The Magic Face Brush

The Magic Face Brush
Keputusan Bara



Di tengah maraknya issu sekandal antara Gladis, dan Bara. Kini dunia maya di kejutkan dengan kabar yang mencengangkan. Hampir di semua berbagai media, siaran radio, siaran berita, dan majalah menyebarkan sebuah foto seorang wanita yang sangat di kenali, di gemari, dan di kagumi masyarakat. 


Sebuah foto yang memperlihatkan Gladis, bersama seorang pria di sebuah club malam. Hingga di depan kamar sebuah hotel yang memperlihatkan Gladis, yang bermesraan dengan pria lain.


Sontak kabar itu membuat heboh jagat maya, terutama para fans. Tak sedikit dari mereka yang kecewa, curiga, dan menganggap rendah pada Gladis. Yang kini malah bermesraan dengan laki-laki lain. 


Sedangkan kemarin, dirinya berkata pada semua orang di acara konferensi pers-Nya. Gladis, mengatakan jika suaminya berselingkuh. Namun, kini sebaliknya dirinya lah yang bermain gila bersama laki-laki lain. 


Foto itu pun menghebokan sealam jagat raya apa lagi para fans yang begitu mengagumi Gladis. Namun saat ini Gladis belum mengetahuinya karena dirinya masih terlelap dalam tidurnya. 


Keadaannya yang mabuk semalaman membuat dirinya tak terkendali. Hingga tak sadar dengan pria yang bersama dirinya saat ini. Sampai Gladis, begitu menikmati setiap sentuhan laki-laki itu. 


Setelah lama tidak dapat sentuhan dari Bara, Gladis, merasa puas dan liar bermain di atas ranjang panasnya bersama laki-laki itu. Nama Bara, selalu dia ucapkan saat berada dalam puncak pelepasan.


Sedangkan di sisi lain nama yang selalu ia sebutkan dan di panggil dengan mesra itu sedang melakukan kebersamaan dengan istri keduanya. Tidak ingin memikirkan kabar miring tentang istrinya itu Bara, lebih memilih untuk mengabaikan dan melupakannya dengan menghabiskan waktunya bersama Siska.


"Dimana aku?" ucap Gladis, saat mengerjapkan matanya. Melihat tempatnya yang asing dan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun. 


Ah … teriak Gladis saat melihat tubuhnya yang polos dan hanya di balut selimut saja. Pakaiannya berserakan dimana-mana. Dirinya begitu ketakutan hingga mencengkram kuat selimutnya.


"Hai baby," 


"Siapa kamu!" bentak Gladis, yang terkejut dengan kehadiran seorang laki-laki yang tidak ia kenali. Laki-laki itu mendekat dan tersenyum menyeringai, membuat Gladis semakin takut. Hingga beringsrut mundur. 


"Apa yang kamu lakukan padaku hah!" 


"Kenapa? Kau begitu takut apa kau lupa kita sudah bertemu dua kali dan menghabiskan malam bersama." 


Gladis, mencoba mengingat dan menyapu pandangan pada setiap sudut kamar yang tak asing baginya. Karena sebelumnya Gladis, pernah terbangun di kamar yang sama. Saat dirinya tengah mabuk berat. 


"Jadi, kau!" 


"Ya, aku laki-laki yang kau anggap suamimu Bara." 


"Bajingan kamu, kamu berani menyentuhku." 


"Tapi kau menikmatinya bukan!" ucap Laki-laki itu yang tersenyum licik. Gladis berpikir yang semalam tidur dengannya adalah Bara, itu sebabnya dia menikmatinya dan memimpin pertempuran itu.


*


*


*


Bara, melempar sebuah foto yang memperlihatkan Gladis, dengan laki-laki itu. Hatinya sangat marah dan muak saat melihatnya. Karena Gladis, masih menjadi istri sahnya. 


"Jadi, ini yang kamu lakukan selama di luar. Pergi ke club bersama pria lain." 


