The Magic Face Brush

The Magic Face Brush
Ketakutan Farhan



Meisie, merasa lega, karena sudah sampai di rumahnya tepat waktu. Kadang dirinya selalu lupa dengan kekuatan face brush itu yang hanya memiliki waktu 12 jam.


Dulu, dirinya terbiasa menampakan wajah buruk rupanya, tidak pernah malu atau minder dan hanya mengandalkan sebuah masker untuk menutupi wajahnya.


Tapi setelah menumukan face brush itu dirinya enggan untuk menampak, kan wajah buruknya. Entah apa yang akan terjadi jika face brush itu hilang apa Meisie, masih berani menampak, kan wajah aslinya?.


Di tempat lain Elo, menatap sepasang sepatu di depannya, sepatu heels yang Meisie, tinggal, kan. Setelah lama di tatap Elo, pun memasukan sepatu itu ke dalam lemari lalu pergi meninggalkan kamarnya. 


**** 


Sharon, menghentikan mobilnya di depan sebuah kantor polisi. Dengan penuh amarah Sharon, membanting pintu mobilnya lalu melangkah memasuki kantor polisi.


Sharon, duduk di tengah ruangan gelap yang di batasi jeruji besi, ditatapnya seorang tahanan di depannya yang tak lain adalah Marchelio.


"Aku kira kamu bisa aku andalkan ternyata tidak," ucap Sharon, sinis. Sharon, begitu kecewa karena rencananya gagal. 


"Jangan meremeh, kanku," bantah Marchel. 


"Lalu kenapa berakhir di tempat ini? Seharusnya kamu sudah membuat wanita itu gila dan depresi karena kamu perkosa, tapi nyatanya!" 


"Ini semua karena pujaan hatimu itu." 


"Elo, maksudmu?" 


"Ya, siapa lagi. Elo, adalah malaikat pelindungnya, dari dulu hingga kini Elo, selalu melindunginya. Apa aku harus melenyapkannya dulu?" 


"Jangan pernah macam-macam pada Elo, kamu akan berurusan denganku," ancam Sharon, Marchel, hanya tergelak.


"Kalau begitu bebas, kan aku dari sini kalau tidak, aku seret kau ke dalam penjara." 


"Kau mengancamku?" 


"Ini bukan ancaman, tapi kenyataannya kamu juga terlibat bukan!" ucap Marchel, yang tersenyum licik, membuat Sharon, kesal.


"Cepat keluarkan ku dari sini! Atau kau yang menemaniku di sini," Marchel terus mengancam, hingga akhirnya Sharon, pun setuju akan membantunya keluar dari penjara.


**** 


Di tempat lain Farhan, sedang berbicara dengan seorang pria. Pria itu memberikan beberapa informasi padanya. Farhan, baru mengetahui bahwa anak dari Farel, masih hidup dan sudah tumbuh dewasa.


Farhan, pun geram mendengar semua itu, bagaimana bisa anak kecil lolos dan selamat dari kebakaran. Jelas-jelas saat itu Farhan, melihat jasad Farel juga Anisa, tetapi … Farhan, melupakan Mey, anak dari mereka.


Flasback on


Di tengah malam, di saat semua orang tertidur lelap Farhan, berjalan mengendap memasuki halaman rumah Farel, dengan tingkah yang mencurigakan. 


Di pandangnya sekeliling rumah, setelah merasa aman tidak ada orang yang melihat Farhan, pun menyiramkan dua kompan cairan bensin ke setiap penjuru rumah, setelah itu di lemparnya korek api gas yang menyala merah ke arah rumah yang sudah di siramnya tadi dengan bensin. 


Sepersekian detik kobaran api mulai menyala sedikit demi sedikit api pun menyebar melingkari rumah itu. Perlahan kobaran api membesar hingga marasakan sensasi yang sangat panas. 


Farhan, pun pergi menjauh dan hanya melihat kobaran si jago merah melahap bangunan megah itu hingga habis tak tersisa, dengan harap untuk penghuni rumah tidak ada yang selamat. 


Keesokan paginya Farhan, datang ketempat itu seolah terkejut melihat keadaan rumah yang hancur di lahap api, yang hanya menyisakan puing-puing bangunan saja. 


"Farel? Tidak mungkin adik ku mati," 


"Sabar ya pak, ini cobaan." ucap seorang tetangga. 


"Lapor pak, semua korban di nyatakan meninggal, korban berjumlah tiga orang." Lapor seorang anggota polisi ke pada atasannya, yang tak sengaja di dengar Farhan.


