
Deru mesin motor memekakkan telinga. Butiran tanah dan asap melesat ke udara. Lagi-lagi satu motor berwarna pink berada di arena balap, semua penonton bersorak sorai. Kemunculan the Angel's rider menjadi sorotan semua penonton. Setelah balap motor terakhir kemarin dimenangkan oleh pemotor nyentrik itu.
Hitungan mundur di mulai. Bunyi tanda sirene pun terdengar. Semua motor melintas cepat. Kali ini ada empat puluh tiga lap dengan rintangan tersulit. Sebuah area perbukitan yang bersinggungan dengan bibir tebing dan jurang terjal. Belum lagi jalanan berbatu yang menukik dan terkadang memiliki kemiringan berbahaya.
Semua motor melesat, pertandingan benar-benar memacu adrenalin semua orang. Tak jarang mengundang pekik ketakutan semua orang jika ada yang merosot jatuh atau menyenggol tebing yang keras. Benar-benar menyesakkan dada bagi yang memiliki penyakit jantung, sebaiknya jangan menonton pertandingan ini.
Lima pembalap gugur karena crush. Bahkan arena balap harus berkali-kali dibersihkan karena adanya accident. Hingga tersisa empat pemain. Semua melesat dengan teknik dan strategi yang sangat baik.
"Wah, pembalap dari mana semua ini?" seru penonton bertanya-tanya.
"Huwwaaa! Ini keren abis!" seru salah satunya.
Para penjudi banyak bertaruh pada pembalap idola mereka termasuk pembalap nyentrik. Lap masih panjang, para narator pertandingan sibuk mereview.
"Ya, jika kita lihat, pembalap dengan nomor punggung D tiga nol N melesat meninggalkan pembalap dengan nomor punggung M sebelas X!"
Pertandingan alot pun terjadi. Pemotor pink selalu berhasil mendahului pembalap di depannya, walau pada akhirnya di titik tertentu, ia pasti dibalap lagi. Tinggal tiga lap lagi. Pertandingan makin menegangkan. Rupanya Luien yang berada di posisi nomor tiga, mulai memahami trik pembalap yang ada di depannya. Ia melakukan gerakan tipu. Begitu berbahaya. Gadis itu menyalip ketika tikungan tipis antara tebing dan jurang. Semua menahan napas, karena benar-benar berbahaya. Bahkan narator berteriak untuk semuanya menutup mata.
"Oh My Gosh, close your eyes!"
Luien berhasil mendahului pembalap di depannya, tentu saja pembalap nomor dua akan mundur, karena jika memaksa, keduanya bisa tewas.
Luien melesat kencang mengejar pembalap nomor satu. Ia masih dibayang-bayangi pembalap yang tadi disalipnya. Semua bersorak mengelu-elukan namanya. Luien melihat lagi titik bagus untuk meninggalkan jauh pembalap di belakangnya, ia pun bisa menyalip pembalap di depannya. Dengan trik yang selama ini ia pakai, gas dan kopling dimainkan. Dinding tebing yang licin menjadi lintasannya.
Benar saja, ia melakukan flying track. Semua menahan napas. Luien melewati pembalap di depannya dan berhasil mendarat sempurna dengan perbedaan jarak yang sangat tipis. Jika saja pembalap itu tidak menahan gasnya, maka crush akan terjadi.
Mengetahui jika pembalap yang ia salip meredakan kecepatan, Luein memacu gasnya. Ia melesat dengan cepat. Bahkan atraksinya juga begitu memukau.
Semua bertepuk tangan. Tinggal satu lap lagi. Luien harus benar-benar fokus dan konsisten. Kecepatan ditambah, trik dijalankan. Hingga ketika menjelang garis finish. Gadis itu melesat di urutan pertama. Semua penonton bersorak. Para penjudi juga puas walau mereka kalah.
Luien memenangkan pertandingan. Tak ada yang bisa mengalahkannya jika menaiki kuda besinya.
"Luien!"
Netra gadis itu membola mendengar suara yang sangat dikenalinya. Alex benar-benar sangat kesal bisa dikalahkan oleh gadisnya. Ia tak menyangka kenekatan Luien ketika mengadu kuda besi mereka. Tiba-tiba sosok pria menepuk bahunya. Ia menoleh.
"Dad," panggilnya.
Luien langsung memakai helmnya. Deon mendekati putrinya, tadi dia di track pertama. Pria itu melepas helm yang dikenakan Luien. Ia mendengkus kesal.
