The Rebirth Of Ice Emperor

The Rebirth Of Ice Emperor
Chapter 19 - Melawan Chun Lang



“Saudara Bing apa kau sudah gila!?”


“Lihatlah wajahmu terlebih dahulu baru mengatakannya, bagaimana mungkin kau mampu melawan Forging Qi tingkat 4 seorang diri” Lian mengehela napas sambil melirik Tan Minjie dengan tatapan aneh.


“Nah! Justru itu! Kalau aku saja bernasip begini hasilnya juga pasti tidak terlalu jauh bukan?”


“Lian....? Aku setuju, menurutku akan sangat berbahaya jika dilanjutkan. Sebaiknya kita pergi tuk meminta maaf saja ya? Kumohon....supaya Chun Lang membatalkan semuanya” pinta Lu Xiulan sendu.


“Meminta maaf atas perbuatan yang salah nantinya semakin membuat pelaku tidak menyadari tindakannya dan terus mengulanginya lagi”


“Ini semua karena aku, jika saja dulu aku tak meludahi Chun Ah maka.....”


“Kenapa Nona berpikir begitu? Dari kata – kata Chun Lang kita dapat menyimpulkan masalah terjadi murni karena kesalahanku menginjak kepalanya, yahh....walaupun kalau dipikir – pikir hal tersebut bukanlah sesuatu yang salah sih” Lian tertawa pelan.


Lu Xiulan bersama Tan Minjie saling melempar pandangan khawatir, Lian mengantar keduanya keluar hunian miliknya kemudian meminta mereka untuk tidak mengganggunya beberapa hari kedepan demi mempersiapkan diri.


Walaupun Chun Lang bilang tak akan mengganggu serta melukai selama masa sebelum pertandingan, Lian tetap berpesan supaya teman – temannya berhati – hati juga waspada. Satu minggu bukanlah waktu lama terutama bagi Cultivator.


“Hmm....? Kalau diperhatikan baik – baik dia sudah berada di puncak Forging Qi tingkat 4, ada kemungkinan saat duel terjadi Chun Lang mengalami peningkatan praktik. Mari kita lihat, hmm....cara terbaik menghadapinya adalah....aha!? Aku memilihmu” gumam Lian sendirian memungut salah satu daun yang tanpa sengaja terbawa angin ke dalam gua.


------><------


Banyak sekali konflik terjadi di dalam sebuah kelompok Cultivator, apalagi teruntuk para anggota Outer Disciple dan Inner Disciple. Sekte sekelas White Crow Sect tidak punya waktu untuk mengurus masalah – masalah sepele macam itu sehingga membiarkannya mengalir.


Pada salah satu bukit, didirikanlah sebuah arena sederhana tempat orang – orang yang berseteru menyelesaikan urusan mereka. Biasanya duel antar murid akan dipantau oleh satu Instruktur agar berjalan adil sesuai perjanjian awal.



Pertarungan antara Chun Lang melawan Lian cukup menarik perhatian, sebab tingkat praktik masing – masing berbeda terlampau jauh. Bahkan murid – murid sudah mulai memasang taruhan demi kemenenangan Chun Lang.


Ini bukan tanpa alasan, dalam generasinya Chun Lang terkenal memiliki kemampuan diatas rata – rata. Terlebih ia punya hubungan kekeluargaan jauh dengan salah satu Tetua White Crow Sect, telah menjadi rahasia umum para murid bermarga Chun memperoleh posisi tinggi berkat campur tangan Chun Tao sang Crow Feather Elder.


Selain itu tidak ada yang cukup bodoh meunggulkan Lian sebagai pemenang, alasan utama mereka tentu saja karena bagaimana mungkin seorang Forging tingkat 1 bermimpi mengalahkan Forging Qi tingkat 4. Latar belakang anak petani biasa juga semakin menguatkan pendapat penonton.


“Aku tak perduli! Kupertaruhkan semua hartaku untuk Bing Lian!” seru Tan Minjie melemparkan kantung besar berisi dua ratus koin emas, seluruh bekal terakhir pemberian orang tuanya ketika pergi meninggalkan desa.


Meski mata uang manusia biasa sebenarnya kurang berharga di dunia Cultivator, tetap saja bagi anak – anak Forging Qi jumlah barusan tergolong fastastis. Arena pertandingan tidak terlalu padat, cuma diisi oleh Outer Disciple, Inner Disciple, juga beberapa anggota dengan tingkat praktik Foundation Realm.


Alasannya sederhana, ketentuan yang diajukan Bing Lian menarik. Jika Chun Lang meminta kepala Lian sebagai hadiah saat menjadi pemenang, si bocah Forging Qi tingkat 1 memberi syarat agar Outer Disciple generasinya akan bertukar posisi dengan seluruh murid Inner Disciple generasi Chun Lang.


