
“Aku sangat berterima kasih atas bantuan Saudara Bing, jika bukan karena dirimu aku yakin tua bangka itu pasti berulah dan tidak akan mau bertransaksi lebih jauh” Hua Zhong berdiri memberi hormat sekali lagi.
“Tak perlu sungkan Saudara Hua, memang seharusnya kita saling menolong satu sama lain” kata Lian cepat menanggapi dengan membalas salamnya.
Keduanya pergi menuju tempat makan yang dikabarkan memiliki hidangan mi lezat oleh penduduk Hangshin, tamu – tamu mulai memperhatikan mereka. Terutama para gadis, jarang – jarang bisa melihat pria tampan layaknya Bing Lian dan Hua Zhong di lokasi sama.
Beberapa Cultivator langsung mengenali seragam Heaven Flower Garden memilih mengalihkan pandangan, Hua Zhong mempersilahkan Lian memesan apapun. Dia mengajukan diri untuk membayar semuanya sebagai balas budi.
Lian tersenyum sopan lalu meminta dua porsi, satu ia makan disana. Dan sisanya rencananya mau diberikan kepada Xue Dong di penginapan, Hua Zhong sendiri mengejutkan pelayan ketika memilih lima varian rasa berukuran jumbo. Nampaknya nafsu makan pemuda ini lumayan mengesankan.
“Aku benar – benar membutuhkan Spirit Stone tadi kau tau....”
“Memangnya Saudara Hua hendak melakukan apa?”
“Hehehe....sebenarnya adikku berulang tahun sebentar lagi, aku ingin memberinya sebuah hadiah” Hua Zhong menjawab begitu selesai menghabiskan satu mangkuk besar mi.
“Wahhh....dia pasti senang sekali, Saudara Hua sungguh kakak yang baik” puji Lian menganggukan kepala.
“Ahh...Saudara Bing terlalu memuji, oh iya. Menurut penilaianku umur kalian hampir sama, lain kali jika ada kesempatan biar kupertemukan ya. Aku punya firasat kalian akan cocok, sejujurnya bakat miliknya jauh diatasku.....”
Hua Zhong mulai bercerita penuh antusias mengenai Hua Riyun, adiknya. Dari kata – kata Hua Zhong, Lian dapat menyimpulkan kalau Heaven Flower Garden berencana menjadikan mereka berdua sebagai Murid Suci beda generasi. Namun akibat jarak umur terlalu dekat, hal tersebut sulit direalisasikan.
Lian cukup tertarik mendengarnya, dari sudut pandang Bing Lian prospek Hua Zhong sebagai Cultivator cukup menjanjikan. Bakatnya tidak kalah dari Yin Kiew, kalau diberikan waktu berkembang. Bisa dipastikan dirinya akan menjadi salah satu sosok penting dunia Cultivator Benua Huawai.
Tetapi semisal Hua Riyun itu benar – benar punya potensi melebihi kakaknya, maka Bing Lian yakin sekali si anak perempuan adalah orang istimewa diantara para jenius. Bahkan mungkin kelak mengimbangi Hua Zhenya, Matriach sekte Heaven Flower Garden sekaligus wanita berjuluk Flower Empress.
‘Saudari Hua nampaknya mendapat keturunan – keturunan hebat’
“Cerita Saudara Hua membuatku juga berkeinginan bertemu dengannya....”
“Hahaha....namun sikap anak tersebut sedikit buruk, akibat ibu kami terlalu memanjakannya. Takutnya dia malah bertindak kurang ajar terhadap Saudara Bing”
“Hmm....mungkin lain kali kalau begitu”
“Tapi aku yakin Saudara Bing terpukau oleh kecantikannya” ucap Hua Zhong percaya diri.
“Entahlah.....” Lian menimpali sambil tersenyum tipis.
Mereka terus berbincang, masing – masing menikmati saat bertukar pikiran bahkan membahas masalah praktik. Hua Zhong berdecak kagum ketika Bing Lian menjelaskan detail alasan – alasan mengapa dirinya masih tersendat pada Forging Qi tingkat 8.
“Saudara Bing benar – benar membuka mataku, aku pikir dengan saranmu dalam kurun waktu sebulan nampaknya Forging Qi tingkat 10 bukan masalah”
“Senang mendengarnya, tapi sebaiknya jangan terlalu buru – buru. Pondasi tetap harus kuat karena jika tidak, Saudara Hua akan kesulitan nantinya. Bagaimanapun kesalahan macam itu sulit diubah”
“Hahaha mendengarnya dari anak yang lebih muda dariku sedikit memalukan, ngomong – ngomong aku penasaran caramu bisa mengetahui identitasku sebagai calon Murid Suci?”
Lian sudah menunggu kalimat barusan, ia tak merasa tersinggung. Justru aneh kalau Hua Zhong tidak mempertanyakan masalah ini, jelas sekali dia punya niatan menyembunyikan fakta tersebut. Ada seorang anak misterius yang membuka topengnya dengan mudah pasti menimbulkan kecurigaan.
