
SIDE TO SIDE - JAKA
PRAHARA PEMBALUT
Lenna melirik ke arah jam dinding. Sudah hampir sejam Arron keluar untuk mencari pembalut dan ia belum juga kembali.
“Duh, benernya dia nyari ke mana, sih?” Lenna mulai panik. Masa iya beneran nyari di toko besi atau toko listrik? Anak kecil aja tahu kalau pembalut itu adanya di mini market sama apotik. Masa iya Arron nggak tahu?
•
•
•
Di tempat lainnya...
Arron berjalan dengan santai, ia membawa bungkusan berisi pembalut dan beberapa kotak warna-warni. Wajahnya masih memerah karena malu dengan kejadian barusan.
Arron memflash back dalam pikirannya.
Tadi...,
“Mbak, mau beli pembalut.” kata Arron to the poin pada pegawai mini market.
“Merk apa, Dek?” Ternyata yang jaga adalah embak-embak yang dulu ngerjain Arron pas prahara daleman.
“Tunggu mbak saya punya fotonya.” jawab Arron mantab, ia langsung mengeluarkan ponselnya. Arron mengetuk layar ponselnya, namun tetap aja gelap, tak ada tanda-tanda kehidupan.
“Eee... anying batrenya abis!!” Umpat Arron dalam hati.
Bagaimana nggak habis, Arron lupa buat ngechas batrenya sangking sibuknya ngurusin bengkel sama nge-gym di tempat kak V sore tadi.
“Eh, nggak boleh ngomong kotor.” Arron mengelus dadanya. Mengendalikan emosi jiwa yang bergejolak.
“Gimana, Dek?” tanya pegawai mini market.
“Aduh, mbak, batrenya habis. Pembalut emangnya ada merk apa aja?” tanya Arron.
“Macem-macem, ada Sof**x, K**ex, C**mp, La***er, Me**es, H*rs. Banyaklah.” Mbak penjaga toko menberikan kode agar Arron mengikutinya menuju ke rak penuh pembalut.
“Duh.. kok banyak amat sih jenisnya?”
“Ya, memang. Semua wanitakan pake.”
“Mbaknya pake apa?” Pertanyaan Arron bikin mbaknya tersipu.
“K**ex aja gimana? Paling laris.”
“Boleh.”
“Pake sayap apa nggak?”
“E... hladala busyet ada sayapnya?? Daebak? Bisa terbang?” Arron terkagum.
“Maksudnya biar nggak geser ke kanan ke kiri gitu. Bukan buat terbang!!” Jawab embaknya gemes.
“Ya kan saya nggak tahu mbak.” Arron sewot.
“Dasar kelainan, mana masih di tambah geblek lagi! Untung aja ganteng jadi gw maapin.” Pikir mbaknya sambil senyam senyum.
“Sayap aja deh mbak, biar pakem jadi nggak geser-geser.” Arron manggut-manggut, mencoba membayangkan sistem kerja sayap pada pembalut wanita. Gayanya udah kaya profesor nemuin rumus matematika terbaru.
“Wkwkwkwk...” ucapan Arron langsung membuat beberapa orang di sekitarnya ngakak.
“Oke deh, mo yang night apa day?”
“Yah, masih ada pilihannya lagi?!!” Arron stress.
“Hmm... enaknya apa mbak?”
“Hmm... mens hari ke berapa?”
“Pertama kayaknya.”
“Mending yang night aja. Kan pasti lagi banyak-banyaknya.”
“Oke.”
“Yang panjang 28, 32, atau 40 cm?”
“E..., busyet!! Ini kok pilihannya nggak ada abis-abisnya, sih???”
“Terakhir dek!! Janji.” Mbaknya ikutan gemesh.
“Tengah-tengah aja deh 32.”
“Oke, ini.”
Arron menerima sebuah pembalut dan membawanya menuju ke depan kasir.
“Buat siapa sih, Dek? Mama?”
“Bukan temen.” Jawab Arron jujur.
“Ow, deket banget ya sampe beliin pembalut segala.”
“Iya, tinggal bareng soalnya.” Arron pun menjawab dengan jujur, kan emang udah sifatnya terlalu jujur.
“Papa Mama lo?”
“Dek.” Tiba-tiba mbak pegawai toko ingin membisikkan sesuatu.
