
“Dari dulu aku tidak bisa berhenti bergidik merasakan aura gelap ini....” celetuk Lian berjalan mengitari pedang hitam tersebut.
“Bisa kau bayangkan aku didekatnya dua puluh empat jam selama lima ratus tahun?” Baixian menghela napas.
“Pilihanmu sudah tepat memutuskan untuk menjaganya...kalau jatuh ke tangan yang salah mungkin....”
“Akan berbahaya....”
Continental Eater dapat dibilang sama dengan Hell Stick, keduanya merupakan senjata ciptaan ras Demon. Mereka mempunyai kecendrungan menanamkan semacam jiwa kedalam Spirit Tool masing – masing, semakin jahat penghuninya maka kekuatanya juga bertambah tinggi.
Jika dibandingkan secara garis besar, Continental Eater beribu – ribu kali lipat diatas Hell Stick mengingat entah berapa juta nyawa diambilnya sejak diciptakan. Kalau semisal ada orang bermental lemah memegangnya sedetik saja, ia langsung mati kemudian kendali tubuhnya diambil alih oleh pedang terkutuk itu.
Bing Lian mengetahui satu – satunya alasan mengapa Benua Huawai tak binasa akibat Continental Eater adalah berkat Mao Peng mampu menjinakkannya. Selaing sang Demon King, sekuat apapun dirinya paling cuma bertahan setengah tahun sebelum kepribadiannya ditelan bulat – bulat.
“Hmm?”
Lian terpaku beberapa saat lalu cepat – cepat berjongkok, setelah diperhatikan baik – baik tepat di lokasi pedang hitam tadi tertancap terdapat benda kecil melingkar. Cincin ini mempunyai ukiran rumit yang hanya bisa dibaca individu – individu tertentu, para Cultivator menyebutnya Divine Word.
Pendekar – pendekar hebat zaman dahulu terkadang memakainya untuk menulis Manual Praktik atau Daoist Magic luar biasa agar penerus mereka hanya anak – anak terpilih, Bing Lian sendiri menguasainya ketika masih sangat muda karena buku – buku Ayah angkatnya memang memakai huruf tersebut.
“Galaxy Ring milikku?!”
“Ahh.....iya aku lupa memberitahumu, salah satu tertancap disana sementara empatnya lagi hilang entah kemana. Barang – barangmu juga secara ajaib tersedot ke dalam sewaktu ragamu menghilang....” ujar Baixian baru teringat.
“Tidak apa tidak apa, aku sebenarnya sedikit heran dulu menyimpan lima buah Galaxy Ring padahal sebiji saja sudah cukup. Lagi pula yang ini merupakan Galaxy Ring utamaku, aku menyimpan barang – barang paling berharga padanya.....”
Cincin dihadapannya sekarang adalah Galaxy Ring pertamanya yang dihadiahkan oleh Hao Ren ketika dia sukses membentuk Immortal Foundation, Divine Word disana bertuliskan nama Bing Lian serta kalimat ‘Kebesaran seseorang tak diukur dari kekuatannya, melainkan bagaimana caranya berdiri tegap kembali setiap kali terjatuh’.
‘Guru....’
“Jadi.....? Rencanamu?”
“Keberadaan Galaxy Ring menambah besar alasanku harus menarik keluar Continental Eater....” Lian bangkit terus meregangkan anggota tubuhnya.
“Hah? Kau gila?”
“Kau mau terkurung disini selama sisa hidupmu?”
“Tentu saja tidak!”
“Lalu apa? Kamu meragukan Tuanmu Baixian?”
“Bukannya begitu, cuma....melihatmu sekarang.....kau sungguh yakin mampu menjinakannya? Dia sedang tertidur lho, dan jelas sekali benci dibangunkan. Kalau kau masih Cultivator berjuluk Ice Emperor sih aku tidak akan keberatan.....”
“Mmm....ada benarnya juga, maka dari itu kita membutuhkanmu disini untuk mengambil tindakan. Bunuh aku jika Continental Eater mulai mengambil alih, mengerti?”
“Hadeh.....bicara sih mudah.....” Baixian menggaruk – garuk kepalanya heran.
Setelah dipikir – pikir kekhawatiran Baixian tepat sasaran, kalau sampai Continental Eater merebut tubuh Bing Lian. Membayangkan kekacauan yang menimpa Benua Huawai saja menyebabkan perasaan kurang nyaman dalam dirinya.
Lagi pula apakah ia benar mampu mengakses Galaxy Ring? Bagaimana jika terdapat formasi sihir mengharuskannya mencapai Nascent Soul dahulu baru dapat dibuka, namun tiba – tiba Baixian segera mengingatkan kalau benda tersebut pasti mengenalinya sehingga hal barusan tidak perlu dipikrikan.
“Kau siap?” tanya Lian selesai mengatur napas.
