The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 36 - Buah Busuk



“Hah....hah....hah....” napas Chi Tu terengah – engah seakan telah berlari sepanjang sepuluh kilometer, wajahnya dipenuhi darah, keringat, dan air mata.


“Mmm....tidak mau menjawab?” Lian memiringkan kepala.


“Bunuh aku....hiks.....”


“Begitu ya....”


Bing Lian menghentakan tangan, sebuah pil berwarna kemerahan menggelinding dari balik lengan jubahnya. Dengan satu sentilan jempol, benda tersebut melesat masuk ke mulut Chi Tu, seketika pendarahanya berhenti.


Sang Ketua Swift Panther Gang bingung menyadari hilangnya rasa perih pada sekujur tubuhnya, namun tatapan dingin anak laki – laki pembawa pedang kayu dihadapannya menimbulkan firasat buruk. Ia merasa layaknya seekor anak kucing terkunci di kandang bersama singa lapar.


Saat baru mengerti apa yang hendak dilakukan Lian selanjutnya, Chi Tu kembali menjerit minta ampun lalu berusaha melarikan diri. Tak kuasa menonton ketua yang sangat mereka hormati dalam kondisi mengenaskan, tiga orang anggota perampok mengendap – endap sebelum mengayunkan golok tepat menuju leher Bing Lian.


“JANGAN!!!”


TRANG!!!


Suasana berubah sunyi, ketiga Swift Panther Gang barusan melotot kepada gagang senjata pada tangan masing – masing. Tanpa disangka – sangka bukannya berhasil memenggal Lian, malah benda tajam milik mereka patah seperti ranting pohon tua.


Chi Tu mengumpat serta mengutuk kebodohan anak buahnya atas tindakan itu dalam hati, Lian akhirnya mengalihkan pandangan sembari mengusap tengkuknya nampak sedikit heran. “Hmm....apa – apaan? Nyamuk?”.


Sejak menguasai salah satu bentuk Four Form of Guardian Deities yaitu Tortoise Shell, meski cuma 20 persen dari kemampuan asli. Tubuh Lian tak dapat dilukai oleh pusaka maksimal Profound Tier, bahkan sewaktu penguasaan mencapai tahap sempurna juga mencapai Forging Qi tingkat 15. Spirit Tool Heaven Low – Tier sekalipun sulit menembus kulitnya.


Nampak bagian keras layaknya cangkang kura – kura mendadak timbul melapisi leher Lian, ketiga penyerang menjatuhkan sisa gagang goloknya kemudian bergerak mundur penuh rasa ketakutan.


“Iblis...!!! Waaa!!! Lari...!!!”


Melirik sebentar, Bing Lian menemukan semacam kerikil berukuran sedang dekat tempatnya berdiri. Dia mengangkat benda tersebut menggunakan kaki dan menendangnya sekeras mungkin. Suara memekakan telinga terdengar, batu tersebut pecah menjadi tiga bagian terus menembus kepala para korban dengan sangat akurat.


“Itu harusnya bernilai seratus poin, kau setuju?” celetuk Lian sehingga membuat seluruh bulu kuduk Chi Tu berdiri tegak, ia kira dirinya sudah bebas.


GLEK!


“Baiklah mari kita lanjutkan, sampai mana tadi?”


Sembari bersiul, Lian mengarahkan ujung pedang kayu ke tiap inci tubuh Chi Tu seakan menimang – nimang harus memotong bagian yang mana. Akhirnya gerakan Bing Lian berhenti tepat dihadapan bagian bawah pusar Chi Tu.


“Tuan Muda.....aku mohon belas kasih—“


“Kudengar kabar dari Kota Qiying banyak gadis hilang setelah melewati hutan, sepertinya itu benar adanya....”


“Biar saya jelas—“


“Pernahkah kau berpikir berapa masa depan mereka yang hancur karenamu? Kau tidak membutuhkan ini”


JLEB!


“AKHHH.....HUHUHUAA.....”


“Sealamat jalan” bisik Lian dingin kemudian merobek leher Sang Ketua Swift Panther Gang.


“Waaa.....setan....!!!” sisa perampok berlarian kesana kemari dengan wajah pucat pasi.


“Ohh ohh....saatnya babak bonus dimulai, hei....! Tunggu ahahaha....”


------><------


Ia membiarkan pengawal – pengawal lain melewatinya terlebih dahulu, Para Cultivator itu tentu penasaran alasan Xue Dong melakukan hal barusan sehingga bertanya. Salah satu kusir kereta pun ikut dalam percakapan.


