
SIDE TO SIDE - JAKA
PENSI II
(Banyak kata-kata kasar. Guyonan nggak jelas, sama cerita yang unfaedah. Harap bijak ya readerskuh 😘😘😘)
•••
“Astaganaga!!” Lenna mengelus dadanya kaget saat menyalakan lampu. Lenna baru saja pulang dari tempat kerjanya.
“Kalian ngapain?” Lenna langsung mendelik kaget melihat ada 4 ekor hantu sedang tertidur pulas.
“Eh, lo uda pulang Len?” Hantu pertama bangun.
“Ngapin kalian maskeran segala?”
“Biar ganteng.” Hantu kedua ikutan bangun, trus menggoncang tubuh hantu ke tiga dan ke empat biar ikutan bangun juga.
“Gw masih ngantuk!!” tamplek salah satunya dan kembali tidur.
“Ada bu Anik yang cantik dan sexy lewat!!” Bisik hantu ke dua pada telinga hantu ke empat yang super pemalas.
“Mana???!” Hantu ke empat langsung bangun. Matanya melebar.
Emang ya, kalau lagi ngomongin bu Anik, (guru sejarah yang body goal banget) selalu aja bikin bangun Kenzo. Nggak cuma matanya aja yang bangun, mungkin yang bawah ikutan bangun. (Nggak usah mikir aneh-aneh, maksud author itu jempol kakinya yang ikutan bangun, bukan piiiiipp....*sensor)
“Ck, anak siapa, sih?!” geleng Jay heran.
“Anaknya Erza sama Dinda!!!” jawab Kenzo sebel karena dibohongi. (Author sekalian promo, baca novel author yang judulnya Dinda, ya)
Mereka berempat melepaskan masker dan bergegas bangun. Merenggangkan badan mereka yang udah kaku dan linu linu karena kelamaan tidur di lantai.
“Lo minum apa, Zo? Bagi kita juga donk.” Jay melihat Kenzo yang membuka sebuah minuman kaleng.
“Oh, Ini? Gw minum susu paling labil sedunia. Merknya susu kuda nil, yang nge-iklanin dinosaurus, tapi isinya susu kambing.”
“Duh, gw jadi ngebayangin meress susu kuda nil! Sini gw coba rasanya.” El bangkit dan menyahut minuman Kenzo.
“Giliran peres susu aja bangun!!”
“Meress susu siapa? Kok dari tadi ngomongin susu?” Lenna keheranan, takut 4 bocah nakal di depannya mulai nggak waras.
“Punya bu Anik!!” Jawab Kenzo.
“Eh... gw bilangin apa bilang sendiri?!!” Arron menunjuk ke arah Kenzo.
“Inget, Ron. 8 kali!!” Ancam Kenzo balik, bikin nyali Arron jadi ciut.
“Ngomongin apa, sih?” Lenna roaming banget sama omongan ke empat bocah nakal ini, eh, 3 ding, Jay idolaku nggak nakal kok.
“Kalian udah makan belom?” tanya Lenna.
“Belom, terlalu asyik maskeran.”
“Ya udah aku buatin kalian makan dulu, ya.” Lenna kembali ke dapur.
“Kok tumben bini lo nggak sangar? Duh gw malah jadi takut.” bisik El pada Arron.
“Bener juga, ya?”
“Mungkin dia mau minta jatah Arron malam ini.” Celoteh Jayden, emang Jay itu pendiem sih, cuek sih, tapi sekali ngomong minta di tampol.
“Sembarangan!!” Arron mengeplak kepala Jayden.
“Bener, Jay. Gw juga kalau jadi Lenna juga pasti minta jatah tiap hari. Bayangin aja, 8x bookk... siapa yang tahan godaannya?” El ikutan nyahut omongan Jayden.
“Nggak tidur tiap malam.” Kenzo duduk di tengah mereka bertiga.