“Aaahhh, usahakan berhasil ya? Aku tidak sudi membunuhmu menggunakan tanganku sendiri.....”
Bing Lian tanpa basa – basi menggenggam gagang Continental Eater dan mengambil sikap hendak menariknya. Bertepatan dengan gerakan itu ledakan aura hitam terjadi, hawa jahat merembes cepat memenuhi seluruh Dimensional Realm.
Semua generasi muda disana langsung bertekuk lutut kecuali Tian Xiaoye, napas masing – masing tercekat layaknya ada benda berat menindih dada mereka. Saking besar dampak energi milik Continental Eater, efek sampingnya perlahan menerobos keluar gerbang dimensi.
Membuat para pengawal Nascent Soul tiap sekte mengucurkan keringat dingin, Yin Jiang buru – buru mendekat penasaran bagaimana nasip keponakan beserta muridnya juga takut menerima hukuman dari Old Matriach jika sampai terjadi apa – apa.
Seluruh anggota Twenty Supreme Entities dimanapun berada terkesiap terus menoleh ke satu arah, Kota Hoerju. Meski hanya terasa sekilas, tak ada satupun diantara mereka meragukan perasaan mual jeritan jutaan nyawa korban dari si pedang terkutuk.
“Bohong....mustahil....perasaan ini....Demon King.....”
Bing Lian masih belum bergerak, tiap inci badannya bergetar hebat seolah tekadnya tengah melawan kehendak tubuhnya tuk melepaskan diri. Belum satu menit berselang, aura hitam Continental Eater merambat cepat membungkus lengan kanan Lian.
‘Hehehe....kau nakal sekali....anak muda.....’ bisikan manis mulai terdengar dalam benaknya.
“Ohh....ckk!? Pertanda buruk....” Baixian mengumpat pelan sebelum menyatukan kedua telapak tangan.
------><------
‘Hmm....? Kau memiliki praktik lumayan juga dianugerahi bakat luar biasa.....hihihi....mengingatkanku kepada pemilikku terdahulu.....aku penasaran bagaimana sensasi menjelajah dunia menggunakannya....pasti menyenangkan’
Lian akhirnya membuka mata kemudian menyadari sedang dikelilingi oleh kegelapan pekat, tidak ada satupun hal terlihat sejauh dia memandang. Tetapi suara wanita tadi masih terus berbicara kepadanya seakan orang tersebut berada tepat disampingnya.
“Eh....menarik, biasanya kebanyakan orang bakal kehilangan akalnya menyaksikan tempat tanpa ujung dihadapanmu sekarang.....mmm....entah mengapa aku merasa familiar terhadap dirimu.....sayang sekali aku harus melahap jiwa pemuda tampan seperti—!?“
Bing Lian memanfaatkan jeda si perempuan bicara untuk mengakftifkan wujud sejati jiwanya, dampak keputusasaan disekelilingnya tersapu bersih menjadi putih terang. Memperlihatkan sesosok gadis berpakaian serba hitam juga mata keunguan dekat lokasi Lian berdiri.
“Tunggu dulu!? Perasaan ini!? Kau!?—Ugh!?”
KRANGG!!!
Ekspresi percaya dirinya seketika berubah murka nan terkejut apalagi saat puluhan rantai bergerak gesit menjerat masing – masing pergelangan tangan dan kaki kemudian lehernya. Wanita itu masih menatap keherananan sang pria yang tengah tersenyum sembari membentuk segel cuma memakai sebelah lengan.
“Kau kalah karena lengah hanya menilai usiaku, kekuatan jiwaku masih sama dengan lima ratus tahun lalu....."
Bing Lian berjalan mendekat sehingga jarak diantara keduanya terpisah beberapa meter saja, mereka saling bertukar pandang cukup lama. Lian lega prediksinya kalau Continental Eater pasti meremehkan penampilannya benar, jika melakukan pertarungan mental secara frontal dia punya firasat sulit keluar sebagai pemenang.
Mengingat umur pedang tersebut jauh diatasnya bahkan mungkin melebihi Mao Peng sekalipun, jelmaan penghuni sang senjata terkutuk meronta ingin melepaskan kekangan rantai ciptaan Bing Lian tetapi gagal. Ia mengumpat kesal akibat terkena tipu daya orang paling dibencinya.
“Brengsekkk....!? Bagaimana caramu bertahan hidup....!? Aku yakin sekali menancap pada tubuhmu hingga kau tewas....!”
“Salah....aku mati disebabkan Dantian milikku retak, bukan akibat perbuatanmu....”
“Grrr....!? Lian....!??” geramnya tidak senang.
“Senang melihatmu lagi....Shiva”
Author Note :
Penjurian untuk kontes You Are Writer Season 3 empat hari lagi berakhir, jadi saya minta tolong bagi para pembaca yang belum memberikan like kepada Chapter - Chapter sebelumnya untuk memberikan jempol, Terima kasih. (H-4).
^^^
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.