“Alasan pertama, bakat Saudara Hua mengimbangi putri Patriach sekte kami.....”
“Sungguh? Siapa?” ujar Hua Zhong menaikan sebelah alis.
“Yin Kiew namanya....”
“Sang White Crow Princess!?”
“Eh....?”
Bing Lian cukup terkejut ketika Hua Zhong memberitahukan julukan Yin Kiew, ini kali pertamanya mengetahui soal panggilan tadi. Di seluruh Benua Huawai, ada Cultivator – Cultivator generasi muda penyandang gelar Princess dikarenakan kecantikan mereka. Tiba – tiba sesuatu menyebabkan ekspresi wajah Lian berubah, Hua Zhong menunjukan tanda – tanda yang sama.
“Lalu berikutnya karena kau bermarga Hua, apa hubunganmu dengan Matriach Heaven Flower Garden? Salah satu keturunannya?” Lian berusaha melanjutkan dan tetap terlihat tenang.
“Aku sempat berpikir kalau Saudara Hua cucunya....”
“Saudara Bing bergurau, Matriach kami mana memiliki keturunan”
“Hah? Kenapa?” kali ini Lian sungguh terkejut.
“Eh? Kau tidak tau? Flower Empress kan belum menikah”
“APA!?”
Lian bangkit dari tempat duduknya, dia kehilangan kendali untuk beberapa saat. Hua Zhong beserta pengunjung rumah makan itu menatapnya keheranan. Benar juga, Xue Dong memang menceritakan kepadanya tentang Twenty Supreme Entitites namun sama sekali tak menyinggung masalah keturunanan.
“Bukan hanya itu Saudara Bing, semua Kaisar Wanita masih melajang hingga sekarang....tapi tolong rahasiakan ya. Ini menjadi topik yang agak sensitif untuk mereka” Hua Zhong tersenyum canggung.
“T...ta...tapi mengapa? Harusnya umur kelimanya hampir mendekati seribu tahun!”
“Kau bertanya padaku pun sia – sia, kita berada di perahu sama Saudaraku”
“Haih...kepalaku jadi pening, bagaimana kalau kita selesaikan dalam waktu sepuluh menit?”
“Setuju”
SRAK! JLEB! CUR!!!
“KYAAAA!!!”
Teriakan histeris mulai terdengar ketika darah pertama menetes ke tanah, Bing Lian dan Hua Zhong sama – sama menyerang tepat menuju sebelah kepala masing – masing. Dua sosok berpakaian hitam tumbang bersimpah cairan merah kental.
Lian menembus tenggorokan salah penyerang menggunakan pedang miliknya, sementara Hua Zhong melakukan hal mirip tapi dengan semacam akar berduri yang keluar melalui telapak tangannya. Dalam sekejap mata, selusin Cultivator Forging Qi tingkat 8 hingga 10 mengepung keduanya.
Mereka mengenakan seragam sama, berbeda dari anggota sebelumnya. Orang – orang itu menyerang secara terbuka, tidak sama sekali menyembunyikan napsu membunuh. Apa lagi begitu melihat ada dua rekan yang sudah tergeletak tidak bernyawa.
“Aku sudah merasakan kita memang akan kedatangan tamu tidak diundang tapi cukup terkejut melihat ternyata sebanyak ini” Lian menghela napas.
“Maaf melibatkanmu Saudara Bing”
“Jika tadi salah satu tak mencoba menggorok leherku, sebenarnya kalau boleh jujur aku tidak mau ikut dalam masalah kalian. Jadi mengapa gerangan Saudara Hua diserang oleh sekte Hundred Nights Tower?”
Seketika tubuh musuh menjadi kaku, tak satupun mengira seorang bocah berusia sebelas tahun mengetahui asal usul masing – masing cuma sekali lirik. Tanpa menunggu lebih lama, pemimpinnya memberi tanda untuk menyerang.
“Aku berhutang penjelasan padamu, tenang saja. Aku tidak akan membiarkan Saudara Bing terluka”
“Saudara Hua tak perlu khawatir, aku mampu melindungi diri”
“Heh?”
Benar saja, detik berikutnya pertarungan mulai terjadi. Kemampuan Lian begitu lihai sampai menyulitkan enam penyerang yang semuanya memiliki praktik diatasnya, Hua Zhong melihat hal itu menjadi takjub. Karena tau dulu sewaktu dirinya seumuran Lian belum tentu mampu melakukan hal sama.
Para pengunjung tempat makan tersebut sudah berlarian meninggalkan lokasi agar tidak terluka, Hua Zhong menghadapi jumlah persis dengan Bing Lian. Namun nampak lebih kepayahan, satu per satu lawan mulai tumbang oleh ayunan pedang si bocah berambut putih. Ketika pertarungan hampir mencapai puncak, tekanan Qi luar biasa menggetarkan tanah.
“Dasar sampah tak berguna! Melawan dua anak Forging Qi saja kalian tidak becus!”
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.