The Magic Face Brush

The Magic Face Brush
Ada aku di sampingmu



Mey, sudah sampai di rumahnya. Hari ini Mey, benar-benar bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Saking bahagianya Mey, lupa dengan kejadian di mal saat itu saat seseorang yang ingin membekapnya.


Di tempat lain seorang pria kena amukan bosnya pria itu tak lain adalah pria yang mengikuti Mey, saat di mal. Dan orang yang mengamuki-nya adalah Farhan. Sudah jelas Farhan, lah dalang dari semua ini. 


Farhan, tahu Mey, masih hidup dan selamat dari kebakaran itu. Farhan, semakin ingin melenyap, kan keponakannya itu. Karena, baginya kehadiran Mey, mengancam hidupnya. 


Jimmy, memang sudah meninggal namun, bukan berarti permasalahan hak waris di biarkan begitu saja. Elo, sudah menyerahkan kasus ini kepada pengacaranya bahkan Rakka, pun ikut membantu mencari anak dari Farel Antares, mereka masih belum mengetahui bahwa Meisie, adalah putri dari Farel Antares. 


"Sudahku bilang lenyap, kan anak itu " bentak Farhan, pada pria itu. 


"Maaf bos, saya kehilangan jejak," jawab pria itu. 


"Aku, tidak mau tahu besok kau harus bisa melenyap, kan anak itu." 


Farhan, benar-benar terancam karena tidak ingin anak Farel, mengambil semua aset miliknya. Karena dalam surat wasiat dari ayahnya Farel, dan putrinya yang berhak atas segalanya. Sedang, kan surat itu berikut dokumen-dokumen belum dia temukan. 


Sharon, yang tak sengaja mendengar percakapan ayahnya menjadi penasaran siapa gadis yang selama ini ingin ayahnya celakai. Karena rasa penasarannya Sharon, pun bertanya.


"Papa, siapa orang yang ingin papa lenyapkan?" tanya Sharon, yang berjalan ke arah Farhan. 


Farhan, sedikit terkejut dengan kedatangan Sharon. "Putriku, kemari sayang," ucap Farhan, yang merangkul Sharon, untuk duduk di sampingnya. 


"Sejak kapan kau datang?" tanya Farhan, melirik Sharon.


"Jawab saja pertanyaanku pa." Sharon, tidak ingin bertele-tele. Dan ingin langsung mendengar jawaban ayahnya. 


"Jadi kamu mendengar percakapanku tadi." 


"Siapa yang akan papa lenyapkan?" 


Farhan, menghela nafas sejenak. "Baiklah Papa, akan memberitahumu, tapi kau jangan terkejut." Sharon, mengerut, kan keningnya karena tidak mengerti maksud ucapan ayahnya.


"Terkejut! Untuk apa aku terkejut." Sharon, pun merasa heran. Menatap Farhan, dengan tajam.


"Sebenarnya anak dari om Farel, masih hidup." Sharon, terbelalak mendengar ucapan ayahnya. Karena setahunya anak dari pamannya itu sudah meninggal sejak kebakaran 10 tahun lalu. 


"Bukannya sudah meninggal saat kebakaran itu, kan!" Sharon, berharap sepupunya itu tidak benar-benar kembali.


"Papa harap juga begitu, tapi ternyata dia masih hidup," jawab Farhan.


"Bagaimana bisa? Kejadian itu sudah lama 10 tahun lalu, tidak mungkin tiba-tiba dia kembali dan dinyatakan masih hidup." Sharon, benar-benar tidak rela jika sepupunya masih hidup, karena Sharon, takut jika yang akan di jodohkan dengan Elo, adalah sepupunya itu.


"Tapi kenyataannya dia masih hidup," jelas Farhan. "Itu sebabnya kenapa papa ingin melenyapkannya, karena jika dia hidup dan kembali kita akan kehilangan semua yang kita miliki," lanjut Farhan, menyampai, kan ketakutannya.


"Apa hubungannya! Kita akan kehilangan semua yang kita miliki." 


"Karena rumah, perusahaan, dan semua yang kita punya adalah milik pamanmu." 


"Tidak bisa begitu," bantah Sharon. "Kita yang mengembangkan perusahaan, kita yang membuat perusahaan Antares, berdiri hingga sekarang, dan bukan, kah perusahaan itu milik kita." 


Sharon, tidak tahu jika perusahaan dan semua aset Antares, belum di balik nama, kan. Sharon, berpikir semua itu milik dirinya dan juga papanya. Padahal, papanya tidak memiliki apapun karena semua hak waris jatuh pada Farel, dan putrinya. 


"Perusahan itu belum sepenuhnya milik kita, pengacara itu tidak memberikan hak waris itu pada papa. Dia sangat kekeh, untuk memberikan hak waris itu pada putri pamanmu. Karena mengetahui putri dari Farel, masih hidup," jelas Farhan. 


"Maksud Papa pak Jimmy? Jadi, papa …," ucap Sharon, tertahan karena Farhan, segera menyanggahnya.


"Itu sebabnya kenapa Papa, membunuhnya," ucap Farhan. 


"Lalu, apa yang papa Khawatir, kan! Bukan, kah pak Jimmy sudah meninggal, itu artinya kita bebas tidak akan ada lagi orang yang mempermasalah, kan hak waris dan semua aset Antares, sudah pasti itu semua jatuh pada kita." 


