
"Siapa nama bosmu itu?"
"Saya tidak tahu namanya nona."
"Jangan main-main denganku. Aku bisa saja meracunimu saat ini juga. Sekarang katakan siapa?" bentak Mey.
"Saya benar tidak tahu, tapi … yang saya tahu dia pemilik Antares grup," jawab Pelayan itu gugup.
"Antares grup! Sharon, paman," lirih Mey.
'Belum cukup kalian membunuh kedua orangtuaku sekarang kalian membunuh nenekku juga' batin Mey, yang membayangkan bagaimana dulu saat kebakaran itu terjadi, yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal.
Mey, melangkah keluar dengan lemas, tubuhnya seakan tidak ada tenaga untuk melangkah. Elo, yang melihat Mey, keluar dari ruangan itu langsung memeluknya. Elo, tahu cukup sulit bagi Mey, melalui semua ini dan kenyataan yang dia ketahui adalah paman juga sepupunya yang selalu menjadi pembunuh keluarganya.
"Kenapa, kenapa mereka selalu merenggut orang yang aku sayangi sudah cukup aku kehilangan orangtuaku sekarang mereka pun membunuh nenek!" Mey, terisak meratapi nasibnya yang sangat malang yang kini harus hidup sendiri tanpa keluarganya.
"Kenapa, kenapa mereka melakukan itu?" Mey, semakin terisak dan Elo, tetap memeluknya untuk menenang, kannya.
"Inilah saatnya, untuk menampakan dirimu," ucap Elo, membuat Mey, tertegun.
"Mulai sekarang, kamu tidak perlu lagi bersembunyi, lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Ambil kembali hakmu dan keluargamu Antares grup adalah milikmu bukan milik mereka."
"Kamu mengerti apa yang aku ucapkan, kan!" Mey, mengangguk mengerti saat mendapat pertanyaan dari Elo.
Semua pembicaraan Mey, dan pelayan itu sudah di rekam dan akan menjadikan bukti di pengadilan nanti. Antares grup, satu nama yang di sebut oleh pelayan itu polisi pun akan menindak lanjuti kasus ini.
Pelayan itu pun di masukan ke dalam sel, setelah diamankan, para polisi pun bekerjasama untuk menangkap orang yang menjadi pembunuh nek, Tini ini.
Perihal dengan kejadian sebelumnya, saat kejadian kebakaran rumah Tini, terlihat sebuah mobil yang terekam cctv dan pemilik mobil itu adalah Sharon. Di tambah dengan tindakan kejahatan yang sebelumnya percobaan pembunuhan terhadap Mey, yang saat itu sempat akan menabrak Mey.
Begitu pun dengan Farhan, atas percobaan pembunuhan terhadap Jimmy si pengacara yang membuat mobilnya terguling hingga dirinya tewas.
Semua bukti sudah di kumpulkan, dan semua bukti cukup kuat untuk menangkap penjahat anak dan ayah itu
***
Keesokan paginya Antares grup di penuhi banyak tamu, terutama para investor-investor. Terpancar kebahagian di balik senyuman antara anak dan ayah. Sharon, yang bangga akan dikenalkan sebagai CEO pemilik Antares grup, berdandan sangat cantik untuk menyambut hari bahagianya itu.
Farhan, yang terlihat berwibawa juga bangga akan kerja kerasnya selama ini. Bertahun-tahun dirinya menunggu untuk memiliki aset Antares grup selamanya, jiwanya yang serakah membuat dia nekad dan kejam melakukan apapun yang dia ingin, kan. Bertindak kejam kepada orang yang akan menjadi penghalang hidupnya.
Hingga dia tega menyingkirkan ayah, dan adik kandungnya sendiri. Demi harta, dan tahta, dan sekarang waktu itu telah tiba semua aset Antares grup menjadi miliknya sekarang.
Sharon, dan Farhan, pun berjalan menuju ruangan meeting yang dimana banyak para investor yang menunggunya disana. Selain itu para karyawan dan suasana kantor menjadi riuh karena mereka mendengar kabar bahwa akan ada direktur baru sebagai pemimpin Antares grup.
Sebagian karyawan yang bekerja sejak lama mereka tahu jika pemilik Antares grup adalah Farel Antares, namun sejak dinyatakan meninggal Antares grup di pimpin oleh Farhan, yang sangat kejam pada karyawan bahkan dia memperkerja, kan mereka tanpa ampun hingga uang lembur pun tidak pernah ia bayarkan.
Di sisi lain seorang gadis tengah menatap cermin, menatap bayangan dirinya pada pantulan cermin. Sungguh menyedihkan seorang anak yatim piatu, dan juga cacat wajah harus menderita selama hidupnya tapi kini, penderitaan akan hilang selama-lamanya.