“Mulut kalian emang minta disumpal sama cangcuutnya pak kumis, deh?!” Arron sebal dan naik darah.
•
•
•
Setelah perdebatan yang nggak ada artinya mereka duduk pada meja pendek di tengan ruangan. Makan lesehan berlima. Lenna masak telur dadar, tempe goreng, sambel, sama sayur kangkung.
“Ck, Ron. Makan pake tangan aja sedap!” El menyahut sendok dari tangan Arron.
“Ck, gw nggak bisa.” Arron kembali mengambil sendoknya.
“Maklum Tuan Muda.” Kenzo mencomot telur dadar.
“Jadi gimana, Ron besok?” tanya Jay.
“Besok OSIS bakalan nyeleksi formulir pendaftaran kita-kita. Terus yang kepilih bakalan maju buat dilelang.” Arron menyuap nasi ke dalam mulutnya.
“Kalian jadi jual diri?” Lenna menggigit tempenya.
“Jadilah.” Jawab El.
“Ck, jual diri kok bangga.” Sahut Lenna.
“Uhuk! Uhuk!” Jay langsung keselek, pasalnya dia yang paling butuh duit, makanya sampe rela jual diri paling depan.
“lo nggak cemburu Arron jual diri juga?” tanya El.
“Nggak, ngapin gw cemburu? Lagian tugas laki-laki nyari duit.” Lenna menyendok nasinya.
“Wuidih!! Jadi lo ngakuin Arron lakik lo?!” Kenzo kaget.
Wajah Arron langsung bersemu merah.
“Ng..., nggak... kok.” Lenna ikut glagapan.
“Ck, ck, ck, Lenna, Lenna. Elo mau ekornya nggak mau terima cintanya.” El berdecak.
Arron langsung menyumpal mulut El dengan tempe.
“Ekor?! Ekor apaan?” Lenna penasaran.
“Ekor Arron yang suka naik turun kalau di pegang. Uda kaya tuas on off mesin pabrik.” Jay malah ngejelasin, mana wajahnya nggak pake ekspresi, bikin yang lainnya cengoh keheranan. Terus ketawa geli sampai nasinya muncrat semua.
“Ekwkwkwk...” El tertawa nyaring.
“Sedikit.” Jawab Kenzo.
“Sialan!!” umpat Lenna begitu nyadar sama ledekan teman-temannya.
“Lo pernah lihatkan, Len? Sebesar apa punya Arron?” Kenzo penasaran.
“Sebesar kemiri!!” jawab Lenna sambil beranjak pergi.
“Wkwkwkwkkwkw...!!” Ketiganya nunjuk Arron sambil ngakak guling-guling.
“Enak aja timun di bilang kemiri!!” ucap Arron sebal.
>>> JAKA <<<
Esoknya di sekolahan. Keempat cowok kece ini udah dandan rapi, pakai kacamata item, trus jalan barengan biar kaya boyband. Nggak lupa tebaran bunga mawar dari para fans. Biar kedatangan mereka lebih dramatis.
Mereka langsung masuk ke ruang OSIS, ada banyak orang di sana juga yang ngantri nyusun formulir. Bahkan ada anak dari sekolah lain yang mau ikutan lelang.
“Widih banyak amat yang ikutan?” Kenzo melepas kacamatanya.
“Hoo, kan terbuka untuk umum.” Jawab Arron.
“Yah, saingan kita banyak donk.” Kata El.
“Biar yg ikutan lelang juga dari luar sekolahan.” Jawab Arron.
Setelah menunggu antrian yang banyak, akhirnya mereka ber 4 nyusun formulir. Para ciwi-ciwi OSIS menerima dengan tangan terbuka. Mereka udah tahu kalau ke4 cowok ini pasti terpilih karena memang paling ganteng satu sekolahan.
Kan 5 orang, Trus yang satu lagi siapa ya?
Pas pulang sekolah mereka melihat foto dan profil para kandidat lelaki terganteng yang bakalan di lelang waktu acara puncak Pensi. Mereka melihat satu persatu foto mereka sendiri.