Sharon, begitu yakin. Namun, dirinya tidak tahu jika Jimmy, sudah menyerahkan semua aset dan dokumen-dokumen atas nama Antares grup pada orang lain, yang sekarang sedang di lakukan atau di proses semua hal yang berhubungan dengan Antares, grup termasuk pencarian hak waris yang sesungguhnya. 


"Jimmy, menyembunyikan semua file dan dokumen yang berhubungan dengan Antares, grup. Papa pun tidak tahu dimana dokumen itu sekarang," jelas Farhan.


"Justru dengan hilangnya dokumen itu, kita akan tenang semua aset keluarga Antares, masih menjadi milik kita selama dokumen itu tidak di temukan," ucap Sharon, yakin.


"Selama hak warisnya masih hidup, tetap saja kita tidak bisa tenang. Kamu tahu, kan Jimmy, bukanlah pengacara yang bodoh, dia tidak mungkin menghilangkan dokumen itu begitu saja. Pengacara itu pasti menyembunyikannya di suatu tempat." Farhan, meyakini bahwa Jimmy, pengacara yang pintar dan handal. 


"Jika anak itu di temukan, pernikahan kamu akan terancam karena yang di jodoh, kan bukanlah dirimu melain, kan anak dari pamanmu. Aku yakin, Jimmy, menyimpan surat wasiat itu," sambung Farhan. 


Sharon, terbelalak mendengar hal itu karena dirinya tidak ingin jika Elo, harus menikah dengan wanita lain. 


"Mungkin, saja gadis itu bukan anaknya paman. Bisa saja dia berbohong demi mendapat, kan hak waris itu." Sharon, mengelak. "Lagian dia tidak mungkin masih hidup." Sharon, sangat tidak terima jika sepupunya masih hidup.


"Ada seseorang yang menyelamatkannya," jawab Farhan. 


"Papa sudah tahu siapa dia?" tanya Sharon, Farhan, hanya mengangguk.


"Dia tinggal di xxx, dan bekerja di PT El-Giedon Industri, dia dekat dengan kita." 


"Siapa?" Sharon, kembali bertanya.


"Dia bekerja sebagai seorang OB tapi sekarang dia sudah menjadi sekretaris seorang CEO." 


"Maksud papa Elon, dia sekretaris Elo!" 


"Hm," gumam Farhan.


'Tidak mungkin, apa gadis buruk rupa itu adalah sepupuku? Mey, apa dia anak pamanku dan gadis yang akan di jodohkan dengan Elo' batin Sharon.


Sharon, memang mengenal Mey, dari dulu tapi keduanya tidak saling mengenal sebagai saudara apalagi sepupu. Kehidupan keluarga yang merenggang, membuat Mey, dan Sharon, tidak saling mengenal. Karena Farhan, menikah dengan wanita yang tidak di sukai oleh Edwin, papanya. 


Namun, Farhan tetap menikah dengan wanita pilihannya karena wanita itu sudah mengandung anaknya. Namun, tanpa Farhan, ketahui yang di kandung istrinya bukanlah anaknya melainkan anak dari lelaki lain. Karena sebelumnya wanita yang dia nikahi bukan wanita baik-baik itu sebabnya Edwin, melarang hubungan mereka.


Mengetahui Mey, adalah sepupunya Sharon, semakin benci padanya.


**** 


Di tempat lain kedua sejoli ini sedang di mabuk asmara. Bagaimana tidak, keduanya sama-sama merasakan hal yang sama seperti ciuman pertama, dan cinta pertama. Mereka tidak menyadari bahwa cinta mereka sudah tumbuh sejak kecil, namun saat itu mereka belum menyadari karena usia yang masih dini sulit untuk menyadari cinta. 


Tuhan sudah mentakdir, kan mereka dari mulai pertemuan sejak kecil, hingga pertemanan yang begitu dekat hingga keduanya tidak bisa di pisahkan. Selain karena pertemuan itu keduanya juga sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, mungkin ini awal untuk hubungan mereka yang menjalin menjadi sepasang kekasih. 


Malam ini keduanya saling membalas pesan.


Elo: Apa kau sudah tidur?


Mey: Belum.


Elo: Tidurlah, ini sudah malam


Mey: Aku tidak bisa tidur


Elo: Kenapa? Apa kau mengingat ciuman itu?


Mey: Elo, kenapa kau jadi mesum begini. Bagaimana jadinya jika karyawanmu tahu bahwa bos kaku dan dingin ini ternyata mesum.


Elo: Lalu, kenapa kalau bukan karena aku?


Mey: Aku memikirkan kejadian tadi, aku masih takut. Apa orang itu akan menculikku?


Elo: Jangan takut, ada aku di sampingmu.


Senyum Mey, pun mengembang saat membaca pesan dari teman, sekaligus bos yang sekarang menjadi kekasihnya. Memang benar nyatanya semenjak pertemuan pertamanya Elo, bagaikan malaikat baginya Elo, selalu menolongnya dan menyelamatkannya saat dirinya dalam bahaya, hati batinnya selalu tergerak seolah tahu jika Mey, dalam bahaya.


...****...


maaf ya thor telat update nya 🙏.


Jangan lupa dukungannya ya, untuk saat ini hanya bisa 1 bab saja belum bisa crazy up 🙏 karena masih sibuk dengan real life.


Terima kasih buat yang selalu setia ikuti kisah Elo dan Mey nya, jangan lupa dukungannya 🤗


Dini_Ra