The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 94 - Harapan Netroq



Baixian mengerjap beberapa kali seolah ingin meyakinkan diri dengan apa yang dilihatnya, ketika hawa jahat Continental Eater hampir menelan utuh keseluruhan bagian tubuh Lian dan hanya menyisakan sebelah matanya saja.


Cahaya putih terang memancar melalui lingkaran tersebut kemudian terus menyebar menghapuskan aura hitam pekat sang pedang terkutuk sampai tak nampak lagi. Kondisi Bing Lian kembali normal namun ia masih diam memegangi gagang Continental Eater.


Baixian maju memeriksa Tuannya tapi ternyata Lian sedang memejamkan mata penuh konsentrasi, energi kegelapan milik Continental Eater pun menghilang layaknya terhisap ke dalam badan Lian. Para Cultivator di Dimensional Realm sudah dapat bernapas seperti semula.


Mereka bertanya – tanya mengenai apa gerangan yang sudah terjadi barusan, meski kurang dari tiga menit. Perasaan mencekamnya sangat membekas bagi anak – anak muda itu, akibat menghilangnya secara tiba – tiba semua anggota Emperors Alliance Sect mengurungkan niat hendak terbang secepat mungkin menuju Hoerju.


Bagaimanapun mustahil makhluk sekuat Demon King menyembunyikan Qi miliknya sampai tak terdeteksi seolah telah ditelan bumi. Namun tetap wajah Kaisar beserta Kaisar Wanita memucat, masa sekarang penduduk Benua Huawai dapat menyebut masing – masing sebagai Cultviator kuat.


Tapi untuk kesembilannya yang pernah melihat pemimpin ras Demon tersebut menggunakan mata kepala sendiri tau, hanya Bing Lian seorang mampu menandingi Demon King satu lawan satu. Mereka sama sekali bukan apa – apa selain bocah ingusan dihadapan Mao Peng.


Yu Gang mengigit kuku – kuku jari tangannya sebelum mengirim Nascent Soul Sky Jewel Kingdom lain ke Hoerju demi mengamankan situasi, hal ini diikuti oleh Gui Dong, Kun Lei, Tie Jin, She Mye, Yue Liyi, Qiao Rong, juga Fang Yijun.


Sedangkan Hua Zhenya memilih mengurung diri memperkirakan pemicu fenomena tadi, pecahan teka – teki dikepalanya mulai terkumpul pelan tapi pasti. Tinggal menyatukan tiap serpihan tuk menemukan jawaban mengenai keputusan Ice Emperor berkhianat dan mengapa ia menghilang selama lima ratus tahun.


------><------


Baixian penasaran dengan hasil akhir pertarungan jiwa Bing Lian menghadapi Continental Eater sehingga memutuskan menyentuh pundak pemuda itu. Si naga putih merapalkan mantra lalu perlahan dia berhasil menembus alam bawah sadar Lian.


Pemandangan yang menyambutnya diawal memaksanya bersiul kagum, Bing Lian berdiri santai dihadapan sesosok perempuan berpenampilan serba hitam. Beberapa titik tertentu badannya terjerat rantai, mengakibatkan segala pergerakannya terbatasi.


“Harusnya kau lihat keadaan di luar barusan, membuat orang khawatir saja.....” gerutu Baixian menghela napas lelah.



“Hmm....? Baixian?”


“Iya? Kenapa kau melihatku sinis begitu?”


“Aku lebih suka melihat wujudmu disana.....”


“Hah...? Kau ini bilang ap—Tangan!? Sebentar!? Ehem – ehem!? Suaraku kembali normal!? Yeayy!”


Baixian berseru gembira menikmati penampilannya ketika pada masa kejayaan. Dia memeluk tubuhnya penuh kasih sayang sampa membuat Lian memutar kedua bola matanya heran terhadap sikap aneh Dao Beast narsis tersebut.


“Jangan senang dulu, sekarang kau menyerupai kekuatan jiwamu. Ragamu masih berbentuk cacing terbang lho....” Bing Lian mengingatkan.


Luapan kegembiraan Baixian menguap secepat kemunculannya mendengar penjelasan sang Tuan. Memang sesudah diperhatikan baik – baik, Bing Lian dekat lokasinya nampak jauh lebih dewasa ketimbang di luar alam bawah sadar, saat ini ia menyerupai dirinya sewaktu masih bergelar Ice Emperor.


“Aku sungguh tidak menyukai kalian berdua....”


Celetukan tiba – tiba barusan menarik perhatian Lian juga Baixian, gadis jelmaan Continental Eater menatap mereka sembari memasang ekspresi muak. Baixian menggaruk – garuk kepala bingung cara tepat merespon ucapan sinis tadi.


“Kau pikir kami senang mengurus benda terkutuk sepertimu?”


