The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 42 - On Time



JDUAR!!! WUSH!!! KRETAK!!! KRETAKK!!!


Angin kencang nan sejuk berhembus mendinginkan hampir segala sudut kota Hangshan, banyak orang terkjeut akibat fenomena tiba – tiba tersebut. Bahkan air mancur balai kota ikut membeku seketika, menciptakan bongkahan es berbentuk indah.


Tanah pun bergetar dibuatnya, para penduduk mulai mencari asal dari semua itu. Tentu yang paling terkena dampak adalah individu – individu dekat lokasi kejadian, Hua Zhong bersama anggota – anggota Hundred Nights Tower terdorong mundur sekitar dua puluh langkah akibat hantaman teknik Lian.


Kabut bercampur dengan asap menutupi pandangan tiap penonton, membuat jantung mereka berpacu lebih cepat. Saat kondisi telah stabil, siluet seseorang nampak tengah memegangi salah satu lengannya.


Ternyata itu Gu Yinying, setengah bagian tubuhnya membeku. Jelas raut kesakitan serta murka menghiasi wajahnya. Tak jauh dari sana Bing Lian berdiri tenang masih menatapnya dingin, keadaan dirinya juga kurang baik namun tidak seburuk Gu Yinying.


Asgard Palm merupakan satu tahapan diantara banyak langkah lainnya jurus Ice Lotus Holy Palm andalan Lian pada kehidupan pertamanya sebagai Ice Emperor. Saat berada dipuncak dunia Cultivator Huawai, cukup satu serangan dapat membunuh semua lawan yang memiliki praktik dibawah Nascent Soul.


Tetapi hal tersebut dulu, sekarang ia masih seorang Forging Qi tingkat 5. Lian perlahan merasakan efek samping memakai teknik es kuat barusan, untungnya tak mengamcam nyawa sama sekali. Cuma perlu istirahat sebentar saja maka kondisinya akan segera pulih layaknya sedia kala.


“Saudara Bing? Bagaimana keadaanmu?” Hua Zhong buru – buru mendekat.


“Lumayan, tapi gawat jika mereka menyerang lagi. Berikan aku waktu beberapa menit tuk bernapas dan lihat bagaimana semua ini akan berakhir”


Si murid Heaven Flower Garden menganggukan kepala mengerti, cukup sekali lihat dia bisa menyadari kalau Bing Lian belum mampu menggerakan seincipun anggota tubuhnya. Para Cultivator Hundred Nights Tower juga tidak diam, keenamnya bergerak cepat menolong Gu Yinying.


“Ketua!”


“Jangan perdulikan aku! Serang mereka selagi si bocah berambut putih masih bermasalah, bunuh dia sekarang atau kelak dirinya pergi mendatangi Hundred Nights Tower untuk menuntut balas!”


“Namun anda—“


“BERHENTI MEMBANTAH!!!” Gu Yinying meledak kesal.


Tanpa punya pilihan, mereka mencabut senjata siap tempur. Sementara Gu Yinying mengeluarkan api dari telapak tangannya demi melelehkan sebagian badannya yang membeku, Hua Zhong berdiri gagah melindungi Lian. Meski berbakat, pertarungan enam lawan satu tetap merepotkan.


“Wood Magic – Guardian Flower!”


Hua Zhong membentuk mantra tangan lalu menghentakannya ke tanah, dua bunga berwarna cerah juga berukuran jumbo tumbuh dengan kecepatan mengerikan. Pelan – pelan kelopak keduanya membuka lebar menunjukan barisan gigi – gigi tajam, aroma harum memenuhi jalanan kota Hangshan.



Langkah para murid Hundred Nights Tower menjadi ragu – ragu melihat keganasan dua bunga tersebut mengatup – ngatupkan mulutnya. Tetapi kondisi keenamnya saat ini layaknya terjebak diantara mulut harimau dan buaya, jika mundur sekarang bisa dipastikan Gu Yinying yang akan menghabisi mereka.


Pertarungan sekali lagi pecah, Hua Zhong beradu kekuatan penuh keberanian melawan enam anggota Hundred Nights Tower, tiga menit pertama ia berdiri kokoh. Ketika masuk menit kelima, mukanya dipenuhi keringat. Menandakan kalau Hua Zhong kepayahan serta staminanya sedikt lagi habis.


“Selesai! Huahahaha menyingkir kalian! Biar kuhabisi mereka!” teriak Gu Yinying senang sebelum melesat bak kilat, es pada tubuhnya sudah cair semua.


“Saudara Hua!” Lian menggapai pundak Hua Zhong sambil menggertakan gigi, dia butuh sedikit tambahan waktu lagi supaya dapat bergerak kembali. Namun ternyata semua itu tidak diperlukan.


BRUAK!!!


“OEK!?”


