
Pelayan itu bergegas pergi, dari kamar Tini. Yang langsung menuju kamarnya. Sesampainya di kamar dia bergegas merapikan semua pakaiannya memasukannya ke dalam tas besar bahkan semua barang-barangnya.
Semua orang masih bersedih terutama Mey, yang begitu terpukul dengan kepergian Tini. Hingga Mey, hilang kesadaran dan jatuh pingsan.
"Mey," teriak Elo, juga Sarah dan Rakka, saat Mey, jatuh pingsan. Elo, yang berada di dekat Mey, langsung menidurkan Mey, di atas ranjang Tini. Sedangkan yang lainnya mereka pergi untuk mengurus pemakaman Tini.
Elo, yang khawatir pada Mey, langsung menghubungi seorang dokter untuk melihat kondisi kekasihnya saat ini. Setelah menghubungi dokter Elo, kembali melihat keadaan Mey, berharap Mey, akan sadar.
Namun, saat dirinya tengah fokus pada Mey, Elo, tak sengaja melihat sebuah gelas yang berada di atas nakas samping ranjang itu. Dalam gelas itu masih tersisa sedikit air yang berwarna hitam, mungkin tetesan air teh yang di minum Tini, sebelumnya.
Setelah meminum teh itu Tini, meletak, kan gelasnya di atas nakas. Setelah beberapa menit Tini, merasakan sakit pada jantungnya dan sesak pada area nafasnya. Saking sakitnya, Tini, tak sanggup untuk menahannya lagi, hingga akhirnya dirinya terjatuh dan langsung tergeletak di bawah lantai.
"Gelas apa itu? Apa nenek sudah meminum sesuatu?" Pikir Elo, yang melihat gelas itu.
Di saat, dirinya tengah bermonolog tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar mengejutkannya. Seorang dokter datang dan masuk.
"Tuan, siapa yang perlu saya obati?" tanya dokter itu yang memasuki kamar. Elo, pun bangun dari duduknya lalu menghampiri dokter.
"Tolong periksa kekasih saya dok, dia pingsan mungkin tadi karena masih syok mendengar neneknya meninggal." Dokter itu sangat terkejut mendengar ada anggota keluarga yang meninggal.
"Saya turut berduka cita Tuan," ucap dokter itu lalu melangkah menuju ranjang untuk memeriksa Mey, yang tengah berbaring.
****
Semua orang bergegas pergi untuk mengantarkan nek Tini, ke tempat peristirahatan terakhir. Arkan, dan Jil, pun ikut mengantarkan karena mereka di beritahu oleh Sarah, juga Elo.
Akan tetapi Mey, sedih karena tidak bisa mengantarkan Tini, untuk terakhir kalinya di karena, kan situasi yang tidak memungkinkan. Namun, Elo, tidak akan membiar, kan Mey, sedih.
Elo membawa sebuah selendang lalu di pakai, kannya di atas kepala Mey untuk menutupi wajahnya. Tak lupa juga Elo, memberikan sebuah masker dan kaca mata hitam untuk Mey, pakai agar wajahnya tidak terlihat. Karena saat ini Mey, masih harus bersembunyi.
"Aku tidak akan membiarkanmu tinggal sendiri, nenek adalah orang yang paling kamu sayangi tidak mungkin kamu tidak mengantarkannya ke tempat per-istirahatannya yang terakhir." Mey, langsung menitikan air mata, seraya memeluk Elo. Dirinya sangat beruntung karena di pertemukan dengan Elo, yang mengerti akan dirinya.
Di sisi lain, seorang wanita yang tak lain adalah Sharon, dia tersenyum bahagia sambil menikmati wine-Nya. Ia menggoyang-goyangkan gelas wine di tangannya lalu berdiri dan mendekat ke arah dinding kaca yang ada di dalam kantornya untuk melihat kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana.
"Satu pion sudahku musnahkan. Mey, Mey, pasti kau sangat sedih sekali karena meninggalnya nenekmu." Sharon, tersenyum licik.
"Kalian yang berani membohongiku, berpura-pura mati, tapi sekarang aku sudah mewujudkannya membuat nenekmu mati sungguhan. Dan tenang saja Mey, kau tidak perlu menangis karena sebentar lagi kau juga akan menyusul nenekmu, aku akan membantumu agar kau dan nenekmu bertemu di surga sana."
Sharon, tergelak. Dia tertawa bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar.
****
Sepulangnya dari pemakaman, Elo, meminta Arkan, menyelidiki sebuah gelas yang ada di kamar Tini, apakah itu minuman biasa atau mengandung zat berbahaya seperti racun dan sebagainya. Tak lupa juga Elo, memanggil pihak berwajib untuk memeriksa gelas itu dan barang lainnya yang kemungkinan meninggalkan jejak.
Sarah, dan Rakka, pun terheran-heran ada apa? Kenapa? Apa yang terjadi karena ada seorang INAFIS dari kepolisian di rumah putranya siapa yang memanggil mereka dan untuk apa?
Ket: INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint System). Salah satu unit khusus dari kepolisian untuk mengumpulkan bukti-bukti guna membantu proses penyelidikan suatu perkara.
