
“Manajer Xin?! Anda sungguh berharap aku akan percaya apa yang dirimu ucapkan barusan?!” seorang pemuda berwajah tampan serta mengeluarkan aroma bunga melati pekat mengerutkan alisnya.
“Tuan Muda, seperti pernyataanku sebelumnya. Aku tak mau membayar lebih dari 500 Spirit Stone demi Demonic Core berasal usul tidak jelas” pria paruh baya berpakaian seragam emas membuang muka angkuh kemudian melangkahkan kaki menjauh.
“Oahh...kau pasti bercanda!?”
Xin Dai tetap berusaha terlihat tenang seolah tak perduli, dia merupakan kepala pimpinan Noble Treasure Shed cabang Hangshan. Beberapa saat lalu, salah satu pekerjannya mendatangi ruangan pribadi Xin Dai tuk menginformasikan tentang kemunculan remaja asing misterius.
Anak laki – laki tersebut ternyata ingin menjual sebuah Demonic Core seharga 4000 Spirit Stone, mengetahui jumlah cukup tinggi. Pengawai – pegawai Noble Treasure Shed sepakat memanggil Manajer Xin, supaya lebih mudah dalam bertransaksi.
Awalnya ia sangat enggan, tapi begitu melihat tamu itu mengenakan pakaian mewah sikapnya sedikit berubah. Dan ternyata ketika diperiksa, Core miliknya berasal dari Demonic Beast yang setara dengan Earth Foundation Peak – Stage. Hampir mencapai Core Formation, apalagi usianya sekitar 200 tahun.
Xin Dai terkejut bukan main namun sekuat tenaga menutupinya, bocah dihadapannya cuma Cultivator Forging Qi tingkat 8. Bagaimana mungkin memproleh barang sebagus ini? Pikirnya, meski penasaran juga was – was akan latar belakangnya. Xin Dai berpura – pura kalau Demonic Core itu kurang bagus, paling mahal hanya laku terjual 500 Spirit Stone.
Tentu si pemuda protes, karena melihat sendiri Demonic Beast pemilik Core tadi. Sayangnya ia agak kurang mampu meladeni Manajer Xin bersilat lidah, frustrasi karena tidak dihiraukan. Akhirnya dia turun tangga untuk meninggalkan Noble Treasure Shed sembari mengekor dibelakang Xin Dai, namun sebuah keributan di lantai satu menarik perhatian keduannya.
------><------
“Adik kecil, kupikir barang – barangmu tidak akan menarik bagi kami”
“Tolong diperiksa dahulu Senior”
“Hei bocah miskin!? Jika tak punya uang untuk belanja menyingkir sana! Jangan menghalangi jalan!” bentak seorang tamu.
“Hadeh....aku sedang mencoba agar pengunjung – pengunjung layaknya dirimu tidak dibodohi, kalian punya mata tapi tak dipakai tuk melihat. Kok kalian berkenan membeli benda berkualitas rendah dengan harga mahal?” Lian menepuk jidatnya heran.
“Hei!? Jaga mulutmu!” seru pegawai Noble Treasure Shed habis kesabaran.
“Ada apa ini?”
“Manajer Xin....”
Semua orang langsung memberi hormat kepada pria sepuh berpakaian menyilaukan, cukup meliriknya sekilas Lian tau kalau dirinya merupakan sosok yang bertanggung jawab juga memiliki otoritas tertinggi di Noble Treasure Shed cabang Hangshan.
Kesempatan emas menurut Bing Lian karena dia mampu membuka kedok busuk penjualan Tallisman tepat depan wajah sang Manajer sendiri. Tetapi tatapannya tiba – tiba terkunci kepada pemuda dekat si pria tua barusan, Lian mengenali seragam bergambar bunga teratai tersebut.
Para pekerja segera menjelaskan garis besar permasalahan kepada atasan mereka, Xin Dai mengelus jenggotnya sebentar lalu berjalan mendekati Lian. Ia cukup terkejut anak laki – laki itu nampak tidak gentar sedikitpun bertatap muka melawan jagoan Core Formation sepertinya, padahal jelas sekali kalau dia hanya seorang Forging Qi tingkat 5.
“Tuan Muda maaf atas ketidaksopanan anak buahku, kami tentu bersedia melihat barang – barangmu. Tapi boleh kutau siapa nama anda sebelumnya?” Xin Dai mencoba mempertahankan kepercayaan pengunjung sekitar yang tengah menonton.
“Senior terlalu sungkan, namaku Lian. Margaku Bing, aku hanya seorang Inner Disciple dari White Crow Sect” jawab Lian sopan.
Bisik – bisik mulai terdengar, sebutan White Crow Sect jelas punya pengaruh di kota Hangshan sebab beberapa kali murid mereka memang berkunjung ke sana. Sementara Xin Dai sendiri mengangkat sebelah alis mendengar ucapan Lian barusan, berdasarkan pengelihatannya. Manajer Xin menebak usia Lian kisaran sebelas sampai tiga belas tahun. Bagaimana caranya semuda itu telah mencapai posisi Inner Disciple?.
