
AUTHOR NOTE :
HALO SEMUANYA, LAMA TIDAK BERSUA. INI MERUPAKAN PENGUMUMAN UNTUK KELANJUTAN NOVEL INI, KALIAN SUDAH BISA MEMBACA TROIE S2 GRATIS DI NOVELTOON (48 CHAPTER) DAN JUGA KK (80 CHAPTER) UNTUK YANG INGIN MEMBACA LEBIH CEPAT, DENGAN KESELURUHAN SAMPAI SAAT INI BARU ADA 4 ARC ATAU BAGIAN CERITA. UPDATE UNTUK DI NOVELTOON SENDIRI DILAKUKAN SETIAP 3X SEMINGGU YAITU SENIN, RABU, DAN JUMAT. BERIKUT PREVIEW TROIE S2 NYA. PLEASE ENJOY AND CHECK IT OUT!!!.
“Uhuk! Uhuk!”
“Nona Jin? Kau baik – baik saja?”
“Ah...apa – apaan ledakan barusan?”
Bing Lian bangkit setelah melindungi tubuh Jin Chyou lalu menatap ke arah titik kecil di langit, tempat seorang pria berpakaian campuran putih keemasan menatap rendah dirinya. Ia memancarkan tekanan luar biasa untuk mengintimidasi Lian.
‘Nascent Soul Early-Stage....’ Baixian memberitahunya dengan nada serius.
“Aku tau....”
“Siapa—Kau!? Han Zan?! Apa maumu!? Siapa yang mengirimu kemari?!”
“Tuan Putri....anda tentu tau, kakek beserta keluarga besar mencari anda kemana – mana” ujar pria bernama Han Zan tadi melayang mendekat.
“Cih!?”
Jin Chyou mengumpat dalam hati kepada siapapun yang memilih Han Zan untuk menjemputnya, kakeknya tidak mungkin melakukan hal tersebut sebab tau Chyou membenci pria itu. Ia selalu mengutamakan kenyamanan cucunya.
Han Zan merupakan seorang yang dibuang oleh sektenya, yaitu White Crescent Galaxy karena terkenal akan sikap buruknya. Padahal dia sangat berbakat sekaligus murid langsung salah satu Tetua di sana, banyak individu berspekulasi kalau jabatan tersebut pasti bakal jatuh ke tangannya cepat atau lambat. Sayangnya takdir berkata berbeda, Moon Empress mengusirnya tanpa sedikitpun memberinya muka.
“Dan sekarang dia menjadi Rogue Cultivator yang bekerja untuk Noble Treasure Shed?” Lian bertanya setelah mendengar informasi dari Jin Chyou.
“Benar....”
“Kalian tidak pandai memilih pegawai ya?”
SYUU...!!! JDASH!!!
Tiba – tiba Han Zan muncul dihadapan keduanya dengan tatapan dingin, nampaknya ia mendengar pembicaraan mereka terus merasa tersinggung. Dalam sekejap Han Zan merebut Jin Chyou dan melepaskan pukulan kuat menghantam ulu hati Bing Lian sampai dirinya terpelanting entah kemana.
“Hehehe....dasar bocah tidak tau diuntung, jaga mulutmu supaya berumur panjang”
“Begitukah? Apa kau tak malu sebagai Nascent Soul masih terkena tipuan anak – anak?”
“Apa!?”
Lian yang masih mendekap Chyou di pelukannya muncul sembari tersenyum beberapa langkah di belakang Han Zan, badannya mulai nampak tersusun cepat dari kumpulan bulu gagak berwarna putih. Jin Chyou dengan wajah memerah menatapnya dengan terpukau, sementara wajah Han Zan berwarna serupa namun bedanya disebabkan rasa malu.
“Kurang ajar! Teknik ilusi!” umpatnya membanting kain yang sebelumnya ia lihat sebagai Jin Chyou ke tanah.
“Untuk seorang pecundang yang dibuang dari sektenya kau lumayan bermulut besar”
“Kuhabisi kau! Terima ini!”
><
Bing Lian membuka jendela sebelum mengeluarkan salah satu Flying Sword, dia terbang perlahan mendekati Han Zan. Mata mereka terkunci satu sama lain, Baixian serta Chyou mendekati jendela. Nampak jelas perasaan cemas menghiasi wajah gadis tersebut.