Bara, berpikir jika selama ini Gladis, menduakannya. Pergi ke club malam dan sulit di ajak pulang mungkin inilah alasannya. Walau dirinya sudah menikahi Siska, tetapi hatinya masih mencintai Gladis. 


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Haikal, yang melihat temannya begitu kacau. 


"Entahlah." Bara, bingung harus melakukan apa. 


"Kabar tentang Gladis, juga tentang skandal kalian ini tidak akan baik. Ini akan menjadi pengaruh besar bagimu terutama perusahaan. Dalam sepekan ini kita sudah kehilangan beberapa persen saham. Mereka membatalkan kontrak dan kerja sama bersama perusahaan kita. Aku tidak tahu lagi ke depannya bagaimana. Apa lagi Gladis, menambah masalah." 


Haikal mengatakan masalah yang terjadi di perusahaan saat ini. Jika tindakan yang di lakukan Bara dan Gladis akan berdampak buruk dan menjadi pengaruh besar. Di saat pikirannya kacau dan perusahaan di ambang kebangkrutan.


"Kamu harus memikirkannya Bara, atau kamu buat pernyataan palsu jika kamu dan Gladis, sudah bercerai. Menurutku itu yang terbaik untuk mempertahankan perusahaan." Haikal memberi saran. Namun Bara, belum bisa memberikan keputusan.


*


*


*


Gladis, terkejut saat melihat kabar tentang dirinya. Yang sudah tersebar luas di luar sana. Sehingga dirinya tidak bisa keluar atau menampakan dirinya. Karena para reporter dan fans siap menghakiminya.


"Ini semua karena kamu. Kamu sengajakan memfitnahku?" Gladis, menyalahkan laki-laki yang selama ini bersamanya. Dan menganggap jika laki-laki itu yang sengaja memotret dirinya. 


"Menurutmu? Aku bahkan punya lebih foto kita," ucap pria itu tersenyum licik. 


Mata Gladis terbelalak saat melihat foto-fotonya di atas ranjang. Tanpa pakaian yang hanya di balut selimut juga bersama lelaki itu. Bahkan, pria itu memberikan sebuah video yang memperlihatkan mereka berdua yang sedang bergulat di ranjang panasnya. 


"Kau!" Gladis, sangat geram dan ingin mengambil semua foto itu. Namun, Pria itu dengan sigap menjauhkan tangannya yang memegang foto itu. 


"Aku bisa saja menyebar luaskan foto ini dalam sekejap. Bagaimana kira-kira reaksi suamimu jika melihat ini"


"Jangan pernah macam-macam. Apalagi berani menyebarkan foto itu dan video itu." 


"Kenapa? Aku yang berhak dan aku yang memiliki fotonya. teserah mau aku apa, kan." 


"Jangan sebar luaskan itu. Aku mohon, aku akan berikan apa pun asal kamu bisa menjaga nama baik saya."


" Baiklah tawaran yang sangat bagus. Kalau begitu aku ingin dirimu." Mata Gladis, terbelalak saat mendengar permintaan laki-laki itu. Namun, dirinya hanya bisa diam dan menjerit dalam hati. Tidak bisa menolaknya dan terpaksa menyetujuinya.


"Oke, aku setuju. Asal foto dan video itu harus kamu hapus." 


Pria, itu pun menyeringai. Dia tidak sebodoh yang di pikirkan. Pria itu menolak menghapus foto itu dan malah membuat Gladis, tersudutkan dan terjebak. 


"Jika kau tidak mau aku hanya tinggal mengupload saja." 


"Oke, aku setuju. Tapi ingat Jangan sampai foto itu kamu upload."


"Tenang saja aku tidak akan melakukan apa pun selama kamu milikku." Pria itu kembali menyeringai. Membuat Gladis, kesal.


