The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 97 - Duet Maut



Usai kepergian si biksu, giliran Hua Riyun yang datang untuk mengabari kalau Heaven Flower Garden juga meninggalkan Hoerju sore itu. Lian membicarakan banyak topik dengannya sebelum menitipkan salam tuk Hua Zhong. Alhasil dia harus menerima sepakan keras Riyun ditambah ujaran kekesalannya.


“Mengapa kau malah lebih perduli kepada kakakku!?”


Terakhir, secara kebetulan hari kepulangan perwakilan White Crow Sect dan Twin Sword Mountain ternyata bersamaan sehingga kedua kelompok bertemu dekat gerbang kota. Tian Xiaoye mengenali Lian kemudian menyapanya, mengakibatkan Tetua Yang terkejut bukan main cucu Patriach mampu mengingat wajah orang lain.


Akhirnya dia meminta penjelasan Di En, namun pemuda tersebut sama tidak mengertinya. Di En cuma tau kalau mereka bersama beberapa waktu saat dirinya pergi mengeruk sumber daya Ruang Harta, kedatangan Baiya menandakan saatnya berpisah. Bing Lian memberi hormat sebagai ucapan pamit.


“Lian?!”


“Hmm....?”


“Kemana aku harus pergi ketika ingin bertemu denganmu....?” tanya Xiaoye pelan.


“Tidak perlu, kau tinggal memanggil dan aku segera datang....”


“Eh? Bagaimana caranya?”


“Huum....mari lihat, bisa aku tau kapan dirimu lahir Saudari Tian?” Lian mengelus dagunya


“Malam pertama bulan keduabelas.....”


“Hehehe....kita lahir di hari yang sama tapi aku ketika pagi, jadinya....kau harus mengucapkan Lian’gege oke? Sampai jumpa....”


WUSH....!!!


Tiupan angin menyebabkan rambut Xiaoye berantakan sesudah Lian berbalik terus menaiki punggung Baiya, pandangan Tian Xiaoye terpaku hampir sepuluh menit padahal sosok para anggota White Crow Sect telah tidak terlihat lagi sejak lama.


“Lian’gege....?” bisiknya pelan, Xiaoye terlambat menyadari pipinya dibasahi air mata. Dia buru – buru mengusapnya sembari bergumam heran kenapa akhir – akhir ini sering bersikap demikian.


Yang Xuefeng memperhatikan kejadian barusan kemudian menyikut pelan pemuda disampingnya, Di En tersentak sebelum menoleh kebingungan. Dari ekspresinya Yang Xuefeng dapat menyimpulkan kalau perasaan Di En sekarang campur aduk.


“En’er....? Kupikir sebaiknya kau secepat mungkin mengungkapkannya....”


“Apa maksud Tetua?”


“Anak White Crow Sect itu berpotensi menjadi saingan terberatmu mendapatkan hati Xiaoye”


“Mustahil Junior Tian tertarik kepadanya” Di En membalas sedikit ketus.


“Hihihi....sungguh? Bukankah melihat Tian Xiaoye mampu mengingat wajahnya cukup sebagai pertanda bahaya bagimu?” gelak Yang Xuefeng dan segera memanggil cucu Patriach mereka karena Spirit Boat sekte telah datang menjemput.



Diatas kendaraan ajaib berbentuk kapal melayang tersebut Di En termenung lama bahkan saat Tian Xiaoye mengajaknya bicara sekalipun, dia nampak seperti orang yang mempertimbangkan suatu hal besar. Xiaoye berpikir dirinya akan mengganggu sang senior terus memutuskan untuk menjauh.


------><------


“Hmm? Salju? Di bulan segini?”


Seorang wanita cantik bertubuh ramping menghentikan gerakan mengikat rambutnya akibat sebuah butiran putih melintas didepan matanya. Ketika menoleh ternyata memang ada salju menghiasi bagian pundak jubah biru miliknya, entah mengapa muncul sosok kenalan lama menghiasai pikirannya.


“Kenapa? Kau sakit?”


HUG....


Lamunanya terpecah disebabkan pelukan hangat dari belakang, perempuan tadi tersenyum menatap suaminya. Mereka tak beranjak dari posisi itu beberapa waktu, akhirnya ia melepaskan genggaman tangannya sambil menggeleng.


“Tidak, aku cuma teringat hal konyol....”


“Fokuslah, kita mempunyai misi yang harus dilakukan....”


CUP...!


Si pria berbusana ungu mengecup dahi istrinya lalu melanjutkan persiapan, dikejauhan terlihat semacam benteng berukuran besar. Rangkaian formasi sihir disekitarnya seolah menandakan jika tempat ini bukanlah lokasi sembarangan, masing – masing meregangkan badan supaya tak kaku.


“Four Guardian Stronghold ya....?”


“Menarik, menurut informasi Noble Treasure Shed. Mereka secara misterius naik sangat cepat menjadi sekte bintang 10, apa menurutmu kita mampu meratakannya hanya semalam?”


“Selama kita berdua bekerja sama kupikir tidak lebih sulit dari membalikkan telapak tangan....”


“Hehehe....”



SYUU...!!! JDASH!!!


