencapai Zoaqiu jika melewati jalannya sekarang, Wu Kang memiringkan kepala kebingungan.
“Tapi aku mengikuti arahan peta....”
“Apa Saudara tau sedang berada di mana?”
“Eee....”
“Air Crawler Phantom Forest, dekat Kota Hoerju. Perbatasan antara Sky Jewel Kingdom dan Egenyth Empire....”
“Hah? Bukannya Egenyth itu ke arah barat sedangkan Weadalia disebalik—EHHH!?”
Wu Kang tersungkur meratapi kekurangannya dalam membaca peta, memang sejak dulu ia agak bermasalah dalam hal ini. Bahkan saudara – saudaranya di Kuil beserta Seniornya cemas membiarkan Wu Kang berkelana akibat kebiasaan konyolnya tersebut.
Yin Jiang dan Yin Kiew tidak habis pikir kenapa Wu Kang dapat melenceng begitu jauh, sementara Lian berusaha keras menutup mulutnya supaya tawanya tak meledak. Soalnya tau persis mengapa biksu Pure Heart Temple mempunyai perangai demikian.
‘Itulah makanya dulu aku bilang kalimat ‘kemanapun kakiku membawaku melangkah’ itu akan membawa masalah hihihihi.....’
Bing Lian lalu bertanya siapa tau Wu Kang mempunyai misi lain di sekitar daerah tempatnya berada sekarang sehingga bisa menukarnya. Mata Wu Kang berbinar mendengar petunjuk Lian barusan, dia mengeluarkan sebuah gulungan tebal yang ketika dibuka panjangnya entah berapa meter.
“H...Hoe...Hoerju!? Ada!? Kau jenius Saudara Bing!” serunya gembira.
Benda tadi bernama Wisdom Scrolls, setiap biksu Pure Heart Temple diberi satu waktu melakukan perjalanan keluar kuil. Di dalamnya berisi ribuan tugas, mereka diharapkan melakukan seratus diantaranya sebelum kembali, bagaimana caranya dibuat? Sebenarnya Pure Heart Temple mempunyai sebuah pusaka hebat berkemampuan melihat kilasan masa depan.
Biasanya Mahaguru menuliskan kejadian – kejadian besar selama beberapa tahun kedepan supaya biksu – biksu muda itu mampu mengatasinya. Wu Kang berkata disana tertulis kalau dia diminta melakukan sesuatu tentang penjelajahan dimensi lain, Lian mengatakan kalau rombongan mereka juga punya alasan sama datang kemari lalu mengajak Wu Kang berangkat bersama. Tentu pemuda berkepala pelontos tersebut tidak menolak.
Sejak memasuki Air Crawler Phantom Forest, Yin Jiang maupun Yin Kiew terganggu oleh suara gumaman pelan Wu Kang. Hanya Bing Lian yang mengerti mengenai perbuatan si biksu, dia membentuk mantra tangan sebelum mengeluarkan Daoist Magic elemen es.
“Ice Magic – Winter Breath!”
WUSH!!! KRTAK!
“Saudara Bing!?”
“Saudara Wu kau boleh berhenti membaca sutra, tenang saja makhluk – makhluk jahat barusan sudah binasa....” ujar Lian menjentikan jari, suara bongkahan es pecah menyusul sebagai pertanda hancurnya tubuh Demonic Beast sekitar lokasi keempatnya berdiri.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.