“Ya, mbak?” Arron mendekatkan telinganya.
“Mending lo beli ini sekalian, mumpung baru promo beli 1 gratis 1.” Mbaknya ngangkat kotakan kecil berwarna pink dan ungu.
“Itu apa mbak?”
“Yang ini rasa strawberry yang ini anggur, terus bisa nyelametin masa depan lo yang nggak cerah jadi kembali cerah!!!”
“Permennya kok hebat banget, ya, Mbak?!” Arron manggut-manggut.
“Lagian, anak kecil zaman sekarang udah nggak bisa di larang-larang lagi. Nekat!! Jadi butuh benda kaya gini buat nyelametin masa depan mereka.”
“Boleh deh, mbak. Saya coba satu.” Arron sedikit gagal fokus nampaknya. Soalnya ia udah kelewatan lelah dan merasa gerah.
“Total semuanya 100.000.”
“Permennya mahal banget mbak?!”
“Ingat!! Demi masa depan lo!!!!”
“Oke deh.” Jawab Arron.
“Dipake hlo dek! Jangan rusak masa depan lo sendiri.” Teriakkan mbaknya terdengar sampai ke luar.
“Bawel banget sih mbaknya. Lagian mana ada sih permen bisa bikin masa depan cerah?” Geleng Arron sebal.
Di dalam minimarket mbaknya mbatin.
“Ck.. ternyata ganteng-ganteng serigala..,” pikir mbaknya toko sambil geleng-geleng kepala.
>>> JAKA <<<
Lenna hendak menelepon Arron saat tiba-tiba pintu terbuka. Arron masuk dengan lesu dan memberikan bungkusan plastik pada Lenna.
“Ini.”
“Gw kira lo tersesat, Ron!! Lama banget belinya!! Lo ke mana aja sih?” Lenna mendengus sebal.
“Gw beli di mini market situ.”
“Kok lama?”
“Bingun pilihannya banyak banget.”
“Kok bisa? Kan udah gw share gambarnya?” Lenna tak habis pikir dengan alasan Arron.
“Batre ponsel gw abis. Udah nggak usah banyak nanya, itu bener nggak?!” Arron duduk dan melepaskan sepatunya.
“Bener kok, pemba...,” Lenna menghentikan ucapannya sangking kagetnya dengan barang yang di beli Arron.
Lenna melongo, lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan.
“Lo ngapain beli benda kaya gini?” Lenna mengeluarkan dua buah kotak kecil dari plastik.
“Oh.. itu buat nyelametin masa depan kita.” Arron melepaskan kaosnya yang mulai berbau apek karena keringat.
“Arron??!! Lo mau ngapain???” Lenna mundur ke belakang.
Melihat Arron membuka bajunya membuat bulu kuduk Lenna berdiri. Di tambah lagi ada dua bungkus permen penyelamat masa depan mereka, bagaimana nggak panik dan takut coba?!
“Lepas bajulah, nggak boleh? Ruma-ruma gw.” Arron berjalan mendekat.
Lenna menelan ludahnya berkali-kali. Takut kalau Arron akan menyerangnya. Arron duduk di samping Lenna.
“Gw mandi dulu ya, terus kita coba. Lo mau rasa strawberry apa anggur?”
“Brengsek lo!” Lenna memukul Arron, membuat Arron bingung dan kesakitan.
“Kenapa sih?” Arron bingung, ia menahan pergelangan tangan Lenna.
“Gw lagi mens!!!”
“Kalau nggak mens lo mau?” Arron masih bingung, apa hubungannya mens sama makan permen.
“Nggak mau!! Lo coba aja sendiri aja di kamar mandi!!!” Lenna bangkit dan melemparkan kotak kecil itu pada wajah Arron.
“Ck.. kenapa sih? Nggak mau ya udah kok nyolotnya ampe kaya gitu?” Arron berdecak sebal, ia mengambil kotak kecil yang memang mirip banget sama bungkus permen itu dan membaca keterangan di belakangnya.
“OMIGGGOOOTTT!!!!” Teriak Arron.
Ini kondomm.....
>>> JAKA <<<
JAKA up
Slow down ya readers, harap maklum..
Baru on going MUSE
Tetap kasih like dan commentnya ya.
Jangan lupa ada event vote berhadiah di novel saya yg judulnya MUSE