“Aku tau dia adalah Culitivator legendaris dalam sejarah, aku sendiri yang menemukan jati dirinya tetapi....di mataku sekarang dia hanya anak laki – laki seusiaku dengan praktik Forging Qi!? Meski punya barang – barang sakti, bagaimana caranya dia bakal bertahan hidup melawan Nascent Soul!?”
“Hati – hati di jalan....oi gadis kecil?! Kenapa malah kau yang menangis!? Harusnya aku tau! Aku baru bertemu setelah hampir lima ratus tahun menganggapnya mati dan keluar dari dimensi sempit kemarin! Apa yang harus kulakukan jika dia sampai tewas!?” Baixian memukul – mukul pipi Chyou menggunakan tangan kecilnya sembari cemberut usai melambai kepada Lian.
“Pfft!? Hihihi....”
“Kau masih mampu tertawa hah? Aku akui memang sedikit meremehkanmu, tapi sekarang aku punya alasan lebih menghabisimu demi harta – harta berharga milikmu itu” gumam Han Zan nyengir lebar.
“Hmm? Kau yakin lebih tertarik kepada Spirit Tools dari pada latar belakangku sebagai pemiliknya?”
“Persetan! Hal tersebut dapat diurus belakangan, lagi pula siapa yang berani mengusik Noble Treasure Shed....”
“Pantas Saudari Yue membuangmu, kau payah. Tapi....aku suka orang serakah” Bing Lian tersenyum tipis kemudian menjentikkan jarinya. Merekapun menghilang bak di telan bumi.
><
Ketikah masih berjalan perhatian Tie Mu serta Feng Ai dicuri oleh gerombolan masyarakat yang memasuki wilayah istana. Namun dua bocah ini bingung bukannya ikut memberikan sambutan terhadap delegasi sekte Sturdy Emperor orang – orang itu malah membawa karangan bunga juga berdoa pada hadapan sebuah patung.
“Bunga Teratai Es?” celetuk Feng Ai mengenali Magic Plant tadi dari kejauhan.
“Woaahhh....pasti dia sosok hebat sampai masih di ziarahi orang sebanyak itu, aku penasaran siapa dirinya”
“Bukankah ada semacam tulisan di bagian bawahnya? Apakah Senior dapat membacanya?”
“Sebentar....hmm Emperor? Aku cuma bisa melihat kata keduanya saja, bagian awal tertutup karangan bunga” Tie Mu balas berbisik.
“Mungkin dia adalah Kaisar Pertama sekaligus pendiri Black Dragon Empire?”
“Tunggu sebentar....”
Tie Mu tak mampu menahan diri untuk melihat lebih jelas, dia kurang tau mengenai bahan pembuatan benda tersebut yang jelas kelihatannya sangat realistis. Jika ukuran penyangganya normal juga batu letak namanya tertera tidak ada maka Tie Mu yakin sulit bagi siapapun membedakannya dengan manusia asli.
Wujud patung ini adalah seorang pemuda tengah menatap ujung jarinya, bahkan saking bagusnya nampak ada seekor burung biru menghinggapi tangannya sembari berkicau menyapa sang patung. Dada Tie Mu berdebar kencang, ia berpikir keras sayangnya otaknya gagal memberi jawaban mengapa dia merasa familiar melihat sosok ini. Akhirnya Tie Mu terbangun dari lamunannya saat mendengar panggilan Feng Ai yang sudah jauh meninggalkannya di belakang.
“Senior? Ayo buruan!? Mau sampai kapan kau diam disitu!? Jangan membuat Patriach menunggu!?”
“Ah maaf!!!”
DESH!
‘Di mana?! Di mana?! Di mana!? Di mana aku pernah bertemu orang itu ya!? Ayo berpikir barang usang!?’ batin Tie Mu memukul – mukul kepalanya sambil berlari.
><
Diskusi mereka terpaksa berhenti karena teguran seorang anak buah Tie Jin, sekarang rombongan telah memasuki ruang tahta. Ketika pintunya dibuka bulu kuduk semua anggota Tough Hammer Altar langsung berdiri, aura pekat seolah memberikan sambutan hangat kepada tiap pendatang tersebut.
