The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Episode 35 - Swift Panther Gang



Sesosok orang bertopeng tiba di semacam perkemahan sederhana, banyak penghuni menyadari kedatangannya namun terlihat tidak perduli. Dia bergegas menuju tenda terbesar sebelum berlutut dan memberikan laporan.


“Ketua, target berikutnya telah memasuki hutan”


“Hoamm...”


Pria berambut awut – awutan muncul sembari menguap lembar menampakan gigi – giginya yang berwarna hitam. Ada gadis berpakaian minim pada masing – masing rangkulan tangan miliknya, mereka tertawa genit selesai laki – laki tersebut mengusap penuh kasih kepala keduanya.


“Sayang.....cepatlah kembali hihihi.....”


“Tenang saja merpati – merpati kecilku....”


Ia kemudian meninggalkan tenda diikuti oleh anak buahnya yang memberi laporan tadi, perlahan orang itu meregangkan otot – otot tubuhnya. Badan kekar dengan kulit gelap dibawah sinar matahari nampak begitu mengintimidasi. Semua memberi hormat saat dia lewat.


“Hormat kepada Ketua Chi!”


Chi Tu mengayunkan tangan tak terlalu perduli, sesampainya dibawah sebuah pohon. Tangannya bergerak gesit mencabut senjata berbentuk golok berukuran besar dalam satu hentakan, angin bertiup lembut hingga membuat rambut – rambut pernghuni perkemahan berantakan.


SRANG! SRANG! SRANG!


Suara lirih Chi Tu mengasah benda tajam barusan memenuhi udara, ketika akhirnya berhenti. Aura mulai merembes dari tubuhnya. Kekuatannya sebagai Forging Qi tingkat 10 membuat para penonton menelan ludah.



“Gao?”


“Disini ketua”


“Berapa jumlah mereka?”


“Ada sepuluh kereta kuda dengan dua belas Cultivator Forging Qi menjadi pengawal, hasil jarahan diperkirakan sepuluh ribu keping emas”


“Bagus....bagus sekali, Swift Panther Gang!!!”


“HOI!!!!”


“Malam ini kita akan berpesta!!! Habisi tanpa sisa!!!” teriakan perang Chi Tu bergema meningkatkan semangat seluruh anak buahnya.


------><------


Anggota perampok beranggotakan sekitar lima puluh orang sudah mengepung kedua sisi jalan, kemampuan menyembunyikan hawa keberadaan mereka tergolong hebat akibat ajaran dari Chi Tu, memang rata – rata merupakan Cultivator Forging Qi tingkat 3 sampai 5.


Menurut pengamatan, sepertinya belum terlihat satupun pengawal menyadari sergapan ini. Chi Tu bersama tangan kanannya, Gao. Memperhatikan penuh seksama, pengalaman merampok selama bertahun – tahun terbukti menciptakan ketajaman intuisi menakjubkan.


“Gao? Bukankah aku memerintahkanmu dan regu pengintai bersiap lebih dahulu, dimana para anak buahmu?”


“Benar Ketua, aku sudah berpesan untuk menunggu. Tapi nampaknya saking tidak sabarnya, orang – orang serakah itu bersedia dibelokan pertama”


“Baiklah, memang sebaiknya kita lakukan disana”


Tetapi kenyataanya saat tiba pada lokasi yang dimaksud, Chi Tu juga kawanan Swift Panther Gang tidak menemukan satupun rekan. Gao pun murka karena tindakan cecunguk – cecunguk tersebut mengacaukan ritme serangan mereka.


“Sekara—!“


“Tunggu....” Chi Tu tiba – tiba mengangkat tangan sambil menggelengkan kepala.


“Ada masalah Ketua?”


“Batalkan rencana, biarkan rombongan ini lewat....”


“Hah!? Kenapa?” ujar Gao keheranan.


“Lakukan saja!”


Gao bingung tapi tak kuasa menolak, seteleh memberikan siulan pertanda mundur. Gerombolan perampok bergerak pulang menuju perkemahan, Chi Tu hanya diam. Keringat dingin membasahi sekujur kulitnya.


Dia berjanji dalam hati akan menyembunyikan fakta menakutkan itu untuk dirinya seorang, sewaktu Chi Tu mengamati kereta kuda. Secara mengejutkan anak berambut putih yang duduk di atas atap paling belakang rombongan balik memandang tepat ke arahnya, padahal Chi Tu yakin sekali sulit dideteksi.


Sorot mata si bocah begitu dingin, apalagi senyuman lebar menghiasi wajahnya menambah kesan berbahaya. Sudah lama sejak terakhir kali Chi Tu merasa nyawanya terancam seperti tadi, langkah Swift Panther Gang tiba – tiba berhenti dan segera membuatnya tersadar.


