
Di penjaranya Brenda membuat salah satu orang tuanya mendatangi tahanan kota. Perihal penghinaan terhadap anggota kerajaan dan juga berlaku tidak pantas menjadi dasar hukum dua gadis keras kepala itu.
"Papa ... keluarkan aku dari sini ... Pa!" rengek Brenda.
Sang ayah hanya bisa geleng-geleng kepala, denda untuk mengeluarkan anak gadisnya cukup membuatnya pusing kepala. Belum lagi harus ada pernyataan maaf pada pihak kerajaan.
"Apa.kau sudah tak waras, Brenda, Anneth!?"sentak pria itu tak habis pikir.
"Aku hanya mengatakan kebenaran Om. Luien memang tak pantas menjadi seorang putri. Dia adalah gadis miskin yang beruntung!"
"Cukup!" teriak pria itu.
"Aku sudah menyerah padamu Anneth. Aku akan mengeluarkan putriku dan menjauh dari dirimu. Kau mempunyai pengaruh buruk!" sentak pria itu.
"Tidak, aku tak mau keluar jika Anneth tak dibebaskan!" teriak Brenda bodoh.
"Begitu?" tanya pria itu lagi.
"Iya!" tantang Brenda berani.
"Kalau begitu. Selamat menikmati hotel prodeo selama lima tahun! Aku tak akan membebasknmu bahkan aku tak akan mengirimkan pengacara untuk membelamu," putus pria itu.
Brenda terdiam. Ancaman hukuman lima tahun penjara adalah yang paling menakutkan. Ia melirik Anneth yang hanya diam saja.
"Papa!" teriak Brenda memanggil ayahnya.
"Kau bukan putriku lagi. Aku mencoret dirimu sebagai ahli waris. Kau tau, Brenda. Selama ini ayah dan ibu punya anak lain, seorang anak laki-laki yang memang kami siapkan untuk menggantikan dirimu!" ujar pria itu.
Brenda berteriak mendengar kenyataan itu. Selama ini, dia tak peduli yang lain selain dirinya sendiri. Memanjakan dirinya, sebagai pewaris satu-satunya perusahan ayahnya. Tetapi, banyak pemegang saham menolak karena otaknya yang memang tak bisa bekerja.
Ayah Brenda pergi. Mereka menunggu ayah dari Anneth. Tapi, hingga jam besuk berakhir. Ayah Anneth tak datang begitu juga dengan ibunya.
"Aku tidak mau di penjara ... aku tidak mau!" rengek Brenda menyesal.
Andai ia tadi mau mengikuti ayahnya. Mungkin ia akan bebas dan bisa tidur nyenyak di kasurnya yang empuk. Setidaknya ia masih bisa merasakan kebebasan.
Sementara di tempat lain. Ayah Anneth benar-benar tak peduli akan putrinya. Sang istri berkali-kali menyatakan keprihatinannya.
"Jika kau khawatir ... maka kau saja bersama putrimu di penjara!" bentak pria itu.
Sang istri diam. Ia memilih menuruti apa kata suaminya. Wanita itu merasa bersalah terlalu memanjakan putrinya. Sebenarnya ia masih bisa melahirkan, jika saja bibir dari suaminya bagus. Tapi, setelah Anneth lahir. Sang suami mengalami lemah syahwat jadi tak bisa menanami bibit lagi di rahimnya.
Sementara Luien kini tengah bermanja dengan Armira. Wanita itu menciumi wajah Luien.
"Kau seorang putri, sayang."
"Aku merindukanmu, Mira," ucap Luien tulus.
Mira tersenyum senang. Para penghuni apartemen juga begitu bahagia akan kedatangan wanita itu. Chen dan keluarga sampai menyambangi bangunan miliknya. Luien membagikan semua barang yang ia beli tadi.
"Wah ... Yang Mulia Tuan Putri ... aku tersanjung sekali," ujar Frank.
"Katakan ... apa kau masih balapan liar ... aku dengar tak ada yang bisa mengalahkan angels rider!" lanjutnya.
"Aku sudah menikah. Tentu, aku sudah berhenti total dari segala macam perlombaan," sahut Luien.
"Padahal Mr. Goed tengah mengadakan event besar dan hadiahnya lima ribu dolar," ujar Frank memberitahu.
"Mr Goed buat event lagi?" pria itu mengangguk.
"Sayang!" tegur Alex.
Luien mengerucutkan bibirnya. Frank tertawa puas.
