The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 52 - Merampok ala Bing Lian



“Slurrpp....ahh....hari – hari tenang macam begini jarang sekali terjadi”



“Jarang dengkulmu!?”


PLAK!


“Hei!?”


Lian melemparkan sebuah kerikil tepat mengenai kepala Tan Minjie yang sedang menikmati tehnya, Bing Lian menghela napas dan melanjutkan memijat – memijat lengan kanannya, rasa ngilu masih terkadang muncul akibat efek samping pertarungannya melawan Yang Wei sebelumnya.


“Kalau jarang, praktikmu tidak mungkin berkembang selambat sekarang”


“Tapi aku tak tertinggal jauh oleh Xiulan kok”


SREGG!!!


“Kenapa membawa – bawa namaku sih?” Xiulan datang sembari mengangkat sebuah ember berisi air hangat untuk Lian.


“Terima kasih”


“Huum, sama – sama”


“Eh? Xiulan?” panggil Bing Lian hati – hati.


“Hmm? Apa?”


“Kau marah lagi karena aku memberi izin mereka—“


“Bukan! Pikirkan lagi dasar bodoh!”


BUAKH!!!


“Aihhh....dia itu kenapa?”


“Kau sungguh tidak tau alasan kenapa Lu Xiulan kesal?” Tan Minjie melirik sahabatnya keheranan.


Sekitar dua puluh empat jam lalu, ketika akhirnya perwakilan Legendary Sword Valley meminta maaf atas perbuatan mereka. Bing Lian membuat keputusan mengejutkan dengan mempersilahkan ketiganya bermalam di Snow Feather Dormitory selama seleksi berlangsung.


Fan Li tentu sedikit bingung akan perubahan sikap Lian, pada dasarnya dirinya memang bukanlah orang yang suka membuat masalah juga lawan. Kebanyakan musuh Lian pada kehidupan pertamanya tercipta karena sering mengusik halayak ramai atau mengganggu ketertiban publik.


Namun jika lawannya sudah menyerah dan meminta maaf tanpa ada niat terselubung Bing Lian juga enggan memperpanjang masalah. Lagi pula ia tidak mau membuat White Crow Sect memulai perang antar sekte. Meski sedikit ragu, Fan Li diyakinkan oleh Liao Mei saat gadis tersebut mengingatkan bagaimana Lian melindunginya dari tusukan Flying Sword Yang Wei. Ekspresi Fan Li makin mengkerut mendengar telepati kiriman Yang Wei.


‘Tetua....sebaiknya kau memiliki penjelasan bagus soal ini!?’


‘Yang Wei? Apa kau bodoh? Tak bisakah dirimu menyadari tengah menghadapi sosok penting bagi White Crow Sect?’


‘Apa maksudmu Tetua?’


‘Anak ini istimewa, dia mempunyai Spirit Root satu elemen. Asal tau saja.....sejak kau mengacau, ada beberapa Divine Sense mengawasi kita, dan percayalah aku pastikan kekuatan masing – masing jauh diatasku’


Tubuh Yang Wei menegang mendengarnya, alasan tadi jugalah yang membuat Fan Li segera mengambil tindakan menghentikan pertarungan. Sebenarnya bisa lebih awal tetapi ia penasaran mau melihat ilmu pedang Lian yang nampaknya tidak asing.


Kejadian tersebut sempat menyebabkan Fan Li berpikir, apa anak laki – laki bernama Bing Lian ini posisinya lebih diutamakan dari pada Yin Kiew. Mengingat jumlah Divine Sense penjaga asrama bukan pada angka main – main.


‘Yang Wei? Perhatikan pedangmu....’


‘Hmm....? Kenap—!!!’


Mata Yang Wei melebar menyadari retakan setipis rambut menghiasi bilah senjatanya, seharusnya tenaganya jauh diatas Lian sehingga hanya ada satu penjelasan. Kualitas pedang milik musuhnya lebih baik, padahal jelas hadiah kakeknya itu merupakan Spirit Tool Earth Low – Tier.


Hal yang dilewatkan Yang Wei adalah dia tidak tau kalau Last Iron termasuk jenis paling kuat meski pada tingkatan sama. Semua terbukti dari cara penciptaan pedang tersebut yang mengorbankan seribu pusaka lain baru ditempa.


Tentu pemberian khusus Noble Treasure Shed bukanlah tandingan harta simpanan Legendary Sword Valley, Yang Wei menggigit bibirnya putus asa. Bagaimanapun ia harus menerima hasil akhir semuanya.