“Mengara buru – buru sekali? Bukankah kalian hendak menyapa?”


“Kau!?” Chi Tu langsung membeku.


------><------


“Kau punya insting tajam” puji Lian sungguh – sungguh.


“Bagaimana kau bisa berada di dua tempat berbeda? Aku yakin sekali kau tengah duduk pada atap kereta kuda beberapa saat lalu”


“Kau benar, begini caranya”


Lian memperagakan pembuatan segel tangan dengan sangat cepat, menandakan betapa tinggi pemahamannya. Detik berikutnya, keluarlah dua kembaran lain berdiri mengapitnya dikedua sisi. Mata para bandit gunung melebar takjub.


“Ilmu membelah diri!?”


Mereka terkesan, karena Chi Tu sebagai Ketua Swift Panther Gang serta Cultivator berpraktik paling tinggi sekalipun belum tentu mampu melakukan hal yang sama. Bukannya takut menyadari kehebatan teknik barusan, nampak raut keserakahan memenuhi anggota Swift Panther Gang.


“Ayo kita keroyok dia!? Pasti masih banyak manual tingkat tinggi disembunyikan olehnya”


“Ketua!? Perintahmu” Gao mendesak.


“Ini....”


“Oah....benar aku lupa, maaf kukembalikan ya”


Lian melempar karung berlapis darah, saat dibuka seketika semua menahan napas. Terdapat lima belas kepala tim pengintai di dalamnya. Dari ekspresi masing – masing bisa disimpulkan kematian mereka sangat menyakitkan.


Wajah Gao memutih tanda naik pitam, salah satu korban adalah menantunya. Ia mencabut senjata kemudian maju menyerang diikuti sekitar tiga puluh perampok lain tanpa memperdulikan peringatan Chi Tu.


“Gao jangan gegabah!”


“SERANG!!!”


“Maju bersama Gao! Dia hanya seorang Forging tingkat 5!”


“Kau pikir bisa melawan kami berbekal pedang kayu hah?!!”


“Kalian bercanda ya? Aku bahkan tak perlu memakai pedangku” ujar Bing Lian tertawa geli sebelum melempar dua kerta berwarna hijau dan merah kemudian membentuk mantra tangan sekali lagi. “Winter Breath”.


WUSHH!!! KRETAK! KRETAK!


Tiupan udara dingin dari dalam mulut Lian membekukan semua penyerang, tidak ada yang mampu bergerak maupun bersuara. Chi Tu mengumpat dalam hati tidak tau harus berbuat apa.


“Green Tallisman Art; Hurricane, Red Tallisman Art; Salamandra!”



Jurus gabungan elemen angin juga api itu membumihanguskan ketiga puluh orang Swift Panther Gang sampai tak bersisa. Lian mengeluarkan pedang miliknya sembari berjalan santai menuju Chi Tu beserta anak buahnya yang masih bertahan.


“Selanjutnya....”


“Kau pasti tidak membiarkan kami melarikan diri bukan?” Chi Tu menggertakan gigi.


“Tentu....kalian terlalu banyak mengacaukan daerah sini dan meresahkan warga sekitar”


“Cih!!! Kau pikir aku siapa hah!? Namaku Chi Tu Sang Golok Taring Hitam, Cultivator Forging Qi tingkat 10! Hyaa!!!”


SYUU!!! PRANK!!! SRATTT!!!


Bing Lian melangkah kecil demi menghindari ayunan golok Chi Tu kemudian memukul senjata tersebut menggunakan pedang kayu. Seketika Chi Tu tau telah menyinggung orang yang salah, itu pertama kalinya dia melihat pusaka Spirit Tool Mortal Mid – Tier patah oleh tongkat mainan.


Satu gerakan cepat, Lian menciptakan sayatan dalam pada tubuh musuhnya sehingga ia terjatuh bersimpah darah. Chi Tu berusaha menggapai gagang goloknya sekali lagi, namun tiba – tiba si bocah menginjaknya.


“Rasa haus darahmu cukup tinggi, sepertinya kau telah membunuh banyak orang. Jadinya kau tidak memerlukan ini”


Lian menebas pergelangan tangan Chi Tu begitu santai tanpa terganggu jeritan pilunya, Ketua Swift Panther Gang tersebut berusaha merangkak menjauh. Tetapi berikutnya Lian juga merengut kedua kakinya.


“Hua!!! Hoah!!! Sakit!!! Tuan Muda ampuni aku!”


“Bagaimana? Beginilah perasaan korban – korbanmu, sekarang aku tanya. Apa kau memberi mereka kesempatan?” Lian mengacungkan pedangnya ke arah hidung Chi Tu sambil menunggu jawaban.


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.