Baru saja Gu Yinying ingin mencabik – cabik Hua Zhong, sesuatu menghantamnya kuat dari langit. Bumi bergetar seakan – akan sebuah batu berat jatuh ke tanah, seorang pria paruh baya berpakaian persis seperti Hua Zhong berdiri diatas tubuh bersimbah darah sang Earth Foundation Late – Stage.


“Jangan bermimpi menyentuhnya sehelai rambut sekalipun....”


------><------


“PAMAN!?” Hua Zhong berseru antusias serta wajah sumeringah, akhirnya dia dapat bernapas lega.


“Hahaha....paman tau kalau aku adalah orang yang tidak sabaran”


WAAA!!!


“Hoi? Hoi? Hoi? Tunggu dulu, kalian pikir mau kemana hah?”


JDUK!


Sisa kelompok Hundred Nights Tower langsung berusaha melarikan diri begitu melihat kedatangan pria barusan. Ia menghentakan kakinya pelan, keluarlah sulur – sulur tanaman dari tanah mengejar kemanapun mereka pergi kemudian menyeret masing – masing kehadapan laki – laki itu.



Keenamnya berusaha melepaskan ikatan tersebut tetapi semakin keras mencoba maka bertambah kuat pula jeratannya. Bing Lian telah mampu kembali tuk bergerak, Hua Zhong kemudian menyeretnya agar berkenalan dengan penjaganya.


Dia bernama Hua Wu, salah satu saudara ibunya. Posisi beliau cukup tinggi di Heaven Flower Garden karena hal itu, Lian memberi hormat penuh sopan santun. Menyebabkan Hua Wu tersenyum senang sebelum mengajak keduanya pergi dari sana. Dia memancarkan Qi sembari berteriak lantang.


“Jika ada yang masih gatal ingin bertarung, biar kuladeni kalian”


Cukup sampai disana, semua Cultivator bergegas pergi. Sebab kekuatan Hua Wu jelas sekali bisa dirasakan pada Nascent Soul Early – Stage, musuhnya di Kota Hangshan bahkan hanya bisa dihitung menggunakan jari satu tangan saja atau sekuat para Crow Feather Elder milik White Crow Sect.


Hua Wu menghubungi beberapa anggota sekte untuk membawa para penyerang menuju Heaven Flower Garden supaya dapat diadili, sedangkan tubuh tak beryawa Gu Yinying langsung dibakar ditempat.


Ketiganya lalu mengunjungi restoran terbaik di Hangshan, Hua Zhong menceritakan semua sejadian secara rinci kepada Hua Wu mulai dari keberhasilannya menjual Demonic Core yang ternyata didapat oleh Hua Wu sampai percobaan pembunuhan oleh Hundred Nights Tower.


Lian hanya menanggapi sambil mengangguk – anggukan kepala, Hua Wu terkejut ketika Hua Zhong menceritakan pengguna teknik Asgard Palm adalah Bing Lian. Karena salah satu penyebab dirinya sadar ada sesuatu tidak beres dan harus segera kembali ke kota adalah angin dingin hasil jurus elemen es tersebut.


Hua Wu ingin membalas semua kebaikan Lian menggunakan Spirit Stone, tapi segera ditolak sesopan mungkin. Bukan karena dia tidak butuh, tapi Hua Zhong juga melindunginya saat tak bisa menggerakan tubuh sebelumnya.


“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, Heaven Flower Garden akan selalu mengingat jasamu Junior Bing”


“Sama – sama Senior, anda terlalu sungkan’


“Baiklah Saudaraku, kupikir waktunya kita berpisah. Aku berharap bisa bertemu lagi secepatnya”


“Huum jika langit berkehendak, jaga dirimu baik – baik Saudara Hua”


“Pasti! Kau juga!”


Hua Wu berpesan kepada Hua Zhong agar keduanya meninggalkan Hangshan secepat mungkin, mengingat siapa tau masih ada kelompok lain yang bersembunyi tuk mencelekai mereka. Dalam perjalanan Hua Wu memuji keponakannya itu.


“Nampaknya Tuan Muda menemukan sahabat hebat, bagus membangun relasi sejak sekarang dengannya”


“Ahaha tentu, tapi kenapa tiba – tiba paman membicarakannya?”


“Hehehe....dia punya potensi luar biasa, bahkan sepertinya diatas Nona Riyun. Aku mau melihat jadi seperti apa dirinya beberapa tahun lagi” Hua Wu tertawa keras sehingga membuat Hua Zhong menaikan sebelah alisnya.


Dilain sisi Bing Lian langsung tertidur pulas sesampainya di penginapan, kemudian baru bangun keesokan paginya saat Xue Dong bilang kereta kuda mereka telah siap. Keduanya berangkat kembali menuju White Crow Sect pagi – pagi buta.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.