
PROK! PROK! PROK!
“Selamat telah naik ke Forging Qi tingkat 4”
Bing Lian memberikan tepuk tangan kepada Lu Xiulan dan Tan Minjie atas pencapaian mereka, ketiganya sekarang tengah duduk bersama menikmati beberapa hidangan makanan. Tak jauh dari sana Yin Kiew terlihat memperhatikan semua melalui pintu kamarnya.
“Ehem?! Aku heran mengapa kalian malah merayakannya di sini” gerutunya walau tanpa ada nada jengkel.
“Oh ayolah Senior jangan merusak suasana, kemarilah ikut menikmati hidangan bareng kami” Tan Minjie menyahut santai.
“Huh!? Kalau Lian tidak selalu menjadikan kolam itu sebagai tempat meditasi aku juga malas datang” balas Lu Xiulan ketus.
“Sudah – sudah....”
Memang terdapat semacam aliran air dekat bekas hunian Lian yang sekarang menjadi kediaman Yin Kiew di Snow Feather Dormitory, ia dulu sering menghabiskan waktu duduk pada batu besar disana sambil melatih pernapasannya.
Sudah hampir satu bulan terlewat sejak Yin Kiew menetap bersama mereka, para penghuni asrama telah mulai menerima keberadaan sang putri Patriach. Apa lagi kondisi bangunan Snow Feather Dormitory selesai diperbaiki bahkan nampak lebih megah dari sebelumnya. Semua berkat kerja keras Yin Kiew mengerjakan berbagai misi.
Walaupun begitu, anak – anak tetap merasa segan terhadap gadis tersebut. Cuma Bing Lian, Tan Minjie, dan Lu Xiulan saja yang biasa berani jadi lawan bicaranya. Hubungan keempatnya semakin erat seiring berjalannya waktu.
Lian sendiri saat ini berhasil mencapai puncak Forging Qi tingkat 5, dia sengaja meminta Tan Minjie serta Lu Xiulan menemuinya supaya dapat memeriksa Spirit Root masing – masing agar mampu menyarankan keduanya mengambil Daoist Magic jenis apa di perpustakaan sekte. Mengingat Instruktur Gong mulai memaksa karena cukup kagum atas kecepatan praktik mereka.
“Kalian berdua benar – benar berbakat, bisa dibilang termasuk jenius lho”
“Eh?”
“Saudara Tan maupun Xiulan sama – sama memiliki Spirit Root dua elemen”
Perkataan Bing Lian tadi bukan dilebih – lebihkan, sejak awal ia memang menyadari kedua temannya ini mempunyai masa depan cerah sebagai Cultivator, Spirit Root Tan Minjie mengandung unsur petir juga air. Sedangkan Lu Xiulan tidak kalah mengerikan, elemen api dan kayu membuat potensinya mempelajari Alchemist sungguh menjanjikan.
Ekspresi senang nampak menghiasi wajah mereka mendengar penjelasan Lian, sementara Yin Kiew menaikan sebelah alis. Meski terhitung berada di generasi sama dengan ketiganya, menurutnya pribadi langit sangat menyanyangi White Crow Sect sampai memunculkan murid – murid luar biasa ini.
“Aku sudah menulis beberapa sihir yang kupikir berguna, Minjie sebaiknya dirimu mulai menabung tuk membeli Spirit Tool demi meningkatkan kemampuan tombakmu”
“Terima kasih” ujar keduanya menerima catatan dari Lian.
“Bagaimana denganmu Senior? Apa kau tak mau memberitahu kami elemen Spirit Root milikmu?” Tan Minjie melirik penasaran.
“Heh? Aku tidak punya kewajiban memberitahu kalian....” Yin Kiew membalas sambil menyeruput teh dihadapannya.
“Bakat Nona Yin hampir sama dengan Saudara Tan maupun Xiulan, angin dan besi kalau dugaanku benar. Benar – benar seakan dilahirkan untuk menjadi ahli pedang—“
“Pffth....!? Uhuk! Uhuk!”
Yin Kiew meniup minumannya sangat keras sampai gelasnya kering kerontang mendengar perkataan Lian barusan. Dia segera bangkit lalu mendekati bocah tersebut sembari mengacungkan jari dengan mulut terbata – bata.
“K...ka...kau....kok....”
“Ahahaha maaf sedikit lancang, sebenarnya aku sempat memeriksa Senior ketika selesai bertukar pemahaman pedang waktu itu”
Yin Kiew memasang wajah cemberut karena merasa dicurangi meski Bing Lian sudah meminta maaf, akhirnya ia menuntut Lian memberitahukan emelen Spirit Root miliknya. Awalnya Lian sedikit ragu, namun setelah dipikir – pikir cepat atau lambat mereka pasti akan tau.