‘Ugh....iya – iya aku mengerti Tetua, lepaskan aku’


Sesudah Yang Wei tenang, barulah Fan Li melepasnya. Dia bersama Liao Mei bangkit berdiri dan meminta maaf kepada semuanya bahkan ke Bing Lian juga Lu Xiulan, Sang Holy Son Legendary Sword Valley memuji kecantikan Xiulan sembari menyesali atas tindakan kurang sopannya sebelumnya.


Lu Xiulan cuma mengangguk tanpa mengatakan apapun sambil bersembunyi dibalik punggung Lian. Yang Wei tersenyum kecut, sepertinya persentase keberhasilan cintanya diterima menyentuh angka nol persen. Saat mereka hendak pamit, Bing Lian tiba – tiba menyeletuk.


“Jika kalian mau sebenarnya boleh saja menginap disini, lagi pula kami masih memiliki kamar kosong”


EHHHH!!!??


“Junior Bing? Kau tidak sedang bercanda bukan?” tanya Fan Li menaikan sebelah alisnya bingung.


“Tentu, tetapi tidak gratis. Kami juga bisa menyediakan makanan tiga kali sehari dan rasanya menyamai penginapan mahal, kalau kalian tanya aku”


“Lian’er? Mereka tamu, biar sekte yang membayarmu bagaimana?” Instruktur Gong berusaha menawar.


“Aku menolak! Mereka berteduh di bangunannya, bukan tanah White Crow Sect. Kalau bersikeras silahkan menempati bawah pohon sekitar gunung ini, lagi pula aku tak berniat mengambil sepeserpun Spirit Stone dari sekte....”


“Baiklah – baiklah kami mengerti, tidak apa Saudara Gong. Berapa yang kau inginkan?”


“100 Spirit Stone per malam” kata Bing Lian tersenyum penuh kemenangan.


“Sera—K...ka...kau mau merampok hah!?“ Yang Wei kehilangan kesabarannya.


“Hmm...200 Spirit Stone kalau begitu....”


“Naikan lagi dan aku akan—“


“Ini, 1000 Spirit Stone”


Semua menoleh ke arah Liao Mei saat gadis tersebut melemparkan Spatial Bag kepada Lian, setelah memeriksanya. Ekspresi senang jelas sekali menghiasi wajah Bing Lian, sementara itu Tan Minjie menepuk tangannya keras layaknya orang tercerahkan akan sesuatu.


“Terima kasih Mei’er, nanti aku ganti ketika pulang”


“Hah!? Apa maksud kalian? Tetua Fan dan Senior Yang silahkan gunakan tabungan masing – masing, aku hanya membayar bagianku sendiri! Enak saja!” protes Liao Mei ketus.


“Apa!? Tapi kau mengeluarkan seribu Spirit—“


“Siapa bilang kita tinggal di White Crow Sect cuma satu hari?”


Mulut Fan Li maupun Yang Wei menganga lebar setelah Liao Mei membuang mukanya dari mereka, Lian maju menuju hadapan keduanya dengan tangan mengulur. Dua laki – laki tersebut menghela napas panjang sebelum menyerahkan Spirit Stone berjumlah sama.


Selesai menerima uang muka, Bing Lian meminta beberapa penghuni mengantarkan ketiga tamu ke tiap kamar mereka dan menyiapkan makanan sebagai pengganjal perut. Instruktur Gong menggeleng – gelengkan kepala melihat tingkah kepala asrama Snow Feather Dormtory itu.


Lian juga berpesan agar si pria tua menyampaikan hal barusan kepada tamu yang datang terlambat serta ingin bermalam di tempat lebih baik. Bing Lian memberikan Instruktur Gong 100 Spirit Stone sebagai bayaran atas bantuannya sehingga diapun setuju.


Sementara sisanya Lian rencana kasikan pada Lu Xiulan, tetapi si anak perempuan menolaknya. Tan Minjie yang melihat peluang emas langsung hendak merebut Spatial Bag barusan namun segera membeku saat Last Iron ditodongkan kearahnya.


“Jangan konyol, masukan ke tabungan asrama. Jika sampai ada kurang satu Spirit Stone saja maka aku akan memotong—“


“SIAP BOSS!!!”


Begitulah selama hari – hari selanjutnya Snow Feather Dormitory kedatangan wajah – wajah baru, tapi ada hal menganggu pikiran Lian. Sikap Xiulan jadi sedikit dingin terhadapnya tanpa dirnya tau alasan gadis tersebut bersikap begitu.



Padahal semuanya bermula karena Lu Xiulan sempat memergoki Liao Mei berkali – kali mencuri pandang kearah Bing Lian tiap semua orang sedang berkumpul di meja makan. Dua hari kemudian seleksi Legacy Disciple White Crow Sect pun dimulai.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.