
Para Instruktur memberikan waktu kepada anggota – anggota baru White Crow Sect tuk menguasai ilmu meringankan tubuh masing – masing dalam jangka satu bulan. Setelah itu akan menilai bagaimana hasil akhir mereka nantinya.
Siapapun yang menunjukan peforma bagus maka diberikan sumber daya berupa Qi Gathering Pill sebanyak lima buah. Oleh karenanya Lian bersama Lu Xiulan dan Tan Minjie sering meluangkan diri latihan bertiga.
Teknik Blown Flower Petals mulai terlihat kehebatanya sedikit demi sedikit, walau catatan tentang hal tersebut masih salah. Lian memberikan arahan kepada Lu Xiulan sesuai ingatannya, pada tahap tertentu pengguna – pengguna teknik itu mempunyai kemampuan bergerak sangat cepat layaknya kelopak bunga tertiup angin badai.
Sedangkan Tan Minjie mengikuti saran Lian lalu mempelajari ilmu meringankan tubuh bernama Flash Crow Glide. Walau tak sehebat milik Xiulan, jika digunakan dengan baik serta tepat. Lian yakin Tan Minjie bisa menjadi Cultivator cukup disegani beberapa tahun ke depan.
Bukan hanya bermanfaat menambah laju seseorang, Flash Crow Glide ini lebih condong digunakan tuk bertarung akibat mengubah pergerakan si pemakai bertambah tajam dan sulit ditebak. Lian menyarankan kepada Minjie karena punya perasaan kalau bocah itu punya ketertarikan besar terhadap ilmu senjata terutama tombak.
Tepuk tangan meriah terdengar ketika kedua anak laki – laki ini melihat Lu Xiulan melompati satu per satu puncak pohon bambu dengan mudah nan luwes seakan tidak terpengaruh gravitasi sama sekali.
‘Saudari Hua pasti terperangah menyadari kemampuan gadis muda macam Xiulan memakai tekniknya’ Lian menyembunyikan senyum tipis dibalik lengan jubahnya.
Blown Flower Petals sesungguhnya memang dikhususkan bagi wanita sebab memiliki struktur tulang juga otot lebih lentur ketimbang laki – laki. Meski ada segilintir pria cukup berani mempelajarinya, namun percayalah kemampuan mereka tidak sampai setengah dari yang seharusnya.
Lian pernah membuat pemilik jurus itu hampir muntah darah saat mencobanya sekali, bukan cuma berhasil dengan baik. Tetapi ia pun memberi saran dan memperbaiki kekurangan – kekurangan dalam ilmu Blown Flower Petals.
Kasusnya memang sedikit unik, karena dikaruniai tubuh Eternal Reverse Yin Body. Sesudah hampir satu minggu belajar teknik masing – masing. Akhirnya Tan Minjie maupun Lu Xiulan mempertanyakan mengapa Lian terlihat begitu santai.
Keduanya bahkan baru sadar kalau mereka belum menyaksikan si bocah berambut putih mempraktikan ilmu meringankan tubuhnya. Sembari tertawa pelan Lian mendekati salah satu pohon bambu kemudian melompat tinggi.
Detik berikutnya mata Minjie juga Xiulan melebar tidak percaya sebab Lian mampu mendorong puncak batang tanaman tadi hingga menyentuh tanah menggunakan ujung kaki tanpa membuatnya patah. Bambu setinggi lima meter tersebut melengkung sempurna menandakan Lian benar – benar bisa mengatur sesuka hati berat badannya sendiri sesuai keinginan.
Yang tentu saja mempunyai tingkat kesulitan tinggi untuk anak – anak Forging Qi pada umumnya, terutama Cultivator baru. Lian memang ikut serta mengambil catatan – catatan dari perpustakaan sekte, tapi tak menyentuhnya sedikitpun dan lebih memilih ilmu meringankan tubuh dalam kepalanya.
Nama jurus yang Lian pakai sekarang adalah First Snow Step. Dia membuatnya sendiri dulu pada kehidupan pertamanya. Ketika masih bergelar Ice Emperor banyak sekali manual praktik, Daoist Magic elemen es, serta teknik – teknik lain ia ciptakan.
Dan ada kemungkinan masih tersebar juga dipelajari oleh para Cultivator di seluruh benua Huawai, sesuai namanya. First Snow Step ini menggambarkan seseorang tengah berusaha menangkap butiran salju pertama, gerakan jatuh embun beku tersebut lambat namun elegan. Tetapi saat mereka lengah dan menganggap kalau sudah berhasil menangkapnya, benda itu menghilang tidak berbekas karena mencair.