"Aku yakin. Kau tidak akan bisa tidur nanti malam. Kau tau, pertaruhan besar terjadi dua malam lagi!"
"Jangan menggodanya Frank!" sengit Alex kesal.
"Mira, tolong kau marahi anakmu," adunya sebal.
Mira sampai menjewer telinga Frank agar tidak mengatakan apa pun perihal balapan liar.
"Pulang lah, Nak. Aku akan memarahi anak ini karena telah mengganggu saudaranya," ujar Mira.
"Mira ... aku hanya berbagi kesenangan pada Luien!" sahut Frank membela diri.
Alex membawa pulang Luien dari apartemen. Chen melepas kepergian mereka dengan senyum penuh kebanggaan. Banyak foto ia abadikan selama Luien ada di apartemen miliknya. Ia hanya jadi penonton ketika Frank mengganggu wanita itu perihal balapan liar.
"Sayang," panggil Alex pada istrinya.
Luien menenggelamkan tubuhnya pada pelukan hangat sang suami.
"Kita ke apartemen milikku. Dulu, aku janji mau memasakkan sesuatu untukmu," ajak Alex.
Luein mengangguk. Ia ingat dulu laki-laki itu mengajaknya ke apartemen bersama sahabatnya.
"Aku juga punya unit di tempat ini,," ujar Luien ketika sampai.
Para pengawal memeriksa semuanya. Sampailah ia pada unit milik pria itu. Luien masuk dan menatap dekorasi khas pria.
"Duduklah sayang," pinta pria itu.
"Aku ingin lihat kamarmu," ujar wanita itu.
Alex membiarkan istrinya menjelajah. Pria itu memakai appron dan langsung membuka lemari pendingin. Ia akan membuat pasta dan juga lasagna. Daging ia rendam dengan air hangat dan mengambil bawang bombay dan keju mozzarella.
Setelah mencincang semua bumbu. Pria itu menumisnya. Bau harum tercium memenuhi ruangan. Luien menatap punggung suaminya yang memasak. Ia telah memeriksa semuanya, tak ada bekas atau tanda jika pria itu dulu menyimpan perempuan sebelum ia menikah. Luien sangat bahagia. Ia memeluk suaminya dari belakang.
"Sayang," panggilnya mesra.
Alex membalikkan tubuhnya. Ia menaut bibir istrinya singkat.
"Sebentar lagi, masak sayang," ujar pria.
Luien menatap sang suami dengan kabut gairah. Pria mana yang tak tergoda mendapat tatapan seperti itu dari wanita yang sangat ia cintai.
Alex mematikan kompor. Pasta sudah siap. Lasagna tinggal menunggu matang saja dari microwave.
Kedua bibir saling menaut. Keinginan Alex untuk memulai sesi panas di meja makan atau di dapur menjadi kenyataan. Tubuh istrinya merespon semua cumbuan bahkan dengan berani mengawali permainan.
"Sayang," panggil Alex dengan peluh bercucuran.
Pria itu sengaja meletakan pasta di dada sang istri dan melahapnya dari sana. Luein mengerang dan begitu menikmati permainan suaminya. Ia sudah basah. Ia tak tahan untuk segera memulai permainan inti.
"Sayang ... aku mohon," erang wanita itu begitu seksi.
Alex pun mulai memasuki inti permainan. Tubuhnya melaju pelan di atas tubuh istrinya. Hingga dapur menjadi berantakan. Saus pasta berceceran bahkan seluruh tubuh Luien bermandi pasta.
"Sayang," erang Luien begitu seksi ketika ia sampai pada pelepasannya.
"Aku akan keluar ...."
"Sama-sama sayang!" pinta pria itu dengan terengah-engah.
Laju tubuh makin kencang. Luien benar-benar pasrah pada suaminya. Hingga pada titik keduanya benar-benar mengerang dan menyebut nama masing-masing.
"Sayang ... aku mencintaimu ... aku mencintaimu!" teriak Alex dengan napas menderu.
"Aku juga sangat mencintaimu!" balas Luien.
Keduanya saling peluk dan tersenyum. Pria itu mengangkat tubuh istrinya.
"Sayang?" panggil Luien kaget.
"Kamar mandi lagi, sayang," pinta Alex mulai menciumi leher jenjang istrinya.
Luien hanya bisa pasrah. Ia menerima bahkan mulai liar melayani suaminya.
bersambung.
hot kan?