Jayden. Kelas 2
Asael. Kelas 2
Kenzo. Kelas 2
Arron. Kelas 2
Angga. Kelas 3
“Ee, busyet. Ini cowok ganteng banget!” Kenzo menunjuk gambar Angga, senior dari sekolah lain.
“Weiz bener. Gila parah, gw yang cowok aja suka.” Kata El.
Mereka bertiga langsung ngelihatin El dengan tatapan hina, trus bergeser menjauh pelan-pelan.
“Gw nggak nyangka, selama ini gw temenan sama G*y.” Kenzo memeluk tubuhnya sendiri.
“Gila, pantes aja dia suka pegang tangan gw.” Jay bergidik.
“Mana dia pernah liatin gw waktu lepas baju.” Arron ikutan merinding.
“Enak aja!! Gw normal! Lagian nggak ada salahnyakan mengagumi orang lain.” El sebal.
“Jiwa fujoku meronta-ronta!!” Lenna yang kebetulan lewat langsung ikutan syok.
“Ngapain ikut-ikut?”
“Kebetulan aja lewat.”
“Lenna, fotonya masih ada?” Seorang kakak tingkat tiba-tiba berteriak dan memanggil Lenna.
“Masih, keburu habis hlo!!” Lenna mengeluarkan amplop coklat berisi foto El yang sedang menggenggam erat tangan Jayden. (Lihat episode kemarin)
“APAAN TUH?!” El yang nyadar dirinya di jual oleh Lenna langsung berteriak.
“20.000 kak.” Lenna menerima uang lalu memberikan kembalian pada seniornya.
“Lo gila! Lo jual foto gw sama Jay.” El menyahut amplop coklat Lenna.
“Hoo, foto Fujo kaya gini ma cewek suka. Bisa buat halu buat para jomblowers!” Lenna menghitung uang hasil penjualan foto Jay dan El. Trus menyahut lagi barang dagangannya.
“Lo tau nggak kalau itu namanya kriminal.” El ngeri sama kelakuan Lenna.
“Laporin aja gw ke polosi. Week!” Lenna menjulurkan lidahnya dan meninggalkan mereka semua.
“Wah gila, foto bisa ngehasilin uang juga.” Arron langsung mangut-mangut.
“Lo juga mau ikut jualan foto?” El ngelirik Arron. Arron mengangguk sebagai jawaban.
“Kenzo lo buka baju terus peluk Jay.” Arron mengeluarkan ponselnya.
“HEh, ca*gcut ijo!! Lo kira gw dagangan!!” Kenzo menyahut ponsel Arron.
“Arron bener, Zo. Lumayan buat biaya makan.” Lagi-lagi Jay ngomong tanpa ekspresi,
“Woi, sesama ca*ngcut aja sana jual diri. Gw ogah! Walaupun gw murahan tapi nggak sampai segitunya buat nyari duit.” Kenzo sebel trus berjalan paling depan.
“Beneran lo nggak butuh duit?!”
“Ee..., kalau pas di rumah lo nggak papa sih.” Kenzo malu-malu mengakui kalau dia juga butuh duit buat beli rokok sama kencan. “Kalau dirumahkan nggak ada yang lihat.” Lanjutnya.
“Hhhuuuu....nyebelin!” Sorak El.
“Ca*gcut teriak ca*gcut!” Sorak Arron.
“Lo menyedihkan!” Jay menepuk punggung Kenzo.
“YANG PENTINGKAN GW NGGAK B3GO!” teriakan Kenzo langsung dibalas dengan jari tengah oleh Arron.
>>> JAKA <<<
Jaka up!!!!
Buat tombo kangen..
Jgn lupa ya, di comment, di like di vote.
Kasihan author udah ciptain cerita nggak jelas kaya gini. Mana nggak di bayar sm mangatoon sekarang
Syusah...!