“Aku penasaran sejak pertama bertemu, tapi kenapa kau memanggil Lian dengan sebutan Saudara Bing?” celetuk Lu Xiulan tiba – tiba.
“Eh? Bukankah namamu memang Bing Lian?” Tan Minjie terkejut mendengar pertanyaan barusan.
“Ahaha....Saudara Tan aku hanya seorang masyarakat kelas bawah, tidak memiliki marga. Orang tuaku dulu sering memanggilku begitu karena aku lahir pada musim dingin panjang, jika Nona Lu keberatan anda cukup menyebut Lian saja bukan masalah bagiku” elak Lian fasih.
“A...aku....tidak bermaksud mengatakan hal buruk—menurutku panggilan itu sangat cocok untuk penampilanmu sekarang”
“Akupun setuju”
“Hehehe....terima kasih, kalian berdua baik sekali. Hah....mari berharap besok semuanya berjalan lancar”
------><------
Terserah mau memilih dengan cara apa, ada dua pilihan. Yaitu mendaki dengan keuntungan jarak lebih pendek namun harus melalui medan curam dan berbahaya, atau jalan memutar dimana lebih aman tapi konsekuensinya membutuhkan waktu lama karena jauh.
Menyadari ilmu meringankan tubuh miliknya mengandalkan kecepatan, Tan Minjie memilih untuk mengitari gunung sementara Bing Lian maupun Lu Xiulan memutuskan mendaki. Akhirnya mereka bertiga berpisah, sialnya ternyata si biang onar Chun Ah ikut melakukan hal sama.
Pilihan wajar saja menurut Lian mengingat jurus Chun Ah juga memiliki kualitas lumayan bagus, mau tidak mau keduanya harus rela satu jalan dengan orang menyebalkan. Tanpa menoleh pun Lian sudah merasakan niatan buruk, seringai jahat nampak jelas menghiasi wajah Chun Ah dan bisa disimpulkan kalau itu bukan pertanda baik.
Selesai memperingati Lu Xiulan supaya hati – hati, Lian mengambil posisi bersiap. Ketika tanda mulai dibunyikan, kelima puluh murid baru melesat ke berbagai arah. Chun Ah keheranan karena bukan saja dia gagal memperoleh posisi pertama tetapi juga meninggalkan peserta lain.
Xiulan perlahan semakin menjauh, jika dibiarkan tak ada lagi yang mampu menyusulnya. Sementara ia bertambah jengkel sebab Lian dapat mengimbangi kecepatannya. Tebing – tebing terjal dilewati dalam sekejap mata.
Sesudah mencapai puncak kemudian mulai menuruni gunung, Chun Ah jadi panik akibat belum nampak tanda – tanda dirinya punya kesempatan mengejar Lu Xiulan. Penuh hati – hati Chun Ah mengeluarkan sekantung merica dari balik jubahnya. Bersiap membidik gadis dihadapan.
SYU!!!
“Nona Lu? Awas ada laba – laba”
“Hah!? Mana!? Wawawawa!!!”
Peringatan Lian berhasil membuat Xiulan menunduk sehingga terhindar dari lemparan Chun Ah yang tanpa sengaja mengenai dahan pohon lentur terus berbalik arah. Sigap dia langsung menghindar.
“Hahaha hal bodoh macam itu tidak akan bisa meng—eh?”
KRAK!!!
Sang Putra Ketiga keluarga Chun kehilangan konsentrasi lalu membuat patah salah satu tempatnya berpijak. Seketika ia terjerembab jatuh ke tanah berlumpur, penuh amarah Chun Ah berusaha mengangkat wajahnya yang kotor.
“Dasar gadis breng—bububu!?“
“Ups!? Maaf, aku tak melihatmu”
Lian mendarat lembut diatas kepalanya sehingga menambah noda lumpur menghiasi sekujur tubuh Chun Ah. Lian terkekeh geli sebelum melesat menuju garis akhir tanpa hambatan berarti.
“Sialan!!!”
“BOSS!!!”
Lu Xiulan sukses menjadi nomor satu disusul oleh Tan Minjie diperingkat dua juga Bing Lian menempati posisi ketiga. Masing – masing berhak mendapat Qi Gathering Pill sebagai hadiah, dan membuat pandangan Intrusktur Gong terhadap Blown Flower Petals berubah seratus delapan puluh derajat.
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.