Elo, pun menjelaskan kepada kedua orangtuanya perihal kecurigaannya pada kematian Tini, yang tiba-tiba dan curiga pada sebuah gelas yang membuatnya ingin menyelidiki lebih jauh lagi.
Bahkan Elo, sempat berprasangka buruk kepada papanya Rakka, karena mereka datang tiba-tiba. Namun, tuduhan itu segera Rakka, bantah begitu pun dengan Sarah, yang menjelaskan kedatangannya saat tadi malam.
Bahkan Sarah, menjelaskan secara detail, pertemuannya dengan Tini, untuk membahas tentang perjodohannya dan juga untuk kepercayaan Rakka, bahwa Mey, adalah putra dari Farel, yang memang gadis yang di pilihkan oleh kakeknya dulu untuk di jodohkan dengan Elo, cucunya.
Elo, hanya terdiam bukan tanpa alasan dirinya berprasangka buruk pada mereka terutama papanya. Karena Rakka, tidak pernah setuju dengan apa yang dia inginkan, bahkan Rakka, selalu menentang keinginannya.
Di saat mereka sedang berbicara tiba-tiba Arkan, datang membawa sebuah hasil lab dari minuman itu, hasilnya pun sangat mengejutkan ternyata benar apa yang Elo, curigai. Dalam minuman itu terdapat sample racun yang berasal dari toxin atau racun ikan buntal. Yang dimana ikan itu terkenal akan bahaya dan memiliki racun yang mematikan di dalam tubuhnya.
Mendengar penjelasan dari Arkan, Elo, pun bergegas memerintahkan semua pelayannya untuk berkumpul menghadapnya. Semua pelayan terlihat tegang dan gugup kala Elo, menatap mereka dengan tajam.
Elo, tidak suka basa-basi itu sebabnya Elo, langsung bertanya pada pelayannya itu. Tentang siapa yang telah memberikan minuman itu pada nek Tini.
"Siapa di antara kalian yang semalam mengantarkan minuman ini kepada nek Tini, siapa?" Suara tegas Elo, mengejutkan mereka hingga membuat tubuh mereka semakin gemetar.
"Tidak tahu Tuan," jawab pelayan kompak.
"Tidak mungkin kalian tidak tahu, sekarang jawab siapa yang sudah memberikan minuman itu pada nenek?" Lagi-Lagi para pelayan hanya menggeleng, membuat Elo, semakin marah karena tidak ada yang mengakui kesalahan mereka.
"Kalian tahu ini apa? Seseorang telah meracuni nenek dengan minuman ini. Dan jika di antara kalian yang tidak mengakuinya kalian akan tahu akibatnya."
"Tidak, Tuan. Kami benar-benar tidak tahu. Semalam kami tertidur sampai waktu subuh tiba." Seorang pelayan membantah. Karena tidak terima di tuduh orang yang sudah meracuni majikannya.
"Iya, Tuan. Apalagi meracuni nyonya kami tidak ada keberanian untuk itu."
"Dan untuk apa kami melakukan itu Tuan."
Para pelayan begitu ketakutan walau begitu mereka tetap membela diri masing-masing mencoba mengelak atas tuduhan bosnya yang di berikan.
"Tuan, kamu sudah menemukan sidik jarinya," ucap seorang INAFIS yang datang tiba-tiba.
INAFIS itu berjalan menghampiri Elo, dan meminta izin untuk mencocokan sidik jari tersebut dengan beberapa pelayan dan orang yang ada di rumah ini.
Elo, pun mengizinkan. Satu persatu dari pelayan itu di cocok, kan sidik jarinya. Dengan perlahan jari mereka di masukan ke sebuah mesin atau alat fingerprint. Agar terdeteksi apa kah jari mereka cocok atau tidak.
Setelah selesai, hampir semua pelayan tidak ada yang cocok sama sekali bahkan seluruh anggota keluarganya. Elo, merasa aneh. Lalu kembali bertanya 'Siapakah yang membuatkan minuman untuk Tini?'
Pelayan pun menggeleng. Tapi ada satu pelayan yang berkata jika semalam ada salah satu temannya yang pergi ke dapur dan membuat minuman lalu membawanya ke kamar Tini, namun saat di tanya dimana pelayan itu?
Pelayan itu tidak ada di tempat. Elo, pun meminta mereka memanggilnya. Salah satu pelayan pergi je kamar temannya namun saat di lihat keadaan kamar begitu sepi, bahkan semua barang dan pakaiannya sudah habis tak tersisa.
Pelayan itu sepertinya kabur, entah pergi kemana.
"Tuan, dia tidak ada," ucap Arkan, yang memberitahukan Elo.
"Tidak ada kemana?"
"Sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi dan dia kabur. Dia pergi meninggalkan rumah ini." jelas Arkan.
"Sial! Cari dia sampai dapat!" Perintah Elo, pada Arkan. Arkan, pun mengangguk mengerti apa yang harus dilakukannya.
...----------------...
Maaf ya kalo masih banyak typo. Jangan lupa dukungannya ya 🙏🤗. Dua hari ini thor jarang up di karena, kan kurang sehat. Tapi thor akan usahakan untuk up setiap harinya.
Terima kasih ❤