Di dalam sana telah ada beberapa anggota kerajaan, Long Guanting segera mendekati istrinya lalu menanyakan keberadaan putri milik keduanya. Teng Xinyi memberitahu kalau ia telah meminta salah seorang pembantu menjemput Long Yawen, padahal terakhir gadis itu berjanji kepadanya untuk segera menyusul karena sedang bersiap – siap.
Tetapi sosok paling menarik perhatian adalah pria yang duduk di atas tahta, dia memiliki postur tegap serta wajah masih persis sama sesuai ingatan Tie Jin saat mereka pertama kali berjumpa. Waktu dirinya berdiri kemudian melangkah mendekat tanpa sadar semua orang mundur kecuali Sturdy Emperor. Sekarang jelas sudah asal tekanan Qi yang masing – masing rasakan begitu memasuki wilayah istana.
“Jinjin? Kelihatanya ada beberapa tambahan kerutan menghiasi wajahmu? Huahahaha....selamat datang”
“Ahh...anda masih blak – blakan seperti dulu rupanya, Senior Long. Terima kasih atas sambutannya”
‘INIKAH LONG HEIYAN!? SANG PEMEGANG GELAR CULTIVATOR TERKUAT BENUA HUAWAI? AKU BAHKAN TAK SANGGUP MENGANGKAT KEPALA DEMI MEMANDANG WAJAHNYA!? UGH....’ Feng Ai menelan ludah dengan tubuh bermandikan keringat dingin, bukan cuma dia saja seluruh anggota sekte Tough Hammer Altar di sekitar merasakan sensasi serupa.
><
“Oi Arata?”
“Iya?”
“Sekarang setelah berhasil merdeka bersama ibumu, apa tujuan dan impianmu selanjutnya?” Long Yawen bertanya ketika keduanya bermain di tepi pantai ditemani anak – anak yang lain.
Arata terdiam cukup lama mengelus dagu lalu memberitahu Yawen kalau dia ingin bergabung ke satuan Dragon Warrior dan menjadi Cultivator, dengan begitu ia dapat menaikan derajat sosial Hiwa terus menjadi terpandang di Black Dragon Empire. Tidak diperlakukan seperti orang luar lagi.
“Kalau berhasilkan aku nanti bisa kau ajari Manual Dragon Fang, mohon bimbingannya”
“Mulutmu besar sekali bocah, mulai saja belum. Aku sempat berpikir kau bakal pulang menuju kampung halamanmu”
“Ahh...kepingin sih, tetapi kupikir sekarang bukan saatnya” Arata menatap sendu cakrawala kemudian tersentak karena lirikan tajam gadis di sampingnya.
“Apa....kau mempunyai seorang idola di sini?”
“Siapa!? Pasti—” balas Yawen antusias.
“Ice Emperor—“
“Kakekku bukan?!”
“HAH!?”
Keduanya berdiri serempak sebelum mengadu dahi akibat perbedaan pendapat tersebut, menyebabkan teman – teman mereka tertawa melihatnya. Masing – masing bersikukuh dengan pandangannya, Long Yawen berpikir orang terhebat adalah kakeknya sementara Arata lebih condong kepada rival beliau.
“Berani sekali kau mendukung saingan Rajamu!”
“Terserah aku dong! Kalau Ice Emperor yang berkuasa aku yakin tidak ada perbudakan di negeri ini”
“Kau!? Jangan sampai siapapun mendengar ucapanmu atau bersiaplah dipasung! Lagi pula bagaimana kau bisa berpikir demikian!? Kau paling cuma mendengar kisah omong kosong syair Kaisar Es dan Raja Naga Hitam!” Yawen mencemooh terus membuang muka.
“Jaga mulutmu ya! Syair itu berdasarkan cerita Yang Mulia Long Heiyan juga kok!”
Menyaksikan perdebatan makin sengit, anak – anak sekitar buru – buru melerai. Akhirnya Arata maupun Yawen duduk membelakangi satu sama lain akibat merajuk, setelah pikiran masing – masing mulai dingin Arata memberitahu alasan mengapa dia sangat mengagumi sosok Ice Emperor.
“Di tempatku berasal, ada sebuah legenda tentang seorang dewa yang turun membantu pendiri negeri untuk terbebas dari masa kegelapan. Kaguya-hime ditemani dua pengikut setianya bertemu dengannya usai berdoa tulus memohon pertolongan dekat tebing kebangkitan, kami menyebutnya Hyōren”
“Mitos?”