“Maaf mengecewakanmu Shiva, kau harus ikut bersamaku lagi.....” kata Lian lembut, matanya dipenuhi rasa iba.


“Apa kau benar – benar mengira aku akan sukarela melakukannya? Silahkan jika kau ingin menggunakanku seperti dulu, tapi ingat.....waspadalah. Aku dapat mengambil alih tubuhmu kapan saja.....”


“Tidak, aku datang kembali untuk menghapuskan semua kebencianmu terhadap dunia....”


“Pernahkan kau bertanya – tanya mengapa hanya Netroq yang mampu menijnakkanku? Sebab dialah satu – satunya pria sanggup menerima perasaan benci ini, bukan menghilangkannya....”


“Kalau begitu izinkan aku mencobannya....” Lian terenyuh sebentar mendengar nama asli ayah angkatnya disebut.


“Hihihi.....HUAHAHAHA....Wahai Ice Emperor? Dirimu adalah pria yang dicintai banyak orang, tau apa kau soal kebencian?” balas Shiva tertawa lepas.


Jawaban Lian bukan cuma mengagetkan Shiva, Baixian pun ikut tersedak napasnya sendiri. Keduanya memang benar – benar terisolasi dari dunia luar selama ratusan tahun sehingga menyebabkan informasi mereka sangat minim, Lian menceritakan secara singkat tentang bagaimana Yu Gang mencemarkan nama baiknya.


“Keparat itu....!? Waktu kita berkorban nyawa melawan Demon King dia malah....grrr....!?” geram Baixian murka.


“Ahahahahaha.....luar biasa, ternyata diluar sana ada Manusia berhati sebusuk ras Demon. Menurut pendapatku pribadi, aku akan lebih cocok bersamanya kau tau?” Shiva menambahkan sambil tersenyum lebar.


“Jadi? Keputusanmu?”


“Teruslah bermimpi....Kaisar Es....hihihi....”


Bing Lian menghela napas sebelum menyeret Baixian keluar dari alam bawah sadarnya, meninggalkan Shiva yang terjerat rantai dalam kegelapan masih terkikik geli. Dia sangat sadar betapa sulit niatnya terwujud, salah satu pesan Ayah angkatnya dulu supaya Lian mengobati Continental Eater nampaknya membutuhkan waktu lama dilaksanakan.


Mao Peng pernah bercerita jika Shiva ditempa oleh penciptanya bukan demi menghabisi banyak nyawa, melainkan menciptakan perdamaian. Sayangnya pedang tersebut terus berpindah tangan kepada orang – orang haus darah, potensi sesungguhnya dipercaya muncul saat jiwanya sejalan dengan si pemegang.



‘Ayah....kau terlalu menaruh tinggi harapan terhadap diriku....’


Sang Demon King punya firasat kalau Bing Lianlah yang kelak berhasil melakukannya, Lian mencabut Continental Eater dan memungut Galaxy Ring dibawahnya. Sesuai prediksi Baixian, segel pelindung cincin itu mengenali pemiliknya jadi segera terbuka. Bing Lian memeriksa isinya kemudian melongo.


“Aku dulu sekaya ini!? Hidup susah memang menyadarkan betapa sejahtera hidupmu sebelumnya!? Mari lihat....hmm? Wah wah wah....aku menemukannya!? Si rubah serakah pasti pingsan hehehe....kupikir aku sekarang bisa membeli atau membangun sekte bintang 8 sendirian....”


BRRR.....!?


“Eh? Baixian?”


“Iya? Kenapa kau tertawa – tawa seperti orang gila?”


“Apa kamu melupakan suatu hal penting?”


“Tidak....” sahut Baixian memiringkan kepala.


“Menurutmu bagaimana nasip Dimension Realm Ice Land jika Continental Eater diambil?”


“Hancur tentu saja, lagi pula pondasi utama dimensinya memang pe—eh....?”


“Dasar naga bodohhh.....!?” Bing Lian mengumpat sembari menjepit badan mungil Baixian diantara lengannya terus melesat.


Dia mengacungkan tangan tinggi – tinggi dan dalam sekejap seluruh sumber daya berharga Ruang Harta terserap ke dalam Galaxy Ring. Lian memanfaatkan ilmu meringankan tubuh demi menghindari langit – langit gua yang mulai berjatuhan.


“Tidak bisakan kau lebih cepat?” tanya Baixian malas.


“Berisik!?”


Usai menyimpan juga Continental Eater di Galaxy Ring, Bing Lian memerintahkan Baixian berubah menjadi gelang agar tidak dilihat oleh banyak orang. Lian memutuskan mengabaikan komentar si naga lalu mempercepat lajunya.


SYUUU...!!!


Author Note :


Like, vote, favorit, dan baca sampai selesai per chapternya uy (H-3)


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.