Hal ini membuat heboh karena banyak dari mereka cemas jika itu sampai terjadi, walau kemungkinan Lian menang sangatlah kecil. Bisik – bisik segera berhenti digantikan sorakan meriah waktu kedua peserta berjalan memasuki lokasi duel.


“Dewa....kumohon.....lindungi Lian” ucap Lu Xiulan pelan sembari berdoa menyatukan kedua tangannya. Tan Minjie yang duduk disampingnya berusaha menenangkan.


------><------


“Ini adalah pertarungan bebas, kalian berdua siap?” tanya Instruktur Gong, dia berperan sebagai wasit pertandingan tersebut.


“Huh!? Aku tidak memerlukan senjata maupun Daoist Magic tuk menghancurkan kecoak macam dirimu” Chun Lang berkata sinis.


“Terima kasih atas kemurahan hati Senior” balas Lian tersenyum.


“Baiklah.....mulai!!!”


Tanpa menunggu lebih lama Chun Lang melesat bak peluru, entah mengapa ia merasa kesal karena sikap santai Lian seolah meremehkannya. Kombinasi jurus pukulan serta tendangan dilepaskan, kecepatannya agak sulit diikuti oleh para murid Outer Disciple.


“Forging Qi tingkat 5? Ahhh berakhir sudah riwayat bocah itu, ternyata praktik Chun Lang bertambah lagi”


“MAJU KAKAK LANG!!! HABISI DIA!” Chun Ah berteriak puas.


Namun semua kalimat pujian barusan perlahan menghilang sebab setelah semenit berlalu, belum ada satupun serangan Chun Lang mendarat ke tubuh Lian. Gerakan menghindarnya begitu halus nan elegan sehingga membuat penonton berdecak kagum.


‘Ilmu meringankan tubuhnya hebat sekali!’


“Hadapi aku seperti waktu itu brengsek!”


“Ahaha aku tak cukup idiot menghadapi seorang Forging Qi tingkat 5 secara langsung Senior”


“Dasar iblis ke—“


Belum sempat Chun Lang bicara, Lian menangkap lengannya ketika memukul dan menghantamkan sikunya ke sana. Terkejut, Chun Lang berusaha mundur. Tetapi Lian sudah melompat bersiap melepaskan rangkaian tendangan secepat kilat.


BUAKH! BUAKH! BUAKH!


‘SHADOW CROW KICK!?’


Shadow Crow Kick merupakan salah satu ilmu dasar milik White Crow Sect, jurus yang membuat penggunanya mampu melepaskan rangkaian tendangan berjumlah banyak dalam waktu sekejap. Bahkan dikatakan jika sampai pemahaman tertentu, seribu kali sepakanpun bukan suatu hal mustahil.


“Bocah tengik! Kau yang memaksaku, Crow Sword Dance!”


Chun Lang mencabut pedangnya kemudian mulai melakukan gerakan ayunan rumit, bukannya mundur. Kali ini Lian menerjang maju tanpa rasa takut, penonton mulai berdiri dari kursi masing – masing mengira semua telah berakhir.


Bing Lian melepaskan sebuah pukulan kuat pada satu titik dan memaksa teknik Chun Lang berhenti seketika. Lalu dengan telak mendaratkan serangan tapak ke dada Chun Lang hingga dia terdorong mundur cukup jauh terus memuntahkan darah segar.


‘Anak ini!? Membatalkan teknik Crow Sword Dance?!’ Instruktur Gong terperangah, diikuti orang – orang lain yang mengetahui betapa sulitnya melakukan hal itu.


“Cuih!? Belum selesai!!! Fire Ball!” teriak Chun Lang membentuk segel tangan.


Lian meyadarinya dan langsung menjaga jarak, buru – buru menghantam tanah tempatnya berdiri tuk mebentuk tembok sebelum hembusan nafas api Chung Lang mengenainya. Serangan tersebut begitu mudah menghancurkan penghalang Lian sampai dirinya terpental.


“Aih....kupikir senior bilang tidak akan menggunakan senjata maupun Daoist Magic, telingaku sepertinya bermasalah” Lian tertawa pelan berusaha memadamkan api yang membakar jubahnya.


“Tutup mulutmu dan terimalah!!!”


Chung Lang menggunakan jurus sama untuk kedua kalinya, tapi sekarang Lian tidak berusaha kabur melainkan melemparkan sebuah kertas. Cahaya terang menyilaukan muncul tiba - tiba, detik berikutnya air deras keluar entah dari mana menetralisir bola api milik Chun Lang.



“TALISMAN!?”


^^^


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/AryaFP, hanya dengan memberikan kopi. Para pembaca mampu memberikan energi ektra untuk menulis dan berpikir (imajinasi). Mulai dari harga Rp.5000,- saja, pembayaran dapat dilakukan via Gopay, Ovo, Transfer Bank, juga Alfarmart.