****


Sepanjang malam Bara, terus memikirkan apa yang di sarankan Haikal. Sehingga Bara, memutuskan untuk mengatakan jika dirinya dengan Gladis, sudah bercerai. 


Namun tak hanya dalam lisan kata-kata itu Bara, tuliskan pada sebuah kertas dengan tanda tangan di atas matrai jika dirinya benar-benar menggugat cerai Gladis.


"Haikal aku sudah memutuskan," ucap Bara pada sambungan telepon.


"Apa keputusanmu?" tanya Haikal di ujung sana.


"Seperti apa yang kamu sarankan. Aku akan mengumumkan pada media demi keselamatan perusahaan aku siap menceraikannya." 


"Bagus Bara, tapi kamu tidak perlu menceraikannya dengan sungguh-sungguh. Ini hanya pura-pura saja agar dirimu juga perusahaan aman." 


"Aku tidak pura-pura ini sungguhan." 


"Kamu serius mau menceraikan Gladis?" 


Suara Haikal, terdengar tinggi di ujung sana karena terkejut dengan keputusan Bara, yang sungguh-sungguh menceraikan Gladis. 


"Ya, aku tidak main-main dengan keputusanku," jawab Bara, dengan santai. Namun Haikal, masih sangat terkejut dengan keputusan temannya itu. Namun, dirinya juga setuju dan mendukung apa keputusan Bara, bagaimana pun Gladis, memang salah karena kecerobohannya perusahaannya kini menjadi taruhannya.


...----------------...


Jangan lupa dukungannya ya 🤗 like, vote, dan komentarnya. Sambil nunggu update terbarunya mampir dulu yuk ke novelnya kak, MEIDINA


AKU PADAMU JURAGAN ARIS


Cuplikan Bab.


Aku padamu, juragan Aris


Aris terus menemani Ayu dan tak meninggalkan gadis itu sendirian, Aris merasa sedih melihat luka di wajah dan tubuh Ayu.


"seharusnya, aku mengantar mu pulang ya Ay, hingga tak akan terjadi hal seperti ini, rasa bersalah ini begitu besar karena kecerobohan ku kamu sampai seperti ini," kata Aris yang frustasi.


Ayu membuka matanya, dia pun melihat Aris, saat ingat kejadian buruk tadi, Ayu langsung histeris.


"pergi, jangan menyentuhku, pergi!!" teriak Ayu ketakutan.


Aris langsung memeluk Ayu, "tenang Ayu, ini Aris, jangan berontak lagi, lihat aku Ayu, lihat aku!" kata Aris sedikit berteriak agar gadis itu sadar.


Ayu yang menoleh dan melihat wajah Aris, langsung memeluknya, "tuan, tolong singkirkan pria-pria itu, aku merasa jijik dengan tubuhku, tolong...." tangis Ayu begitu pilu.


Aris pun memanggil dokter agar memeriksa gadis itu, setelah dokter visit dan memeriksa kondisi Ayu.


dokter memberikan saran pada Aris, agar Ayu di pindahkan ke rumah sakit yang bisa menangani tentang trauma.


Aris tak setuju, dia akan memanggil ahli hipnoterapi untuk membuang kenangan kelam itu.


Aris tak mau kehilangan senyum dan keceriaan Ayu, pasalnya dia adalah hidup pak Mun.


dokter pun mengerti dan memperbolehkan, dan luka di tubuh Ayu mungkin akan meninggalkan bekas nantinya.


Eko datang bersama Ambar saat melihat Aris baru keluar dari ruangan Ayu dengan pucat.


"bagaimana kondisi ayu bos?" tanya Eko yang membawa makanan.


"kondisinya sangat buruk, dia akan berteriak dan melukai dirinya sendiri lagi, dia berusaha untuk menghilangkan bekas yang telah di sentuh oleh pria biadab itu," jawab Aris dingin.


Dari pada penasaran langsung ke lapaknya aja yuk! Bisa di lihat covernya 👇👇