The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 7 - Dunia Bawah



Lian yang awal mulanya merasakan kekosongan dan tubuh yang begitu ringan perlahan mulai padat kembali, waktu membuka mata. Sebuah tempat berpenarangan obor menyambutnya, ia baru sadar sedang berada pada posisi duduk bersila.


Setelah diperhatikan lebih seksama, Lian menyadari kalau lokasinya sekarang adalah semacam gua berlangit – langit rendah. Dia pun bangkit terus memeriksa sekujur badannya, sebelah alisnya segera terangkat pertanda heran.


“Hmm....? Di mana ini? Luka – lukaku sudah menghilang.....”


Terdiamlah Bing Lian sebentar berusaha mengingat – ingat kejadian terakhir dibenaknya, sekitar sepuluh menit berlalu sebelum dirinya menjentikkan jari. Kemudian memastikan keberadaan barang – barangnya.


“Ahh....sepertinya benar, aku sudah mati.....tapi itu masih belum menjelaskan—“


WUSH!


“Bing Lian....”


“Hmm?”


Panggilan serak tadi membuat Lian cepat menoleh, dua sosok berjubah hitam muncul entah dari mana layaknya angin malam. Mereka mengenakan tudung jubah sehingga wajah masing – masing tak nampak, namun aura ruangan berubah berat seketika sejak kemunculan keduanya dan membuat Lian lebih waspada.



“Selamat datang di Dunia Bawah”


“Ahh....Alam Dunia Bawah rupanya.....” Lian menganggukan kepala mulai memahami situasi.


“Yang Mulia Raja Dunia Bawah meminta dirimu menghadap, ikuti kami”


Orang – orang misterius tersebut melangkah ke salah satu sudut, tanpa alasan jelas. Sebuah jalan terbuka. Semacam lorong panjang berpencahayaan remang – remang, Bing Lian menarik napas dalam – dalam sebelum menyusul suara langkah dua sosok itu.


“Hei? Apa kalian adalah para Malaikat Penjaga Dunia Bawah?” tanya Lian akhirnya setelah berjalan cukup lama. Kesunyian menghampiri, ketika dia mengira tidak mendapat jawaban. Salah satu menyahut pelan.


“Benar....”


“Ahahaha....kalau begitu kelihatannya aku akan dimasukan ke dalam Neraka....”


Lian menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal, ingatan tentang banyak nyawa melayang akibat perbuatannya semasa hidup terlintas. Setiap pembunuhan tersebut membekas pada dirinya, seperti kertas putih berteteskan tinta hitam pekat.


Terutama saat menghancurkan sekte – sekte penyerang Seoris Kingdom, waktu itu tak ada belas kasihan sedikitpun ditunjukan olehnya. Tidak perduli perempuan, orang tua, dan anak – anak. Semua ia habisi tanpa terkecuali.


KRIET....


Derit pintu terbuka menyadarkan Bing Lian dari lamunannya, para Malaikat Penjaga Dunia Bawah mempersilahkan dia untuk masuk. Pemandangan di dalam membuat alisnya terangkat tuk kesekian kalinya, ada tatanan meja tinggi bak pengadilan menghiasi tempat tersebut.


Seorang berpakaian serba putih dengan penutup wajah berwarna sama duduk tenang dibaliknya seolah menunggu kedatangan tersangka. Lian menghadap kemudian segera memberi salam dan bertekuk lutut tanpa diminta.


“Wahai Bing Lian.....” suara menggelegar bak guntur memenuhi ruangan.


“Hamba menghadap Yang Mulia....” Lian menyahut lembut seruan Sang Raja Dunia Bawah.


“Kau dipanggil kemari untuk menerima nasip atas segala perbuatanmu di dunia....”


“Dimengerti”


“Setelah mempertimbangkan banyak hal, berkat jasamu menghapuskan penderitaan banyak orang – orang generasi berikutnya. Langit memutuskan.....memberimu kesempatan kembali hidup di dunia....”


“Eh???”


Lian mengerjapkan mata beberapa kali seolah berusaha menyerap informasi aneh barusan, meyakinkan diri kalau ia tak salah dengar. Penasaran akhirnya dia bertanya demi memastikan pendengarannya tidak bermasalah.


“Begitulah yang tetulis di sini....”


“Tunggu! Tunggu! Tunggu sebentar! Bukankah setelah mati aku seharusnya menuju Surga atau Neraka? Kenapa malah dikirim kembali ke Dunia?”


“Kalau bisa....kami berdua ingin kau menerimanya Lian’er”


“Ayah? Guru?”


Mao Peng dan Hao Ren entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Lian, mereka terlihat jauh lebih muda dari ingatan miliknya. Mask Sage bersama Demon King tersenyum hangat melihat pemuda hebat dihadapannya, seorang murid serta anak kebanggaan masing – masing.