Mereka mengira Xue Dong merasakan suatu yang janggal seorang diri, memang kapasitasnya terlihat paling meyakinkan diantara anggota – anggota penjaga rombongan. Si pemuda cuma menggeleng demi menenangkan lalu bilang ingin mengawasi tiap sisi barisan.


Sesampainya pada bagian terbelakang, dia menemui Lian sedang asyik menghitung jumlah awan. Sedikit kesal jugan ingin iseng, Xue Dong meyodok kepala si bocah berambut putih berbekal ranting pohon dan menyebabkan Lian terlonjak kaget.


“Waa!? Ahh....Senior Xue? Kau memerlukan bantuanku?”


“Jangan melamun saat bekerja” peringatnya pura – pura geram.


“Ahaha....maaf, aku sedikit terbawa suasana”


“Dasar....ngomong – ngomong, apa kau mencium semacam aroma terbakar?”


“Heh? Kurasa tidak, tapi hidungku sebenarnya memang agak tersumbat semalam. Namun kalau yang lain juga tak membauinya kupikir itu hanya dalam kepala Senior saja atau siapa tau senior lapar?” Lian menjulurkan satu buah apel.


“Ehh....aku pun sempat menduga begitu, baiklah lakukan tugasmu sebaik mungkin. Kita hampir sampai”


“Aye-aye”


Sesaat setelah Xue Dong membalikan tubuh, Lian membuat mantra tangan. Sebuah membran tipis transparan pelapis rombongan meredup sebentar menandakan kalau jurus telah diperbaharui, dia menghela napas dan melihat ke satu arah.


“Peka juga, lumayan – lumayan....”


Lian baru menyelesaikan kegiatannya membasmi Swift Panther Gang, supaya tak menyebabkan penyakit. Bing Lian menciptakan lubang besar terus membakar semua mayat anggota perampok bengis tersebut.


Setibanya di markas, ia bertemu beberapa tahanan wanita. Lian mengatakan kebenaran tentang apa yang menimpa gerombolan Chi Tu. Mereka tentu terkejut bukan main namun tidak langsung percaya. Waktu pangkal golok miliknya diperlihatkan orang – orang ini mulai menerima kenyataan.


Lian menyuruh semua pulang menuju tempat asal serta dipersilahkan mengambil harta Swift Panther Gang tuk memulai hidup baru. Kebanyakan dari mereka berencana pergi ke Qiying dan Hangshan. Begitu seluruh tahanan meninggalkan lokasi, Bing Lian membakar perkemahan itu.



Akibat tindakannya, aura kematian maupun haus darah Lian bertambah pekat berkali – kali lipat jika bukan karena punya kemampuan menyimbukannya. Pasti seisi rombongan telah muntah, perlahan akhirnya Lian merebahkan badan.


“Apa keputusanku membunuh sudah tepat? Haruskah orang – orang seperti mereka diberi kesempatan kedua? Huh! Pertanyaan bodoh, sama seperti mempertahankan sebiji buah busuk pada sebatang pohon. Cuma akan memberi pengaruh buruk ke sekitarnya....”



“......”


“......”


“Ah!? Iya dasar idiot! Benar juga! Kenapa aku tidak mengambil Spirit Tool berbentuk golok barusan kemudian menjualnya di Noble Treasure Shed demi beberapa Spirit Stone!? Sial....ceroboh benar, inilah mengapa aku sebaiknya mempunyai bendahara keuangan. Apa sebaiknya aku mencari istri dengan ciri – ciri begitu ya.....” gerutu Lian terduduk sembari menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.


Penghujung hari, gerbang kota Hangshan perlahan nampak. Senyuman memenuhi wajah para pedagang karena bisa selamat sampai tujuan, para pengawal juga senang tidak ada hal membahayakan nyawa selama perjalanan.


Hangshan memiliki ukuran jauh lebih besar dari Qiying, klien mengajak mereka semua menuju penginapan untuk beristirahat dan makan malam merayakan kesuksesan misi. Saat asyik menikmati suasana, mata Lian menemukan bangunan super megah.


Banyak sekali individu – individu berlalu lalang pada titik tersebut, kebanyakan adalah Cultivator. Penampilan Noble Treasure Shed cabang Hangshan memang kualitasnya diatas milik Qiying. Ketika lewat Bing Lian berjanji dalam hati akan mampir sebelum pulang ke Wihite Crow Sect.


Pesta berlangsung meriah, semua tertawa penuh suka cita. Hidangan beserta arak terbaik penginapan langsung diborong sampai tak bersisa. Lian unduri diri terlebih dahulu, berencana meninggalkan pesan untuk Xue Dong besok pagi karena tau pasti seniornya itu akan mabuk berat malam ini.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.