Ada kekesalan dan rasa bangga menjadi satu. Baru kali ini, ia dikalahkan oleh seorang gadis yang begitu berani dan mampu menanggung resiko. Tentu dengan perhitungan yang tepat.
"Dad," cicit Luien.
"Kita pulang," ajak pria itu.
Deon menatap Alex yang masih tak percaya bisa dipecundangi seorang gadis.
"Sudah, hadapi saja," sahut Deon.
Akhirnya Alex pasrah. Ia akan mengalahkan Luien lain kali di arena balap. Luien mengambil uang hasil kemenakannya. Sebuah thropy yang ia incar akhirnya ia dapatkan. Gadis itu tersenyum lebar dengan thropy pertama yang ia dapatkan.
"Ini balapan terakhir ku!" janji Luien.
"Yakin?" tanya Alex tak percaya.
Kini ketiganya pun pulang. Luien tertidur di mobil. Deon tersenyum simpul. Ia mengecup kening putrinya sayang.
"Jika Mama mu tahu, kita berdua akan kena marahnya," sahutnya bermonolog.
Alex menaiki mobilnya sendiri. Ia mengetahui jika Luien mengikuti balap liar lagi. Justru ia kaget jika Deon, calon ayah mertuanya juga ikut serta dalam balap liar. Bahkan hampir bisa mengalahkan Luien.
"Besok, aku datang melamarnya," gumamnya dengan senyum lebar.
Ia sungguh-sungguh ingin membawa Luien dalam pelukannya tanpa ada yang melarang. Memagut bibirnya dan memenuhi dirinya. Alex benar-benar menginginkan gadis itu menjadi pendamping hidupnya.
Hari berganti. Semua maid sibuk menyiapkan acara paling penting dalam kehidupan pemilik mansion. Bangunan itu sudah dihias cantik. Semua media diundang untuk meliput hari bersejarah bagi orang paling berpengaruh di kota itu.
Maxwell akan menyunting putri dari Philips. Diana dan Gloria ada di kamar gadis itu. Mereka sibuk memarahi sahabat bagi Diana dan mantan rival bagi Gloria.
"Mataku gatal jika pakai bulu mata palsu, Gloria!" keluh Luien ingin mencopot bulu matanya.
"Oke, kita lepas!" sungut Gloria kesal.
Dengan hati-hati, gadis itu melepas bulu mata yang membuat Luien semakin cantik. Entah berapa kali dua gadis itu membenahi dandanan Luien. Diana juga uring-uringan karena sahabatnya itu menolak keras memakai gaun yang disiapkan.
"Kau mau pakai apa? Karung?!" sentaknya.
Akhirnya Luien memakai gaun warna pink yang begitu pas dan seksi di tubuhnya. Ia benar-benar cantik, sangat natural.
"Ayo, kita turun. Semua menunggu!" ajak Gloria.
Keduanya menarik tangan Luien yang masih saja malas untuk berdiri. Diana dan Gloria nyaris menyeret gadis itu. Ludwina tersenyum melihat penampilan putrinya. Rico yang digendong Matilda juga tersenyum senang.
"Mama atik!" pujinya.
"Ya, Mamamu antik, Baby," seloroh Gloria.
"Ish," protes Luien.
Semua terkekeh, kemudian mereka pun turun. Semua menatap wanita paling cantik, sang ratu Ludwina. Deon memasang tangannya. Dengan anggun, wanita itu mengalungkan lengannya pada sang suami. Kini giliran Adrian dan Vic yang terpana melihat gadis cantik. Terutama Luien. Alex juga sampai tak berkedip.
"Usap air liur kalian," seloroh Maxwell.
Ketiga pria muda itu sampai benar-benar menyeka bibir mereka, lalu malu karena ternyata mereka dibohongi. Semua tertawa. Ageele ada di sana. Mira dan Frank diundang begitu juga seluruh penghuni unit lantai empat. Mereka kini tau siapa jati diri gadis yang tinggal di apartemen milik Chen itu.
Luein kini berada di tengah ruangan. Alex bersimpuh sambil menggenggam tangan gadis itu. Jantung keduanya berdetak dengan kencang. terlebih Alex mengeluarkan kotak beludru warna hitam dan membukanya. Satu cincin berlian cantik.
"Will you marry me?" pinta Alex tulus.
Luien mengangguk.
"Yes, I do," jawabnya.
Alex memeluknya dan langsung memasang cincin itu pada Luien. Mereka pun berciuman. Semua bertepuk tangan. Luien malu dengan semua, tetapi ia merasa sangat bahagia.
Bersambung.
selamat ya Luien.