“Mmm....aku hanya mempunyai Spirit Root satu elemen, makanya aku membentuk Ice Dantian dalam tubuhku”
“APA?!!!”
Yin Kiew menelan ludah, Tan Minjie dan Lu Xiulan mungkin belum sepaham Yin Kiew tentang Spirit Root tetapi cukup dari responya saja mereka bisa tau kalau bakat Lian sepertinya beberapa kali lipat diatas ketiganya.
“Aku mohon supaya Senior Yin merahasiakan hal ini” Lian menggaruk – garuk kepala canggung.
‘Jika aku lengah sedikit....bisa – bisa posisi Murid Suci akan jatuh padanya....’
“Tenang Senior, aku tidak mengincarnya kok”
“BERHENTI MEMBACA PIKIRANKU!” seru Yin Kiew kesal sampai hendak mencekiknya.
Senda gurau mulai terdengar, suara perbincangan keempatnya mengalir bak air. Ditengah semua hal itu tiba – tiba Tan Minjie menyadari sebuah potongan bambu kecil pada pangkuan Lian, iapun menanyakan untuk apa benda tersebut.
“Ahh ini? Aku ingin membuat sebuah seruling”
“Kau bisa memainkannya?” Yin Kiew sedikit tertarik.
“Hmm? Aku juga baru tau” timpal Lu Xiulan sama – sama penasaran.
“Hehehe....sedikit.....”
Lian perlahan melubangi beberapa kali bilah bambu, mencoba mengetes suaranya sebentar sebelum berjalan ke batu besar favoritnya. Dia menarik napas dalam – dalam kemudian meniup penuh perasaan, bahkan mengalirkan Qi murni kedalamnya.
Alunan nada indah memenuhi udara, Tan Minjie, Lu Xiulan, dan Yin Kiew menutup mata mereka. Tubuh masing – masing terasa bertenaga setelah Bing Lian bermain alat musik tadi. Secara tak langsung bunyi serulingnya menyebar menuju segala arah wilayah White Crow Sect.
Lagu yang sekarang dilantunkan sudah lama sekali tidak dimainkan oleh penciptanya, Sang Tone Empress menghapus catatan akan semua itu sejak menghilangnya Lian. Sehingga pengetahuan mengenai hal ini cuma diketahui keduanya. Secara mengejutkan sesosok makhluk kuat terbangun begitu suara seruling Lian mencapai telinganya.
------><------
Keesokan harinya Lian bersama anak – anak Outer Disciple dan Inner Disciple dibawa ke salah satu titik dataran tinggi White Crow Sect dimana tempat sekte membiarkan Spirit Beast maupun Demonic Beast berkeliaran.
Tujuan mereka adalah supaya tempat tersebut dapat digunakan untuk melatih generasi – generasi muda. Namun ada keanehan terjadi, dari baru memasuki hutan belum nampak satupun binatang magis disekitar situ.
Saat tiba pada bukit botak letak seharusnya Demonic King Beast berada, hanya hembusan angin yang menyambut. Para Instruktur ikut dibuat bingung menanggapi kejanggalan itu, Lu Xiulan bertanya kepada Lian mengapa dirinya terus menatap langit.
Bing Lian tersenyum tipis diam seribu bahasa, jawaban atas rasa penasaran Xiulan terjawab detik berikutnya. Sebuah bayangan raksasa menutup seluruh bukit dan membuat hampir semua orang memekik kaget.
Seekor binatang terbang diatas mereka, bentangan sayapnya menutupi sinar matahari. Sepuh – sepuh segera menenangkan kelompok murid karena mengenali hewan apa itu. Tetapi kebingungan mengapa dia keluar.
Tanda tanya semakin besar ketika masing – masing Insturktur tidak menemukan siapapun menunggangi burung tersebut. Seekor gagak putih dengan semacam liontin pada lehernya mendarat, menyebabkan tiupan angin kencang menyapu wajah semua orang, banyak mulai kesulitan bernapas sebab makhluk ini memancarkan kekuatan Nascent Soul Great-Cirle Stage.
“Salam kepada—“
Ucapan Instruktur Gong diabaikan begitu saja, sang hewan suci bergerak menuju satu arah. Matanya akhirnya menemukan apa yang dia cari. Bocah berambut putih serta pupil berwarna biru menatapnya hangat tanpa ada rasa takut.
‘Tuan....’
‘Lama tidak bertemu, siapa sangka isi telur Cloud Ghost Crow waktu itu telah tumbuh besar sekali’
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.