"Meisie Callia, sambutlah hidup barumu, lupakan masa lalumu, hari ini, detik ini, tunjuk, kan pada semua orang jika dirimu bukanlah wanita lemah," ucap Mey, yang menatap dirinya pada pantulan cermin.
"Kamu adalah pemilik Antares grup, mulai saat ini tidak akan ada orang yang merendahkanmu."
Mey, mulai mengambil alat makeup nya terutama brush ajaibnya. Dengan mata terpejam brush itu ia sapukan ke area wajahnya. "Brush ajaib buatlah wajahku menjadi cantik," ucapnya yamg langsung menyapukan brush itu pada wajahnya.
"Meisie, kau sangat cantik," gumam Mey, dalam hati.
Lalu Mey, mengaplikasikan brush itu dengan sedikit makeup, mungkin hanya makeup minimalis saja yang Mey, aplikasi, kan pada wajahnya namun sepertinya itu tidak cocok dengan dirinya yang sekarang, yang akan menjadi CEO perusahaan.
"Apa ini cukup? Tapi wajahku pucat sekali," ucap Mey, yang menatap wajahnya yang sedikit pucat karena makeupnya.
Karena tidak pandai berdandan, Mey, pun mencaritahu dari internet gaya para CEO wanita dan dandanannya seperti apa. Namun, itu membuang waktu yang lama hingga membuat seseorang kesal melihatnya.
"Apa yang kau lakukan kakak ipar?"
Seruan Jil, mengejutkannya hingga membuatnya menoleh. "Jil?" ucap Mey, yang melihat Jil, dari belakang. Jil, melangkah masuk untuk menghampirinya.
"Inikah gayamu sebagai CEO. Kakak ipar apa kau tidak pernah berdandan, mukamu pucat sekali seperti anemia," cibir Jil, yang berbicara sesuka hatinya.
"Sini biar aku yang mendandanimu." Jil, pun mengambil sebuah catokan rambut dan sisir untuk menata rambut kakak iparnya. Kehidupannya di amerika membuat dirinya tahu cara bergaya dan gaya apa saja yang cocok.
Mey, yang rambutnya mulai di sentuh pun langsung menahannya. "Mau di apa, kan rambutku?" Mey, tidak pernah menata rambutnya dengan bermacam gaya, dari dulu penampilannya selalu sederhana rambut lurus dan panjangnya tidak pernah ia ubah tetap alami.
"Diam saja, aku hanya ingin menata rambutmu sedikit," bantah Jil.
"Tapi …" ucap Mey, tertahan karena Jil, menyanggahnya.
"Aduh, udah deh! Kakak ipar diam saja."
Akhirnya Mey, pun diam membiarkan Jil, melakukan apa yang dia ingin, kan. Jil, membuat rambut Mey, sedikit bergelombang, lalu Jil, pun memoles sedikit makeup pada wajah Mey, menambahnya sedikit agar tidak terlalu pucat.
"Eh, tunggu. Aku tidak suka lipstik merah." Mey, langsung ketakutan saat Jil, akan memoles bibir ranumnya dengan warna yang merah merekah.
"Kakak ipar kau diam saja."
"Tapi aku tidak suka, makeupnya sedikit tebal," keluh Mey.
"Kakak ipar, sekarang kau bukan lagi Mey, tapi Meisie Callia, seorang direktur perusahaan jadi kamu harus menampilkan yang berbeda. Kamu ingin Sharon, melihatmu sebagai Mey, yang lemah tidak, kan!"
"Dia akan melihatmu sebagai Mey, yang kuat, tangguh dan pemberani. Bukan Mey, yang lemah jadi inilah saatnya memulai perubahan. Kau ingatlah paman, bibi, dan nenek, orang yang kamu cintai." Jil terus memberikan semangat kepada Mey, agar Mey, bangkit dan tidak lagi menjadi orang yang lemah.
Jil, merubah semua penampilan Mey. Dari alis, mata, bibir, hidung, dan seluruh wajahnya. Tak lupa Jil, memakai, kan soplen pada matanya agar terlihat lebih berbeda. Setelah semuanya selesai Jil, pun mulai memilihkan pakaian yang cocok untuk Mey, hingga membuat Mey, berbeda penampilannya berubah 180°.
"Lihatlah kakak ipar, dirimu yang sekarang." Jil, membawa Mey, mendekat ke arah cermin namun menutup mata Mey, dengan kedua tangannya.
"Inilah Meisie Callia, direktu utama antares grup." Jil, membuka kedua tangannya yang menjadi penutup mata Mey, hingga akhirnya Mey, pun tercengang melihat dirinya yang sekarang, sungguh sangat berbeda.
Anggap saja itu Mey, ya 🤭🤗