
Di kantor polisi Erza dan Dinda tampak panik. Keduanya bergegas menebus dan menemui Kenzo. Di belakang ada Kezia yang tak mengerti kenapa Kenzo dan Arkhas sampai berkelahi? Di depan masjid lagi!
"Lo ga papakan, Kash?" Kezia menemui kekasihnya sementara orang tuanya menemui Kenzo. Keduanya bebas bersyarat karena Erza menjaminnya.
"Adik lo yang bikin gue babak belur kek gini." Arkhas menepis perhatian Kezia.
"Kenzo nggak mungkin kasar kalau nggak ada sebab, Kash. Emang lo kenapa sampai bertengkar sama Kenzo?" Kezia mulai meninggikan suaranya juga.
"Dia nuduh gue selingkuh. Dia juga ngatain kalau orang tua gue nggak bisa didik gue. Elo paling tahukan, Zi! Gue paling ga suka ada orang yang ngehina ortu gue. Siapa pun itu termasuk adik lo!!" Arkash terlihat masih emosional.
Kezia hanya terdiam sembari menggigit bibirnya. Gadis itu tercekat, kehabisan kata-kata. 21 tahun mereka bersama. Bahkan sampai dari orok pun Dinda dan Venny memang sempat menjodohkan mereka —meski nyatanya Kezia adalah anak adopsi Dinda. Jadi Kezia tahu betul betapa Arkash sangat mencintai kedua orang tuanya.
"Gue minta maaf, Kash." Kezia menundukkan kepala mewakili sang adik untuk meminta maaf.
"Basi!! Gue pergi!" Arkash meninggalkan Kezia begitu saja, pemuda itu sempat menendang tong sampah yang ada di kompleks kepolisian.
Air mata Kezia meluruh turun saat menatap punggung kokoh itu menjauh pergi darinya. Kezia merasa begitu bodoh karena tak bisa keluar dari toxic relationship ini dan bahkan malah terjerumus semakin dalam. Tapi mau bagaimana lagi?? Cintanya begitu dalam dan besar untuk Arkash.
•
•
•
Esoknya Kezia ngambek sama Kenzo. Bukan tanpa sebab, ia kesal karena Kenzo berkelahi dengan Arkash. Jujur saja Kezia tahu bahwa Kenzo hanya ingin membelanya. Adiknya itu nggak mau kakak perempuannya selalu menangis saat kekasihnya selingkuh.
Tapi bukan sekali dua kali Arkash seperti itu lalu kembali pada Kezia dan Kenzo tahu itu! Kezia tak pernah cerita kepada siapa pun selain Kenzo. Dan Kenzo sudah berjanji tidak akan ikut campur dengan urusannya.
Kini masalahnya semakin runyam! Dinda dan Erza melarang Kezia mengemis maaf pada Arkash. Gadis itu tersiksa, ia terlalu mencintai Arkash sampai tak bisa hidup tanpa kehadiran pria itu barang sehari pun.
"Elo bucin akut!!" Kenzo melemparkan bantal ke arah Kezia yang terus saja menangis.
"Biarin!! Pergi!! Dasar tukang ikuta campur urusan orang!!" Kezia melempar balik bantal ke muka Kenzo.
"Makan tu cinta!! Kenyang-kenyangin aja dikhianatin!" Kenzo keluar dari kamar kakaknya dan membanting pintu.
"Arkash Brengsek!!" umpat Kenzo kesal.
Dan begitulah, bulan puasa bukannya nebar pahala Kenzo dan Kezia justru saling ngambekan dan nggak bicara. Dinda mulai resah, Erza bergeleng agar Dinda memberikan waktu pada anak-anak mereka untuk mendinginkan kepala.
Semuanya salah, semuanya benar. Tak ada hal yang pasti saat menyangkut pemikiran masing-masing pribadi. Kenzo dan Kezia punya sisi mata uangnya sendiri. Mereka punya pemikirannya sendiri meski caranya juga belum tentu bisa dibenarkan.
oooooOooooo
•
•
•
Kenzo dan Kezia masih ngambekan. Mereka bicara ala kadarnya supaya Erza dan Dinda enggak khawatir dengan kedaan itu.
"Alhamdulilah!" Kenzo langsung menenggak teh manis sambil mencomot sebuah roti kering. Kezia juga begitu, sampai roti kering di toples tinggal sebiji dan mereka bertemu pandang.
"Elo deh!"
"Elo aja!"
"Udah elo!!"
"Elo gih!"
"Mama aja deh!" Tiba-tiba Dinda menyahutnya.
"Yah Mama."
"Habis kalian aneh, kalau roti kering aja bisa saling mengalah kenapa masalah besar justru enggak bisa sih?? Zizi itu kakak kamu hlo, Zo! Zozo itu adik kamu hlo, Zi." Dinda melahap roti kering yang tinggal sebiji.
Keduanya langsung saling pandang dengan malu. Benar juga ucapan sang Mama. Apa yang perlu dipertengkarkan? Bulan puasa mereka bukannya numpuk pahala justru numpuk sampah di dalam hati. Numpuk kotoran dalam wujud amarah sampai lupa kalau mereka bersaudara.
"Ayo wudhu dan kita magriban bareng. Papa nggak bisa ikut soalnya mau ngisi malam takbiran di Tv." Dinda menggiring anak-anaknya sholat magrib sebelum bersantap buka. Keduanya menurut, mereka berdua mengambil wudhu dan sholat dengan Kenzo sebagai imannya.
Malam takbiran kali ini entah kenapa terasa jauh lebih riuh. Sorakan membahana sampai ke langit-langit, suaranya saling bersahutan memuji kebesaran Allah. Anak-anak berlari-lari sambil memukul rebana. Yang remaja menggiring dan memukul bedug. Kembang api menyala di berbagai penjuru, menghiasi langit malam yang bertabur bintang.
Kenzo dan Kezia baru saja pulang dari sholat isya di masjid sekitar rumah. Keduanya ada di rooftop sambil menatap iring-iringan prosesi takbir dari atap rumah mereka.
"Maafin gue ya, Zo." Kezia menata rambutnya yang diterbangin angin malam.
"Gue yang minta maaf, Zi. Gue bergerak tanpa izin lo. Elo bener, gue tukang ikut campur urusan orang." Kenzo menggaruk kepalanya.
Kezia tersenyum, Kenzo juga tersenyum. Kezia membuka lengannya dan Kenzo masuk ke dalam pelukkannya. Namanya juga saudara, tentu saja harus saling memaafkan. Syukurlah tahun ini Kezia dan Kenzo bisa menikmati indahnya Ramadhan dan merasakan arti dari saling memaafkan yang sebenarnya.
"Besok elo kudu sungkem sama gue!!" Kezia menjitak kepala Kenzo.
"Elo kudu kasih gue fitrah!!" Kenzo tak mau kalah.
Sekian episode spesial Idul Fitri kali ini. Mungkin kamu juga punya masalah yang sama seperti mereka. Semoga indahnya Ramadhan membawa berkah, pengampunan, saling memaafkan, dan juga membawa hati kita kembali putih dan suci.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H.
Mohon maaf lahir dan batin. MAY ALLAH ALWAYS BE WITH US.
Sweet,
BELLEAME