“Baiklah Tuan Bing, mari lihat kau bisa menawarkan apa”
“Aku mau memastikan terlebih dahulu, kalian sungguh menjual Tallisman ini seharga 50 Spirit Stone per lembar?”
“Benar”
“Mengapa?”
“Huh!? Bocah sepertimu tau apa mengenai pembuatan Tallisman? Ilmunya perlahan sudah dilupakan. Bahan pembuatannya sangat sulit didapat, harus menggunakan darah Demonic maupun Spirit Beast. Kertasnya pun dari tanaman khusus” nada Xin Dai bertambah tinggi akibat muak meladeni bocah tak sadar diri dihadapannya.
“Jika aku mampu menunjukan padamu Tallisman dengan kualitas lebih baik dari dagangan kalian namun cuma membutuhkan dana sebesar 1 Spirit Stone. Akankah kau berani membelinya diatas harga seharusnya?”
“Jangankan kubeli! Kuborong semuanya, kalau perlu 100 Spirit Stone per lembar”
CTAK!
“Sebaiknya kau pegang kata – katamu Manajer Xin, seluruh orang menjadi saksi” senyuman puas menghiasi wajah Lian, membuat Xin Dai merasa tidak nyaman.
Selesai menjentikkan jari, dia menyerahkan satu Tallisman berwarna kuning bercorak persis sama dengan dagangan Noble Treasure Shed yang terpajang sekitar situ. Sebelum melemparkan selembar lainnya secara asal.
“Yellow Tallisman Art; Lightning Strike!”
JDUAAR!!!! SRTTT!!! SRTTT!
Bing Lian mengaktifkan kertas sihir bahkan tanpa menoleh ke arah targetnya, bukan hanya boneka jerami sebagai alat peraga tersambar petir. Benda itu hancur tak bersisa, bahkan aliran listrik masih nampak jelas mengisi udara selama satu menit penuh.
“Sekarang ayo kita berbisnis” Lian menepuk – nepukan kedua telapak tangan untuk membersihkannya.
------><------
Para pengunjung melongo, Xin Dai sendiri tidak mampu berkata apa – apa. Dia buru – buru memeriksa Tallisman pemberian Lian, ada sesuatu yang aneh. Kemudian dirinya membandingkan dengan milik Noble Treasure Shed.
“K....ka....kau berusaha menipu ya!? Ini jelas berbeda, pasti bahannya lebih bagus dari Tallisman biasa!”
“Manajer Xin? Kau bicara apa? Ada yang bersedia meminjamkanku satu lembar kertas biasa”
“Silahkan....” pemuda berseragam bunga teratai maju menyodorkan pemintaan Lian.
“Terima kasih....”
Lian lalu mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan kental merah kehitaman, dia mencelupkan jarinya kesana terus mulai menggambar garis serta huruf tidak beraturan pada permukaan kertas putih kosong yang telah dipotongnya rapi. Waktu sudah jadi, benda tersebut melayang di udara.
Bing Lian menarik napas dalam – dalam sebelum membuat rangkaian mantra tangan rumit nan cepat, tidak satupun Cultivator penonton mampu mengikuti gerakannya. Selesai bentuk terakhir dibuat, kertas putih biasa itu perlahan berubah warna.
“Silahkan Senior” Lian mengembalikannya kepada pemuda sebelumnya.
“Aku?”
“Ya, tolong dicoba agar kita semua bisa melihatnya”
Walau sempat ragu, dia akhirnya setuju. Detik berikutnya hasil sama persis menimpa boneka jerami baru yang dikeluarkan pegawai Noble Treasure Shed. Aula lantai 1 segera heboh, terdengar makian – makian dilontarkan karena mereka berani menjual barang berkualitas rendah dengan harga sangat mahal begitu melihat kehebatan Tallisman ciptaan Lian.
“Kebetulan aku membawa 50 lembar, kau berencana memborongnya bukan? 5000 Spirit Stone”
“Tuan muda ini....mari bicarakan di ruanganku”
“Tentu Manajer Xin, kau tidak perlu berterima kasih padaku Senior. Silahkan jika dirimu ingin menghabiskan sumber daya demi Tallisman luar biasa milik Noble Treasure Shed” ujar Bing Lian melirik salah satu pengunjung yang sempat membentaknya sebelumnya.
“Permisi? Bolehkah aku meminta bantuanmu?” pemuda berpakaian corak bunga teratai menghampirinya sambil tersenyum.
“Hmm? Tentu Senior, selama bisa aku pasti berusaha menolong”
“Terima kasih Saudara Bing, perkenalkan namaku Hua Zhong. Salah satu murid sekte Heaven Flower Garden”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.