Farhan, tersenyum smirk setelah mendengar percakapan kedua polisi tadi, yang mengatakan tiga orang dinyatakan meninggal. Tanpa Farhan, ketahui ketiga orang itu Farel, Anisa, dan seorang asisten rumah tangga yang bekerja di sana, sedangkan anak dari Farel, sendiri selamat dalam kejadian itu.


Flashback off


Farhan, melempar beberapa berkas yang di pegangnya, kabar ini membuatnya sangat marah, karena tidak terima jika keponakannya masih hidup, karena itu akan mengancam kehidupannya yang sekarang. 


"Bagaimana bisa anak itu masih hidup! Jelas-jelas aku mendengar bahwa ada tiga orang yang mati dalam kebakaran itu." 


"Sesuai penjelasan dari saksi, dan orang-orang yang melihatnya ketiga oeang itu adalah Farel, dan istrinya juga seorang asisten rumah tangganya," jelas seorang pria informan. 


'Sial! 10 tahun lamanya kejadian itu sudah berlalu, kenapa baru sekarang anak itu di nyatakan masih hidup, dimana dia sekarang!" batin Farhan.


"Cari keberadaan anak itu sekarang!" Perintah Farhan, pada informannya. 


"Baik Bos, akan aku lakukan," jawab informan itu yang berlalu pergi.


"Jimmy, tidak boleh tahu jika anak Farel, masih hidup," gumam Farhan.


Jimmy, adalah pengacara Farel, yang masih mempertahankan setengah harta peninggalan Farel. Termasuk perusahaan yang Farhan, kelola saat ini, yang belum sepenuhnya Farhan, miliki. 


Dari 100% Farhan, hanya memiliki 50% saham dan aset lainnya termasuk rumah yang dia tempati. Jimmy, belum sepenuhnya memberikan hak ahli waris padanya, karena Jimmy, tahu bahwa anak dari Farel, kemungkinan masih hidup. 


Namun, jika Sharon, menikah dengan Elo, kemungkinan terbesar hak waris akan jatuh padanya termasuk perusahaan akan Farhan, miliki. Karena sesuai wasiat dari almarhumah ayahnya, yang harus menikah, kan cucunya dengan cucu dari sahabatnya. 


Namun, hingga saat ini pernikahan itu belum terjadi, selain pihak lelaki yang menentang dan menolak, Jimmy sebagai pengacara juga meragukan wanita yang di pilih dalam wasiat itu, entah itu anak dari Farel, atau Farhan. 


Jimmy, tahu betul bagaimana sikap Farel, dan Farhan, bahkan sang ayah tidak pernah suka dengan putra sulungnya itu, hingga pada satu hari sang ayah pernah mengatakan padanya bahwa semua hartanya akan di wariskan pada anak keduanya Farel, bukan tanpa alasan sang ayah mengatakan itu. 


Setiap orangtua pasti sayang kepada anaknya dan setiap hak waris akan di bagi sama rata, dan setiap anak akan mendapatkan haknya. Namun Farhan, yang tidak pernah bersyukur dan tidak pernah puas sebagian aset dan harta yang di miliki ayahnya habis karena ulahnya. 


Farhan, menjual rumah, tanah, mobil, hingga saham perusahaan ayahnya untuk kepuasannya sendiri yaitu bermain judi, narkoba, hingga penipuan yang dia lakukan yang mencapai miliyaran rupiah membuat kesehatan sang ayah menurun drastis, hingga perusahaan sempat goyah. 


Jadi, jika di jumlahkan berapa banyak kerugian, tidak akan tergantikan dengan hak waris yang Farhan, terima. Dan yang membangun perusahaannya kembali adalah Farel, hingga berkembang pesat sampai saat ini.


Farhan, benar-benar tidak tenang kehidupannya merasa terancam sebelum keponakannya di temukan.


...----------------...


Terima kasih yang setia menunggu up-Nya 🤗


Gimana nih! Seru gak ceritanya semoga kalian suka ya 😊. Yang baru mampir jangan lupa klik favorit juga ya, buat kalian juga yang belum ayo klik favoritnya.


Setelah membaca jangan lupa like, dan vote-Nya oke 👌😉, Komentarnya juga jangan lupa biar author lebih semangat lagi, beri bintang 5 juga ya, pokoknya dukung terus The Magic Face Brush karya ini sedang mengikuti lomba mengubah takdir


Happy reading 💖