“Tapi aku mau beristirahat, lagi pula sekarang bentrok antara Manusia melawan Demon telah berakhir. Aku lelah sekali dan malah berniat dikirim kembali?”


“Lian’er, coba kau lihat sisi positifnya. Langit memberimu kesempatan kedua karena pada kehidupan sebelumnya aku mengatur hidupmu layaknya boneka, hampir tak ada keputusan yang dirimu ambil berasal dari kehendak pribadimu” jelas Mao Peng.


“Masalahnya aku—“


“Ugh....”


“Juga....” kedua pria itu melirik Raja Dunia Bawah penuh arti.


“Sedikit informasi tambahan, Bing Lian kau akan dilahirkan kembali bersamaan dengan wanita yang pernah kau cintai”


Ekspresi Lian berubah, sorot matanya jadi tajam. Dia mulai menggigit bibir bagian bawahnya untuk menunjukan perasaan frustrasi. Hao Ren maju kemudian menepuk pundaknya.


“Pergilah, kalian berjodoh. Kali ini mungkin berhasil.....kau tau maksudku....”


“Guru.....ahh....baiklah – baiklah kalian menang, tapi bisakah aku meminta sesuatu kepadamu?”


“Apa itu?” Raja Dunia bawah menyadari tatapannya.


“Tolong hapuskan semua ingatanku dari kehidupan sebelumnya”


EH!?


“Lian’er kau yakin? Dirimu telah mencapai puncak kultivasi, semua itu akan mempermudahmu untuk mencapainya kembali” tegur Mao Peng heran.


“Ayah....sejujurnya aku tidak punya niat menjadi Cultivator lagi pada kehidupan berikutnya, jika kalian berdua menginginkan aku menjalani hari – hari sesuai kehendakku. Kupikir keputusan ini adalah pilihan terbaik”


“Namun—“


Hao Ren mengangkat tangan meminta si Demon King berhenti, walau terlihat enggan akhirnya Mao Peng tidak berkomentar lebih jauh. Bing Lian masih menunggu jawaban dari Raja Dunia Bawah.


“Bagaimana?”


“Begini, karena kau mencapai Deva Realm pada kehidupan sebelumnya. Semua ingatan tersebut tak dapat dihapuskan sebab mereka telah melekat dan terserap ke dalam jiwamu. Tapi jika kau masih bersikeras....kami dapat menyegelnya”


“Kupikir itu sudah lebih dari cukup, terima kasih” Lian memberi hormat.


“Tetapi ada satu ketentuan, segel akan langsung terbuka jika kau kembali menjadi Cultivator....”


Selesai melakukan beberapa prosedur tertentu, Bing Lian diperintahkan memasuki portal berwarna keunguan. Dia menoleh ke tempat dimana Mao Peng juga Hao Ren berdiri tuk terakhir kali sebelum menghilang.


“Dasar bocah keras kepala, untunglah ia setuju”


“Huum, kau benar”


“Mao Peng, permintaanmu telah dipenuhi. Hukuman yang dikurangi setengah akibat memungut kemudian membesarkan Bing Lian kembali seperti semula. Dua ratus ribu tahun di Neraka”


“Hihihi....dimengerti”


Salah satu Malaikat Penjaga merantai leher Mao Peng lalu menyeretnya pergi, pria itu cuma tertawa santai seperti memang tak perduli.


“Sampai jumpa Ren, aku duluan hehehe”


“Jaga dirimu”


“Hao Ren, permintaanmu sudah dipenuhi. Dengan demikian langit memotong waktumu berada di Surga selama seratus ribu tahun tahun”


“Aku terima”


BAMMM!!!


------><------


“Paduka! Paduka! Lapor Paduka, Guardian Pearl milik sekte telah retak” seorang kasim mendatangi Raja dengan pakaian seperti warna giok.


Terjadi sebuah fenomena alam aneh, beberapa Cultivator hebat mengadahkan kepala. Awan – awan nampak berputar mengelilingi Benua Huawai. Pusaran asap putih tersebut membentuk pemandangan menakjubkan sekaligus mengerikan. Orang – orang biasa mulai mengira para Dewa murka sehingga cepat – cepat berdoa memohon ampun.


“Ini....”


“Langit bergejolak? Sepertinya terjadi suatu hal besar.....”


“Kelahiran seorang jenius baru....”


Pada sebuah lembah terpencil, di salah satu pondok reyot berjarak lumayan jauh dari desa. Terdapat perayaan kecil penuh suka cita, sepasang petani tua akhirnya memperoleh keturunan setelah penantian selama tujuh puluh tahun. Seorang putra sehat yang memiliki harapan hidup begitu besar.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.