“Mungkin....tapi banyak masyarakat mempercayai ini merupakan kisah nyata. Apa kau pernah mendengar nama Yinghua? Setauku begitulah orang – orang Benua Huawai menyebutnya” ujar Arata tersenyum tipis.
“Maksudmu....tanah tempat berasalnya para Ronin dan Kunoichi?”
“Benar! Kau mengetahuinya?”
“Tidak terlalu sih, aku hanya pernah mendengar kalau negeri tersebut berada nun jauh ke arah timur. Tempat matahari terbit, terus Ronin juga Kunoichi cukup terkenal karena jasanya digunakan sebagai tentara bayaran bahkan di Benua Huawai. Aku pernah menemui beberapa saat menghadiri medan perang. Meski tak setangguh Cultivator, mereka mampu menggunakan Qi. Mungkin yang paling hebat sekalipun hanya setingkat Foundation Realm Early – Stage” Long Yawen mencoba mengingat – ingat.
“Huh! Huh! Percayalah masih banyak antara mereka berkemampuan jauh lebih tinggi, bagaimana caranya aku tau? Sebab Yinghua adalah kampung halamanku”
><
“Uhuk! Uhuk!”
“Ibu? Akukan sudah bilang biar aku saja yang belanja, ibu sebaiknya istirahat karena kurang sehat”
“Ahh....tenanglah, aku fit kok. Apa kau tak melihatnya? Terlebih kau yakin bisa membawa semua itu? Seharusnya kita memang mengajak Fang’er”
“Tentu! Ibu pikir aku—“
“Akhirnya belokan tera—“
BUAK!!!
Lian gagal menyelesaikan kalimatnya akibat bertubrukan dengan seseorang cukup keras, ia langsung berusaha menyeimbangkan badan sembari meringis memegangi kepalanya. Melihat belanjaan orang yang ditabraknya berserakan Bing Lian cepat – cepat membantu mengumpulkannya.
“Kau baik – baik saja anak muda?”
“Ah!? Iya bibi, saya minta maaf soalnya sedang buru – buru. Nona anda—eh?”
“Tidak perlu, aku juga lagi kurang memperhatikan jalan jadinya—eh?”
“Kalian....saling kenal?” ibunya bertanya sebab kedua remaja itu menatap satu sama lain dalam diam disertai pipi berkedut.
Jelas sekali mereka tak menyangka bakal bertemu di sana apalagi pada situasi seperti sekarang, otak masing – masing berputar cepat berpikir bagaimana cara harus bersikap sampai tiba – tiba Chyou muncul memegangi dadanya dengan napas memburu.
“Oi Bing Lian!? Hah....hah....hah....dasar! Beraninya kau meninggalkanku! Jawab hey!? Kenapa malah du—Eh? Kamukan....Qiu Na?”
><
“Eeee....Chyou? Kau sudah boleh melepasku” celetuk Bing Lian melirik lelah gadis di sampingnya.
“Apa – apaan yang barusan itu!?”
“Ranjau, biasanya akan terjadi secara berkala setiap setengah jam sekali”
“Kenapa baru bilang sekarang sialan?!” Chyou protes memukul – mukul lengannya dengan mata berair.
Sambil melanjutkan perjalanan Bing Lian menyadari terdapat sebuah keretakan pada Glacier Raging Formation, menandakan kalau formasi sihir tersebut pernah mengalami kerusakan akibat serangan dari luar. Dalam benaknya Lian jelas sekali mampu memvisualisaskan bagaimana Yu Gang memaksa menembusnya menggunakan kekerasan, walaupun berhasil ia cukup yakin sang Jade Emperor tak lolos tanpa terluka meladeni jurus buatannya.
Mungkin bahkan kalau Lian ketika berada di kondisi puncaknya sendiri yang memasangnya, kesembilan anggota Emeperor Alliance Sect bersatu sekalipun mustahil menembus pelindung Frozen Swan River itu. Usai hampir dua jam melangkah rasa takut Chyou berubah menjadi murka, kesal sebab belum juga sampai padahal air terjun di hadapan mereka nampak dekat sekali.
“Kok aku merasa tak ada perubahan sama sekali ya!?”
“Sabar....para petinggi sekte cukup cerdas menambah teknik ilusi agar merusak mental segilintir orang seperti kita yang cukup bernyali juga beruntung melintas dengan cara begini” balas Lian memberitahunya.