Keduanya melesat bersamaan meninggalkan hembusan angin kencang juga awan debu dibelakang, suara lonceng bahaya pertanda serangan sampai ke telinga mereka. Perlahan pelindung transparan naik hendak menutup jalan masuk menuju Four Guardian Stronghold.


SRRTTT....!!!


“Thunder Grand Magic – Starling Confidential Feathers!”


JDUAARRR!!! PRANK!!!


Layaknya lima peluru petir, jurus tadi menghantam dinding formasi sihir hingga hancur berkeping – keping. Menyadari daerah terluarnya ditembus begitu mudah, anggota Four Guardian Stronghold menembaki anak panah, Daoist Magic, juga tallisman demi menghambat laju keduanya namun tidak memberikan pengaruh berarti.


“Earth Grand Magic – Rumble Buffalo Wave....”


Sang laki – laki maju mengambil inisiatif melindungi, dia menginjak tanah cukup kuat terus menyebabkan lapisan permukaannya naik seperti gelombang pasang air laut menahan seluruh serangan yang diarahkan pada mereka.


Detik selanjutnya teknik itu menabrak tembok terluar benteng, mengakibatkan tujuh puluh persennya rubuh seketika. Teriakan perang Cultivator – Cultivator barisan pertahanan awal Four Guardian Stronghold menggema di udara.


Tetapi cuma sekejap, suara yang terdengar berikutnya adalah bunyi darah dan tulang remuk. Nampak pembantaian satu sisi benar – benar terjadi, keduanya bukan tandingan bagi orang berpraktik dibawah Nascent Soul Great Circle – Stage.


“Lightning Gods Movement....”


“Bull Rock Armor....”


SRAT! SRET! SROT! BUAKHH!!! KRAAKKK!


“Mustahil....”


“Lari....!? Mereka adalah Ji Niu dan Tian Mulan sungguh—“


SROK!


Belum sempat salah seorang Tetua menyelesaikan kalimatnya, wanita yang bernama Mulan menggorok lehernya cuma satu kedipan mata. Satu jam pertarungan dimulai, Four Guardian Stronghold hancur menyisakan satu bangunan tempat pemimpin sekte berada.


Tian Mulan berjalan santai sembari menyentuhkan ujung pedang ke tanah, ukiran keemasan burung jalak pada bilah senjatanya tertutupi cairan merah segar. Ji Niu mengikuti sang istri dari belakang bersiap jika ada serangan tiba – tiba.


Sekelompok sosok memancarkan aura kuat keluar menghadap, memang Four Guardian Stronghold dikenal memiliki empat orang Patriach yang kekuasaanya terbilang setara. Meski berusaha terlihat tenang, wajah para orang tua ini tetap pucat bak susu basi.


“Sebuah kehormatan bagi kami menyambut pasangan Cultivator terkuat, Lightning Starling beserta Rock Bufall—“


“Tidak perlu basa – basi, kami berdua datang untuk mengambil kepala kalian....” Mulan menguap malas.


“Senior Ji? Senior Tian? Seingatku Four Guardian Stronghold tak mempunyai masalah dengan kalian, bisakah kita bicara baik – ba—“


“Terlambat, kau mau bernegosiasi sesudah sektemu rata sedemikian rupa?” tanya Ji Niu mengangkat sebelah alisnya.


“Ugh....brengsek! Kalianlah yang memaksa! Kuharap kalian tidak menyesalinya! Four Holy Statue!” keempatnya menyatukan tangan berbarengan, muncul patung – patung berukuran raksasa mengelilingi Tian Mulan dan Ji Niu.


“Tian Clan Secret Technique; Thunder Grand Magic – Skies Queen....”


“Earth Grand Magic – Gu Moong Imitation.....”


JDUAARRRR!!!


------><------


“Ahh....aku rada kecewa....ekspekstasiku terlalu tinggi karena mendengar mereka merupakan sekte bintang 10....” Mulan bergumam usai terbang meninggalkan puing – puing bekas Four Guardian Stronghold.


“Hehehe....kamu berharap apa?”


“Yahhh....sedikit hibur—“


“Berhenti, kau merasakannya?” tahan Ji Niu mengangkat tangan.


Energi Qi kuat mengakibatkan badan masing – masing bergidik, keduanya saling bertukar pandangan sebelum pergi mencari sumber datangnya. Sesampainya disana Tian Mulan dan Ji Niu terpaku, terdapat sekitar seribu Cultivator berpraktik Nascent Soul tengah mendirikan tenda dibawan panji yang sama.


“War Puppet Houses?”


Beberapa saat kemudian, datang satu orang menyapa terus berkata kalau Patriach ingin menemui mereka. Keduanya setuju lalu diantarkan menuju tenda milik Kun Lei sang Yarn Emperor, Lightning Starling juga Rock Buffalo tau walaupun berjumlah sedikit. Kekuatan tempur pasukan ini jauh diatas sekte yang mereka hancurkan tadi, bahkan bertarung dua lawan satu menghadapi Kun Lei saja pasti merepotkan tuk mereka mengingat kemampuan utama anggota Empeperor Alliance Sect tersebut.


“Saudari Tian? Saudara Ji? Lama tidak berjumpa....” Kun Lei memberi salam ramah.


“Senior Kun? Maaf jika sedikit lancang, tapi anda hendak berperang kemana?”


Author Note :


Ganti yg kemarin.....


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakars a.com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.