“Ugh...lihat saja! Aku bersumpah tidak akan datang kembali ke Frozen Swan River tanpa mengatasnamakan Noble Treasure Shed supaya dibiarkan langsung mendarat di sana!”
Bing Lian cuma tertawa lemah mendengar Jin Chyou menggerutu tanpa henti, kalau dijabarkan keadaan mereka sebenarnya sekarang seperti terjebak dalam sebuah labirin penuh jebakan. Maju sulit mundurpun mustahil, semisal tidak mempunyai petunjuk arah pasti penyusup gila dibuatnya ketika hendak menerobos penghalang ini.
Tiba – tiba Lian mengangkat sebelah tangan hingga memaksa Chyou berhenti, gadis itu menatapnya penasaran mengapa gerangan keduanya harus diam. Ledakan lainnya atau apa?, Bing Lian melirik bawah kakinya merasakan pergerakan air lalu dengan cepat menggendong Jin Chyou sebelum pijakan mereka hancur berkeping – keping.
“Kena—Waaaa!?”
><
Xue Yi tersentak mendengar pria di hadapannya bicara soalnya mengenali suara hangat barusan, dia sampai mundur beberapa langkah tak percaya demi memperhatikan penampilan Bing Lian dari atas ke bawah. Saat benar – benar menyadari posturnya muka Xue Yi berubah sumeringah dan langsung memeluk Lian erat – erat sembari tertawa sementara Jin Chyou berusaha memisahkan sekaligus merusak reuni keduanya.
Hal yang tentu menyebabkan semua anggota Frozen Swan River melongo heran, ini bukan tanpa alasan. Xue Yi terkenal membenci sekali laki – laki, hampir seluruh penghuni sekte demikian namun levelnya Xue Yi sedikit berbeda. Ia bahkan sampai memenangkan perebutan gelar Holy Daugther supaya punya kemampuan meminta Matriach menangguhkan segala perjodohan politik baginya.
Tetapi kenyataanya setiap murid langsung Matriach memang memiliki perangai begitu, contohnya adalah Song My dan Xue Yi. Meski jarak usia mereka sebenarnya jauh keduanya merupakan murid seperguruan, sehingga memang dari generasi ke generasi Matriach Frozen Swan River beserta anak – anak didiknya diketahui sangat anti pria.
Jadi wajar mereka bingung menyaksikan tingkah Xue Yi sekarang yang amat menempel juga ceria bahkan besentuhan dengan Bing Lian, sampai muncul diskusi – diskusi mengenai spekulasi janggal siapa identitas sebenarnya laki – laki tersebut.
WAS! WES! WOS!
“Jangan – jangan kita salah sangka? Apa dia sebenarnya wanita?”
“Kau mengigau? Sekali lihatpun kau tau ia pasti pria bukan!?”
“Tapi kenapa Junior Xue sangat dekat bersamannya? Dia belum pernah kayak begitu bahkan kepada perempuan sebelumnya”
“T..Te..Tetua Song!? Kau harus menolong Junior Xue?! Dia kemungkinan mempengaruhinya menggunakan jurus ilusi! Aku sempat terkena beberapa saat lalu!” desak Yu Shu masih enggan mempercayai matanya.
“Sudahlah....dia memang tamu istimewa, berhenti mempermasalahkannya. Kapan lagi kau bisa melihat Xue Yi tersenyum seperti itu?”
“T...ta...tapi mustahil! Aku tau! Mereka pasti telah merencakanannya! Ia dari awal memang berkata ingin menemusi Junior Xue makanya datang kemari”
“Ya....terus? Aku belum paham mengapa kau sangat gelisah?”
“Mana mungkin ada Tetua cukup idiot menyerahkan medalinya kepada orang asing!?”
“Aku yang memberikannya. Maaf ya kalau aku bodoh, apa kau ada masalah dengan hal itu Yu Shu?” Song My menatapnya dingin.
“Eeeeehhhh!?”
SEKIAN DAN TERIMAKASIH ATAS KESABARAN MENANTI, DUKUNGAN, MAUPUN PERHATIANNYA TERHADAP KARYA INI SAMPAI SEKARANG, SEMOGA CERITANYA DAPAT MENGHIBUR. SEE YAA IN TROIE S2!